GURU INDONESIA

Berbagi Informasi Untuk Guru Indonesia

Sinyal Urusan Guru Bakal Ditarik ke Provinsi Makin Kuat

August 8th, 2012
  JAKARTA–Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) bersama dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri) tengah menganalisis mengenai pengalihan kewenangan urusan guru di Indonesia. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh mengatakan, saat ini pemerintah masih dalam proses revisi UU Nomor 32 Tahun 2004 tentang pemerintahan daerah.

“Di dalam masa proses revisi ini kita akan mencari format yang paling baik. Apakah urusan guru ditangani kabupaten/kota seperti sekarang, atau ditarik di pusat atau di provinsi,” ungkap Nuh di Jakarta, Senin (6/8).

Menurutnya, hingga saat ini pemerintah belum bisa memutuskan dan masih memantapkan mana yang paling baik. “Kita sudah punya pengalaman kabupaten/kota seperti sekarang ini. Kita juga punya pengalaman di pusat. Bagaimana nanti seandainya dipegang provinsi. Tentu untuk masalah ini kita tidak boleh gegabah. Seluruh plus minusnya akan dianalisis. Nanti akan dituangkan di revisi UU 32 tersebut,” paparnya.

Mantan Rektor ITS ini mengatakan, di dalam revisi UU pemda tersebut nantinya bukan hanya mengatur kewenangan urusan guru. Akan tetapi  semua urusan pendidikan. “Nanti akan ditentukan mana yang akan diserahkan ke kabupaten/kota, pusat, atau provinsi. Ini harus jelas dari awal,” tukasnya.

Lebih lanjut Nuh mengatakan, nanti akan diperjelas urusan mana yang diserahkan ke kabupaten/kota, pusat, dan provinsi itu semua tergantung pada variabelnya. Variabelnya, lanjut Nuh,  antara lain efisiensi, efektivitas, dan fleksibilitas.

“Misalnya urusan guru. Kalau ada di kabupaten/kota, sulit kita untuk memindahkan atau meredistribusi guru. Tetapi kalau di provinsi, kalau ada kekurangan guru di kabupaten/kota akan bisa diselesaikan di provinsi karena guru ada di provinsi,” imbuhnya. (Cha/jpnn)

Resep Menjadi Guru Hebat

August 8th, 2012

Mengajar bukanlah profesi yang mudah. Untuk menjadi guru hebat melibatkan banyak faktor, yang apabila digabungkan dengan benar, akan menghasilkan kelas yang sangat efektif dan siswa yang produktif.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata “hebat” dapat diartikan: terlampau amat sangat ( dahsyat, ramai, kuat, seru, bagus, dsb ). Dalam tulisan ini yang dimaksud kata “hebat” dapat diartikan: ampuh, sangat tinggi mutunya, terampil, memberi pengaruh besar. Dengan kata ini, yang dimaksud guru hebat adalah guru yang memiliki kapAsitas melaksanakan semua ciri-ciri pribadi seperti yang didifinisikan itu sehingga mampu memberi dampak sepanjang hidup pada kehidupan para siswanya.

Siswa masuk kelas dengan beragam latar belakang, kemampuan dasar, bakat, tantangan, dan pengalaman. Guru masuk kelas tidak boleh hanya memandang siswanya bagai “sepotong kue” yang mudah dibuatnya dengan resep racikannya sendiri. Upaya guru masuk kelas memerlukan pemikiran mendalam yang terus menerus dikaji sehingga dapat menemukan cara yang tepat untuk menghasilkan cita rasa yang sesuai dengan keinginan tiap-tiap siswa.

Untuk menjadi “Guru Hebat”, menurut Anita Moultrie Turner dalam Recipe for Great Teaching: 11 Essential Ingradients ( 2007 ) ada sebelas bahan utama yang dapat disajikan ke dalam proses pembelajaran di kelas yang bernilai tinggi terhadap harga tinggi pengajaran dan profesi pengajaran. Sebelas bahan utama yang dimaksud adalah:

(1) Rasa cinta dan kepedulian, bahan utama untuk menjadi guru hebat adalah cinta pada diri sendiri, cinta pada profesi dan cinta terhadap siswa. Sebagai guru hebat harus berkata: :Jika saya memberi merka kebaikan, maka saya dapat menerima kebaikan dari mereka.” Jika siswa mengagumi guru, penghormatan segera muncul.

(2) Komunikasi, sering terjadi proses pembelajaran di kelas bahwa guru hanya mengajar 5 – 10 anak. Mereka bukannya 25 atau 30 atau lebih. Sebagian besar siswa duduk bermalas-malasan dengan gelombang otak yang tidak terarah, tidak mendengarkan atau bermain sendiri. Guru hebat harus mengajar seluruh kelas. Guru harus dapat menciptakan situasi pada anak malas tetapi mau menunjukkan jarinya sehingga mengalami kesuksesan. Sehingga terjadi komunikasi yang harmonis antara guru dan siswanya. Di samping dengan siswa, orang tua juga perlu diajak komunikasi.

(3) Pujian dan harga diri, guru harus optimis dengan melihat sisi baik anak, jangan sebaliknya memandang siswanya dengan pesimistis. “Anton, kau terlambat lagi!” Kalimat ini akan menimbulkan rasa malu pada anak. Lain halnya dengan ucapan, “Anton kemarin kamu datang tepat waktu dan saya senang. Mulai besok datanglah dengan tepat waktu!” Mengajar dengan menggunakan pujian-pujian secara konsisten akan menghasilkan kualitas pembelajaran yang mengagumkan.

(4) Hormat dan harga diri, guru sepenuhnya dapat menjadi model rasa hormat dan harga diri selama jam sekolah. Guru harus memulai dari diri sendiri, dengan menjadi model perilaku menghormati ketika mereka berhubungan dengan rekan kerja dan siswa.

(5) Lingkungan ruang kelas, ciptakan komunitas hangat dan dapat dipercaya bagi para pembelajar. Supaya terjadi komunikasi yang jelas dan konsisten pastikan bahwa kelas adalah milik setiap orang. Ciptakan ruang kelas merupakan lingkungan dengan banyak penglihatan, misalnya: SI, SKL, Visi dan Misi, Pengumuman, Contoh karya siswa, dll. Pengaturan tempat duduk sangat berpengarauh terhadap berlangsungnya proses pembelajarn dan hasil belajar.

(6) Manajemen kelas, guru harus menentukan pedoman, aturan, dan prosedur yang jelas sehingga tercipta interaksi setiap orang di kelas dengan efektif.

(7) Disiplin, bersikaplah adil dan konsisten. Tangani perilaku yang tak diharapkan. Buat kontak mata langsung dengan anak sehingga anak menganggap ada keseriusan. Gunakan kedekatan untuk menempatkan fisik dengan siswa sehingga anak memahami perilakunya tidak pantas. Tangani disiplin dengan tenang, lembut, dan sadar. Lakukan dulu perilaku yang diharapkan untuk ditiru anak. Kaji ulang dengan siswa pada waktu terjadi pelanggaran. Senantiasa konsisten dengan aturan yang dibuat.

(8) Menyusun buku catatan, semua siswa untuk dibiasakan memiliki buku catatan yang berisi tentang hasil kerja siswa. Hal ini diharapkapara siswa belajar bertanggung jawab atas tugas mereka sendiri.

(9) Ketrampilan kehidupan nyata ke dalam kurikulum, sangat penting siswa memahami bahwa keterampilan yang mereka pelajari di sekolah harus diubah ke keterampilan nyata yang mereka perlukan agar menjadi orang dewasa yang sukses, sehat, dan makmur.

(10) Kolaborasi, dalam pembelajaran perlu adanya kolaborasi antar penyelenggara sekolah baik antar guru dengan guru, antar guru dengan karyawan maupun guru dengan orang tua siswa. Perlu dibentuk tim untuk mengadakan pertemuan mingguan dan bulanan, perencanaan pembelajaran, maupun pengamatan ke kelas siswa. Guru hebat memahami pentingnya kerja kolaborasi dengan guru lain.

(11) Penyajian, setelah semua bahan dipersiapkan, guru siap untuk menyajikan ke dalam meja makan pembelajaran. Kelas yang sudah dipersiapkan adalah milik Anda. Anda memiliki kebeasan pribadi yang besar untuk memberikan pengaruh positif pada kehidupan anak. Mengajar merupakan profesi yang bersahaja, terhormat, dan menantang yang mempengaruhi anak-anak, orang tua mereka, dan masyarakat mereka.

oleh MUTAQIN

Bawasluh RI

August 7th, 2012

Produk Hukum

berisi kumpulan peraturan mulai dari TAP MPR, Undang-undang, Peraturan Pemerintah, Keputusan Presiden, Peraturan Bawaslu, dan Peraturan lainnya

Nomor Tentang Download
Peraturan Bawaslu Nomor 8 Tahun 2012 Logo dan Pataka Pengawas Pemilu serta Pakaian Dinas Pegawai di Lingkungan Badan Pengawas Pemilihan Umum, Badan Pengawas Pemilihan Umum Provinsi dan Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten/Kota
Peraturan Bawaslu Nomor 8 Tahun 2012 :
  unknown 207.9 KB
Peraturan Bawaslu Nomor 7 Tahun 2012 Pedoman Pengelolaan Pelayanan Informasi Dan Dokumentasi Pengawasan Pemilihan Umum di Lingkungan Badan Pengawas Pemilihan Umum, Badan Pengawas Pemilihan Umum Provinsi, dan Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten/Kota
Peraturan Bawaslu Nomor 7 Tahun 2012 :
  unknown 120.18 KB
Peraturan Bawaslu Nomor 6 Tahun 2012 Pengawasan Pemungutan dan Penghitungan Suara di Tempat Pemungutan Suara Dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah
Peraturan Bawaslu Nomor 6 Tahun 2012 :
  unknown 419.89 KB
Peraturan Bawaslu Nomor 5 Tahun 2012 Perubahan Atas Peraturan Badan Pengawas Pemilihan Umum Nomor 23 Tahun 2009 Tentang Pengawasan Kampanye Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah
Peraturan Bawaslu Nomor 5 Tahun 2012 :
  unknown 183.41 KB
Peraturan Bawaslu Nomor 4 Tahun 2012 Pengawasan Dana Kampanye Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah
Peraturan Bawaslu Nomor 4 Tahun 2012 :
  unknown 386.31 KB
Peraturan Bawaslu Nomor 3 Tahun 2012 Pengawasan Tahapan Pencalonan Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah
Peraturan Bawaslu Nomor 3 Tahun 2012 :
  unknown 219.69 KB
Lampiran Peraturan Bawaslu Nomor 3 Tahun 2012 :
  unknown 424.5 KB
Peraturan Bawaslu Nomor 2 Tahun 2012 Tata Cara Pelaporan Dan Penanganan Pelanggaran Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah
Peraturan Bawaslu Nomor 2 Tahun 2012 :
  unknown 207 KB
Lampiran Peraturan Bawaslu Nomor 2 Tahun 2012 :
  unknown 215.61 KB
Peraturan Bawaslu Nomor 1 Tahun 2012 Pengawasan Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah
Peraturan Bawaslu Nomor 1 Tahun 2012 :
  unknown 220.56 KB
Peraturan Bawaslu Nomor 4 Tahun 2011 Perubahan Kedua Atas Peraturan Badan Pengawas Pemilihan Umum Nomor 1 Tahun 2010 Tentang Tata Cara Pengangkatan Anggota Panitia Pengawas Pemilihan Umum Provinsi, Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten/Kota, Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kecamatan, …
Peraturan Bawaslu Nomor 4 Tahun 2011 :
  PDF 79.05 KB
Peraturan Bawaslu Nomor 3 Tahun 2011 Organisasi dan Tata Kerja Panitia Pengawas Pemilihan Aceh, Panitia Pengawas Pemilihan Kabupaten/Kota, dan Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kecamatan Dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah Dan Wakil Kepala Daerah di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam
Peraturan Bawaslu Nomor 3 Tahun 2011 :
  PDF 285.1 KB
Lampiran Perbawaslu No 3 Tahun 2011, Bagan Panwaslu Provinsi Aceh :
  PDF 20.92 KB
Lampiran Perbawaslu No 3 Tahun 2011, Bagan Panwaslu Kab/Kota (Aceh) :
  PDF 23.05 KB
Lampiran Perbawaslu No 3 Tahun 2011, Bagan Panwaslu Kecamatan (Aceh) :
  PDF 19.99 KB

PERANAN BLOG GURU BAGI GURU DAN SISWA

August 3rd, 2012

PERANAN BLOG GURU

Blog Guru merupakan salah satu dari perkembangan dunia teknologi informsi dan komunikasi dewasa ini.Informasi begitu mudah diakses dimana saja dan kapan saja. Waktu dan tempat bukan lagi menjadi hambatan, berbagai jenis informasi yang diinginkan dapat di cari dengan cepat. Mulai dari informasi masalah politik, hukum, seni budaya, olah raga, pendidikan dan lain sebagainya tersaji di sana. Melalui internet kita dapat menjelajah berbagai situs yang menyajikan informasi-informasi tersebut.Pengertian Blog adalah web pribadi dengan bentuk seperti jurnal yang memuat tulisan (posting) secara periodik.

Sekarang sudah saatnya Blog Guru merambah dunia pendidikan yaitu dengan memanfatkan Blog guru. Melui Blog ini, guru bisa menjalin komunikasi di dunia maya kepada siswa yang diajarnya maupun kepada siswa lain di seluruh Indonesia bahkan di seluruh dunia. Disamping itu guru bisa juga berkomunikasi untuk saling sharing pengalaman tentang hal-hal yang berkaitan dengan pendidian kepada guru-guru lain diseluruh Indonesia.

Ada baiknya sebagai guru kita mulai memanfaatkan media Blog Guru untuk mendukung aktifitas belajar mengajar kita, karena banyak manfaat yang bisa didapatkan dari Blog guru ini. Dengan memanfaatkan Blog, guru bisa juga melatih diri keterampilan tulis menulis. Dengan Blog pula guru secara tidak langsung melatih siswa untuk dekat dengan dunia ICT (information and communication technology), dunia untuk menguasai dunia karena bangsa yang maju adalah bangsa yang menguasai teknologi dan informasi. Melui Blog guru, siswa bisa mendapatkan informasi pelajaran dengan mudah

Adapun  Informasi yang bisa disajikan dalam blog guru adalah :

a.       Artikel Pendidikan

Berupa artikel tentang pendidikan, ataupun opini yang ditulis sendiri oleh pengelola Blog yang bisa dibaca oleh siswa ataupun guru lain. Artikel ini nantinya bisa ditanggapi langsung oleh siswa ataupun pengunjung Blog Guru

b.      Materi pelajaran

Memuat materi pelajaran yang diajarkan oleh pengelola Blog guru, bisa juga berisi rangkuman ataupun intisari dari materi pelajaran yang penting untuk siswa.

c.       Informasi sekolah

Menyajikan informasi-informasi tentang kegiatan sekolah pengelola Blog guru yang bersangkutan. Bisa juga ditambahkan informasi yang biasa dicari oleh siswa, misalnya jadwal pelajaran, jadwal ekskul, pengumuman sekolah dan sebagainya.

d.      Informasi Tugas

Di sini disajikan informasi tentang tugas-tugas yang harus dikerjakan oleh siswa. Ini penting bila suatu saat guru sedang tidak ada di tempat (misalnya sedang mengikuti diklat guru), melalui Blog guru ini, guru bisa menginstruksikan tugas yang diberikan kepada siswanya.

e.       Soal-soal

Dengan uplad soal-soal di Blog guru, siswa akan sangat terbantu untuk memperoleh soal-soal latihan dari pelajaran yang diinginkan., termasuk soal olimpiade, semester dan Ujian Nasional

f.        Buku elektronik

Pemerintah telah membeli hak cipta beberapa judul buku pelajaran (bse), buku-buku ini bebas untuk di digunakan oleh siswa. Dengan mengupload buku-buku tersebut ke Blog guru berarti memudahkan siswa untuk mendownload buku-buku tsb, karena bila siswa langsung mendownload sendiri dari sumber asalnya memerlukan waktu lebih lama.

g.        Link ke web pendidikan.

Memuat link ke beberapa web pendidikan, seperti jardiknas dan web sekolah yang lain atau ke Blog guru yang lain.

h.        Informasi NUTK

Blog guru bisa menyampaiakan Informasi tentang NUPTK,yang di butuhkan oleh seluruh guru di indonesia

i.          Informasi Sertifikasi dan UKG

Dengan adanya blog guru diharapkan dapat membantu guru untuk mendapatkan Informasi sertifikasi guru, Uji Kompetensi Guru

j.          Media dan Perangkat Pembelajaran.

Blog Guru juga berfungsi untuk menyimpan tugas perangkat dan media pembelajaran serta untuk berbagi kepada rekan guru yang membutuhkan tugas administrasi sebagai kewajiban setiap guru.

Rekan Guru khusus di Kabupaten Tana Toraja, mari kita mulai belajar membuat Blog Guru serta memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi ini untuk memudahkan aktifitas belajar mengajar kita

JIKA MENURUT ANDA BLOG INI BERMANFAAT DAN PANTAS UNTUK MENJADI NOMINASI ACER GURARU AWARD SILAHKAN ISI FORMULIR KEMUDIAN KLIK KIRIM  PADA LINK ACER GURARU AWARD DISINI

Data wajib diisi URL : www.umarsite.com, nama pemilik blog : Umar Ramli

 

Syarat dan Cara Daftar Operator NISN

August 2nd, 2012

Mulai 2012, data pokok pendidikan (dapodik) dikelola oleh PDSP. Dapodik ini meliputi data sekolah, PTK, dan siswa. Operator sekolah yang pernah ada, sekarang tidak berlaku dan harus mendaftar baru dengan ketentuan baru.

Operator adalah petugas pendataan yang diberi tanggungjawab dan wewenang untuk mengelola data tertentu, seperti input data, pemeliharaan data, backup data, mengunduh dan mengunggah data.
Operator sekolah ditunjuk oleh Kepala Sekolah dengan surat keputusan. Dan, usulan operator, dikirim ke Dinas Pendidikan Kab/Kota setempat. Syarat dan prosedur lengkap pendaftaran dapat dilihat pada uraian di bawah ini.

 

Mekanisme dan Kewenangan Administrator dan Operator

PDSP adalah Unit kerja di lingkungan Kemdikbud yang mempunyai tugas mengelola data pendidikan, baik di pusat sampai ke tingkat provinsi/kabupaten/kota.
Untuk menunjang kegiatan tersebut diperlukan tenaga terampil seperti administrator  dan operator.

Administrator adalah pengelola Data Pokok  Pendidikan (DAPODIK)  di tingkat pusat dan daerah yang ditetapkan melalui SK dan bertanggungjawab terhadap keamanan data.

  • Administrator Pusat ditetapkan dengan SK dari Kepala Pusat Data dan Statistik Pendidikan. Administrator Provinsi ditetapkan dengan SK dari Kepala Dinas Pendidikan Provinsi.
  • Administrator Kabupaten/kota ditetapkan dengan SK dari Kepala Dinas Kabupaten dan Kota.
  • Administrator Dapodik di Pusat, Provinsi, Kabupaten dan Kota, masing-masing 1 (satu) orang.

Operator adalah petugas pendataan yang diberi tanggungjawab dan wewenang untuk mengelola data tertentu, seperti input data, pemeliharaan data, backup data, mengunduh dan mengunggah data.

  • Operator Pusat ditetapkan dengan SK dari Kepala Pusat Data dan Statistik Pendidikan.
  • Operator Provinsi ditetapkan dengan SK dari Kepala Dinas Pendidikan Provinsi.
  • Operator Kabupaten/kota ditetapkan dengan SK dari Kepala Dinas Kabupaten dan Kota.
  • Operator sekolah ditetapkan dengan SK dari Kepala Sekolah.
  • Operator Dapodik di Provinsi, Kabupaten dan Kota, maksimal 7 (tujuh) orang.
  • Operator Dapodik di Sekolah, sebanyak 1 (satu) orang.

 

A. Kewenangan PDSP

  1. Memberikan akun dan sandi  admin Dinas Pendidikan Provinsi/ kabupaten/kota
  2. Melakukan sosialisasi pemberian akun dan sandi  admin Dinas Pendidikan Provinsi/ kabupaten/kota
  3. Menerima SK penunjukan Admin dan operator dari Dinas Pendidikan Provinsi/ kabupaten/kota
  4. Menyetujui dan mengaktifkan akun dan sandi admin Dinas Pendidikan Provinsi/ kabupaten/kota

B. Kewenangan Provinsi

  1. Berdasarkan butir A.2. menetapkan/menunjuk admin dan operator di Dinas Pendidikan Provinsi
  2. Menyusun SK admin dan operator Dinas Pendidikan Provinsi
  3. Mengirim SK admin dan operator Dinas Pendidikan Provinsi ke PDSP
  4. Mengaktifkan akun dan sandi admin Dinas Pendidikan Provinsi
  5. Berwenang merubah sandi admin Dinas Pendidikan Provinsi
  6. Admin provinsi berwenang memberikan akun dan sandi operator di Dinas Pendidikan  Provinsi
  7. Setiap operator Dinas Pendidikan Provinsi dapat merubah sandi operator
  8. Admin berhak menata ulang/reset sandi operator  Dinas Pendidikan  Provinsi

C. Kewenangan Kabupaten / Kota

  1. Berdasarkan butir A.2. menetapkan/menunjuk admin dan operator di Dinas Pendidikan Kabupaten/kota
  2. Menyusun SK admin dan operator Dinas Pendidikan Kabupaten/kota
  3. Mengirim SK admin dan operator Dinas Pendidikan Kabupaten/kota ke PDSP
  4. Mengaktifkan akun dan sandi admin Dinas Pendidikan Kabupaten/kota
  5. Admin berwenang merubah sandi admin Dinas Pendidikan Kabupaten/kota
  6. Admin Dinas Pendidikan Kabupaten/kota berwenang memberikan akun dan sandi operator di Dinas Kabupaten/kota
  7. Setiap operator Dinas Kabupaten/kota dapat merubah sandi operator
  8. Admin berhak menata ulang/reset sandi operator Dinas Pendidikan Kabupaten/kota
  9. Menerima SK operator sekolah
  10. Menetapkan akun dan sandi operator  sekolah
  11. Admin Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota mengkoordinir operator Kabupaten/Kota dan sekolah

D. Kewenangan Sekolah

  1. Kepala sekolah menetapkan operator
  2. Membuat SK operator
  3. Mengirimkan SK operator ke Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota
  4. Menggunakan akun dan sandi yang telah ditetapkan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota
  5. Setiap operator sekolah dapat mengubah sandi operator

Buku Pedoman Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa

August 2nd, 2012

Klik di sini untuk mengunduh buku

Untuk mendukung pelaksanaan pendidikan budaya dan karakter bangsa, kementerian pendidikan nasional melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Pusat Kurikulum telah menebitkan buku Bahan Pelatihan Penguatan Metodologi Pembelajaran Berdasarkan Nilai-nilai Budaya untuk Membentuk Daya Saing dan Karakter Bangsa.

Isi buku ini adalah sebagai berikut:

  • BAB  I  :  PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

B. Pengertian  Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa

C. Landasan Pedagogis Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa

D. Fungsi Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa

E. Tujuan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa

F. Nilai-Nilai dalam Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa

  • BAB  II : PENGEMBANGAN PENDIDIKAN BUDAYA DAN KARAKTER BANGSA MELALUI INTEGRASI MATA PELAJARAN, PENGEMBANGAN DIRI, DAN BUDAYA SEKOLAH

A. Prinsip dan Pendekatan Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa

B. Perencanaan Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa

C. Pengembangan Proses Pembelajaran

D. Penilaian Hasil Belajar

E. Indikator Sekolah dan Kelas

BAB III  : PETA NILAI DAN INDIKATOR

A. Nilai, Jenjang Kelas, dan Indikator

B. Peta Nilai Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa Berdasarkan Mata Pelajaran

C. Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar, Nilai, dan Indikator Mata Pelajaran

  • BAB  IV : INTEGRASI NILAI-NILAI BUDAYA DAN KARAKTER BANGSA KE DALAM DOKUMEN KTSP
  • PENUTUP

 

Buku Pedoman Pendidikan Karakte

Klik di sini untuk mengunduh buku

Pedoman  ini ditujukan kepada semua warga pada setiap satuan pendidikan(dasar sampai menengah) melalui serangkaian kegiatan perencanaan, pelaksanaan dan penilaian yang bersifat komprehensif. Perencanaan di tingkat  satuan pendidikan pada dasarnya  adalah melakukan penguatan dalam penyusunan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP). Sedangkan pelaksanaan dan penilaian tidak hanya menekankan aspek pengetahuan saja, melainkan juga sikap perilaku yang akhirnya dapat membentuk akhlak mulia. Pedoman ini dikembangkan  berdasarkan atas pengalaman beberapa satuan pendidikan yang telah mengimplementasikannya. Hasil-hasil pengalaman itu diperoleh melalui pelaksanaan (piloting) yang  dilakukan Pusat Kurikulum pada tahun 2010.

Buku pedoman ini diterbitkan oleh Badan Penelitian dan  Pengembangan, Pusat Kurikulum,  Kementerian Pendidikan Nasional tahun 2011.

Isi buku pedoman sebagai berikut:

BAB I  PENTINGNYA PENDIDIKAN KARAKTER

A. Hakikat Pendidikan Karakter

B. Tujuan, Fungsi dan Media Pendidikan Karakter

C. Nilai-nilai Pembentuk Karakter

D. Proses Pendidikan Karakter

BAB II  STRATEGI PELAKSANAAN PENDIDIKAN KARAKTER

A. Strategi di Tingkat Kemendiknas

B. Strategi di Tingkat Daerah

C. Strategi  di Tingkat Satuan Pendidikan

  1.   Kegiatan Pembelajaran
  2.  Pengembangan Budaya Sekolah dan Pusat Kegiatan Belajar
  3. Kegiatan Ko-kurikuler dan/atau Kegiatan Ekstra Kurikuler
  4. Kegiatan Keseharian di Rumah dan Di Masyarakat

D. Penambahan Alokasi Waktu Pembelajaran

E. Penilaian keberhasilan

BAB III  PENGEMBANGAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN

PENDIDIKAN

A. Komponen Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)

B. Tahapan Pengembangan

C. Penyiapan perangkat  Dalam Rangka Pelaksanaan Pendidikan Karakter di Satuan pendidikan

BAB IV   PELAKSANAAN PENDIDIKAN KARAKTER (BEST PRACTICE)

A. PAUD   B. SD   C. SMP   D. SMA   E. SMK   F.  SLB  G. PKBM

 

BAB V  MEMBANGUN BUDAYA SEKOLAH

A. Keterlibatan Semua Warga Sekolah dalam Pembelajaran yang Berkarakter

B. Keterlibatan Semua Warga Sekolah dalam Perawatan, Pemanfaatan,Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Pembelajaran serta Lingkungan Sekolah

BAB VI   PENUTUP

Buku pedoman ini dilengkapi tabel dan bagan sebagai berikut:

Tabel:

Buku pedoman ini dilengkapi tabel dan bagan sebagai berikut:

Tabel:

  1.  Implementasi Pendidikan Karakter dalam KTSP
  2. Gambaran Implementasi Pendidikan Karakter Setiap Hari di PAUD
  3. Contoh Rancangan Rencana Aksi Sekolah SMP Negeri 36 Bandung
  4. Contoh Pengintegrasian Pendidikan Karakter Melalui Kegiatan Pengembangan Diri di SMP Negeri 36 Bandung
  5. Contoh Kalender Akademik SMP Negeri 36 Bandung
  6. Contoh Implementasi Pendidikan Karakter melalui Berbagai Kegiatan di SMA Negeri 4 Kota Balikpapan
  7. Contoh Penerapan Nilai-Nilai Pendidikan Karakter di SMA Negeri 4 Kota Balikpapan
  8. Contoh Perencanaan Pelaksanaan Pendidikan Karakter di SMK Negeri 1 Bantul
  9. Contoh Rencana Aksi Sekolah di SLB Negeri Singkawang
  10. Contoh Nilai-Nilai Pembentuk Karakter yang Diprioritaskandi SLB Negeri Singkawang

 

Bagan

Alur Pikir Pembangunan Karakter Bangsa

Ruang Lingkup Pendidikan Karakter

Strategi Kebijakan Pendidikan Karakter

Alur (Stream) Dalam Pendidikan Karakter

 

Unduh Buku

Bila berminat mengunduh kedua buku di atas, silakan klik poster buku.

Tunas63

Ukuran Lapangan Bola Basket

August 2nd, 2012

Lapangan bola basket adalah berbentuk empat persegi panjang.  Bagian-bagian lapangan bola basket adalah lapangan utama, daerah tembakan hukuman, papan pantul, penyangga dan keranjang. Untuk kelengkapan permianan, ukuran bola basket pun ditentukan.

  1. Lapangan Bola  Basket: 28 meter x 15 meter. Ukuran ini      dihitung dari batas garis sebelah dalam. Di bagian tengah lapangan, terdapat lingkaran dengan jari-jari 1,80 meter. Untuk ukuran lingkaran, jari-jarinya diukur dari sebelah luar garis lingkaran. (Gambar 1)
  2. Garis Tembakan Hukuman. Garis tembakan ini berada di daerah bersyarat. Ukuran daerah ini dapat dilihat pada gambar 2.
  3. Papan Pantul.  Papan pantul terbuat dari kayu atau bahan lain yang sifatnya sama, tebal papan ini 3 cm.  Ukuran papan pantul 1,80 meter x 1,20 meter. Di tengah papan pantul terdapat garis bingkai empat persegi panjang dengan ukuran 0,59 meter x 0,45 meter. (Gambar 3)
  4. Tiang Penyangga.  Tiang penyangga atau simpei terbuat dari besi dengan garis tengah 20 mm. Simpei berdiri dengan ketinggian dari atas lantai 3,03 meter. (Gambar 4)
  5. Bola Basket. Bola basket terbuat dari karet dan dilapisi bahan sintetis. Keliling bola antara 75 cm s.d. 78 cm, dan beratnya antara 600 gram s.d. 650 gram. Ketentuan standar bola dan ketika berisi udara adalah bila dipantulkan lantai yang keras dari tempat ketinggian 1,80 meter-bola akan memantul setinggi antara 1,20 meter s.d. 1,40 meter.

Bila berminat memiliki gambar lapangan bola basket beserta ukurannya, silakan klik poster berikut!

Registrasi Ulang NUPTK Tahun 2012

August 2nd, 2012

Sehubungan dengan layanan baru NUPTK, di mana data yang ditampilkan pada web tersebut belum sempurna.

Pada tahun 2012 ini BPSDMP dan PMP (Badan Pengembangan Sumber Daya Manusa Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidikan) memiliki program pemutakhiran data NUPTK sekaligus merupakan registrasi ulang Sekolah dan PTK. PTK yang tidak melakukan pemutakhiran data NUPTK yang telah dimilki dinyatakan tidak aktif. Pemutakhiran data NUPTK secara masal ini sendiri akan dilakukan mulai bulan Mei 2012. Jika anda memiliki NUPTK dan masih aktif sebagai PTK silakan melakukan pemutakhiran yang dapat dilakukan mulai di tingkat Kabupaten, kecamatan maupun sekolah mulai bulan Mei 2012

Untuk persiapan sebelum REGISTRASI ULANG NUPTK, GURU yang sudah PUNYA NUPTK untuk segera mempersiapkan data-data dibawah ini :

1. Pendidikan Formal & Non Formal
2. Riwayat Mengajar
3. Riwayat Pekerjaan PTK
4. Riwayat keluarga PTK
5. Ujian Sertifikasi yang pernah diikuti PTK
6. Karya Tulis PTK
7. Organisasi yang pernah diikuti
8. Penulisan buku yang pernah diterbitkan
9. Studi banding yang pernag diikuti
10. Seminar, lokakarya, workshop yang pernah diikuti PTK
11. Tes Kebahasaan
12. Diklat, penataran yang pernah diikuti PTK
13. Penghargaan yang pernah diperoleh
14. Beasiswa yang pernah atau masih didapat sampai sekarang
15. Tunjangan yang pernah di dapat
16. Perlindungan yang pernah atau masih di dapat (Asuransi atau lainnya)

Sampai saat ini belum ada petunjuk mekanisme proses registrasi.

Untuk kepentingan itu, sebaiknya para PTK mengecek data yang ada pada database NUPTK sehingga pada saat proses registrasi ulang nanti dapat melakukan perbaikan data yang sesuai.

Untuk mengecek database NUPTK layanan baru, silakan klik tautan berikut.

Layanan Baru NUPTK

TUNAS63.

Makna Logo Departemen Agama (Depag)

August 2nd, 2012

Lambang Departemen Agama terdiri atas gambar
  • Bintang bersudut lima
  • Kitab Suci dengan alas
  • Padi dan Kapas
  • Kalimat “Ikhlas Beramal” dalam pita
  • Perisai atau bingkai segi lima

Gambar-gambar tersebut memiliki makna sebagai berikut:

1.     Bintang bersudut lima

melambangkan sila Ketuhanan Yang Maha Esa dalam Pancasila, bermakna bahwa karyawan Departemen Agama selalu menaati dan menjunjung tinggi norma-norma agama dalam melaksanakan tugas Pemerintahan dalam Negara Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila.

2.     17 kuntum bunga kapas, 8 baris tulisan dalam Kitab Suci dan 45 butir padi

bermakna Proklamasi Kemerdekaan republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945, menunjukkan kebulatan tekad para Karyawan Departemen Agama untuk membela Kemerdekaan Negara Kesatuan republik Indonesia yang diproklamirkan pada tanggal 17 Agustus 1945.

3.     Butiran Padi dan Kapas yang melingkar berbentuk bulatan

bermakna bahwa Karyawan Departemen mengemban tugas untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera, adil, makmur dan merata.

4.     Kitab Suci

bermakna sebagai pedoman hidup dan kehidupan yang serasi antara kebahagiaan duniawi dan ukhrawi, materil dan spirituil dengan ridha Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa.

5.     Alas Kitab Suci

bermakna bahwa pedoman hidup dan kehidupan harus ditempatkan pada proporsi yang sebenarnya sesuai dengan potensi dinamis dari Kitab Suci.

6.     Kalimat “Ikhlas Beramal”

bermakna bahwa Karyawan Departemen Agama dalam mengabdi kepada masyarakat dan Negara berlandaskan niat beribadah dengan tulus dan ikhlas.

7.     Perisai yang berbentuk segi lima sama sisi

melambangkan kerukunan hidup antar umat beragama RI yang berdasarkan Pancasila dilindungi sepenuhnya sesuai dengan Undang-Undang Dasar 1945

Keseluruhan makna lambang Departemen Agama adalah melukiskan motto : Dengan Iman yang teguh dan hati yang suci serta menghayati dan mengamalkan Pancasila yang merupakan tuntutan dan pegangan hidup dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara, karyawan Departemen Agama bertekad bahwa mengabdi kepada Negara adalah ibadah.

SUMBER TUNAS63

GURU INDONESIA

Berbagi Informasi Untuk Guru Indonesia