BLOG GURU INDONESIA

MENJADI GURU BERMUTU DAN PROFESIONAL

MATERI LENGKAP KURIKULUM 2013 SD

October 14th, 2013

Berikut ini link download materi – materi kurikulum 2013.

Materi Dasar

Peraturan Perundangan Kurikulum 2013 (Lengkap)

Permendikbud Nomor 71 Tahun 2013 Ttg Buku Teks Pelajaran Layak

Peranngkat Pembelajaran

TUGAS TAMBAHAN JJM (JUMLAH JAM MENGAJAR) WAJIB GURU DAPODIK 2013

October 14th, 2013

Semua guru, baik yang telah bersertifikat maupun yang belum bersertifikat harus memenuhi jam wajib mengajar minimal, yakni 24 jam. Khusus untuk yang mendapat tugas tambahan, pemenuhan jam disesuaikan dengan PP 74 Tahun 2008. Pada Pedoman Penghitungan Beban Kerja Guru yang diterbitkan Dirjen PMPTK berkaitan dengan tugas tambahan guru dijelaskan sebagai berikut:
1. Tugas sebagai Kepala Sekolah ekuivalen dengan 18 jam, sehingga minimal wajib mengajar 6 jam
2. Tugas sebagai Wakil Kepala Sekolah ekuivalen dengan 12 jam, sehingga minimal wajib mengajar 12 jam
3. Tugas sebagai Kepala Perpustakaan ekuivalen dengan 12 jam, sehingga minimal wajib mengajar 12 jam
4. Tugas sebagai Kepala Laboratorium ekuivalen dengan 12 jam, sehingga minimal wajib mengajar 12 jam
5. Tugas sebagai Ketua Jurusan Program Keahlian ekuivalen dengan 12 jam, sehingga minimal wajib mengajar 12 jam
6. Tugas sebagai Kepala Bengkel ekuivalen dengan 12 jam, sehingga minimal wajib mengajar 12 jam
7. Tugas sebagai Pembimbing Praktik Kerja Industri ekuivalen dengan 12 jam, sehingga minimal wajib mengajar 12 jam
8. Tugas sebagai Kepala Unit Produksi ekuivalen dengan 12 jam, sehingga minimal wajib mengajar 12 jam
Selain tugas tambahan di atas, kegiatan pembimbingan siswa, termasuk kegiatan ekstrakurikuler, juga bisa dianggap sebagai kegiatan tatap muka. Khusus untuk wali kelas tidak dianggap sebagai tugas tambahan.

Selain tugas tambahan di atas, kegiatan pembimbingan siswa, termasuk kegiatan ekstrakurikuler, juga bisa dianggap sebagai kegiatan tatap muka. Khusus untuk wali kelas tidak dianggap sebagai tugas tambahan.

Khusus untuk guru yang telah memiliki sertifikat sebagai guru profesional, JJM minimal adalah 24 jam, kecuali yang mendapat tugas tambahan di atas. Di samping itu, pemenuhan JJM haruslah mata pelajaran sendiri dan tidak dibenarkan diambil dari mata pelajaran yang lain maupun serumpun. Ketentuan ini lebih longgar bagi guru yang belum bersertifikat dimana pemenuhan JJM masih dibenarkan mengampu mata pelajaran lain terkait nantinya dengan pengajuan PAK.

Ketentuan bagi guru yang sudah bersertifikat apabila ingin memenuhi syarat jumlah minimal JJM adalah sebagai berikut :

  • Guru yang mengajar pada Kejar Paket A, B, atau C tidak bisa diperhitungkan jam mengajarnya
  • Guru Mapel SMP selain mapel Penjasorkes dan Agama tidak boleh mengajar di SD, karena guru SD pada dasarnya adalah guru kelas
  • Penambahan jam pada struktur kurikulum paling banyak 4 jam per minggu berdasarkan standar isi KTSP.
  • Program pengayaan atau remedial teaching tidak diperhitungkan jam mengajarnya
  • Pembelajaran ekstrakurikuler tidak diperhitungkan jam mengajarnya, meskipun sesuai dengan sertifikasi mata pelajaran
  • Pemecahan Rombel dari 1 kelas menjadi 2 kelas diperbolehkan, dengan syarat dalam 1 kelas jumlah siswa minimal 20 orang
  • Pembelajaran Team teaching tidak diperbolehkan kecuali untuk mata pelajaran Produktif di SMK
  • Guru Bahasa Indonesia yang mengajar Bahasa daerah, contohnya bahasa Jawa, maka jam mengajar Bahasa Jawa tersebut tidak diperhitungkan. Mata pelajaran yang serumpun adalah IPA dan IPS dan hanya boleh untuk tingkat SMP.
  • Pengembangan diri siswa tidak diperhitungkan jam mengajarnya

Aplikasi DAPODIKDAS akan menganalisa JJM seorang guru apakah wajar atau tidak. Sistem akan menganalisa jumlah guru, jumlah rombel, jumlah siswa sampai akhirnya sistem menganalisa apakah JJM yang telah dientrykan wajar atau tidak. Jika tidak wajar. Guru dapat melakukan verifikasi data untuk mengetahui hal ini. Salah satu yang harus diperhatikan adalah JJM, apabila terjadi ketidak wajaran, dapat dilakukan perbaikan melalui operator dapodik 2013 di sekolah masing-masing.

12 KELOMPOK MANUSIA KETIKA DI BANGKITKAN PADA HARI KIAMAT

October 11th, 2013

Sahabat Ma’adz bin Jabal bertanya kepada Rasulullah, “Ya Rasulullah…terangkan kepadaku tentang makna firman Allah “ketika ditiup sangkakala, lalu kamu datang berkelompok-kelompok””. Lalu menangislah Rasulullah Saw. Cucuran air matanya membasahi pakaiannya. Engkau telah menanyakan sesuatu yang dahsyat. Umatku akan dibangkitkan pada hari kiamat dalam 12 kelompok-kelompok tabiatnya…

  1. Dibangkitkan tanpa kaki dan tangan, seraya terdengar suara dari sisi-Nya, “Mereka adalah orang-orang yang mengganggu tetangganya. Maka inilah ganjarannya dan nerakalah tempatnya”.
  2. Dibangkitkan dalam bentuk babi, seraya terdengar suara dari sisi-Nya, “Inilah balasan bagi orang-orang yang bermalas-malasan melakukan sholat dan nerakalah  tempatnya”.
  3. Dibangkitkan dari kuburnya dalam keadaan perutnya besar menggunung yang dipenuhi ular dan kalajengking, seraya terdengar suara dari sisi-Nya, “Inilah ganjaran orang-orang yang menahan zakat dan nerakalah tempatnya”.
  4. Dibangkitkan dari kuburnya dalam keadaan darah mengalir dari mulut, seraya terdengar suara dari sisi-Nya, “Inilah ganjaran bagi orang-orang yang berdusta dalam perkara jual beli dan nerakalah tempatnya”.
  5. Dibangkitkan dari kuburnya dalam keadaan bau busuk, lebih busuk dari bau bangkai. seraya terdengar suara dari sisi-Nya, “inilah ganjaran bagi orang-orang yang melakukan maksiat (perbuatan yang tidak sesuai dengan syariat islam) secara sembunyi karena takut terlihat orang tapi tidak takut dari pengawasan Allah dan nerakalah tempatnya”.
  6. Dibangkitkan dari kuburnya dalam keadaan terputus lehernya, seraya terdengar suara dari sisi-Nya, “Inilah ganjaran bagi orang-orang yang memberikan kesaksian palsu dan nerakalah tempatnya”.
  7. Dibangkitkan dari kuburnya tanpa memiliki lidah dan dari mulutnya keluar darah dan nanah. Seraya terdengar suara dari sisi-Nya, “inilah ganjaran bagi orang-orang yang tidak mau memberikan kesaksian dan nerakalah tempatnya”.
  8. Dibangkitkan dari kuburnya dalam keadaan tertunduk dan kedua kakinya berada diatas kepala, seraya terdengar suara dari sisi-Nya, “inilah ganjaran bagi orang-orang yang suka melakukan zina dan terlanjur mati sebelum bertobat dan nerakalah tempatnya”.
  9. Dibangkitkan dari kuburnya dalam keadaan berwajah hitam dan matanya biru serta perutnya penuh api, seraya terdengar suara dari sisi-Nya, “Inilah ganjaran bagi orang-orang yang memakan harta dan merampas hak anak-anak yatim secara zalim dan nerakalah tempatnya”.
  10. Dibangkitkan dari kuburnya dalam keadaan sakit kusta dan sopak, seraya terdengar suara dari sisi-Nya, “Inilah ganjaran bagi orang-orang yang mendurhakai orang tuanya dfan nerakalah tempatnya”.
  11. Dibangkitkan dari kuburnya dalam keadaan buta hati, buta mata. Giginya seperti tanduk kerbau. Bibir dan lidahnya bergelantungan mencapai dada, perut dan paha. Dan dari perutnya keluar kotoran. Seraya terdengar suara dari sisi-Nya, “Inilah ganjaran bagi orang-orang yang meminum khamr (yang memabukan/alkohol) dan nerakalah tempatnya”.
  12. Dibangkitkan dari kuburnya dalam keadaan wajah bercahaya, seperti bulan purnama. Melewati Shirath Al-Mustaqim secepat kilat menyambar angin. Seraya terdengar suara dari sisi-Nya “Mereka adalah orang-orang yang melakukan amal sholeh kebajikan, Menjauhi segala kemaksiatan, Rajin memenuhi panggilan sholat dan mati setelah bertobat. Maka ganjaran mereka adalah Pengampunan, Rahmat, dan Ridho serta Syurga dari Allah Swt”.

BENARKAH UN SD DITIADAKAN TAHUN DEPAN ?

October 11th, 2013

JAKARTA – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) meluruskan informasi simpang siur tentang pelaksanaan ujian nasional (UN) jenjang SD. Mereka secara resmi mengumumkan tahun depan UN SD ditiadakan, sebagaimana tahun ini.

Wamendikbud Bidang Pendidikan Musliar Kasim mengatakan, ketentuan tentang penyelenggaraan UN diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) 32/2013 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP). Dalam pasal 67 ayat satu disebutkan, pemerintah menugaskan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) untuk menyelenggarakan UN untuk pendidikan dasar dan menengah.

Kemudian pada ayat dua ditentukan, UN untuk satuan pendidikan jalur formal pendidikan dasar sebagaimana diatur pada ayat satu dikecualikan untuk jenjang SD/MI/SDLB dan bentuk lain yang sederajat. “Kemendikbud tentu tidak akan melanggar ketentuan dalam PP itu,” kata dia di Jakarta kemarin.

Mantan rektor Universitas Andalas Padang itu mengatakan, UN untuk SD sejatinya sudah dihapus sejak tahun pelajaran 2012/2013. Selain itu untuk tahun pelajaran 2013/2014 UN untuk SD juga tidak diadakan. “Meskipun tidak ada UN di SD, tetapi ujian akhir tetap ada,” paparnya.

Musliar menegaskan bahwa UN itu adalah ujian secara nasional yang diselenggarakan oleh BSNP. Ketentuan ini berlaku untuk jenjang SMP dan SMA saja. Sedangkan untuk SD, ujian akhir dijalankan oleh pemerintah provinsi (pemprov). Kemendikbud melalui BSNP hanya menitipkan 25 persen butir soal saja pada ujian tersebut. Tahun depan titip butir soal dari pemerintah pusat pada UN SD tetap sebesar 25 persen.

“Ujian akhir SD kita pasrahkan ke pemda. Tetapi pemerintah pusat tetap meminta ada standarisasi, yakni melalui soal nasional yang dititpkan itu,” katanya. Melalui soal yang berstandar nasional itu, Musliar mengatakan pemerintah tetap bisa mengukur kompetensi pendidikan jenjang SD mulai dari tingkat sekolah hingga kabupaten/kota dan provinsi.

Jika tidak ada soal titipan tersebut, Musliar mengkhawatirkan pemetaan kompetensi siswa dan unit sekolah jenjang SD tidak bisa dilakukan. “Jika soal ujian full dari pemda, kami khawatir nilainya nanti 9 dan 8 semuanya,” kata dia. Sehingga upaya pemetaan sekolah sesuai kondisi riil tidak bisa dilaksanakan.

Bagaimana dengan resiko kelulusannya? Musliar menuturkan ujian akhir di SD tidak boleh bersebrangan dengan semangat wajib belajar sembilan tahun. Yakni mulai dari jenjang SD dan SMP. “Percuma kita berupaya keras menarik siswa putus sekolah, jika banyak yang tidak lulus di SD gara-gara ujian akhir,” katanya.

Dia mengatakan Kemendikbud tidak menyatakan jika seluruh siswa SD peserta ujian akhir akan lulus semuanya. “Jika kita nyatakan seperti itu (lulus semuanya, red) siswa tidak semangat belajar dan bersungguh-sungguh mengerjakan soal ujian,” ujarnya. Meskipun begitu Musliar mengatakan idealnya seluruh siswa SD  lulus ujian akhir dan melanjutkan ke SMP semuanya.

VERIFIKASI DATA GURU DAPODIK 2013

October 8th, 2013

Untuk melihat data masing-masing guru atau PTK sudah sudah terisi dan valid atau belum bisa mengeceknya di website P2TK DIKDAS. Dengan langkah-langkah sebagai berikut:
1. Kunjungi website P2TK DIKDAS http://p2tkdikdas.kemdikbud.go.id
atau juga bisa langsung ke http://223.27.144.195

2. Untuk melihat data, login terlebih dahulu dengan memakai NUPTK dan password yaitu tanggal lahir dengan format YYYYMMDD. Contoh: jika tanggal lahir Anda 23 Agustus 1985 passwordnya: 19850823

Cek Verifikasi Data Guru atau PTK 2013
3. Setelah berhasil login, Anda akan menjumpai halaman seperti di atas, ada 20 baris data yang ditampilkan, ada juga informasi status, valid ataukah belum.
Jika login gagal, akan ada keterangan mengenai alasan kegagalan di bawah form. Jika muncul informasi NUPTK tidak ditemukan, ada beberapa kemungkinan. 1) Kolom NUPTK belum diisi pada data DAPODIK Anda; 2) Kolom NUPTK anda diisi namun salah ketik. 3) Data DAPODIK belum ter-import ke basis data.
Jika terjadi kesalahan atau memperbaiki data, guru atau PTK bisa megubahnya lewat Aplikasi Pendataan yang ada di masing-masing sekolah bersangkutan melalui operator dan dikirimkan kembali ke server pusat DAPODIK.
Dengan pendataan sistem online pihak guru atau PTK harus aktif dalam mencari informasi terkait profesinya. Selain mencari informasi di Dinas Pendidikan setempat, guru atau PTK juga harus rajin memantau informasi di website pendidikan.

Acuan Penilaian Kurikulum 2013

October 8th, 2013

Acuan Penialaian Hasil belajar Untuk Kurikulum baru 2013 dapat di download pada Link Berikut

Acuan Penilaian Hasil Belajar Kurikulum 2013

Software yang mendukung penialian hasil belajar kurikulum 2013 yang dibuat oleh Pak Sukani

Software penilaian digital ini memiliki keistimewaan yaitu :
1) MENGINTEGRASIKAN 3 aspek penilaian yaitu penilaian kognitif (pengetahuan), afektif (sikap) dan psikomotorik (keterampilan) menjadi satu kesatuan utuh sehingga di dalam Laporan Evaluasi Hasil Belajar (Nilai Akhir Semester) maka ke-3 Aspek tersebut MUNCUL (diperhitungkan) karena masuk ke dalam komponen perhitungan penentuan Nilai Raport (NR).
2) Sesuai dengan standar penilaian (Permendiknas No.20 Tahun 2007)
3) Proses berjalan otomatis (Nge-Link) setelah input data diselesaikan semua dan siap Print-Out.

Saya pribadi menyadari bahwa software ini masih jauh dari sempurna, karena yang sempurna hanyalah ALLAH SWT. Untuk melihat software tersebut, maka langsung saja ke TPK (KLIK PADA GAMBAR UNTUK MENGUNDUH):


software penilaian digital

www.pak-sukani.edu20.org

DOWNLOAD APLIKASI TERBARU DAPODIK 2013

October 7th, 2013

Untuk semua operator pendataan Dapodik mulai tgl 2 oktober 2013 harap mengunduh aplikasi dapodik terbaru dan mempelajari dokumentasi aplikasi terbaru secara lengkap karena ada beberapa fasilitas yang disempurnakan dan ditambahkan dari versi sebelumnya, jangka waktu pengelolaan dapodi terakhir 30 November 2013. Kode registrasi dapat di peroleh di dinas diknasbud masing-masing kabupaten.

Aplikasi

Prefill

Formulir

Manual

Kebijakan

PKH PROGRAM KELUARGA HARAPAN

September 28th, 2013

PKH adalah program perlindungan sosial yang memberikan bantuan tunai kepada Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM) dan bagi anggota keluarga RTS diwajibkan melaksanakan persyaratan dan ketentuan yang telah ditetapkan.Program ini, dalam jangka pendek bertujuan mengurangi beban RTSM dan dalam jangka panjang diharapkan dapat memutus mata rantai kemiskinan antar generasi, sehingga generasi berikutnya dapat keluar dari perangkap kemiskinan.Pelaksanaan PKH juga mendukung upaya pencapaian Tujuan Pembangunan Millenium. Lima Komponen Tujuan MDG’s yang akan terbantu oleh PKH yaitu: Pengurangan penduduk miskin dan kelaparan; Pendidikan Dasar; Kesetaraan Gender; Pengurangan angka kematian bayi dan balita; Pengurangan kematian ibu melahirkan. Berikut adalah pertanyaan-pertanyaan yang sering diajukan (Frequently Asked Questions/FAQ) terkait dengan PKH.

  1. 1.    Apa itu PKH? Program Keluarga Harapan (PKH) adalah program pemberian uang tunai kepada Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM) berdasarkan persyaratan dan ketentuan yang telah ditetapkan dengan melaksanakan kewajibannya. Program semacam ini secara internasional dikenal sebagai program conditional cash transfers (CCT) atau program Bantuan Tunai Bersyarat. Persyaratan tersebut dapat berupa kehadiran di fasilitas pendidikan (misalnya bagi anak usia sekolah), ataupun kehadiran di fasilitas kesehatan (misalnya bagi anak balita, atau bagi ibu hamil).Teknis pelaksanaan program ini didasarkan pada 3 hal:
  2. 1.    Verifikasi, yang merupakan esensi utama dari PKH. Kegiatan verifikasi mengecek kepatuhan peserta memenuhi persayaratan yang telah ditetapkan.
  3. 2.    PKH melaksanakan pemotongan bantuan tunai bagi keluarga yang tidak mematuhi kewajiban yang telah ditetapkanPeserta PKH mengetahui persis bahwa mereka harus memenuhi sejumlah kewajiban untuk dapat menerima bantuan tunai. Peserta adalah elemen penting dalam program ini. Pengetahuan atas kewajiban ini yang menjadi dasar perubahan perilaku keluarga dan anggota keluarga di bidang pendidikan dan kesehatan.
  4. 2.    Apakah tujuan dari PKH? Tujuan PKH adalah untuk mengurangi angka dan memutus rantai kemiskinan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta mengubah perilaku yang kurang mendukung peningkatan kesejahteraan dari kelompok paling miskin. Tujuan ini berkaitan langsung dengan upaya mempercepat pencapaian target Millennium Development Goals (MDGs). Secara khusus, tujuan PKH adalah:
  5. a.    Meningkatkan akses dan kualitas pelayanan pendidikan dan kesehatan bagi Peserta PKH
  6. b.    Meningkatkan taraf pendidikan Peserta PKH
  7. c.    Meningkatkan status kesehatan dan gizi ibu hamil (bumil), ibu nifas, bawah lima tahun (balita) dan anak prasekolah anggota Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM)/Keluarga Sangat Miskin (KSM).
  8. 3.    Siapa penerima manfaat PKH? Hingga tahun 2011, basis bantuan PKH adalah rumah tangga. Mulai tahun 2012 dan selanjutnyaDi masa yang akan datang, basis bantuan PKH akan diarahkan pada “Keluarga”, bukan “Rumah Tangga”. Hal ini untuk mengakomodasi prinsip bahwa keluarga (yaitu orang tua-ayah, ibu-dan anak) adalah satu unit sangat relevan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Orang tua memiliki tanggung jawab terhadap pendidikan, kesehatan, kesejahteraan dan masa depan anak. Karena itu keluarga adalah unit yang relevan dalam upaya memutus rantai kemiskinan antar generasi.Beberapa keluarga dapat berkumpul dalam satu rumah tangga yang mencerminkan satu kesatuan pengeluaran konsumsi (yang dioperasionalkan dalam bentuk satu dapur).PKH diberikan kepada Keluarga Sangat Miskin (KSM). Data keluarga yang dapat menjadi peserta PKH didapatkan dari Basis Data Terpadu dan memenuhi sedikitnya satu kriteria kepesertaan program berikut, yaitu:
  9. 1.    Memiliki ibu hamil/nifas
  10. 2.    Memiliki anak balita atau anak pra sekolah
  11. 3.    Memiliki anak usia SD dan/atau SLTP dan/atau anak 15-18 tahun yang belum menyelesaikan pendidikan dasarSeluruh keluarga di dalam suatu rumah tangga berhak menerima bantuan tunai apabila memenuhi kriteria kepesertaan program dan memenuhi kewajibannya.
  12. 4.    Dimana saja lokasi pelaksanaan PKH? Ketika awalnya dilaksanakan sebagai suatu kegiatan uji coba di tahun 2007, PKH dijalankan di 7 (tujuh) provinsi, 48 kabupaten/kota, dan melayani 387.928 RTSM (Rumah Tangga Sangat Miskin). Pada tahun 2011, pelaksanaan PKH telah dikembangkan di 25 provinsi, 118 kabupaten/kota, dan melayani 1,1juta RSTM.Pada tahap perluasan, PKH akan dilaksanakan di seluruh provinsi di Indonesia. Jumlah penerima manfaat (beneficiaries), atau peserta PKH akan ditingkatkan secara bertahap hingga menjangkau seluruh keluarga dalam rumah tangga sangat miskin (RTSM), dengan menyesuaikan kemampuan negara. Hingga tahun 2014 peserta PKH ditargetkan sebesar 3 juta Keluarga Sangat Miskin.
  13. 5.    Bagaimana mekanisme pembayaran bantuan PKH? Bantuan dana tunai PKH diberikan kepada ibu atau perempuan dewasa (nenek, bibi atau kakak perempuan) dan selanjutnya disebut Pengurus Keluarga.Dana yang diberikan kepada pengurus keluarga perempuan ini telah terbukti lebih efektif dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan penerima bantuan.Pengecualian dari ketentuan diatas dapat dilakukan pada kondisi tertentu, misalnya bila tidak ada perempuan dewasa dalam keluarga maka dapat digantikan oleh kepala keluarga.Sebagai bukti kepesertaan PKH, KSM diberikan Kartu Peserta PKH.Uang bantuan dapat diambil oleh Pengurus Keluarga di Kantor Pos terdekat dengan membawa Kartu Peserta PKH dan tidak dapat diwakilkan.Sebagian peserta PKH menerima bantuan melalui rekening bank (BRI).
  14. 6.    Apa hak peserta PKH? Hak peserta PKH adalah:
  • Menerima bantuan uang tunai.
  • Menerima pelayanan kesehatan (ibu dan bayi) di Puskemas, Posyandu, Polindes, dan lain-lain sesuai ketentuan yang berlaku.
  • Menerima pelayanan pendidikan bagi anak usia wajib belajar Pendidikan Dasar 9 tahun sesuai ketentuan yang berlaku.
  1. 7.    Apa kewajiban peserta PKH? Agar memperoleh bantuan tunai, peserta PKH diwajibkan memenuhi persyaratan dan komitmen untuk ikut berperan aktif dalam kegiatan pendidikan anak dan kesehatan keluarga, terutama ibu dan anak.
  2. 1.    Kesehatan KSM yang sudah ditetapkan menjadi peserta PKH dan memiliki kartu PKH diwajibkan memenuhi persyaratan kesehatan yang sudah ditetapkan dalam protokol pelayanan kesehatan sebagai berikut:
  3. 2.    Anak usia 0-6 tahun:
  4. a.    Anak usia 0-28 hari (neonatus) harus diperiksa kesehatannya sebanyak 3 kali.
  5. b.    Anak usia 0–11 bulan harus diimunisasi lengkap (BCG, DPT, Polio, Campak, Hepatitis B) dan ditimbang berat badannya secara rutin setiap bulan.
  6. c.    Anak usia 6-11 bulan harus mendapatkan Vitamin A minimal sebanyak 2 (dua) kali dalam setahun, yaitu bulan Februari dan Agustus.
  7. d.    Anak usia 12–59 bulan perlu mendapatkan imunisasi tambahan dan ditimbang berat badannya secara rutin setiap bulan.
  8. e.    Anak usia 5-6 tahun ditimbang berat badannya secara rutin setiap bulan untuk dipantau tumbuh kembangnya dan atau mengikuti program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD/Early Childhood Education) apabila di lokasi/posyandu terdekat terdapat fasilitas PAUD.
  9. 3.    Ibu hamil dan ibu nifas:
  10. a.    Selama kehamilan, ibu hamil harus melakukan pemeriksaan kehamilan di fasilitas kesehatan sebanyak 4 (empat) kali, yaitu sekali pada usia kehamilan sekali pada usia 0-3 bulan, sekali pada usia kehamilan 4-6 bulan, dua kali pada kehamilan 7-9 bulan, dan mendapatkan suplemen tablet Fe.
  11. b.    Ibu melahirkan harus ditolong oleh tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan.
  12. c.    Ibu nifas harus melakukan pemeriksaan/diperiksa kesehatan dan mendapat pelayanan KB pasca persalinan setidaknya 3 (tiga) kali pada minggu I, IV dan VI.
  13. 8.    Pendidikan Peserta PKH diwajibkan memenuhi persyaratan berkaitan dengan pendidikandan mengikuti kehadiran di satuan pendidikan/rumah singgah minimal 85% dari hari sekolah dalam sebulan selama tahun ajaran berlangsung  dengan catatan sebagai berikut:
  14. 1.    Apabila dalam keluargaterdapat anak yang berusia 5-6 tahun yang sudah masuk sekolah dasar dan sejenisnya, maka yang bersangkutan dikenakan persyaratan pendidikan.
  15. 2.    Jika memiliki anak berusia 7-15 tahun. Anak Peserta PKH tersebut harus didaftarkan/terdaftar pada satuan pendidikan (SD/MI/SDLB/Salafiyah Ula/Paket A atau SMP/MTs/SMLB/Salafiyah Wustha/Paket B termasuk SMP/MTs terbuka).
  16. 3.    Jika memiliki anak usia 15-18 tahun yang belum menyelesaikan pendidikan dasar, maka Peserta PKH diwajibkan mendaftarkan anak tersebut ke satuan pendidikan yang menyelenggarakan program Wajib Belajar 9 tahun atau pendidikan kesetaraan.
  17. 4.    Apabila anak tersebut di atas masih buta aksara, maka diwajibkan untuk mengikuti pendidikan keaksaraan fungsional di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) terdekat.
  18. 5.    Apabila anak tersebut bekerja, atau disebut Pekerja Anak (PA) atau telah meninggalkan sekolah dalam waktu yang cukup lama, maka data anak tersebut akan didaftarkan dan disampaikan kepada Dinas Tenaga Kerja dan Dinas Pendidikan di tingkat Kabupaten/Kota. 
  19. 6.    Apabila anak tersebut terpaksa di jalanan, atau disebut Anak Jalanan (AJ) dan telah meninggalkan sekolah dalam waktu yang cukup lama, maka data anak tersebut akan didaftarkan dan disampaikan kepada Dinas Sosial dan Dinas Pendidikan di tingkat Kabupaten/Kota.Bila kedua persyaratan di atas, kesehatan dan pendidikan, dapat dilaksanakan secara konsisten oleh Peserta PKH, maka mereka akan memperoleh bantuan secara teratur.
  20. 9.    Bagaimana kalau peserta PKH tidak memenuhi kewajibannya? Semua peserta WAJIB menjalankan kewajiban. Apabila tidak memenuhi kewajiban, maka jumlah bantuan yang diterima akan dikurangi bahkan bantuan dapat dihentikan.
  21. 10.  Berapa besaran bantuan yang akan diperoleh peserta PKH? Besaran Bantuan Tunai Bersyarat untuk setiap keluarga Peserta PKH ditunjukkan oleh tabel berikut:

Besaran Bantuan PKH

Jenis Bantuan Nilai Bantuan/Tahun
  1. 1.    Bantuan tetap
Rp. 200.000
  1. 1.    Bantuan bagi KSMyang memiliki
  2. 1.    Ibu hamil/menyusui, atau
  3. 2.    Anak usia di bawah 5-7 tahun, atau
  4. 3.    Anak usia pra sekolah (APRAS)
Rp. 800.000
  1. 1.    Anak peserta pendidikan setara SD/MI
Rp. 400.000
  1. 1.    Anak peserta pendidikan setara SMP/MTs
Rp. 800.000
Bantuan minimum per keluarga Rp. 600.000
Bantuan maksimum per keluarga Rp. 2.200.000

 Catatan:

  • Bantuan terkait kesehatan berlaku bagi keluarga dengan anak di bawah umur 6 tahun dan/atau ibu hamil/nifas. Besar bantuan ini tidak dihitung berdasarkan jumlah anak.
  • Untuk usia 6 tahun, masuk ke dalam layanan Kesehatan APRAS.
  • Dengan adanya perbedaan komposisi anggota keluarga Peserta PKH, maka besar bantuan yang diterima setiap Peserta PKH akan bervariasi. Contoh variasi besar bantuan, baik per tahun maupun per triwulan, berdasarkan komposisi anggota keluarga dapat dilihat pada Tabel berikut:

 Variasi Komposisi Anggota Keluarga dan Jumlah Bantuan 

Contoh Komposisi Anggota Peserta PKH Jumlah bantuan maksimum per tahun (Rp) Jumlah bantuan maksimum per triwulan (Rp)
Contoh 1 1 anak atau lebih usia 0-6 tahun 1.000.000 250.000
Contoh 2 1 anak atau lebih usia 0-6 tahun dan ibu hamil 1.000.000 250.000
Contoh 3 Ibu hamil tanpa anak 1.000.000 250.000
Contoh 4 1 anak SMP dan 2 anak SD usia 6-15 tahun dan terdaftar di sekolah 1.800.000 450.000
Contoh 5 Anak usia 0-6 tahun dan 3 anak SD 2.200.000 550.000
Contoh 6 Anak usia 0-6 tahun dan 1 anak SD dan 1 anak SMP 2.200.000 550.000
Contoh 7 Anak usia 0-6 tahun, 2 anak SMP; atau 1 anak SMP dan lebih dari 4 anak SD; atau anak usia 0-6 tahun dan 2 anak SD dan 1 anak SMP; atau kombinasi lain yang melebihi batas maksimum bantuan 2.200.000 550.000

 Apabila Peserta PKH tidak memenuhi kewajiban atas syarat kepersertaan dalam tiga bulan, maka akan dilakukan pengurangan pembayaran bantuan tunai. Pemotongan langsung dikenakan terhadap total bantuan pada periode tersebut. Penggunaan bantuan tidak diatur dan ditentukan, tetapi diprioritaskan untuk mengakses layanan pendidikan dan kesehatan. Penggunaan bantuan tidak diperbolehkanuntuk konsumsi yang merugikan hak anak seperti rokok, minuman keras, judi dan lainnya. Mengingat bahwa besaran bantuan PKH telah berjalan selama hampir 5 tahun, maka pada tahun-tahun mendatang besaran bantuan ini akan dievaluasi dan disesuaikan dengan tingkat harga dan kemampuan keuangan negara.    

REINSTAL WIN 7 STARTER UNTUK TOSHIBA NB5XX

September 20th, 2013

Toshiba Netbook seri NB500, NB505 dan NB520 (juga berlaku pada type NB300,305, 200 dan lainnya) yang sudah terinstall windows7 StarterOriginal di paket pembelian awal, tidak menyertakan CD/DVD installer atau Restore dari Win 7 Starter.

1. Matikan netbook
2. Setelah netbook benar benar mati, pasang power adaptor ke netbook agar selama proses recovery battery tidak habis
3. Tekan tombol angka O (Nol) jangan dilepas
4. Hidupkan Netbook atau power On (tombol NOL tetap ditekan)
5. Setelah muncul disply booting/starup (netbook menyala) lepas kan tombol Nol tersebut
6. Netbook akan membaca partis Recovery dan akan muncul peringatan Netbook akan di Install dengan O/S Windows 7 Starter
7. Akan ada pilihan untuk mengembalikan pada kondisi default (fabrikasi default) atau hanya install O/S (anda pilih sesuai kebutuhan)
8. Recovery akan berjalan otomatis dan menginstall semua ke harddisk termasuk driver netbook toshiba anda
9. Ikuti semua langkah yang diminta oleh recovery
10. Done, Netbook anda kembali bisa dipakai

Selamat mencoba

BLOG GURU INDONESIA

MENJADI GURU BERMUTU DAN PROFESIONAL