BLOG GURU INDONESIA

MENJADI GURU BERMUTU DAN PROFESIONAL

MATERI SENI RUPA KELAS IX

March 1st, 2012

BAB I

> SMP NEGERI 1 SANGALLA

> Mata Pelajaran : Seni Budaya ( Seni Rupa )

> Kelas : IX

> Tahun Pelajaran : 2011/2012

> Semester : I ( ganjil )

> Standar Kompetensi : 1. Mengapresiasi Karya Seni Rupa

> Kompetensi Dasar : 1.1. Mengidentifikasi seni rupa murni daerah stempat

1.2.Menampilkan sikap apresiatif terhadap keunikan gagasan

dan teknik seni rupa murni daerah

> Indikator : – Mengidentifikasi  seni rupa murni daerah

- Mendiskripsikan Karya seni rupa murni daerah setempat

berdasarkan cirinya.

- Menganalisa keunikan gagasan dan teknik karya seni rupa murni daerah

      I. Tujuan Pembelajaran

Siswa mampu,…

a.Menjhelaskan 3 seni rupa murni daerah

b.Menyebutkan ciri-ciri seni rupa murni daerah

c.Menjelaskan aliran dan ciri-ciri seni rupa murni daerah

d.Menjelaskan Ragam seni rupa murni daerah setempat

e.Menyebutkan penilaian proses berkarya seni rupa murni daerah setempat

II.   Materi Pelajaran

Seni Rupa Murni Daerah setempat adalah karya seni rupa murni yang menggambarkan

adanya nilai-nilai budaya daerah setempat

Seni rupa adalah gagasan manusia yang diekspresikan melalui pola kelakuan tertentu dengan media titik, garis, bidang, bentuk, warna, tekstur, dan gelap terang yang ditata dengan perinsip tertentu sehingga menghasilkan karya yang indah dan bermakna. Menurut kegunaannya, karya seni rupa dibedakan menjadi dua, yaitu (1) seni rupa terapan dan (2) seni rupa murni. Seni rupa terapan mengutamakan fungsi pakaiannya selain juga dinikmati segi keindahaan bentuknya. Sedangkan seni rupa murni mengutamakan fungsi keindahan.

Karya seni rupa murni banyak dijumpai di daerah-daerah, misalnya seni lukis Sokaraja Banyumas dan seni patung Muntilan-Magelang Jawa Tengah, seni lukis wayang dan patung keramik Bantul Yogyakarta,Seni anyam dan seni Ukir, dan Patung dari Toraja. seni lukis dan seni patung ubud gianyar bali, seni patung asmat papua dan masih banyak karya seni murni dari daerah lain. Dari berbagai jenis karya seni rupa murni di berbagai daerah tersebut masing-masing memiliki karakteristik atau ciri khas sendiri-sendiri. Adapun ciri khas yang membedakan karya seni rupa murni daerah satu dengan daerah lainnya adalah nilai-nilai budayanya.

Dengan demikian dapat di katakan bahwa seni rupa murni daerah adalah gagasan manusia yang berisi nilai-nilai budaya daerah tertentu yang di ekspresikan melalui pola kelakuan tertentu dengan media titik, garis, bidang, bentuk, warna, tekstur dan gelap terang yang di tata dengan prinsip tertentu sehingga menghasilkan karya yang indah dan bermakna. Dengan perkataan lain, seni rupa murni daerah adalah seni rupa murni yang berisi nilai-nilai budaya daerah tertentu.

Secara garis besar seni rupa murni daerah  dibedakan menjadi 3 diantaranya,…

I.SENI RUPA TRADISIONAL

Seni rupa tradisional adalah seni rupa yang diciptakan oleh masyarakat sesuai kebudayaan daerah tertentu yang sifatnya turun temurun dan tidak mengalami perubahan dari masa-kemasa.

Karya seni rupa tradisional dibedakan menjadi 2 gaya ,yaitu ;

1.Gaya primitif

Ciri-cirinya  ;

# Untuk upacara ritual kepercayaan

# Terkesan misteri

# Merupakan makna/lambang

# Ekspressif penuh perasaan

# Bentuknya kurang sempurna,berkesan dilebih-lebihkan

Contoh

1.Lukisan babi hutan dalam gua di sulawesi selatan

2.Lukisan Bison di Gua altamina

3,Patung sedada

2.Gaya Klasik

Corak dan gaya seni rupa klasik dipengaruhi kaidah-kaidah formal kerajaan

Yang sudah dianggap mencapai kesempurnaan.

Ciri-ciri ;

# Melambangkan kejayaan suatu kerajaan

# Segala sesuatu digambarkan  sempurna

# Gambaran,/cenderung glamour dan menarik.

Contoh;

1.Wayang kulit

2.Relief candi Borobudur

3.Patung kwannon nara

4.Seni patung Mesir kuno

 

II.SENI RUPA MODERN

Karya seni rupa yang mengalami perubahan dan kemajuan diberbagai aspek,baik dari segi tema,gaya,maupun bentuk dan bahan pembuatannya.

Ciri-ciri ;

# Bentuknya Unik

# Wujud terkesan aneh

# Corak bentuk dan gaya terkesan bebas.

Sejalan dengan perkembangan kebudayaan seni rupa modern dapat dibedakan menjadi 3

Yaitu,…

A.Representatif

Gaya senirupa yang menggambarkan keadaan nyata dalam kehidupan masyarakat  dan keadaan alam.Yang termasuk gaya representatif adalah.;

1.Naturalis

 

Aliran seni rupa yang  menggambarkan keadaan alam.

Ciri-cirinya

# Mengambil objek pemandangan alam

# Warna-warnanya nampak alami

Contoh;

ü  Lukisan desa minangkabau karya Wakidi

ü  Lukisan Dimusim Panas karya Shinsui Ito

2.Romantisme

 

Aliran seni rupa yang menggambarkan keadaan yang penuh kegetiran,ketegangan dan penuh

Tantangan .

Ciiri-ciri

# Digambarkan dengan emosi yang memuncak

# Terkesan dramatis

Contoh Berburuh Rusa karya Raden Saleh

3.Realisme

 

Aliran seni rupa yang penggambarannya sesuai dengan kenyataan hidup manusia,semua yang digambarkan benar-benar nyata.

Contoh Dua gadis memakai caping karya Henk Ngantung

B.Deformatif

Gaya seni rupa yang sudah mengalami perubahan bentuk dari bentuk alam menjadi bentuk baru

Yang termasuk aliran deformatif adalah;

1.Ekspresionisme

 

Aliran seni rupa yang penggambarannya mengutamakan curahan bathin  dengan keadaan seniman secara spontan dan bebas.

Ciri-ciri;

# Goresan garis utama nampak spontan dan cepat

# Terkesan dinamis

Contoh ;

ü  Ibuku sedang marah

ü  Potret wanita Bali./

2.Surealisme

Aliran seni rupa yang penggambarannya melebih-lebihkan kenyataan Cenderung aneh

Dan berada dalam alam khayalan

Ciri-ciri

# Melukiskan hal khayalan dan Intuitif

# Seperti alam mimpi

Contoh Keteguhan memori

3.Imprealisme.

 

Aliran seni rupa yang penggambarannya sesuai dengan kesan saat objek dilihat oleh seniman denganm warna yang cemerlang seperti kiasan sinar.

Ciri-ciri

# Warna-warna cemerlang

# Objek digambar sekedar kesan

# Terkesan seperti hanya kiasan-kiasan warna.

Contoh.

ü  Roud Near Mont Sainte Victoire

ü  Potret diri

4.Kubisme

Aliran seni rupa yang penggambarannya berupa bidang-bidang persegi

Ciri Bentuk gambar Kotak/bidang dengan warna

C. ABSTRAKSIONISME

Adalah gaya seni rupa yang penggambarannya lebih sederhana,bentuknya jauh dari bentuk alam.karena ke inginan seniman untuk menciptakan seni yang murni tanpa terikat dengan bentuk alam.

Ciri-ciri

# Menampilkan bentuk yang unik

# Tidak menyerupai alam

IV.SENI RUPA POST MODERN

Merupakan gaya seni rupa yang merupakan perpaduan antara penyederhanaan bentuk dan sedikit ornamental, yang lebih  bebas tanpa terikat dengan aturan tertentu.Kritik sosial dan kemasyarakatan adalah tema yang dominan untuk aliran seni rupa posmo.

BAB II

Kompetensi Dasar : 1.2.Menampilkan sikap apresiatif terhadap keunikan gagasan

dan teknik seni rupa murni daerah

B. Ragam Seni Rupa Murni Daerah

1. Seni Lukis Daerah

Merupkan salah satu cabang dari seni rupa yang berdimensidua. Melukis adalah kegiatan membubuhkan cat (kental maupun cair) diatas bidang yang datar. Dari pembubuhan cat tersebut diharapkandapat mengekspresikan berbagai makna atau nilai subjektif. Nilai-nilai yang melekat pada lukisan dipengaruhi oleh budaya yang dimiliki pelukisnya. Seni lukis daerah sudah tentu mengandung nilai-nilai dudaya daerah yang bersangkutan.

 

2. Seni Patung Daerah
Merupakan cabang dari karya seni rupa yang berdimensi tiga. Membuat patung berarti membuat benda tiga dimensi dengan bahan,alat,dan teknik tertentu sehingga menghasilkan karya yang indah dan bermakna. Patung sebagai karya seni rupa murni daerah tentu memiliki nilai-nilai budaya daerah.

 

3. Seni Grafis

Seni Grafis merupakan cabang dari karya seni rupa murni yang berdimensi dua. Berdasarkan dimensinya, seni grafis sama dengan seni lukis, namun dari segi teknik pembuatannya memiliki perbedaan. Seni lukis dengan teknik aquarel, plakat, atau tempra, sedangkan seni grafis dibuat dengan teknik mencetak. Seni grafis dapat dibuat dengan teknik cetak tinggi, cetak dalam, setak saring, dan cetak cahaya (photography).

 

 

Penilaian Proses berkarya seni rupa daerah setempat  adalah ;

ü  Objek yang diwujudan dalam bentuk karya seni rupa

ü  Teknik Pembuatan

ü  Fungsi / makna.

 

C. Tema Seni Rupa Murni Daerah

Dalam memenuhi kebutuhan hidupnya sebagai mahluk sosial, manusia selalu berhubungan dengan manusia lain. Kebutuhan hidup manusia dapat digolongkan menjadi tiga, yaitu :

1. Kebutuhan Primer, yaitu yang berkaitan dengan kebutuhan pangan, sandang, dan papan.
2. Kebutuhan Sosial, yang berkaitan dengan manusia yang lain.
3. Kebutuhan Integratif, yang berkaitan dengan citarasa keindahan.

- Manusia dan Dirinya Sendiri
Seni rupa sebagai media ekspresi diri, sering dijadikan sarana pengungkapan gagasan. Dirinya sendiri dapat juga dijadikan objek perwujudan citarasa keindahan. Halo ini dapat kita jumpai pada pelukis ekspresionis nusantara, Affandi, dan juga pelukis ekspresionis Belanda, Vincent van Gogh, maupun pada pelukis lainnya.

- Hubungan Manusia dengan Manusia yang lainnya
Manusia sebagai mahluk sosial senantiasa berhubungan dengan sesamanya. Manusia dalam mengekspresikan citarasa keindahan sering menjadikan orang-orang di sekitarnya sebagai objek lukisan.

- Hubungan Manusia dengan Alam sekitarnya
Alam yang ada di sekitar manusi dapat juga dijadikan objek karya seni rupa. Karya seni rupa yang bertemakan alam sekitar dapat juga digunakan untuk mengekspresikan betapa besar kuasa Tuhan.

-Manusia dengan kegiatannya
Manusia dalam kehidupan sehari-hari selalu melakukan aktifitas atau kegiatan dalam rangka memenuhi kebutuhan hidupnya. Dari yang bekerja menjadi petani, nelayan, bertenak, wiraswasta, dan lain-lain.

- Manusia dengan alam benda
Alam benda yang dapat dijadikan objek karya seni rupa ada bermacam-macam. Benda disekitar kita bentuknya beraneka ragam, seperti bentuk kubistis, silindris, atau bentuk bebas.

- Hubungan Manusia dengan alam khayal
Di alam pikiran manusia sering muncul gagasan-gagasan, imajinasi, atau khayalan-khayalan. Untuk mewujudkan khayalan-khayalan, manusia mengekspresikannya melalui karya seni rupa. Sehingga, kita sering melihat karya seni rupa yang menampilkan alam yang tidak pernah kita jumpai.

D. Gaya Seni Rupa Daerah

Gaya/corak atau aliran seni rupa sangatlah beraneka ragam sejalan dengan perkembangan kebudayaan di muka bumi ini. Manusia yang hidup pada zaman yang sangat sederhana memiliki ekspresi yang sederhana pula. Sedangkan manusia yang hidup pada zaman modern memiliki ekspresi seni rupa yang modern juga. Bahkan manusia yang hidup pada zaman sekarang sudah melampaui tahap modern atau sering disebut postmodern.

Gaya seni rupa tradisional bersifat turun-temurun, artinya karya seni rupa yang dicipta oleh masyarakat tidak mengalami perubahan dari masa ke masa. Gaya seni tradisional dapat dibedakan menjadi dua gaya, yaitu primitif dan klasik.

1. Primitif
Istilah primitif diambil dari kata prima yang berarti pokok atau hal yang mendasar (sederhana). Masyarakat yang budayanya primitf memiliki karya seni rupa dengan ciri-ciri sederhana, baik dari segi bentuk maupun warnanya.

2. Klasik
Klasik mengandung pengertian kuno atau zaman dahulu kala. Di nusantara zaman klasik terjadi pada masa Hindu-Budha. Gaya klasik ini dipengaruhi oleh budaya India melalui agama Hindu Budha. Hal ini dapat dilihat dari bentuk bangunan candi dan patung, seperti Candi Borobudur dan Candi Prambanan.

3. Contoh karya seni rupa murni antara lain adalah

Patung pada candi Borobudur, Ukiran pada nisan makam Syeh Maulana Malik Ibrahim,

Lukisan Pitamaha Bali, Lukisan Young Artis Bali, Lukisan karya Afandi, Karya seni patung Asmat, seni Patung Keruak Lombok Timur dan seni Ukir dari Toraja.

A. Pengertian Aapresiasi Seni

Apresiasi seni adalah kegiatan untuk mengerti, memahami, mengayati, menhargai dan mencaintai karya seni dengan menganalisa dan memberikan tanggapan terhadap karya seni

B. Metode dalam mengapresiasi karya seni

1. Metode Induktif, yaitu dengan mediskripsikan ciri-ciri pokok hubungan antar

unsur- unsur , mengamati kualitas secara total dan menafsirkan gagasan tema

dalam karya seni.

2.Metode Deduktif, yaitu metode yang dilakukan dengan menilai dan menelaah

Karya seni untuk mendapatkan petunjuk sejauh mana kriteria keindahan sudah

terpenuhi.

3.Metode empati, yaitu metode yang dilakukan dengan menilai karya seni tidak

hanya sesuatu yang tampak, tapi juga mengganakan pengetahuan dan wawasan

yang dimiliki

4.Metode interaktif, yaitu metode yang dilakukan dengan mengapresiasi kaya seni

melalui kesepakatan kelomopok dengan jalan diskusi yang akhirnya menghasil

interpretasi terhadap karya seni.

A. Demensi fisik dalam menganalisa karya seni

1. Materi subjek

Yaitu menganalisa karya seni yang meliputi figur, objek, tempat, dan peristiwa yang dilukiskan dalam karya seni. Misalnya lukisan berjudul “ Di Depan Kelambu Terbuka“ adalah menggambarkan seorang wanita yang pucat , rambut terurai, dengan kebaya bermotif bunga dan berwarna gelap, posisi sedang duduk, latar belakang kelambu di tempat tidur yang terbuka.

2. Medium

Yaitu menganalisa karya seni yang meliputi bahan dan alat serta teknik yang digunakan dalam menciptakan karya seni. Misalnya lukisan di atas menggunakan media cat minyak di atas kanvas dengan teknik basah.

3. Form

Yaitu menganalisa karya seni yang meliputi bentuk kaya seni secara utuh, semua karya seni, setiap karya seni memiliki bnentuk yang berwujud abstrak atau realis, diciptakan secara detail atau secara ekspresif. Misalnya lukisan di atas adalah karya Sujoyono dengan gaya ekspresionis, merupakan tumpahan jiwa, goresannya kasar, menggambarkan pancaran kepedihan hidup yang pahit , sepi kosong, komposisi sentral dengan warna dominan merah dan hitam.

 BAB III

> Standar Kompetensi : 2. Mengekpresikan diri melalui Karya Seni Rupa

> Kompetensi Dasar : 2.1. Memilih unsur karya seni rupa Nusantara untuk

dikembangkan menjadi karya seni rupa murni

> Indikator : – Mendiskripsikan hasil karya seni rupa Nusantara berdasar

unsur-unsurnya

- Mengidentifikasi unsur-unsur karya seni rupa Nusantara

yang akan dikembangkan menjadi karya seni rupa murni

I. Tujuan Pembelajaran

Siswa mampu

1. Menjelaskan enam unsur penting dalam seni rupa murni

2. Mengklasifikasi warna yang tergolong warna primer

3. Membedakan warna skunder dengan warna tersier

4. Membuat campuran waran menjadi warna skunder

5. Membuat kombinasi warna harmonis

6. Menjelaskan lima prinsip penggabungan unsur-unsur seni rupa

7. Membedakan prinsip keseimbangan dengan prinsip kesatuan dalam melukis

8. Menerapkan prinsip- prinsip seni dalam melukis

9. Latihan membuat unsur-unsur seni rupa

10. Latihan mengorganisir unsur-unsur seni rupa dengan memperhatikan prinsip seni rupa

II. Materi Pembelajaran

A . Unsur –unsur seni rupa murni

1 . Titik

Titik merupakan unsur terkecil juga merupakan media ungkap dalam seni rupa.

Teknik menggambar atau melukis yang menggunakan titik disebut pointilis

2 . Garis

Garis adalah kumpulan titik-titik, unsure garis dapat menyatakan bentuk, irama,

gerak, gelap terang, tekstur dan suasana, dilihat dari bentuknya garis dibedakan

menjadi dua, yaitu garis imajinair atau garis hayal, yaitu garis yang tidak tampak,

tapi dapat dirasakan kehadirannya, misalnya garis batas ruang atau bidang, garis

nyata yaitu garis yang dengan mudah bias dirasakan kehadirannya, misalnya garis

lurus, lengkung, putus-putus, bergelombang dll.

3 Bidang

Bidang merupakan bentuk yang dibatasai oleh garis, bidang juga menghasilkan ruang

dan kesan dua demensi dan tiga demensi

4 Warna

Warna merupakan unsur seni yang menimbulkan adanya kesan gelap terang, warna

juga sebagai media untuk menciptakan bentuk yang realais

dalam teori lingkaran waena Brewster, warna dikelompokkan menjadi

a. Warna pokok atau warna primer : merah, kuning dan biru.

b. Warna skunder campuran warna pokok : Oranye, hijau dan jingga

c. Warna tersier ( ke tiga ) campuran warna skunder

d. Warna netral : Hitam dan putih

Beberapa istilah dalam warna

1. Hue yaitu kelompok warna primer

2. Value yaitu kesan gelap terangnya warna yang dipengaruhi dari warna hitam dan

putih, semakin banyak putihnya atau terang semakin tinggi valuenya

3. Intesintas, yaitu tingkat kekuatan warna atau gelapnya terangnya warna semakin

cerah semakin tinggi intensitasnya dan sebaliknya

4. Warna analogus, yaitu kombinasi warna yang berdekatan dalam lingkaran warna,

misalnya merah dengan merah keoranyean

5. Warna monokromatik, yaitu kombinasi warna satu corak tetapi intensitas dan

valuenya berbeda, misalnya biru dan biru muda, merah dan merah muda

Warna analogus dan monokromatik merupakan warna harmonis

6. Warna komplomenter, yaitu kombinasi warna yang berlawanan atau yang letaknya

berhadapan dalam lingkaaran warna, misalnya merah dengan kuning, oranye dengan

hijau juga hitam dan putih, gelap dan terang

7. Gelap terangnya warna : warna yang menuju ke jingga atau biru dikelompokkan

warna gelap, sedang warna menuju ke kuning atau merah dikelompokkan waran

terang

8. Panas dinginnya warna: warna gelap tergolong warna dingin, sedang warna terang

tergolong warna panas

9. Nuansa warna, yaitu perpindahan warna satu ke warna lain dengan batas sayup-sayup

atau tidak jelas, keadaan ini bias dilakukan dengan mencampur warna sedikit demi

sedikit

10. Gradasi warna, yaitu batas warna satu dengan warna lain

11. Arti atau simbul dalam penggunaan warna secara heraldis

a. Merah : api, panas, bahaya, aksi, gagah, menatang, berani

b. Biru : tengan, kebenaran, bersedih, kenyataan

c. Kuning : matahari, cerah, suka cita, terang

d. Violet : kekayaan, bangsawan, berkabung, mewah

e. Oranye : masak, musim gugur, bahagia, senja

f. Hijau : dingin, sejuk, tenang, segar, mentah, masam, pertumbuhan

g. Putih : suci, kebersihan, tak berdosa,jujur, jernih

h. Hitam : tragedi, kematian, kegelapan, kejahatan, ilmu gaib

5. Bentuk

Bentuk adalah penggambaran suatu objek yang dapat dilihat oleh mata, kemudian

kesannya dipindahkan pada bidang karya seni rupa, melalui goresan garis, warna

Bentuk dalam seni rupa antara lain :

a. Bentuk Naturalis, yaitu bentuk tiruan benda alam

b. Bentuk Instuitif, yaitu yang didasarkan insting atau naluri saja

c. Bentuk abstrak, yaitu bentuk yang menyimpang jauh dari bentuk alami dan sama sekali tidak dikenal.

d. Bentuk Abstraktif, yaitu bentuk yang bersifat perubahan bentuk alam dengan teknik stilasi sehingga menjadi bentuk hiasan, misalnya distorsi ( penyimpangan bentuk ) dan deformasi ( penyimpangan proporsi )

e. Bentuk figurative, yaitu bentuk alam yang mengalami perubahan bentuk yeng tergantung pada konsep pandangan hidup seseorang atau bangsa, misalnya wayang, dll

f. Bentuk Simbolis, Bentuk yang memiliki simbul tertentu, misalnya ragam hias batik parang

1. Tekstur

Tekstur adalah nilai raba permukaan benda

Tekstur nyata adalah nilai raba permukaan benda yang bisa dirasakan sesuai dengan

kenyataan,misalnya kulit, kayu, tembok dll.

Tekstur semu yaitu nilai halus kasarnya permukaan benda hanya berupa kesan,

misalnya kesan tekstur pada lukisan

Prinsip – prinsip penggabungan unsur-unsur seni rupa

1. Keseimbangan, merupakan suatu kesan dua unsur atau lebih ( garis, bidang, warna, dan bentuk ) yang ditata sehingga menjadi seimbang atau balance.

Macam-macam keseimbangan

a. Keseimbangan simetris, yaitu keseimbangan yang berada di tengah pembagian yang sama.

b. Keseimbangan Asimetris, yaitu keseimbangan yang berada di tengah pembagian yang tidak sama’

c. Keseimbangan sentral, yaitu keseimbangan yang berada di tengah-tengah atau memusat

d. Keseimbangan diagonal, yaitu keseimbangan yang berada di garis diagonal

2. Irama

Irama atau ritme adalah penempatanjarak antara unsur yang satu dengan yang lain secara berkesinambungan dan berselang seling sehingga terkesan menarik

3. Kontras

Kontras adalah perbedaaan yang jauh antara unsur yang satu dengan yang lain, dalam seni rupa kesan kontras bisa dicapai dengan pemakaian irama unsur seni rupa dengan tajam, misalnya dengan menggunakan warna kontras, bentuk besar dan kecil dll

4. Selaras atau harmoni

Selaras adalah penggunaan unsur-unsur seni yang berdekatan atau hampir sama, misalnya penggunaan warna merah dengan merah muda atau merah keoaranyean

bentuk yeng harmonis dll

5. Kesatuan atau unity

Kesatuan adalah secara keseluruhan penggunaan unsur-unsur seni terkesan adanya kemenyatuan dan tidak terpisah-pisah

Praktek membuat unsur-unsur seni dan menerapkannya dalam sebuah karya seni dengan memperhatikan prinsip-prinsip penggabungan

 BAB IV

> Standar Kompetensi : 2. Mengekpresikan diri melalui Karya Seni Rupa

> Kompetensi Dasar : 2.2. Mengkspresikan diri melalui karya seni rupa murni yang

dikembangkan dari unsur-unsur seni rupa Nusantara

> Indikator : – Membuat rancangan/disain/sketsa karya seni rupa murni

yang dikembangkan dari unsur-unsur seni rupa Nusantara

- Membuat karya seni rupa yang dikembangkan dari unsur-

unsur seni rupa murni Nusantara

I. Tujuan Pembelajaran

Siswa mampu

1. Menjelaskan pengertian sketsa

1. Menunjukkan media membuat sketsa

2. Menjelaskan aturan atau hal-hal penting dalam membuat sketsa

3. Menjelaskan pengertian seni lukis

4. Mendiskripsikan tema dakam melukis

5. Menunjukkan teknik melukis

6. Menerapkan langkah-langkah melukis

7. Dapat membuat sketsa lukisan dengan mengikuti tahap yang benar

8. Dapat menyelesaikan sketsa lukisan dengan baik

9. Dapat membuat lukisan dari sketsa yang dibuat

10. Dapat membuat lukisan dengan mengikuti tahap yang benar

11. Dapat menyelesaikan lukisan dengan baik

II. Materi Pembelajaran

A . Penegertian sketsa

Sketsa adalah gambaran atau lukisan pendahuluan yang ringan,akasan yang merupakan

garis besar atau rancangan kasar dari suatu bentuk lukisan dengan memperhatikan

komposisi, proporsi dan lain-lain

B. Media Sketsa

Media sketsa antara lain adalah :

1. Alat langsung yaitu alat yang langsung dapat digunakan, misalnya

Pensil, arang, krayon atau pastel dan lain – lain

2. Alat tidak langsung yaitu alat yang tidak dapat langsubg digunakan karena harus menggunakan alat bantu, misalnya , tinta cina, spidol, cat air, cat plakat dan lain-lain

B. Aturan atau hal-hal penting dalam membuat sketsa

1. Sketsa mengutamakan spontanitas, jika ada garis yang salah tidak perlu dihapus

2. Usahakan membuat garis yang tegas tidak putus-putus

3. Tebal tipisnya garis dapat menentukan gelap terangnya objek

4. Jangan takut membuat garis ke bidang gambar

5. Teknik membuat sketsa adalah gerakan tangan spontanitas

6. Tentukan bagian-bagian penting dari objek yang akan digambar sehingga jelas karakteristiknya

7. Gunakan satu warna dalam membuat sketsa

8. Hindari penggunaan garis yang tidak perlu

9. Buatlah beberapa alternative bentuk sketsa sempai mendapatkan bentuk yang tepat

10. Yakinlah bahwa setiap garis yang digoreskan merupakan ekspresi dari bentuk objek yang akan digambar

C.Pengertian Melukis

Melukis adalah goresan tangan manusia di atas bidang dua demensi yang

menghasilkan bentuk warna. Dalam melukis ungkapan perasaan seniman sangat

diutamakan

D. Media Lukis

1. Bahan melukis

a. Cat atau tinta : cat air, cat minyak, cat akrelik, tinta cina, pensil warna, crayon dan pewarna lainnya

b. Bidang lukis : Kertas, kanvas, triplek, kaca logam, keramik, tembok dll.

2. Alat Melukis

Kuas cat air, kuas cat minyak, palet, spayer, dll

E. Tema Lukisan

1. Manusia dengan dirinya sendiri, misalnya potret diri

2. Manusia dengan manusia lain , misalnya keluarga, teman, dan orang lain

3. Manusia dangan alam sekitar, misalnya keadaan alam yang merupakan kebesaran Tuhan

4. Manusia dengan alam benda, misalnya berbagai bentuk benda alam disekitar kita

( Kubistis, silindris, eliptis dan bebas ).

5. Manusia alam emajinasi, yaitu merupakan emajinasi atau hayalan seniman yang diekpresikan dalam sebuah lukisn, misalnya stulasi wayang, lukisan abstrak dll.

F. Teknik Melukis

1. Teknik aquarel, yaitu melukis dengan menggunakan cat air dengan goresan yang tipis sehingga menghasilkan warna trasparan

2. Teknik plakat, yatiu melukis denghan menggunakan cat poster, cat minyak cat akrelik, dengan goresan yang tebal, sehingga menghasilkan warna pekat dan padat

3. Teknik Semprot, yaitu melukis dengan menggunakan bahan cat cair yang disemprotkan deng sprayer, misalnya membuat reklame dll

4. Teknik pointilis, yaitu teknik melukis yang dalam membuat gelap terang objeknya dengan membuat unsur titik-titik

5. Teknik tempera, yaitu teknik yang dilakukan pada dinding yang masih basah sehinga hasilnya akan menyatu dengan arsiteknya

6. Teknik kolase, yaitu melukis dengan memotong kertas yang kemudian ditempel sehingga membentuk l.ukisan yang realis atau abstrak

7. Teknik Mozaik, yaitu dengan menempel benda – benda tiga demensi yang ditata sedemikian rupa sehingga menghasilkan lukisan.

G.Langkah Melukis

1. Menentukan tema teknik melukis

2. Menyiapkan media melukis

3. Melakukan inspirasi atau mencarai gagasan atau ide

4. Membuat sketsa lukisan dari objek yakan dilukis.

5. Menyempurnakan bentuk sketsa menjadi lukisan dengan memulai bentuk-bentuk yang pokok ( yang menjadi emphasis atau pusat pandangan )

6. Melakukan finishing lukisan

 

 

 

 

BAB I

> SMP NEGERI 1 SANGALLA

> Mata Pelajaran : Seni Budaya ( Seni Rupa )

> Kelas : IX

> Tahun Pelajaran : 2011/2012

> Semester : 2 ( genap)

> Standar Kompetensi : 1. Mengapresiasi Karya Seni Rupa

> Kompetensi Dasar : 1.1. Mengidentifikasi Jenis karya seni rupa murni yang diciptakan

Di Indonesia

2.1.  Menampilkan sikap apresiatif terhadap keunikan gagasan dan teknik                                                                                                                                                                         berkarya seni rupa murni indonesia

Indikator :

Siswa dapat…

1. Menjelaskan 11 Jenis karya seni rupa yang diciptakan di Indonesia

2. Menjelaskan keunikan teknik berkarya karya seni rupa murni Indonesia

MATERI PELAJARAN

1. Karya Seni Rupa Murni (Fine Art)

Sebuah karya seni rupa murni mengutamakan nilai ekspresi perupanya dibandingkan nilai terapannya. Gagasan, media, teknik, proses, dan keahlian berkarya seorang perupa dominan dalam hal ini. Contohnya adalah lukisan, grafis, patung.Seni Ukir,dan Ragam Hias

1. Jenis karya Seni Rupa Murni yang diciptakan di Indonesia dan manca negara

`1. Seni Lukis

Seni lukis merupakan salah satu cabang dari seni rupa murni yang berdimensi dua. Dari pembubuhan cat, para pelukis mencoba mengekspresikan berbagai makna atau nilai subjektif. nilai-nilai yang melekat pada lukisan dipengaruhi oleh budaya yang dimiliki pelukisnya. Seni lukis Indonesia yang berkembang, pada gilirannya nanti ikut mempertegas jati diri seni budaya Nusantara. Sedangkan seni lukis mancanegara menjadi pembanding seni budaya Nusantara.

2. Seni Patung

Seni patung merupakan cabang dari seni rupa murni yang berdimensi tiga. Membuat patung berarti membuat benda tiga dimensi dengan bahan, alat, dan teknik tertentu sehingga menghasilkan karya yang indah dan bermakna.

3. Seni Grafis

Seni Grafis merupakan cabang dari karya seni rupa murni yang berdimensi dua. Berdasarkan dimensinya, seni grafis sama dengan seni lukis, namun dari segi teknik pembuatannya memiliki perbedaan. Seni lukis dengan teknik aquarel, plakat, atau tempra, sedangkan seni grafis dibuat dengan teknik mencetak. Seni grafis dapat dibuat dengan teknik cetak tinggi, cetak dalam, setak saring, dan cetak cahaya (photography).

4.Seni Ukir Nusantara

Seni Ukir adalah Membentuk gambar pada kayu atau bahan lainnya dengan menggunakan tatah,pahat ukir atau pisau ukir yang di goreskan atau di toreh pada permukaan kayu atau benda lain.sesuai bentuk yang di inginkan.

Motif Ukiran di Indonesia umumnya berbentuk geometris,Banyak di temukan di pada badan-badan candi,rumah adat,prasasti,Perisai,tombak,keris,keraton,singgasana,kursi,masjid dan wayang.

Pada umumnya ukiran di Indonesia berupa bentuk stalasi dari bentuk Tumbuh-tumbuhan,Hewan,bahkan kadang-kadang Manusia.

Contoh ; Perisai suku asmat,Ukiran rumah adat toraja,ukiran jepara,Ukiran Bali,Relief Candi dan prasasti kerajaan.

PEMAHAMAN TENTANG SENI UKIR INDONESIA

Seni ukir atau ukiran merupakan gambar hiasan dengan bagian-bagian cekung (kruwikan) dan bagian-bagian cembung (buledan) yang menyusun suatu gambar yang indah. Pengertian ini berkembang hingga dikenal sebagai seni ukir yang merupakan seni membentuk gambar pada kayu, batu, atau bahan-bahan lain dengan menggunakan tatah(pahat ukir) dan pisau ukir.

Jadi dengan demikian yang dimaksud dengan Kerajinan Ukir adalah barang-barang ukiran atau hiasan yang dihasilkan oleh seseorang yang dalamperwujudannya memerlukan ketekunan, keterampilan, dan perasaan seni dengan cara di toreh / dipahat di atas kayu, batu, logam, gading, dsb. Sedangkan yang dimaksud dengan kerajinan ukir kayu adalah jenis kerajinan yang menggunakan teknik ukir pada bahan kayu.

Sedangkan teknik ukir adalah teknik pembuatan hiasan yang menggunakan alat berupa tatah / pahat ukir.

Seni Ukir merupakan gubahan dari bentuk-bentuk visual yang dalam pengolahannya mempunyai sifat kruwikan ( Jawa ) dengan susunan yang harmonis, sehingga memikiki nilai estetis. Seni ukir diujudkan melalui bahan kayu, logam, gading , batu dan bahan-bahan lain yang memungkinkan untuk dikerjakan. Adapun bentuk-bentuk gubahan tersebut merupakan stilisasi dari bentuk alam yang meliputi tumbuh-tumbuhan, binatang, awan, air, manusia, dsb.

FUNGSI SENI UKIR

1.Fungsi Fisik

Seni kerajinan memiliki fungsi fisik karena kegunannya, antara wujud dan daya tarik

penampilan sauatu karya seni sangat diperlukan. Dalam hal ini pembuatan karya seni kerajinan

perlu mempertimbangkan segi estetiknya, sebab melalui sentuhan estetik karya seni yang tercipta

memiliki daya tarik yang utama.

Keberhasilan fungsi fisik produk seni kerajinan, ditentukan oleh segi estetik, nilai simbolik,

dan nilai kepraktisan. Selain itu, keberhasilannya juga sangat ditentukan oleh tingkat ketrampilan

pembuatannya. Seperti pada umumnya, produk seni kriya atau kerajinan memiliki kegunaan

praktis, namun hal itu tidak berarti karya kirya dan seni kerajinan tidak memliki nilai estetis,

simbol, dan spiritual. Justru nilai-nilai tersebut seringkali sudah luluh di dalamnya, atau bahkan

berada di atas fungsi fisiknya

Fungsi Filosofis

Semua ukiran yang  terdapat pada rumah dan lumbung merupakan lambang atau simbol makna hidup orang Toraja. Ukiran-ukiran itu ada yang bermakna hubungan manusia Toraja dengan pencipta-Nya dengan alam kosmos dan menggambarkan hubungan dengan sesama manusia (Lolo Tau), dengan hewan/ternak (Lolo Patuoan) dengan tanaman (Lolo Tananan).

ukiran Toraja menggunakan medium kayu bujur sangkar berukuran 15×15 cm yang berfungsi sebagai hiasan dinding. Ukiran Toraja merupakan pahatan dua dimensi yang menyerupai relief dan diberi warna-warna yang kuat menonjolkan nuansa etnik.

Sebagai hasil budaya, tiap- tiap motif ukiran Toraja merepresentasikan suatu benda dan memiliki makna tertentu bagi kehidupan masyarakat setempat. Jika anda seorang yang percaya akan kekuatan alam.

CORAK SENI UKIR

Motif/corak Ukiran di Indonesia umumnya berbentuk geometris,Banyak di temukan di/ pada badan-badan candi,rumah adat,prasasti,Perisai,tombak,keris,keraton,singgasana,kursi,masjid dan wayang.

Pada umumnya ukiran di Indonesia berupa bentuk stilasi dari bentuk Tumbuh-tumbuhan,Hewan,bahkan kadang-kadang Manusia.

Contoh ; Perisai suku asmat,Ukiran rumah adat toraja,ukiran jepara,Ukiran Bali,Relief Candi dan prasasti kerajaan.ukiran tongkonan di toraja.

Sebagai hasil budaya, tiap- tiap motif ukiran Toraja merepresentasikan suatu benda dan memiliki makna tertentu bagi kehidupan masyarakat setempat. Jika anda seorang yang percaya akan kekuatan alam, tak ada salahnya anda mengetahui makna dibalik tiap motif ukiran Toraja Sesuai dengan kebudayaan/adat daerah.

JENIS UKIRAN

1.UKIRAN KAYU.

Pada umumnya ukiran di indonesia yang terkenal adalah ukiran kayu

Contoh ukiran Jepara,Ukiran toraja,Ukiran minangkabau,dan ukiran Bali

2.UKIRAN BATU

Gambar yang di buat di atas batu biasa disebut relief atau prasasti

Contoh ukiran pada batu nisan

BAHAN DAN ALAT MENGUKIR

1,Bahan : Kayu,Batu dll

2.Alat    : Tatah(pahat ukir),Pisau ukir.

TEKNIK PEMBUATAN SENI UKIR

Teknik ukir dengan pahat.

LANGKAH MEMBUAT UKIRAN

1.Menyiapkan Alat dan Bahan

2.Membuat Rancangan gambar pada bahan

3.Menggores’pahat ,mencungkil bagian bahan dengan pahat.pisau ukir

Sesuai bentuk yang dinginkan

4.Menghaluskan permukaan ukiran dengan kertas gosok

5.Melakukan pewarnaan

6.Melakukan finishing.

5.Seni Hias Nusantara

Ragam hias Nusantara disebut seni Ornamen,yang dimiliki setiap daerah di Nusantara antara lain ;

-Motif Geometris

-Motif Tumbuhan

-dan motif Hewan.

Contoh ;

1.Motif Geometris :

Batik Parang

Pa’Buatina

2.Motif Tumbuhan

Pa’Daun Paria

Batik Kawung

3.Motif Hewan

Logo tutwuri

Pa’Tedong/Pa’Manuk.

 

6. Relief

Relief adalah likisan timbul di atas permukaan batu.atau karya seni dua dan tiga demensi yang wujudnya penataan dalam dan dangkal atau timbul tenggelamnya suatu permukaan

7.Diorama

Karya seni rupa yang merupakan kombinasi antara likisan, rel;ief dan patung

8. Menggambar

Kegiatan membuat gambar dengan beragam tiruan objek dengan menggunakan bahan pensil, tintan cat, dll.

Jenis Gambar :

1. Ekspresi

2. Dekorasi

3. Bentuk

4. Reklame

5. Ilustrasi

6. Mistar/Persfektif/Proyeksi.

9. PEMAHAMAN TENTANG SENI UKIR INDONESIA

Seni ukir atau ukiran merupakan gambar hiasan dengan bagian-bagian cekung (kruwikan) dan bagian-bagian cembung (buledan) yang menyusun suatu gambar yang indah. Pengertian ini berkembang hingga dikenal sebagai seni ukir yang merupakan seni membentuk gambar pada kayu, batu, atau bahan-bahan lain dengan menggunakan tatah(pahat ukir) dan pisau ukir.

Jadi dengan demikian yang dimaksud dengan Kerajinan Ukir adalah barang-barang ukiran atau hiasan yang dihasilkan oleh seseorang yang dalamperwujudannya memerlukan ketekunan, keterampilan, dan perasaan seni dengan cara di toreh / dipahat di atas kayu, batu, logam, gading, dsb. Sedangkan yang dimaksud dengan kerajinan ukir kayu adalah jenis kerajinan yang menggunakan teknik ukir pada bahan kayu.

Sedangkan teknik ukir adalah teknik pembuatan hiasan yang menggunakan alat berupa tatah / pahat ukir.

Seni Ukir merupakan gubahan dari bentuk-bentuk visual yang dalam pengolahannya mempunyai sifat kruwikan ( Jawa ) dengan susunan yang harmonis, sehingga memikiki nilai estetis. Seni ukir diujudkan melalui bahan kayu, logam, gading , batu dan bahan-bahan lain yang memungkinkan untuk dikerjakan. Adapun bentuk-bentuk gubahan tersebut merupakan stilisasi dari bentuk alam yang meliputi tumbuh-tumbuhan, binatang, awan, air, manusia, dsb.

FUNGSI SENI UKIR

1.Fungsi Fisik

Seni kerajinan memiliki fungsi fisik karena kegunannya, antara wujud dan daya tarik

penampilan sauatu karya seni sangat diperlukan. Dalam hal ini pembuatan karya seni kerajinan

perlu mempertimbangkan segi estetiknya, sebab melalui sentuhan estetik karya seni yang tercipta

memiliki daya tarik yang utama.

Keberhasilan fungsi fisik produk seni kerajinan, ditentukan oleh segi estetik, nilai simbolik,

dan nilai kepraktisan. Selain itu, keberhasilannya juga sangat ditentukan oleh tingkat ketrampilan

pembuatannya. Seperti pada umumnya, produk seni kriya atau kerajinan memiliki kegunaan

praktis, namun hal itu tidak berarti karya kirya dan seni kerajinan tidak memliki nilai estetis,

simbol, dan spiritual. Justru nilai-nilai tersebut seringkali sudah luluh di dalamnya, atau bahkan

berada di atas fungsi fisiknya

Fungsi Filosofis

Semua ukiran yang  terdapat pada rumah dan lumbung merupakan lambang atau simbol makna hidup orang Toraja. Ukiran-ukiran itu ada yang bermakna hubungan manusia Toraja dengan pencipta-Nya dengan alam kosmos dan menggambarkan hubungan dengan sesama manusia (Lolo Tau), dengan hewan/ternak (Lolo Patuoan) dengan tanaman (Lolo Tananan).

ukiran Toraja menggunakan medium kayu bujur sangkar berukuran 15×15 cm yang berfungsi sebagai hiasan dinding. Ukiran Toraja merupakan pahatan dua dimensi yang menyerupai relief dan diberi warna-warna yang kuat menonjolkan nuansa etnik.

Sebagai hasil budaya, tiap- tiap motif ukiran Toraja merepresentasikan suatu benda dan memiliki makna tertentu bagi kehidupan masyarakat setempat. Jika anda seorang yang percaya akan kekuatan alam.

CORAK SENI UKIR

Motif/corak Ukiran di Indonesia umumnya berbentuk geometris,Banyak di temukan di/ pada badan-badan candi,rumah adat,prasasti,Perisai,tombak,keris,keraton,singgasana,kursi,masjid dan wayang.

Pada umumnya ukiran di Indonesia berupa bentuk stilasi dari bentuk Tumbuh-tumbuhan,Hewan,bahkan kadang-kadang Manusia.

Contoh ; Perisai suku asmat,Ukiran rumah adat toraja,ukiran jepara,Ukiran Bali,Relief Candi dan prasasti kerajaan.ukiran tongkonan di toraja.

Sebagai hasil budaya, tiap- tiap motif ukiran Toraja merepresentasikan suatu benda dan memiliki makna tertentu bagi kehidupan masyarakat setempat. Jika anda seorang yang percaya akan kekuatan alam, tak ada salahnya anda mengetahui makna dibalik tiap motif ukiran Toraja Sesuai dengan kebudayaan/adat daerah.

JENIS UKIRAN

1.UKIRAN KAYU.

Pada umumnya ukiran di indonesia yang terkenal adalah ukiran kayu

Contoh ukiran Jepara,Ukiran toraja,Ukiran minangkabau,dan ukiran Bali

2.UKIRAN BATU

Gambar yang di buat di atas batu biasa disebut relief atau prasasti

Contoh ukiran pada batu nisan

Pertemuan 5

BAHAN DAN ALAT MENGUKIR

1,Bahan : Kayu,Batu dll

2.Alat    : Tatah(pahat ukir),Pisau ukir.

TEKNIK PEMBUATAN SENI UKIR

Teknik ukir dengan pahat.

LANGKAH MEMBUAT UKIRAN

1.Menyiapkan Alat dan Bahan

2.Membuat Rancangan gambar pada bahan

3.Menggores’pahat ,mencungkil bagian bahan dengan pahat.pisau ukir

Sesuai bentuk yang dinginkan

4.Menghaluskan permukaan ukiran dengan kertas gosok

5.Melakukan pewarnaan

6.Melakukan finishing.

Ikebana

Seni merangkai bunga

10. Origami

Seni melipat kertas

11.Kolase

Bagian dari seni lukis dengan cara menempel kepingan pada bidang datar

12. Seni Kaligrafi

Karya dua dimensi dengan tulisan indah disertai lukisan dekorasi yang berfungsi sebagai hiasan.

BAB  II

MEDIA DAN TEKNIK BERKARYA SENI RUPA MURNI NUSANTARA

Peralatan dan bahan yang digunakan dalam pembuatan karya seni sering disebut dengan media.  Dengan menggunakan sarana atau media yang tepat, kalian dapat menuangkan ide atau gagasan sesuai dengan ekspresi dari dalam diri untuk membuat sebuah karya seni yang baik.   Untuk itu, sebelum belajar membuat karya yang baik harus memahami terlebih dulu mengenai bermacam media, sifat dan cara menggunakan serta teknik pembuatan karya.

Karya seni dapat tercipta melalui tiga jenis media yaitu media suara, gerak dan rupa atau gabungan ketiganya.  Namun pada materi ini, hanya dibahas mengenai media rupa saja.

a. Media karya 2 dimensi

Yaitu media yang digunakan untuk pembuatan karya seni dua dimensi.  Beberapa diantaranya adalah :

1. Pensil

Jenis pensil dibedakan berdasarkan tingkat kekerasan atau kehitaman karbonnya.  Untuk pensil berkode B menandakan jenis pensil lunak dan hitam.

Terdiri dari kode B, 2B, 3B sampai 6B, sangat tepat digunakan untuk media menggambar.

Untuk pensil berkode H menandakan jenis pensil keras.  Terdiri dari kode H, 2H, 3H sampai 6H, sering digunakan untuk menggambar proyeksi

2. Pensil Arang (Contee)

Terbuat dari sejenis arang halus dan biasa digunakan untuk menggambar potret.  Sifatnya hitam pekat dan agak sulit dihapus.

3. Pastel dan Crayon

Dua jenis media ini secara fisik bentuknya hampir sama, sehingga kalian seringkali kali keliru ketika membelinya tetapi sifat dan bahannya tidak sama.  Pastel (Oil Pastel) terbuat dari bahan kapur halus yang dicampur tepung warna  dan berbasis minyak. Jejak warnanya yang dihasilkan pastel sangat tajam dan kuat serta mempunyai daya lekat  yang baik pada kertas.  Sedangkan Crayon terbuat dari bahan kaolin (lilin) dengan tepung warna sehingga terlihat lebih mengkilap dan keras.

4. Pena

Alat gambar yang digunakan untuk media tinta.  Terbuat dari logam dengan ujung yang bermacam-macam bentuk dan ukurannya.

5. Tinta Bak

Dikenal juga dengan sebutan tinta Cina.  Warnanya hitam pekat dan tidak luntur jika kena air.  Kemasan tinta bak ini ada yang berbentuk cairan dalam botol dan berbentuk balok-balok kecil (dicairkan dulu sebelum digunakan).

6. Cat

Bahan pewarna ini dibedakan berdasarkan basis pengencernya, yaitu :

a)      Cat air  (barbasis air)

Jenisnya ada 2 yaitu water colour yang bersifat transparan dan poster colour yang bersifat plakat.

b)      Cat Minyak (barbasis minyak)

Jenis cat ini biasa digunakan untuk melukis diatas kain atau kanvas.  Sifatnya tidak mudah kering dan warnanya tahan lama.

7. Kuas

Alat yang digunakan untuk mengoleskan cat keatas kertas atau kanvas. Ukuran bulunya ditandai dengan nomor kode yang tertulis pada gagang kuas.  Untuk jenis kuas cat air, bulunya halus dan bentuknya meruncing ketika dicelupkan ke dalam air.  Jenis kuas cat minyak, bulunya lebih kasar.

b. Media karya 3 dimensi

Media yang digunakan dalam berkarya seni 3 dimensi sangat beragam, diantaranya :

1.      Bahan Lunak

Contohnya  ; tanah liat, bubur kertas, bubur semen, lilin, bubur gips dan lain-lain

2.      Bahan Keras

Contohnya ; kayu, batu, marmer, logam dam sebagainya.

III. TEKNIK BERKARYA SENI RUPA

Seperti sudah dijelaskan sebelumnya, masing-masing daerah di Nusantara mempunyai bahan atau media yang berbeda sesuai dengan lingkungannya.  Hal ini juga berlaku pada  teknik pembuatan karya seni rupanya, meskipun secara umum semua teknik yang digunakan terdapat kemiripannya, seperti beberapa teknik berikut ini :

a.       Karya seni rupa 2 dimensi :

-          Untuk menggambar atau melukis digunakan teknik garis (linier), aquarel, pointilis, plakat, arsir atau dussel.

-          Untuk grafis digunakan teknik cetak saring (sablon)

-          Untuk seni batik menggunakan teknik tutup-celup

b.      Karya seni rupa 3 dimensi :

-          Untuk patung digunakan teknik pahat, butsir, cor, cetak-tuang, anyaman, las sambung dan sebagainya.

 

BAB III

> Standar Kompetensi : 2. Mengekpresikan diri melalui Karya Seni Rupa

> Kompetensi Dasar : 2.1. Mengekspresikan diri melalui karya seni rupa murni yang dikembangkan dari beragam unsur karya seni rupa nusantara dan manca negara di luar asia

3.1. Menyiapkan karya untuk pameran sekolah

                                               3.2. Menata karya seni untuk pameran kelas / sekolah

Iindikator

1. Siswa dapat mengekspresikan diri dengan berkarya patung seni patung

2. Siswa dapat menyiapkan karya untuk pameran kelas/sekolah

3. Siswa dapat menata karya seni dan menata pameran kelas/ sekolah dengan baik.

A. PENGERTIAN PATUNG

Patung merupakan karya seni rupa tiga dimensi. Kamus Besar Indonesia bertuliskan bahwa, patung adalah benda tiruan bentuk manusia dan binatang yang cara pembuatanya dipahat pengertian ini didasarkan terjemahan dari bahasa inggris SCULPTURE, karena pematung jaman dahulu menggunakan tehnik pahat.
Seni patung disebut juga plasticart atau seni plastic, mudah dibentuk sesuka hati. Seni patung bisa di artikan sebagai seni bentuk (bentuk-bentuk yang memiliki keindahan)

B. FUNGSI PATUNG
Seni patung pada zaman dahulu di buat untuk kepentingan keagamaan, pada jaman hindu dan budha, patung di buat untuk menghormati dewa atau orang yang di jadikan teladan. Pada perkembangan selanjutnya patung di buat untuk monument/ peringatan suatu peristiwa besar pada suatu bangsa, kelompok atau perorangan.
Pada jaman sekarang seni patung sering di ciptakan untuk hiasan penciptanya lebih bebas dan bervariasi dan seni patung itu di ciptakan untuk dinik mati nilai keindahan bentuknya.
Secara umum berdasarkan pembutanya seni patung ada 6 macam yaitu :
- patung religi, untuk sarana beri badah,bermakna relijius.
- Patung monument, untuk peringatan peristiwa bersejarah atau jasa seorang pahlawan.
- Patung arsitektur, patung yang ikut aktif berfungsi dalam kontruksi bangunan.
- Patung dekonasi, untuk menghias bangunan atau lingkungan taman.
- Patung seni, patung seni untuk di nikmati keindahan bentuknya.
- Patung kerajinan, hasil dari para pengrajin.

C. CORAK PATUNG
Pada masa lampau sudah dikenal patung primitive seperti patung asmat di irian jaya dan sulawesi selatan (tanah toraja). Pada masa kerajaan hindu budha di jawa dan bali banyak sekali di temukan hasil karya seni patung terutama di candi hindu dan budha yang bercorak tradisional.
Dilihat dari perwujudtanya, ragam seni patung moderen dapat di bedakan menjadi 3 corak sebagai berikut :
- corak imitatif / realis
yaitu tiruan alam seperti manusia, binatang dan tumbuhan
- corak dekoratif
yaitu bentuk-bentuk alam yang di olah / di ubah menurut gagasan imajinasi pematung
- corak nonfiguratif/abstrak
yaitu bentuknya telah banyak berubah.

D. RAGAM PATUNG
Penampilan karya patung bermacam-macam jenisnya, hal ini dapat kita saksikan dirumah, di taman atau di museum. Jenis karya patung dapat di bedakan menjadi 3 yaitu :
1. patung dada
patung dada adalah penampilan karya patung sebatas dada ke atas atau bagian kepala.
2. patung torsa
torsa di sebut juga badan.patung torsa adalah penampilan karya patung yang hanya menampilkan bagian dada,dari dada, pinggang, dan panggul.
3. patung lengkap
penampilan karya patung lengkap maksudnya terdiri dalam badan, anggota badan, anggota badan bagian atas dan bagian bawah serta kepala.
E. MEDIA SENI PATUNG
Media seni patung adalah berupa bahan, alat, dan teknik yang diperlukan dalam seni patung.
A. BAHAN
bahan seni patung dapat di bedakan menjadi tiga yaitu :Ø
- bahan lunak
Yang dimaksud bahan lunak adalah material yang empuk dan mudah di bentuk misalnya : tanah liat, lilin, sabun. Tanah liat yang baik harus bersih dari kerikil, akar, rumput, dll. Daya susut tanah tidak lebih dari 10%,supaya kalau sudah kering tidak pecah/ hancur,tanah liat harus juga cukup elastis artinya mudah di bentuk, tidak telalu lembek atau terlalu keras. Untuk bahan plastisin (lilin) mudah dapat di took, tingkat plastisinya bermacam-macam, ada yang sangat lembek, cukup lembek, dan agak lembek. Bahan sabun mudah di bentuk,akan tetapi ukuranya kecil, kita tidak bisa berkarya lebih besar.
- bahan sedang
Artinya bahan itu tidak lunak dan tidak keras. Contohnya : kayu waru,kayu sengan, kayu randu,dan kayu mahoni.
- bahan keras
Bahan keras dapat berupa kayu atau batu-batuan. Contohnya : kayu jati, kayu sonokeling dan kayu ulin. Bahan batu-batuan antara lain batu padas, batu granit, batu andesit, dan batu pualam (manmer).
Selain bahan-bahan tersebut masih ada bahan yang dapat dipergunakan untuk membuat patung yaitu semen-pasir, gips, kuningan, perunggu, emas dan sebagainya.

B. ALAT
Peralatan yang digunakan untuk membuat patung tergantung kepada bahan dan tekniknya alat-alat yang digunakan :
- butsir adalah alat Bantu untuk membuat patung terbuat dari kayu dan kawat.
- Meja putar adalah meja untuk membuat patung dan dapat di gerakan denagan cara diputar,fungsinya untuk memudahkan dalam mengontrol bentuk dari berbagai arah.
- Pahat
- Palu
- Cetakan berfungsi untuk mengencangkan ikatan kawat dan memotong ikatan kawat.
- Sendok adokan berfungsi untuk mengambil adonan dan menempelkanya pada kerangka patung.
C. TEKNIK
Teknik adalah cara untuk melakukan sesuatu.teknik pembuatan patung ada 4 yaitu :
- teknik membutsin
teknik dengan cara memijat,menambah dan mengurangi bahan yang di bentuk
- teknik memahat
teknik dengan cara menggunakan bahan yang di bentuk, teknik ini tidak bisa dilakukan penambahan/penambalan.
- teknik mencetak
teknik ini umumnya cair atau bahan yang bisa di cairkan.
- teknik konstruksi
membuat patung dengan cara menyusun bahan, baik kerangka/tanpa kerangka.
F. MEMBUAT PATUNG
1. Patung bahan lunak
Teknik membuatnya dengan cara membutsin langkah-langkah pengerjaanya sebagai berikut :
a. siapkan tanah liat/ plastisin. Butsir, air, meja putar, gambar racangan patung.
b. Tempatkan tanah liat atau plastisin di atas meja putar, sedikit demi sedikit sambil meja di putar.
c. Pijat-pijat bahan hinga mendekati bahan yang diinginkan sambil dikasih air sedikit demi sedikit, secara global jika bahan kurang bisa di tambah, sebaiknya bila berlebihan bisa dikurangi.
d. Sempurnakan bentuk dengan alat Bantu butsir dan berikan sentuhan akhir dengan pembentukan lebih detail atau sempurna dan dihaluskan.

2. patung bahan keras
Dikerjakan dengan cara memahat/mengukir langkah langkah pengerjaanya sebagai berikut :
a. siapkan balok kayu sesuai ukuran yang kita inginkan dan pindahkan gambar/pola di atas permukaan balok kayu.
b. Lakukan pemotongan dengan gergaji dari 4 sisi, pembentukan sedikit demi sedikit hingga mendekati bentuk global.
c. Buatlah bentuk global,bandingkan dengan gambar/pola/gagasan dengan amplas supaya halus.
d. Lanjutkan dengan membuat bentuk ujung lebih detail/sempurna dan haluskan dengan amplas lagi.
e. Difirising dengan menggunakan cat akritik/melamin

KESIMPULAN

Setelah memaparkan isi pada bab-bab yang sebelumnya, penulis mendapatkan kesimpulan yang berkaitan dengan isi karya tulis ini. Penulis dapat menyimpulkan isi karya tulis ini sebagai berikut.

o Seni patung dapat di lakukan di rumah sebagai pekerjaan sampingan.
o Seni patung juga dapat mengepresikan karya sendiri.
o Seni patung membuat rumah kita nampak lebih indah dan nyaman untuk di lihat.
o Seni patung dapat menumbuhkan rasa kemandirian kita.

BAB IV

Pameran Seni Rupa di Sekolah

 

Pameran adalah kegiatan memperlihatkan karya seni kepada orang banyak untuk mendapatkan tanggapan, penilaian dan penghargaan

Manfaat pameran seni rupa di lingkungan sekolah

a)      Meningkatkan kemampuan berkarya

Dengan adanya pameran, karya-karya para siswa akan dilihat oleh masyarakat sehingga para siswa dituntut untuk menghasilkan karyanya yang terbaik. Di sini akan terjadi persaingan yang sehat dan terarah, dan hal ini menjadi pendorong bagi siswa untuk meningkatkan kemampuannya dalam berkarya.

b)      Dapat melakukan penilaian / evaluasi

Pameran merupakan kesempatan bagi guru untuk melihat sejauh mana kemajuan yang dicapai oleh siswanya. Pameran dapat dikatakan menjadi sarana untuk melakukan penilaian atau evaluasi terhadap kemajuan dan perkembangan yang terjadi pada diri siswa. Sehingga penilaian atau evaluasi ini dapat dimasukan dalam perhitungan nilai rapor.

Penilaian juga dilakukan oleh pihak luar sekolah seperti orang tua siswa atau masyarakat umum yang mengunjungi pameran tersebut. Dari kesanpesan yang mereka sampaikan tentunya dapat memberi gambaran sampai sejauh mana keberhasilan pendidikan seni rupa di sekolah tersebut.

c)      Sebagai sarana apresiasi dan hiburan

Di samping sebagai sarana untuk melakukan penilaian atau evaluasi, kegiatan pameran dapat dijadikan sebagai sarana apresiasi. Apresiasi di sini dapat diartikan sebagai penikmatan, pengamatan, penghargaan, atau bisa juga penilaian terhadap karya-karya yang ditampilkan.

Penilaian yang dimaksud bukan menilai dengan angka, melainkan suatu proses pencarian nilai-nilai seni, pemahaman isi dan pesan dari karya seni, dan melakukan juga perbandingan-perbandingan terhadap karya seni sehingga nantinya akan didapat sebuah penilaian yang utuh dan komprehensif.

Dalam arti yang luas, kegiatan pameran dapat juga diartikan sebagai sarana untuk mendapatkan hiburan. Di sini masyarakat dapat merasakan kesenangan atau empati, merasakan suka duka seperti layaknya menonton film atau menyaksikan pertunjukkan musik dan seni lainnya.

d)      Melatih siswa untuk bermasyarakat

Melaksanakan kegiatan pameran bukanlah kerja perorangan, melainkan kerja kelompok yang melibatkan banyak orang. Jadi, dengan mengadakan pameran seni rupa di sekolah, mendidik para siswa untuk bermasyarakat. Di sini para siswa dapat bekerja sama satu sama lain, melatih untuk menghargai pendapat orang lain, dan dapat pula memberi pendpat terhadap tim kerjanya.

4. Langkah-langkah Penyelenggaraan Pameran Seni Rupa di

Kelas atau di Sekolah

Untuk dapat menyelenggarakan pameran karya seni rupa di lingkungan sekolah, ada beberapa hal yang harus dikerjakan, yaitu :

a. Mengumpulkan karya yang akan dipamerkan

b. Membentuk kepanitiaan pameran

c. Menyusun proposal pameran

d. Menyiapkan publikasi dan dokumentasi pameran

e. Menyiapkan ruang atau tempat dan perlengkapan pameran

f. Menata karya-karya yang akan dipamerkan

PERSIAPAN PAMERAN

LANGKAH PERENCANAAN PAMERAN

1.Menentukan tema Pameran

2.Menentukan rencana kegiatan

3.Menyusun Program acara pameran

4.Menentukan tempat pameran

Tema pameran disesuaikan dengan peristiwa monumental di bulan pelaksanaan Pameran

Contoh jika pameran di laksanakan di bulan mei maka temanya : “Dengan Pameran kita tingkatkan Prestasi siswa dalam berkarya.”

Perencanaan pameran yang dibuat secara tertulis disebut proposal.berikut ini adalah…

Program acara pameran sudah tertulis dalam proposal yaitu bagian H.susunan acara pameran.

Pertemuan 7

Pengorganisasian Pameran

Pengorganisasian merupakan proses pengelolaan serta pengaturan, agar apa-apa yang direncanakan dapat berjalan dengan lancar dan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.

Organisasi yang baik hendaknya memiliki persyaratan sebagai berikut:

  • AD/ART (Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga)
  • Susunan Panitia
  • Program Kerja
  • Kegiatan

penentuan masalah tempat dan waktu seharusnya dibicarakan bersama setelah panitia tersusun, sehingga merupakan suatu kesepakatan yang harus dipatuhi bersama.

Syarat tempat pameran yang baik adalah memenuhi  tiga syarat yaitu :

  1. Aman

Materi pameran,pengunjung haruslah Aman dari panas dan hujan.

  1. Nyaman

Ruang pameran sebaiknya membuat pengujung merasa nyama,sejuk dengan  menempatkan     pot bunga hidup dalam ruang pameran,dengan tempat duduk dan sajian musik yang menmbah kenyamanan pengujung pamearan.

  1. Lancar

Ruang pameran harus ditata dengan tujuan arus pengunjung lancar,dengan menyiapakan  dua pintu dan menyiapkan jalur yang membuat pengujung leluasa bergerak dan berjalan untuk menikmati sajian karya yang di pamerkan.

 

Gambar arus pengunjung  untuk ruang 1 pintu

 

Gambar arus pengunjung dengan 2 pintu

Pertemuan 8

1. Menyiapkan Karya untuk Pameran

Sesuai dengan salah satu persyaratan pameran, keberadaan karya mutlak diperlukan. Untuk itu, untuk memperoleh karya yang akan dipamerkan, guru dan siswa perlu mempersiapkan karya yang akan dipamerkan. Hal ini bisa dilakukan dengan alternatif:

 

a. siswa berkarya dan diinformasikan bahwa pada masa yang akan datang akan ada pameran

 

b. siswa yang memiliki bakat seni rupa dipilih oleh guru untuk mewakili kelasnya agar berpameran untuk pameran sekolah.

c. siswa dan guru menginventarisir karya koleksi sekolah untuk dipamerkan. Panitia menunggu seluruh siswa mendaftarkan diri mengikuti pameran sesuai jadwal yang telah ditetapkan

Wujud karya yang akan dipamerkan pun harus diketahui oleh para siswa. Secara wujudnya, karya seni rupa dapat dibagi menjadi karya seni rupa dua dimensi dan tiga dimensi. Karya seni rupa dua dimensi berupa: seni lukis, seni cetak/grafis, gambar (ilustrasi, dekorasi, bentuk, dan sebagainya). Sementara itu, wujud karya seni rupa tiga dimensi berupa: seni patung, relief, seni kerajinan (anyam, keramik, boneka, makrame, topeng kertas, barang-barang mainan, dan lain-lain).

 

2.  Memilih karya

 

Pemilihan karya yang akan dipamerkan dilakukan setelah karya terkumpul. Proses pemilihan karya dapat dilakukan oleh guru dan siswa. Teknik pemilihan karya dapat dilakukan berdasarkan kualitas karya (yang layak untuk dipamerkan), jenis karya (karya dua dimensi atau tiga dimensi), kriteria lain sesuai ketentuan panitia pameran. Bahkan dalam pameran seni rupa di sekolah, guru bisa melakukan seleksi karya ini dengan mempertimbangkan proporsi perwakilan tiap kelas.

3. Menyiapkan Perlengkapan Pameran

Penyelenggaraan pameran memerlukan perlengkapan (sarana dan prasarana) seperti: ruangan, meja, buku tamu, buku pesan dan kesan, panil (penyekat ruangan). lampu sorot, sound system, poster, selebaran, a. Ruang Pameran Ruangan yang dapat digunakan dalam kegiatan pameran seni rupa di sekolah bias menggunakan aula atau ruang kelas. Penataan ruang dapat dilakukan dengan menggunakan meja, panel, kursi. b. Meja, Meja dapat digunakan untuk meja penerima tamu dan dapat pula digunakan sebagai dasar penyimpanan karya tiga dimensional seperti patung atau barang kerajinan lainnya.

Gambar 6.4 Meja sebagai alas (base) untuk menata karya

c. Buku tamu Bukti tamu (berisi: no, nama, alamat/asal kelas/asal sekolah, dan tanda tangan) dapat digunakan untuk mengetahui berapa orang yang mengunjungi pameran.

d. Buku kesan dan pesan

 

Buku kesan dan pesan (berisi: tanggal,Nama, tanggapan pribadi pengunjung, identitas seperlunya) berguna sebagai masukan terhadap penyelenggan pameran.

e. Panil

Berfungsi untuk menempelkan karya dua dimensi seperti: lukisan, gambar, dan sebagainya. Panil juga dapat digunakan sebagai penyekat ruangan.

Gambar 6.5 Panil (penyekat ruang dan sandaran karya dua dimensi) Sumber: Gaitskell, C. D. and Al Hurwitz (1975:448)

f. Poster atau brosur Media ini digunakan untuk menginformasikan kegiatan pameran yang akan dilaksanakan. Dengan demikian sebelum pelaksanaan pameran dilakukan, poster dan brosur sudah digunakan sebagai media informasi.

 

g. Katalog

Berisi identitas seniman dan karya serta kuratorial penyelenggara pameran) berfungsi sebagai penjelasan mengenai hal ilhwal seniman dan karya seni yang dipamerkannya.

h. Label karya/daftar keterangan karya

Berisi judul lukisan dan harga lukisan jika dijual membantu guide untuk menjelaskan kepada pengunjung pameran.

i. Lampu penerangan

Lampu ini digunakan untuk memperjelas karya yang dimerkan. Lampu ini dipasang di setiap papan pamer, di plafon, agar tidak menyilaukan.

j. Sound system (tape dan kaset instrumentalia).

Berfungsi untuk menambah suasana santai dan mendukung suasana pameran.

B. Pelaksanaan Pelaksanaan pameran mencakup kegiatan pelaksanaan kerja panitia secara bersama-sama, penataan ruang, pelaksanaan pameran dan penyususnan laporan. 1. Pelaksanaan Kerja Kepanitiaan Pelaksanaan pameran merupakan kulminasi dari implementasi rencana yang telah disusuun pada tahap perencanaan pameran. Pelaksanaan kegiatan ini akan berjalan dengan lancar bila semua pihak khususnya panitia pameran melakukan kerjasama dan menyatakan kesiapannya dalam menyongsong ksesuksesan pameran ini.

2. Penataan Ruang Pameran

Sebelum dilakukan penataan ruang pameran, panitia pameran terlebih dulu membuat rancangan fisik pameran. Hal ini berfungsi untuk mengatur arus pengunjung, komposisi penataan yang serasi, pengaturan jarak pandang dan tinggi rendah pandangan terhadap karya dua dimensi dan tiga dimensi. Sehubungan dengan penataan ruang, Cahyono (2002: 9.35) mengemukakan beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penataan ruang pameran, di antaranya:

…(1) karya yang memiliki komposisi warna yang kuat hendak tidak didekatkan dengan karya dengan komposisi warna yang lemah, (2) karya dengan komposisi warna yang kurang hendak tidak diletakan pada ruang yang sedikit sinar karena akan semakin memperlemah warna yang ada, (3) pemberian cahaya lampu jangan sampai menyilaukan mata atau mengganggu pandangan orang yang melihatnya, (4) pemasangan karya hendaknya sejajar dengan pandangan mata, tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah, (5) pemasangan karya yang lebih tinggi dari tubuh penikmatnya harus dibuat condong ke bawah sehingga mudah dinikmati, (6) letakan beberapa pot bunga dan tanaman untuk memperindah dan menyegarkan ruangan, (7) letakan karya tiga dimensi pada tempat yang bisa dilihat dari berbagai sudut pandang, (8) pengelompokan karya harus memperhatikan ukurannya, (9) jika tidak ada AC perlu menempatkan kipas angin untuk menghilangkan suasana panas, (10) sediakan tempat sampah untuk menjaga kebersihan. a. Penataan Alur Masuk Pengunjung Gambar 6.8 Arus Pengunjung Pameran Penataan alur arus pengunjung perlu disesuaikan dengan kondisi ruang. Dalam pameran sekolah dapat dibagi menjadi dua model alur:

 

1) Pengaturan lalu lintas pengunjung bila pameran dilakukan di dalam ruang kelas dengan satu pintu.

b. Penataan dan Penempatan Karya

Penataan karya yang dipamerkan dilakukan atas dasar pertimbangan berdasarkan jenis, ukuran, warna, tinggi-rendah pemasangannya.

Gambar  Pemasangan karya pada dinding Sumber: http://www.galeri-nasional.or.id/

Pengelompokan Hasil Karya

Untuk memudahkan kegiatan pengumpulan dan pendaftaran hasil karya dapat langsung diselesaikan dengan mengadakan pengelompokan sebagai berikut:

1.  Berdasarkan Jenis Karya

  • Karya kerajinan tangan adalah hasil seni kriya/kerajinan karena kreativitas tangan.
  • Karya seni rupa adalah karya seni yang dapat diraba, dilihat serta mempunyai wujud.
  • Karya seni musik
  • Karya seni tari.

2.Berdasarkan Dimensi

Ada dua dimensi dan tiga dimensi.

Yang termasuk dua dimensi , contohnya : gambar lukisan, mozaik, dan anyaman.

Yang termasuk tiga dimensi, contohnya : patung, perabot ukir, anyaman berkerangka.

3.Berdasarkan Ukuran

Kerajinan tangan dan seni rupa yang dibuat siswa tentu memiliki ukuran yang bervariasi. Karya yang berukuran kecil dikelompokkan dengan ukuran kecil dan yang berukuran besar dikelompokkan dengan yang besar. Pengelompokkan ini dilakukan untuk mempermudah penataan karya dalam ruang pameran.

4.Berdasarkan Tema

Hasil karya yang dibuat tentunya memiliki tema yang berbeda-beda, untuk mempermudah penataan karya dan urutannya.

Pertemuan 9

Contoh proposal :

  1. LATAR BELAKANG

Kreasi dan apresiasi seni rupa di kalangan siswa sudah sepantasnya menjadi perhatian serius, sebagai bagian pembentukan generasi muda seutuhnya. Kreatifitas dan apresiasi tersebut akan mendekatkan siswa pada budaya dan tradisi bangsanya sendiri, sehingga diharapkan ke depan generasi muda tidak merasa terasing dari akar budayanya. Pameran karya seni rupa merupakan puncak rangkaian proses kreatif, dimana hasil kreasi siswa akan berhadapan langsung dengan apresian / penonton. Melalui moment pameran ini diharapkan dapat terjadi proses apresiasi yang sehat dan tukar pikiran yang konstruktif dan bermakna.

 

  1. NAMA KEGIATAN

Kegiatan ini bernama :

“PAMERAN KARYA SENI LUKIS DAN GAMBAR SISWA KELAS IX …”

  1. LANDASAN KEGIATAN
  • Visi dan Misi SMP Negeri 5 Sekayu
  • Program pembelajaran Mata Pelajaran Seni Rupa.

 

  1. TUJUAN KEGIATAN
    1. Memberikan wadah bagi siswa untuk mengekspresikan diri.
    2. Meningkatkan apresiasi siswa terhadap karya seni rupa
    3. Memberikan motivasi siswa dalam berkreasi.
  1. MATERI

Karya Seni Lukis dan Gambar

 

  1. WAKTU DAN TEMPAT
    1. Waktu             :           …………………………………
    2. Tempat           :           …………………………………
  1. SUSUNAN PANITIA
    1. Pelindung                             :           Kepala Sekolah
    2. Pembina/Penanggung Jawab      :           Guru Mata Pelajaran Seni Rupa
    3. Ketua                                     :           YUNITA
    4. Wakil Ketua                          :           ELKI
    5. Sekretaris                              :           ALVIN
    6. Bendahara                            :           OLIVIA
    7. Seksi-seksi                            :
  • Seksi seleksi karya        :           Guru Mata Pelajaran Seni Rupa
  • :           1

2 ………………………………………….

3 ………………………………………….

  • Seksi dokumentasi        :           1 ………………………………………….

2 ………………………………………….

3 ………………………………………….

  • Seksi publikasi               :           1 ………………………………………….

2 ………………………………………….

3 ………………………………………….

  • Seksi Perlengkapan      :           1 ………………………………………….

2 ………………………………………….

3 ………………………………………….

  • Seksi keamanan                        :           1 ………………………………………….

2 ………………………………………….

3 ………………………………………….

  • Seksi acara pembukaan          :           1 ………………………………………….

2 ………………………………………….

  1. SUSUNAN ACARA PEMBUKAAN
No Acara Pelaksana Waktu
1 Pembukaan acara Protokol / MC
2 Sambutan-sambutan
  • Ketua Panitia
  • Guru Pembimbing
  • Kepsek / Wali Kls.
3 Peresmian Pameran Kepsek / Wali Kelas
4 Penutup Protokol / MC
5 Peninjauan Pameran Seluruh Hadirin

 

  1. RENCANA ANGGARAN
    1. Pengeluaran
  1. ……………………………………………………………  Rp. …………………………
  2. ……………………………………………………………  Rp. …………………………
  3. ……………………………………………………………  Rp. …………………………
  4. ……………………………………………………………  Rp. …………………………
  5. ……………………………………………………………  Rp. …………………………
  6. ……………………………………………………………  Rp. …………………………
  7. ……………………………………………………………  Rp. …………………………

Jumlah               Rp. …………………………

 

    1. Sumber Dana
  1. ……………………………………………………………  Rp. …………………………
  2. ……………………………………………………………  Rp. …………………………
  3. ……………………………………………………………  Rp. …………………………

Jumlah               Rp. …………………………

 

  1. PENUTUP

Demikian proposal pameran karya seni lukis dan gambar siswa kelas IX …  SMP Negeri 5 Sekayu ini. Kami berharap kegiatan ini dapat terlaksana sebagai mana mestinya. Oleh karena itu partisipasi semua pihak sangat kami harapkan.

Ketua,

 

 

……………………………………….Sekayu,         April 2009

Sekretaris,

 

………………………………………….Menyetujui :Kepala SMPN 5 Sekayu,

 

 

Guru Mata Pelajaran Seni Rupa,

 

 

 

 

3. Pelaksanaan Pameran

Pelaksanaan pameran merupakan implementasi dari perencanaan yang telah dibuat. Kegiatan ini dapat berjalan lancar bila semua unsur panitia terlibat langsung dalam melakukan kerjasama dan saling membantu. Agar tidak terjadi berbagai kemungkinan negatif, maka sebelum pelaksanan pameran, panitia yang dipimpin oleh Ketua melakukan cek terakhir mengenai kesiapan pelaksanaan pameran tersebut. Pelaksanaan pameran di sekolah biasanya dimulai dengan kegiatan pembukaan pameran yang ditandai dengan kata sambutan dari ketua panitia pelaksana, pembimbing, serta acara sambutan sekaligus pembukaan pameran oleh Kepala Sekolah atau yang mewakilinya. Pada waktu pembukaan bisanya setiap pengunjung dibagi katalog pameran dan dipersilahkan untuk mencicipi jamuan yang telah disediakan oleh panitia.. Ada beberapa hal yang perlu dilakukan ketika pengujung mengunjungi ruang pameran, di antaranya: 1) pengunjung diupayakan mengisi buku tamu, 2) bila masih ada katalog, pengunjung yang hadir diberinya, 3) sewaktu-waktu panitia mengamati suasana ruangan seperti kondisi pencahayaan, dan keutuhan karya yang dipamerkan; 4) untuk memandu para pengunjung pameran dalam menikmati materi pameran, maka peran Seksi Stand sebagai pemandu pameran perlu bekerja secara profesional perlu memberikan arahan dan penjelasan kepada para pengunjung, apalagi pengunjung pameran memerlukannya; 5) pengunjung pameran hendaknya mengisi buku kesan dan pesan, hal ini sangat berguna untuk menilai proses pelaksanaan pameran.

4. Laporan Kegiatan Pameran

Laporan kegiatan pameran dibuat oleh panitia pemeran sebagai pertanggungjawaban atas pelaksanaan pameran. Laporan ini kemudian ditujukan kepada Kepala Sekolah sebagai pihak yang menyelenggarakan kegiatan ini dalam bentuk tulisan. Secara singkat, isi laopran pertanggungjwaban kegiatan pameran adalah sebagai berikut:

1. Lata Belakang

2. Tujuan

3. Sasaran

4. Manfaat

5. Susunan Kepanitiaan

6. Materi Pameran

7. Waktu dan Tempat Penyelenggaraan

8. Pemasukan dan dan Pengeluaran Dana

9. Kesan dan Pesan Pengunjung

10. Hambatan dan Kendala

11. Penutup

LATIHAN

Untuk mengetahui pemahaman Anda terhadap materi yang telah dipelajari, silahkan Anda mengejakan latihan.

1. Sebutkan langkah persiapan dalam pameran

2. Apa yang menjadi dasar criteria dalam memilih karya yang akan dipamerkan

3. Uraikan perlengkapan apa yang dibutuhkan untuk penyelenggaraan pameran seni rupa di sekolah

4. Jelaskan aspek yang harus diperhatikan dalam penataan ruang pameran

5. Apa saja yang perlu dilakukan ketika pengunjungmengunjungi ruang pameran

6. Apa isi laporan pertanggungjawaban panitia pemeran

RANGKUMAN

Persiapan pameran dilakukan dengan tahap menyiapkan karya, memilih karya, dan menyiapkan perlengkapan pameran. Sedangkan proses penyelenggaraan pameran mencakup pelaksanaan kerja kepanitiaan, penataan 6.43

ruang, pelaksanaan pameran dan laporan kegiatan pameran. Proses ini dilakukan oleh siswa, panitia dan guru secara bersama-sama. Proses penyelenggaraan pameran akan berjalan dengan lancar perlengkapan pameran sudah tersedia. Yang termasuk perlengkapan pemeran ini di antaranya: ruang pameran, meja, buku tamu, buku pesan, panil, katalog, folder, lampu penerangan dan sound system. Selain ini kelancaran proses penyelenggaran dipengaruhi pula oleh kemampuan kerjasama panitia menurut beban tugas masing-masing.

TES FORMATIF 3

Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan memilih a, b, c, atau d pada jawaban yang paling benar

1. Manakah cara yang kurang baik dalam menyiapkan karya seni rupa yang akan dipamerkan di sekolah?

a. siswa ditunjuk langsung oleh guru untuk untuk mengikuti pameran karya seni rupa

b. siswa diajak berkarya dan diinformasikan bahwa pada masa yang akan datang akan ada pameran

c. siswa yang berminat ditunggu untuk mendaftarkan diri mengikuti pameran sesuai jadwal yang telah ditetapkan

d. siswa yang memiliki bakat seni rupa dipilih oleh guru untuk mewakili kelasnya agar berpameran

2. Di bawah ini merupakan criteria untuk memilih karya yang akan dipamerkan kecuali, ….

a. Kualitas karya

b. Jenis karya

c. Ukuran karya

d. Besar karya

6.44

3. Manfaat pengisian buku pesan dan kesan dalam kegiatan pameran adalah, kecuali,….

a. Untuk mengetahui keberhasilan penyelenggaraan pameran

b. Untuk mengetahui kelemahan penyelenggaraan pameran

 

c. Untuk mencari kelemahan penyelenggaraan pameran

d. Untuk mencari bahan masukan dalam penyelenggaran pameran

4. Perlengkapan pameran yang berisi identitas karya, seniman, teknik dan media, tahun pembuatan dan harga disebut….

a. Folder

b. Panil

c. Buku tamu

 

d. Katalog

5. Salah satu fungsi panil adalah….

a. Penyekat ruang pameran

 

b. Informasi karya yang ditampilkan

c. Meletakan karya tiga dimensi

d. Informasi peserta yang ikut pameran

6. Di bawah ini termasuk hal yang harus diperhatikan dalam penataan ruang pameran, kecuali….

 

a. Pemasangan karya harus sejajar dengan pandangan mata

b. Pemasangan karya yang lebih tinggi dari penikmat harus dibuat condong ke bawah

c. Pemasangan karya yang warnanya kuat dipasang dekat dengan karya yang warnanya lemah agar serasi

d. Pemasangan karya tiga dimensi ditempatkan pada tempat yang bias dilihat dari berbagai sudut pandang

6.45

7. Susunan isi laporan kegiatan pameran yang benar adalah….

a. latar belakang, tujuan, sasaran, manfaat, susunan kepanitiaan, materi pameran, waktu dan tempat penyelenggaraan, pemasukan dan dan pengeluaran dana, kesan dan pesan pengunjung, hambatan dan kendala, penutup.

b. latar belakang, tujuan, susunan kepanitiaan, materi pameran, waktu dan tempat penyelenggaraan, pemasukan dan dan pengeluaran dana, sasaran, manfaat, kesan dan pesan pengunjung, hambatan dan kendala, penutup.

c. latar belakang, susunan kepanitiaan, materi pameran, waktu dan tempat penyelenggaraan, tujuan, sasaran, manfaat, pemasukan dan dan pengeluaran dana, kesan dan pesan pengunjung, hambatan dan kendala, penutup.

d. latar belakang, manfaat, pemasukan dan dan pengeluaran dana, kesan dan pesan pengunjung, hambatan dan kendala, susunan kepanitiaan, materi pameran, waktu dan tempat penyelenggaraan, tujuan, sasaran, penutup

8. Yang harus dilakukan panitia pameran ketika pengunjung menghadiri pameran adalah, kecuali….

a. Pengunjung diupayakan mengisi buku tamu,

b. Memandu para pengunjung pameran dalam menikmati materi pameran dengan memberikan arahan dan penjelasan kepada para pengunjung, apalagi pengunjung pameran memerlukannya;

c. Mengawasi pengunjung pameran dai berbagai sudut pandang.

d. pengunjung pameran hendaknya mengisi buku kesan dan pesan, hal ini sangat berguna untuk menilai proses pelaksanaan pameran.

9. Setelah kegiatan pameran selesai, panitia harus….

a. membuat program kerja baru

b. menyusun laporan pertanggungjawaban

c. mengadakan rapat program kerja

d. menyusun rencana anggaran/biaya

6.46

10. Laporan kegiatan biasanya disampaikan dalam bentuk….

a. Diskusi

b. Brosur

c. Katalog

d. Tulisan

Untuk melihat kemampuan Anda, coba cocokan jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 3 yang terdapat pada akhir Bahan Belajar Mandiri ini. Kemudian hitunglah jawaban Anda yang benar dan gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap Materi Kegiatan Pembelajaran 3 ini. Rumus: Tingkat penguasaan= Jumlah Jawaban Anda yang benar x 100% 10 Arti tingkat penguasan yang Anda capai: 90 – 100% = baik sekali 80 – 89% = baik 70 – 79% = cukup < 70% = kurang Catatan: Bila Anda mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, Anda dapat menngikuti Ujian Akhir Semester (UAS), tetapi bila tingkat penguasan Anda masih di bawah 80%, Anda harus mengulangi Kegiatan Belajar 3 pada BBM 6 ini, terutama bagian yang belum Anda kuasai. 6.47

KUNCI JAWABAN TES FORMATIF Tes Formatif 1

1. A. pengertian

2. B. manfaat

3. B. Sosial

4. C. Komersial

5. D. Fungsi

6. D. Pameran tetap

7. A. Dua dimensi

8. B. Tujuan pameran

9. C. Sponsor pameran

10. C. Edukasi Tes Formatif 2

1. E. Pengertian

2. D. Bersifat fleksibel

3. B. Siapa yang melaksanakannya

4. D. Untuk membina kerja sama

5. B. 2, 4, 3, 5, 1

6. C. Tema merupakan kelengkapan dalam menyusun rencana pameran

7. B. Seksi Publikasi dan Dokumentasi

8. B. Menyiapkan ruangan untuk pameran

9. A. Pengumpulan karya

10. A. Latar belakang, tema, nama kegiatan, landasan/ dasar penyelenggaraan, tujuan kegiatan, susunan panitia, anggaran biaya, jadwal kegiatan, sponsorship

Tes Formatif 3

1. E. Siswa ditunjuk langsung oleh guru untuk untuk mengikuti pameran karya seni rupa

2. D. Besar karya

6.48

3. C. Untuk mencari kelemahan penyelenggaraan pameran

4. A. Folder

5. A. Penyekat ruang pameran

6. C. Pemasangan karya yang warnanya kuat dipasang dekat dengan karya yang warnanya lemah agar serasi

7. A. Latar belakang, tujuan, sasaran, manfaat, susunan kepanitiaan, materi pameran, waktu dan tempat penyelenggaraan, pemasukan dan dan pengeluaran dana, kesan dan pesan pengunjung, hambatan dan kendala, penutup.

8. C. Mengawasi pengunjung pameran dai berbagai sudut pandang.

9. B. Menyusun laporan pertanggungjawaban

10. D. Tulisan
JIKA POSTING INI BERMANFAAT KLIK GOOGLE+1


Memasang Prosesor

March 1st, 2012

Memasang Prosesor

Prosesor adalah otak komputer.

Oleh karena itu biasanya dipasang

paling duluan walaupun sebenarnya

tidak apa-apa seandainya

tidak dipasang paling awal.

Hal-hal yang perlu Anda ketahui

mengenai prosesor adalah kecocokan

antara jenis prosesor dan

soket di motherboard. Gunakan

prosesor yang memakai soket

yang didukung oleh motherboard

Anda atau bisa juga sebaliknya

memilih motherboard yang sesuai

dengan jenis prosesor yang ingin

Anda gunakan. Anda bisa melihat

daftar soket beserta slot yang

didukungnya pada lampiran buku ini.

Kebanyakan soket CPU dan prosesor

saat ini dibuat menggunakan

arsitektur pin grid array (PGA),

maksudnya pin-pin yang terdapat di

bawah prosesor yang dimasukkan ke

dalam soket.

Proses pemasukan prosesor ke

soketnya sendiri menggunakan mode

zero insertion force (ZIF) sehingga

Anda tidak perlu menggunakan

tenaga sedikit pun.

6

 

76

1. Bukalah prosesor dari wadah-nya.

2. Buka pengait soket prosesor-nya

terlebih dahulu. Pengait yang

dimaksud di sini adalah sebuah

batang yang terletak di sebelah

kiri atau kanan soket yang

bersangkutan, bergantung pada

merek motherboard Anda.

Apabila pengait dari prosesor ini

tidak diaktifkan, otomatis lubang

di soket belum terbuka sehingga

tidak bisa Anda masuki prosesor.

3. Ambil dengan tangan Anda dan

letakkan pada soket prosesor di

motherboard. Ketika memasukkan,

Anda perlu memperhatikan

tanda yang terdapat di

salah satu dari empat ujung

prosesor dan cari kecocokan-nya

dengan motif yang sama di slot.

Hal ini berfungsi mencegah

terjadinya kesalahan pemasangan

prosesor ke slot-nya.

4. Ketika posisi prosesor sudah

berada di atas soket, lepaskan

saja pegangan tangan Anda

untuk memasukkannya. Anda

tidak perlu menekannya karena

prosesor akan otomatis masuk ke

soket.

Memasang Komponen

77

5. Setelah prosesor masuk ke

soketnya, kencangkan kembali

pengaitnya hingga posisi prosesor

mantap dan tidak bisa dicabut

kembali.

TIP & TRIK

Janganlah Anda memaksa memasukkan

prosesor ke dalam slotnya dengan

penekanan. Seandainya prosesor tidak bisa

masuk secara sempurna ke soketnya, tentu

ada kesalahan pemasangan.

Lebih baik Anda mencabutnya kembali dan

melihat apakah konfigurasi pemasukannya

sudah benar.

Memasang Kipas Prosesor

Prosesor dalam bekerja bisa

menimbulkan panas yang dapat

merusakkan prosesor tersebut

mengingat panas (heat) bisa

merusakkan komponen elektronik

dari prosesor tersebut. Untuk

itulah diperlukan adanya

pendingin prosesor.

Ada banyak macam tipe pendingin

prosesor, misalnya air, thermal

cooler, dan sebagainya. Namun yang

paling sering dijumpai adalah cooling

fan alias kipas prosesor.

Kipas prosesor umumnya Anda

dapatkan dalam satu paket bersamaan

ketika Anda membeli prosesor.

Bab 6

78

1. Perhatikan komponen logam di

tengah prosesor. Komponen

yang menonjol tersebut dinamakan

thermal core dari

prosesor tersebut. Gunanya

untuk menyalurkan panas dari

prosesor.

2. Olesilah bagian thermal core

tersebut dengan benda mirip

cream yang bernama thermal

paste. Thermal paste membuat

proses konduktansi panas

menjadi lebih efektif dan

efisien. Thermal paste juga

biasanya Anda dapatkan ketika

membeli prosesor, hanya saja

dalam ukuran yang kecil.

Jikalau kekurangan, baru Anda

bisa membeli terpisah di toko

komputer atau toko elektronik

terdekat di kota Anda.

3. Siapkanlah cooling fan yang

akan dimasukkan. Cooling fan

terdiri dari dua bagian. Bagian

bawah adalah logam yang

berfungsi untuk disipasi/

pelepasan panas. Bagian

atasnya adalah kipas untuk

mendinginkan logam tersebut.

Di bagian logam terdapat

pengait untuk memasang

komponen tersebut ke atas

prosesor di motherboard.

Memasang Komponen

79

4. Dekatkanlah prosesor di atas

motherboard. Lalu kaitkan

salah satu sisi pengait dengan

nook yang terdapat pada

tempat prosesor di motherboard.

5. Tekanlah dan rentangkan sisi

pengait lainnya dari pendingin

prosesor ke nook satunya di

motherboard hingga pendingin

terpasang kokoh di atas

prosesor.

6. Karena kipas merupakan

komponen elektronik yang

memerlukan energi listrik untuk

menggerakkannya, langkah

terakhir adalah menancapkan

kabel yang ada di kipas pendingin

ke slot yang ada di

motherboard. Slot ini biasanya

terletak dekat dengan posisi

prosesor mengingat panjang

kabel dari kipas pendingin

umumnya tidak terlalu panjang.

TIP & TRIK

Beberapa tipe kipas prosesor, terutama yang

tidak direkomendasikan oleh pembuat

prosesor kadangkala sulit untuk dipasang,

atau dengan kata lain kompatibilitasnya

tidak oke, dan dalam beberapa kasus

memerlukan tenaga yang kuat untuk

memasangnya.

Bab 6

80

Untuk itu, penulis menyarankan Anda

membeli kipas prosesor yang

direkomendasikan oleh pabrikan prosesor

yang cocok dengan soket tersebut.

Memasang Memori

1. Memori yang digunakan di PC

adalah tipe DIMM. Sementara

jenisnya yang lazim dijumpai di

PC adalah SDRAM dan DDR.

Kedua jenis memori tersebut

menggunakan slot yang berbeda.

SDRAM memiliki 168 pin

dan dua takik di bawahnya.

Adapun DDR memiliki 184 pin

dan satu takik di bawahnya.

Sementara DDR2 memiliki 240

pin dan satu takik di bawahnya.

Besar kapasitas memori yang

dimiliki oleh satu keping RAM

biasanya kelipatan dari 128

MB, seperti: 256, 512, 1024

MB, dan seterusnya.

2. Mayoritas prosesor memiliki

slot RAM dengan jumlah lebih

dari satu. Beberapa motherboard

bahkan menyediakan

slot RAM untuk banyak jenis

RAM, misalnya SDRAM atau

DDR. Namun hanya satu jenis

memori bisa dipakai dalam

waktu yang bersamaan.

Memasang Komponen

81

3. Bukalah pengait slot prosesor

ke arah luar sehingga terlihat

menganga. Ketika slot sudah

menganga menandakan bahwa

slot tersebut siap dimasuki

keping memori.

4. Masukkan memori di slotnya.

Anda perlu memperhatikan

takik di bagian bawah yang

merupakan alat untuk menentukan

orientasi peletakan

memori sehingga tidak terjadi

kesalahan pemasangan.

5. Ketika memasangnya, Anda

perlu sedikit melakukan

penekanan mengingat cara

memasukkan memori tidak

menggunakan teknologi ZIF

seperti prosesor.

6. Tutup kembali pengait slot

memori hingga dapat berfungsi

untuk mencengkram memori di

tempatnya. Takik yang terdapat

di samping slot memori

akan dipegang oleh pengait

dari slot yang bersangkutan.

TIP & TRIK

Sama seperti ketika memasang prosesor,

Anda harus memastikan bahwa posisi

memori yang akan ditancapkan sudah tepat

sesuai dengan bentuk geometri slot

memorinya.

Seandainya ketika memasukkan merasa ada

kesulitan, jangan terus menekan, bisa-bisa

memori tersebut malah patah atau slotnya

yang rusak.

Cara untuk memasang Graphic card pada motherboard komputer

March 1st, 2012

Tidak Semua Komputer(CPU)dapat menyokong graphic pada sesetengah perisian seperti Auto Cad atau lebih ketara lagi Permainan Games yang menpunyai tahap 3D Graphic yang tinggi.
Kebanyakan games mahupun perisian pada zaman sekarang menpunyai tahap Graphic yang tinggi.

Kalau hanya mengharapkan VGA pada onchip standard motherboard.Sudah pasti Perisian mahupun games tidak dapat di install.kalau boleh pun mesti performance Cpu menurun.

Langkah untuk mengatasi masalah ini ialah dengan meng upgrade kan Komputer(CPU) dengan memasukkan Graphic Card

Kenali Graphic Card Dipasaran

Ada 2 Jenis Graphic Card iaitu jenis slot

1. Jenis AGP Slot
Graphic Card jenis ini hanya untuk motherboard yang menpunyai Slot AGP
Selalu motherboard jenis ini jenis lama seperti motherboad untuk prosesor Pentium 4

2. Jenis PCI e Slot
Graphic Card jenis PCI e ini Untuk Motherboard yang terkini yang berada di pasaran

Anda boleh melihat pebezaan pada Kaki slot emas pada graphic card dimana Graphic card jenis Agp lebih pendek dan mepunyai 2 garisan border di tengah manakala jenis PCI e lebih panjang dan menpunyai 2 garisan border di awal dan di hujung.

Contoh Motherboard Slot AGP

Selalu jenis Motherboard untuk Graphic card AGP ini port Slot nya berwarna koko(coklat)

Contoh Motherboard untuk Graphic Card PCI e

Motherboard Untuk Graphic Card PCI e ini banyk di pasaran berbanding dengan Motherboard untuk Graphic Card AGP slot kerana motherboard ini model terbaru dah harga nya juga murah
Port untuk Graphic Card jenis ini Selalunya Bermacam-macam warna.Anda boleh kenali dengan melihat kepanjangan port.

Toturial memasang Graphic Card
Cukup mudah..kalau anda memahami jenis Graphic Card yang di perlukan untuk motherboard komputer(CPU) anda
Langkah 1
Buka Casing Komputer Anda(CPU)kalau berhabuk tu cuci la dulu..hehehehe.Anda akan melihat Motherboard CPU

Langkah 2

Pada langkah ini pastikan Graphic card yang betul untuk motherboard anda.Masukkan Graphic Card dengan berhati-hati mengikut kaki Port yang betul

Langkah 3
Masukkan Graphic Card dengan rapat dan ketatkan Graphic Card dengan Skru.

Setelah Selesai Semua Tutupkan Casing Cpu Anda.Tukar Plug Lcd atau monitor yang berwarna biru kepada Port socket Graphic Card yang baru di pasang td.
On kan Komputer anda dan Install driver Graphic Card anda ke dalam system.Selalunya Graphic card baru akan diberi cd driver

Kalau anda memahami toturial ini,anda dapat menjimatkan kos untuk menghantar cpu ke kedai komputer.Anda pun boleh jadi technician komputer.

Selamat mencuba..hohohoho

Cara Format Hardisk dan instal Widows XP

March 1st, 2012

Mengapa kita perlu format windows pada pc ataupun laptop

  • Windows kita terkena jangkitan virus yang merbahaya seperti virus win sality 32 aa,virus exe reader..2 virus ini memang power sehingga boleh medeactivekan anti virus kita.Anti virus kita akan kehilangan keupayaan untuk membuang virus ini.
  • Windows xp kita crash,iaitu rosak.banyak file system 32 missing
  • Jika kita mengalami kerosakan pada hard disk,Setelah memasang hard disk baru kita perlu install windows baru

LANGKAH 1
Tetapkan Boot Sequence Kepada CDROM Pada BIOS Anda
untuk memasuki ke BIOS anda perlu menekan key del pada keyboard anda semasa pc atau laptop baru on(semasa naik imej skrin hitam).

  1. Hidupkan pc atau laptop anda.
  2. Tekan butang F2(sesetengah pc atau laptop perlu tekan F2)atau butang Delete(del) mengikut jenis pc atau laptop
  3. sila tengok imej BIOS di bawah


Sila pilih ADVANCED BIOS FEATURES
selepas itu….

Pilih Boot SequencePilih drive iaitu Cdrom (1st)Cdrom ini akan melakukan kerja-kerja install windows
Setelah selesai setting BIOS seperti gambar di atas sila tekan F10 untuk save..Selepas itu automatik pc atau laptop akan restart sendiri

LANGKAH 1 Setelah pc atau laptop anda restart anda akan nampak satu skrin dengan mesej “Press any key to boot from CD…”
Tekan apa-apa butang di sini supaya komputer akan mula membaca dari CD Windows XP

Sebelum sampai pada imej diatas system akan menjalankan tugasnya copy file-file yang diperlukan.Anda hanya perlu menunggu.Sehingga system akan memaperkan imej diatas,Anda perlu menekan F8 untuk ke langkah seterusnya.


LANGKAH 2
Anda akan melalui imej seperti diatas…(anda hanya perlu biarkan)

LANGKAH 3System akan memaparkan imej seperti diatas..apa yang patut anda buat ialah

  • Press ENTER

LANGKAH 4
Selepas press Enter akan muncul imej diatas,di mana bahagian ini anda perlu create partitions c,dan d..Ikut arahan yang di minta

LANGKAH 5Pada bahagian ini anda perlu menetapkan kapasiti memory hard disk anda,contohnya jika hard disk anda berkapasiti 100000mb anda perlu bahagi 2 menjadi 50000mb untuk partition c…Manakala selebihnya untuk partition d…Ikuti langkah yang sama untuk create partion d(anda tidak perlu untuk membahagikan lagi baki kapasiti hard disk untuk partition d.Anda hanya perlu tekan enter sahaja.

LANGKAH 6
Imej diatas menunjukkan partition yang telah di create..Anda hanya perlu tekan enter untuk langkah seterusnya..SILA PASTIKAN ADA HIGHLIGHT PADA C: Partition 1 (NTFS)sebelum menekan enter

LANGKAH 7Pada langkah ini anda perlu memilih cara untuk format hard disk

  • pilih Format the partion using the NTFS file system(normal format)
  • pilih Format the partion using the NTFS file system(faster format)

Langkah ini bergantung pada pilihan anda..Tekan enter apabila selesai memilih..

LANGKAH 8Setelah selesai langkah 7 diatas.System akan menunjukan imej seperti diatas.Anda hanya perlu menunggu arahan seterusnya..

INSTALL WINDOWS XP
Setelah Selesai langkah sebelumnya..Langkah terakhir ialah untuk menginstall Windows XP.System akan mempamerkan imej seperti diatas.Anda perlu mengikuti arahan yang di minta.Click next

next

Masukan nama anda ataupun organization jika perlu…Click next

Masukkan license key(product key)kalau yang beli perisian cetak rompak tu..pandai-pandai la nak hidup..hehehehe…selalunya ada di belakang case cd..Click next
Pada langkah ini anda boleh masukkan nama computer anda contohnya “laptop-shah”ataupun ikut pilihan system.Bagi shah tidak perlu lagi masukkan password pada langkah ini.Anda biarkan kosong pada ruang password…Click next..
Masukkan tarikh,jam dan juga time zone negara masing-masing.kalau menetap di bangladesh.Pilih negara bangladesh..hahahahahah..berkkk..berkk
Click next..Pada langkah ini system akan melakukan kerja-kerjanya..Ia mengambil masa lebih kurang 40 minit bergantung pada performance hardware pc atau laptop anda..Anda perlu tunggu saja.Kalau rasa belum mandi lagi..pergi mandi dulu sementara menunggu system menjalankan kerjanya.hehehe

PROSES TERAKHIR
Setelah selesai semuanya pc atau laptop akan restart sendiri dan akan muncul skrin hitam bersama mesej seperti imej di atas.Click ok
Click next..
Pada langkah ini..Kalau anda menggunakan original windows XP click pada help protect my PC by turning on Automatic Updates now.Kalau anda cintakan windows XP pirates of mr bean click pada not right now untuk tujuan keselamatan anda..hehehehe(pandai2 la nk hidup)
Click next…
Masukkan nama anda..Click next.
Anda dh berjaya melakukan..Click Finish..

Jika anda dapat memahami Tutorial ini.Anda tidak perlu lagi menghantar pc ataupun laptop anda ke kedai komputer.Anda dapat menjimatkan RM30-RM40 wang saku anda.

Cara memasang dan menukar RAM pada NoteBook

March 1st, 2012

Sebenarnya Anda mampu melakukan perkara-perkara seperti membaik pulih barangan komputer,Walaupun anda bukannya juruteknik komputer.Yang penting anda menpunyai minat,dan dari minat itu mendorong anda menjadi sifat ingin tahu tentang cara-cara untuk melakukan perkara-perkara yang berkaitan.Benda ini mudah sebenarnya anda hanya perlu kenali setiap perkasasan(hardware)yang digunakan dan fungsinya.Kalau anda dah tahu basic tentang fungsi setiap hardware komputer perkara ini menjadi mudah bagi anda.

Notebook ini mengalami kerosakan pada RAM

LANGKAH-LANGKAH

1. Terbalikan notebook anda kerana bahagian Hardware berada di bawah bukannya diatas.

2. Buangkan dulu bateri supaya memudahkan anda untuk membuka casingnya

3. Buka skru casing dengan menggunakan pemutar skru yang sesuai bagi menggelakkan kerosakan pada skru

4. Buka casing mengikut arah yang ditandakan kerana setiap notebook@laptop sudah ditandakan arah untuk membukanya

Ini adalah bahagian yang anda akan nampak setelah membuka casing.

Langkah Seterusnya

1. Jika Motherboard dan Fan(kipas)prosessor berhabuk sebaiknya anda membersihkannya dulu.

2. Perhatikan bahagian yang ada RAM

3. Membuka RAM dengan cara menekan pin kekunci RAM ke arah keluar.Automatik RAM akan terkeluar dengan sendirinya

4.Kalau ada kotoran dan berhabuk pada socket RAM bersihkan dulu

Pastikan jenis RAM yang perlu di tukar dengan melihat label yang ada pada RAM.
RAM seperti gambar diatas adalah RAM jenis DDR2 1gb

Langkah Terakhir

1. Masukkan RAM baru dan pastikan arahnya mengikut pada socket RAM

2. Tekan RAM kebawah dan Automatik kekunci pada socket RAM ada mengunci RAM dengan sendirinya

Pasang semula casing pada notebook anda dan pastikan semuanya telah sempurna
ON kan Notebook .Dan lihatlah hasilnya.Anda akan merasa kepuasannya apabila notebook anda kembali berfungsi dengan hasil usaha anda sendiri

MATERI IPS KELAS VIII

March 1st, 2012

MATERI SENI RUPA KELAS VIII

March 1st, 2012

SEMESTER 1

MATERI SENI RUPA SMP KELAS VIII SEMESTER 1

Ragam Karya Seni Rupa Nusantara

I. SENI RUPA NUSANTARA

Pengertian dari seni Nusantara adalah beragam bentuk kesenian yang tumbuh dan berkembang di masing-masing daerah yang ada di seluruh wilayah Indonesia.  Ragam bentuk kesenian Nusantara tumbuh sebagai hasil olah budaya masyarakat yang hidup disuatu wilayah sesuai dengan adat istiadat dan kondisi lingkungannya.  Dari sekian banyak bentuk kesenian yang berkembang, salah satunya adalah bentuk karya seni rupa.

Bentuk karya seni rupa setiap daerah tidak sama, semua mempunyai ciri khas yang berbeda dengan daerah lain.  Hal ini dikarenakan karya seni rupa yang dihasilkan merupakan bentuk pengolahan gagasan, teknik, media maupun keahlian dari masyarakat yang mem-buatnya.

Meskipun bentuknya sangat beragam, kalian masih dapat menikmati keindahan dari beragam bentuk karya seni rupa daerah tersebut.  Mengapa ?  Karena seni mempunyai bebe-rapa sifat sebagai berikut :

a. Kreatif

Kemampuan untuk mengubah atau membuat sesuatu yang belum pernah ada.

b. Individu / kelompok

Ciri khas yang melekat pada sebuah karya yang membedakannya dengan hasil karya orang lain atau kelompok masyarakat lain.

c. Perasaan

Penciptaan seni selalu melibatkan emosi, ekspresi dan perasaan.

d. Abadi

Keindahan atau kesan yang disampaikan sipencipta karya akan diterima oleh orang yang melihat atau mendengarnya.  Hal ini akan bertahan dalam waktu yang lama tergantung pada keindahan yang dihasilkan.

e. Umum

Tidak mengenal batasan wilayah.  Seni dapat diterima secara umum oleh segala bangsa, bahasa berlaku sepanjang waktu.

Berdasarkan dimensinya

Karya seni rupa dibedakan menjadi dua yaitu karya 2 dimensi dan karya 3 dimensi.  Pengertian dimensi adalah ukuran yang meliputi panjang, lebar dan tinggi atau volume. Karya seni yang mempunyai tiga ukuran disebut karya 3 dimensional atau tri matra, sedangkan karya seni yang hanya mempunyai dua ukuran yaitu panjang dan lebar disebut karya seni 2 dimensional.

Berdasarkan Kegunaannya

Karya seni yang dihasilkan manusia tidak semata-mata untuk keindahan saja, tetapi beberapa diantaranya dibuat untuk digunakan sebagai kebutuhan atau kelengkapan hidup.  Sehingga karya seni dibedakan menjadi dua yaitu karya seni rupa murni dan karya seni rupa terapan.

a.       Aplied art / Useful Art (Seni Terapan)

Yaitu karya seni yang dibuat selain untuk segi keindahan juga digunakan sebagai alat kebutuhan sehari-hari.  Dapat dikatakan, karya seni ini mempunyai fungsi ganda.  Contohnya : meja, kursi, sepatu, arsitektur bangunan, gerabah dan sebagainya.

b.      Pure Art / Fine Art  (Seni Murni)

Yaitu karya seni yang dibuat hanya untuk kebutuhan batin saja.  Pembuatannya hanya bertujuan untuk pemenuhan rasa keindahan dan kebutuhan ekspresi seniman saja.  Contohnya : lukisan dan patung karya para seniman.

 

II. MEDIA SENI RUPA 2 DIMENSI DAN 3 DIMENSI

Peralatan dan bahan yang digunakan dalam pembuatan karya seni sering disebut dengan media.  Dengan menggunakan sarana atau media yang tepat, kalian dapat menuangkan ide atau gagasan sesuai dengan ekspresi dari dalam diri untuk membuat sebuah karya seni yang baik.   Untuk itu, sebelum belajar membuat karya yang baik harus memahami terlebih dulu mengenai bermacam media, sifat dan cara menggunakan serta teknik pembuatan karya.

Karya seni dapat tercipta melalui tiga jenis media yaitu media suara, gerak dan rupa atau gabungan ketiganya.  Namun pada materi ini, hanya dibahas mengenai media rupa saja.

a. Media karya 2 dimensi

Yaitu media yang digunakan untuk pembuatan karya seni dua dimensi.  Beberapa diantaranya adalah :

1. Pensil

Jenis pensil dibedakan berdasarkan tingkat kekerasan atau kehitaman karbonnya.  Untuk pensil berkode B menandakan jenis pensil lunak dan hitam.

Terdiri dari kode B, 2B, 3B sampai 6B, sangat tepat digunakan untuk media menggambar.

Untuk pensil berkode H menandakan jenis pensil keras.  Terdiri dari kode H, 2H, 3H sampai 6H, sering digunakan untuk menggambar proyeksi

2. Pensil Arang (Contee)

Terbuat dari sejenis arang halus dan biasa digunakan untuk menggambar potret.  Sifatnya hitam pekat dan agak sulit dihapus.

3. Pastel dan Crayon

Dua jenis media ini secara fisik bentuknya hampir sama, sehingga kalian seringkali kali keliru ketika membelinya tetapi sifat dan bahannya tidak sama.  Pastel (Oil Pastel) terbuat dari bahan kapur halus yang dicampur tepung warna  dan berbasis minyak. Jejak warnanya yang dihasilkan pastel sangat tajam dan kuat serta mempunyai daya lekat  yang baik pada kertas.  Sedangkan Crayon terbuat dari bahan kaolin (lilin) dengan tepung warna sehingga terlihat lebih mengkilap dan keras.

4. Pena

Alat gambar yang digunakan untuk media tinta.  Terbuat dari logam dengan ujung yang bermacam-macam bentuk dan ukurannya.

5. Tinta Bak

Dikenal juga dengan sebutan tinta Cina.  Warnanya hitam pekat dan tidak luntur jika kena air.  Kemasan tinta bak ini ada yang berbentuk cairan dalam botol dan berbentuk balok-balok kecil (dicairkan dulu sebelum digunakan).

6. Cat

Bahan pewarna ini dibedakan berdasarkan basis pengencernya, yaitu :

a)      Cat air  (barbasis air)

Jenisnya ada 2 yaitu water colour yang bersifat transparan dan poster colour yang bersifat plakat.

b)      Cat Minyak (barbasis minyak)

Jenis cat ini biasa digunakan untuk melukis diatas kain atau kanvas.  Sifatnya tidak mudah kering dan warnanya tahan lama.

7. Kuas

Alat yang digunakan untuk mengoleskan cat keatas kertas atau kanvas. Ukuran bulunya ditandai dengan nomor kode yang tertulis pada gagang kuas.  Untuk jenis kuas cat air, bulunya halus dan bentuknya meruncing ketika dicelupkan ke dalam air.  Jenis kuas cat minyak, bulunya lebih kasar.

b. Media karya 3 dimensi

Media yang digunakan dalam berkarya seni 3 dimensi sangat beragam, diantaranya :

1.      Bahan Lunak

Contohnya  ; tanah liat, bubur kertas, bubur semen, lilin, bubur gips dan lain-lain

2.      Bahan Keras

Contohnya ; kayu, batu, marmer, logam dam sebagainya.

III. TEKNIK BERKARYA SENI RUPA

Seperti sudah dijelaskan sebelumnya, masing-masing daerah di Nusantara mempunyai bahan atau media yang berbeda sesuai dengan lingkungannya.  Hal ini juga berlaku pada  teknik pembuatan karya seni rupanya, meskipun secara umum semua teknik yang digunakan terdapat kemiripannya, seperti beberapa teknik berikut ini :

a.       Karya seni rupa 2 dimensi :

-          Untuk menggambar atau melukis digunakan teknik garis (linier), aquarel, pointilis, plakat, arsir atau dussel.

-          Untuk grafis digunakan teknik cetak saring (sablon)

-          Untuk seni batik menggunakan teknik tutup-celup

b.      Karya seni rupa 3 dimensi :

-          Untuk patung digunakan teknik pahat, butsir, cor, cetak-tuang, anyaman, las sambung dan sebagainya.

Seni Batik

I. PENGERTIAN DAN FUNGSINYA

Membatik merupakan kegiatan berkarya seni menggunakan bahan lilin yang dipanaskan dan menggunakan alat canting atau kuas untuk membuat pola gambar atau motif yang dioleskan di atas selembar kain.  Teknik pewarnaannya menggunakan teknik tutup celup.  Karya seni batik ini merupakan salah satu seni terapan Nusantara yang menjadi ciri khas kebanggaan bangsa Indonesia.

Sekarang ini, teknik membatik sudah lebih berkembang.  Membatik tidak saja menggunakan alat canting tetapi sudah menggunakan jenis peralatan lain seperti kuas dan cap (printing).  Maka karya seni batik kemudian dibedakan menjadi :

a. Karya seni Batik Tulis

Menggunakan alat tradisional berupa canting dengan teknik yang lebih sederhana.

b. Karya seni Batik Cap (printing)

Menggunakan alat modern  dengan teknik yang lebih bebas dan  kreatif. Berdasarkan fungsinya, seni membatik dibedakan menjadi dua yaitu :

a. Fungsi Praktis

Kain Batik dipergunakan sebagai bahan sandang untuk pakaian, sarung bantal, taplak meja dan sebagainya.

b. Fungsi Estetis

Kain dengan motif batik dapat dipergunakan sebagai karya seni hias atau lukisan.

II. POLA BATIK

Gambar-gambar yang digunakan dalam membatik biasanya menggunakan ragam hias.  Untuk karya seni batik tradisional selalu menggunakan ragam hias tertentu yang telah lama diterapkan secara turun-temurun sejak jaman dulu.  Ragam hias tersebut mempunyai makna atau simbolik tertentu.  Namun saat ini sudah banyak dijumpai ragam hias batik dengan pola kreasi yang lebih bebas.

Pola Hias merupakan unsur dasar yang dapat dipergunakan sebagai pedoman dalam mendesain  sebuah hiasan

Motif Hias merupakan pokok pikiran dan bentuk dasar dalam ragam hias, meliputi bentuk manusia, alam, tumbuhan dan hewan.

Ragam hias adalah bentuk susunan pola hias dari satu atau lebih motif hias dengan kaidah estetik tertentu sehingga menghasilkan bentuk yang  indah

Ragam hias dibedakan menjadi tiga yaitu :

a.       Motif geometris (pilin ganda, swastika, tumpal)

b.      Motif non geometris (manusia, tumbuhan, hewan)

c.       Motif benda mati (air, awan, batu, gunung, matahari)

(Untuk lebih jelasnya mengenai jenis dan bentuk motif, kalian dapat membuka kembali materi Ragam Hias kelas VII)

III. BAHAN DAN PERALATAN MEMBATIK

a. Bahan yang diperlukan :

Bahan utamanya adalah kain mori/ sutera, lilin (malam), soda api dan pewarna.

Jenis kain katun merupakan jenis kain yang disarankan dan sangat baik menyerap warnanya. Sedangkan kain sutera lebih halus dan harganya tentu saja lebih mahal.  Gunakan ukuran kain yang akan dibatik sesuai kebutuhan.

Lilin yang digunakan untuk membatik bermacam-macam, seperti :

-          Lilin putih

-          Lilin kuning

-          Lilin hitam

ketiganya dibuat dari minyak latung buatan pabrik

-          Lilin tawon yang dibuat dari sarang lebah

dan sebagainya

Pewarnya yang digunakan untuk membatik dapat menggunakan pewarna modern buatan pabrik seperti Napthol, Indigosol dan Remasol atau berasal dari alam seperti :

-          Warna hijau dari daun-daunan (daun kepyar)

-          Warna merah dari  daun jati muda

-          Warna kuning dari kunyit (kunir) yang dicampur dengan kapur sirih

b. Alat yang digunakan

Peralatan tradisional yang masih sering digunakan adalah canting, kuas, wajan, kompor, gawangan, dandang besar, sarung tangan dan setrika.

Canting merupakan alat pokok yang digunakan untuk menuliskan lilin cair di atas kain.  Alat ini terbuat dari tembaga dengan tangkai kayu.  Badan canting digunakan untuk mengambil dan menampung lilin cair dan carat (pipa kecil diujung badan canting) digunakan sebagai jalan keluarnya lilin cair.

Berdasarkan fungsinya dibedakan :

-          Canting reng-rengan (untuk membuat desain awal)

-          Canting isen (untuk mengisi bidang yang sudah dibuat polanya)

Berdasarkan ukurannya dibedakan :

-          Canting kecil

-          Canting sedang

-          Canting besar

Berdasarkan jumlah caratnya dibedakan :

-          Canting cecekan (bercarat tunggal)

-          Canting loron (bercarat dua)

-          Canting telon (bercarat tiga)

Wajan digunakan sebagai wadah lilin yang dipanaskan diatas kompor

Kompor digunakan untuk memanaskan lilin

Gawangan terbuat dari kayu atau bambu digunakan untuk membentangkan kain sehingga mempermudah menuliskan lilin menggunakan canting

Sarung tangan digunakan untuk pelindung tangan pada saat proses pewarnaan

Dandang besar digunakan untuk mencelup kain yang telah selesai dibatik dalam proses pewarnaan dan pelarutan lilin

Sterika digunakan untuk menghilangkan sisa lilin yang masih menempel dengan cara menyetrika kain batik dengan kertas koran diatasnya sehingga lilin akan menempel ke kertas

IV. PROSES MEMBATIK

Langkah-langkah dalam proses membatik yaitu :

a.       Membuat desain pada kertas terlebih dulu atau langsung pada kain.

b.      Persiapan alat dan mencairkan lilin dalam wajan

c.       Lilin cair diambil menggunakan canting dan dioleskan ke atas kain sesuai dengan gambar yang sudah dibuat

d.      Setelah selesai kain dicelupkan ke dandang berisi pewarna dilanjutkan dicelup ke dalam larutan garam lalu bilas

e.       Jika ingin menggunakan warna kedua, maka :

f.       Ulangi langkah ketiga untuk menutup kain yang dikehendaki tetap pada warna pertama

g.      Setelah itu kain dicelupkan ke dandang berisi pewarna kedua dilanjutkan dicelup ke dalam larutan garam lalu bilas

h.      Jika ingin menggunakan warna ketiga, maka :

i.        Ulangi langkah ketiga untuk menutup kain yang dikehendaki tetap pada warna kedua

j.        Setelah itu kain dicelupkan ke dandang berisi pewarna ketiga dilanjutkan dicelup ke dalam larutan garam lalu bilas

k.      Setelah selesai, masukkan kain ke dalam dandang berisi larutan soda api untuk melarutkan lilin yang menempel di kain.

l.        Bilas lalu dijemur (diangin-anginkan) di tempat teduh tidak langsung dibawah sinar matahari.

SENI UKIR

Menggambar Illustrasi

I. PENGERTIAN DAN FUNGSINYA

Kata Illustrasi yang bahasa Inggrisnya “Illustration” ternyata berasal dari bahasa Latin “Illustrare” yang berarti membuat terang (menjelaskan).  Selain fungsi dasarnya menjelaskan sesuatu (bacaan), gambar illustrasi juga berfungsi sebagai penghias yang memperindah tampilan.

Gambar illustrasi sering disamakan dengan gambar bercerita.  Pernyataan ini sering dikaitkan dengan bentuk lukisan tradisional khas Bali atau lukisan wayang beber yang bercorak dekoratif dengan unsur cerita didalam lukisannya. Hal ini dikarenakan keduanya sama-sama menggunakan unsur cerita.  Lukisan dan gambar illustrasi hanya dapat dibedakan berdasarkan fungsi dan penempatannya.  Gambar illustrasi lebih ditekankan pada fungsinya sebagai penjelas, penghias dan pelengkap suatu bacaan.

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam membuat gambar illustrasi antara lain :

1.     Gambar sesuai dengan cerita atau tema pokok.

2.      Menonjolkan obyek utama.

3.      Memiliki ciri-ciri tersendiri (karakter).

4.      Menarik dan sederhana.

5.      Mudah dipahami (komunikatif).

6.      Adanya latar belakang / gambar pelengkap.

7.      Menggunakan media yang tepat.

Tujuan atau sifat pokok (Primer) pembuatan gambar illustrasi adalah komunikatif, artinya dengan gambar illustrasi yang menjelaskan teks bacaan, maka pembaca akan lebih memahami isinya.

Sifat ini berkaitan dengan penempatan gambar illustrasi pada buku-buku pelajaran, koran, komik dan sebagainya.  Sedangkan tujuan sekunder gambar illus-trasi adalah sebagai penghias tampilan seperti hiasan sampul, pengisi bidang-bidang yang masih kosong, penunjuk atau pengantar suatu artikel.

Namun demikian dalam perkembangannya, gambar illustrasi sekarang dapat berdiri sendiri menjadi sebuah karya seni rupa 2 dimensi terlepas dari fungsinya sebagai sarana menjelaskan sebuah cerita.  Orang-orang yang berprofesi sebagai pembuat gambar illustrasi disebut dengan Illustrator.

Beberapa tokoh illustrator Indonesia yang karyanya dimuat di media cetak antara  lain :

v  Majalah Horison                = Zaini, Sri Widodo, Hardi

v  Majalah Tempo                  = S. Prinka

v  Majalah Varia                    = Delsy Samsumar

v  Majalah Intisari                 = Henk Ngantung

v  Majalah Aktual                  = Dedi Suardi

v  Majalah Bobo                    = Cahyono, Adi Permadi

v  Majalah Kuncung              = Damarto, Mulyadi W.

v  Koran Kompas                  = G. M. Sidharta

v  Koran Suara Merdeka       = Prie G.S. Gunawan

II. UNSUR GAMBAR ILLUSTRASI

a. Gambar Manusia

Sebelum dapat menggambar obyek manusia, kalian harus memahami terlebih dahulu anatomi (bentuk tubuh) dan proporsi (perbandingan) manusia dengan baik. Anatomi adalah kedudukan struktur tulang dan otot yang menentukan besar kecil, cekung cembung tubuh manusia.  Proporsi adalah perbandingan bagian perbagian dengan keseluruhan.

Hal ini untuk mengetahui berapa perbandingan ukuran kepala dengan tubuh, berapa panjang lengan atas dibandingkan lengan bawah, berapa ukuran lebar bahu dibandingkan tinggi badang dan sebagainya.  Begitu juga pemahaman bagaimana bentuk jari, tangan, hidung, mata, kaki dan anggota tubuh yang lain.

Secara umum proporsi tubuh manusia adalah :

v  Tinggi manusia dewasa (Indonesia)          = 7 x tinggi kepalanya

v  Tinggi manusia dewasa (Barat)                 = 7 ½  x tinggi kepalanya

v  Tinggi manusia dewasa (Superhero)         = 8 x tinggi kepalanya

v  Tinggi anak-anak usia 10 tahun                 = 6 x tinggi kepalanya

v  Tinggi anak-anak usia 5 tahun                   = 5 x tinggi kepalanya

v  Tinggi balita usia 1 tahun              = 4 x tinggi kepalanya

v  Bahu pria lebih lebar daripada bahu perempuan

v  Panjang telapak tangan sama dengan lebar wajah

v  Panjang telapak kaki sama dengan tinggi wajah

v  Letak mata setengah tinggi wajah

v  Panjang mata seperlima lebar wajah

v  Letak cuping hidung ditengah-tengah antara letak mata dan dagu

v  Letak bibir ditengah-tengah antara cuping hidung dan dagu

v  Panjang telinga sebatas tinggi mata dengan cuping hidung

dan seterusnya kalian dapat lebih memahami dengan gambar berikut :

b. Gambar Binatang

Hampir sama dengan menggambar manusia, menggambar binatang juga harus menguasai dulu anatomi dan proporsinya.  Banyaknya jumlah dan jenis binatang yang ada, maka obyek ini dibedakan menjadi 3 kelompok yaitu :

1.      Binatang Darat

Yaitu kelompok binatang yang hidup di darat baik berkaki dua maupun berkaki empat seperti kuda, kerbau, ayam, itik dan sebagainya.

2.      Binatang Air

Yaitu kelompok binatang yang hidup di air seperti ikan, penyu, lumba-lumba, buaya dan sebagainya.

3.      Binatang Udara

Yaitu kelompok binatang yang hidup di darat tetapi aktifitas hidupnya banyak menggunakan sayap untuk terbang seperti burung, kupu-kupu, lebah dan sebagainya.

c. Gambar Tumbuhan

Menggambar tumbuhan tidak harus selalu sama mirip dengan obyeknya, karena seringkali illustrasi menggunakan gambar tumbuhan ini hanya sekedar pengisi kekosongan saja.  Illustrasi jenis ini tidak memerlukan detil yang lengkap, namun tetap saja perlu diperhatikan bentuk dasarnya supaya tidak kelihatan janggal.

Pada dasarnya bentuk tumbuhan dapat dibedakan apakah jenis tumbuhan berbatang atau tidak, bercabang atau tidak dan jenis tumbuhan rumpun atau berdiri sendiri dan sebagainya.  Perlu diperhatikan juga bahwa setiap jenis tumbuhan mempunyai ciri-ciri atau karakter tertentu yang berbeda dengan jenis lain, baik pada bentuk batang, daun, bunga maupun buahnya.

d. Gambar Alam Benda

Benda-benda yang biasa digunakan sebagai obyek dalam menggambar illustrasi terbagi dalam dua bentuk dasar yaitu bentuk kubistis dan silindris.

III. MEDIA ILLUSTRASI

Media diartikan sebagai bahan atau peralatan yang dibutuhkan.  Dalam menggambar illustrasi tidak dibutuhkan peralatan khusus.  Berdasarkan medianya, peralatan menggambar illustrasi dibedakan menjadi dua yaitu media hitam putih dan media warna.

Yang termasuk media hitam putih antara lain pensil, pena, trek pen, spidol, kuas dan tinta bak.  Sedangkan media pewarna antara lain :

a.   Pensil  / spidol warna

b.   Pastel dan crayon

c.    Cat Air (berbasis air)

1.      Water colour bersifat Transparan (tembus pandang)

2.      Poster Colour bersifat Non transparan

(tidak tembus pandang /opaque)

d.   Cat Minyak (berbasis minyak)

IV. CORAK GAMBAR ILLUSTRASI

a. Realis

Realis artinya gambar illustrasi dibuat dengan bentuk obyek yang mirip dengan aslinya atau sesuai dengan kenyataan.  Baik secara anatomi maupun proporsinya

b. Karikatural / kartun

Karikatur dan kartun adalah gambar illustrasi yang bentuk obyeknya dilebih-lebihkan atau mengalami perubahan (deformasi).  Perbedaannya terletak pada tujuan pembuatan, yaitu karikatur bertujuan untuk memberikan kritik atau sindiran secara halus, sedangkan kartun lebih ditekankan pada penampilan obyek yang aneh dan lucu dengan tujuan menghibur.

c. Dekoratif

Obyek yang digunakan dalam gambar illustrasi corak dekoratif sudah mengalami penggayaan (stilasi) yaitu perubahan bentuk dengan cara menambah atau mengurangi garisnya tanpa meninggalkan bentuk obyek aslinya.

d. Ekspresionis

Gambar illustrasi dengan bentuk ini lebih menekankan pada ekspresi pembuatnya.  Ketrampilan si pembuat serta teknik yang digunakan sangat menentukan hasil akhir gambar illustrasi ini.  Biasanya banyak dijumpai pada jenis illustrsasi pada karya sastra.

MATERI SENI RUPA KELAS VII

March 1st, 2012

MATERI SENI RUPA KELAS VII

download dalam bentuk PDF

SEMESTER 1

Pengertian Seni

I. SENI DAN KEINDAHAN

Pengertian seni sampai sekarang masih terus berubah mengikuti perkembangan jaman.  Sejak dulu para tokoh dan seniman membuat definisi tentang seni tetapi kesemuanya tidak dapat membuat batasan yang tepat. Beberapa pengertian seni diantaranya, menurut :

- Pengertian kata seni kita ambil dari Inggris art, yang berakar pada kata Latin ars, yang berarti: ketrampilan yang diperoleh melalui pengalaman, pengamatan atau proses belajar.

Dari akar kata ini kemudian berkembang pengertian berkarya seni sebagai berikut:    penggunaan ketrampilan dan imajinasi secara kreatif dalam menghasilkan benda-benda estetis

- Kamus Besar Bahasa Indonesia, seni mempunyai pengertian  :

(1) halus, kecil dan halus, tipis dan halus, lembut dan enak didengar, mungil dan elok ; (2) keahlian membuat karya yang bermutu; (3) kesanggupan akal untuk menciptakan sesuatu yang bernilai tinggi (luar biasa) ; orang yang berkesanggupan luar biasa.

Masih banyak lagi pendapat dan definisi yang diberikan oleh para ahli mengenai seni yang dapat di-simpulkan sebagai berikut :

v  Kecakapan membuat (menciptakan) sesuatu yang elok-elok atau indah.

v  Sesuatu karya yang dibuat (diciptakan) dengan kecakapan yang luar biasa seperti sanjak, lukisan, ukiran-ukiran dsb.

v  Seni menghasilkan karya yang estetis dan memiliki makna simbolik

Dengan kata lain seni atau kesenian berarti :

Satu ekspresi, gagasan atau perasaan manusia yang diwujudkan melalui pola kelakukan yang menghasilkan karya yang bersifat estetis dan bermakna.

 

a. Cabang Seni

Secara umum seni terbagi menjadi empat cabang yaitu seni rupa, seni musik, seni tari dan seni teater atau drama.  Perbedaan yang terdapat pada keempat cabang seni ter-sebut adalah media yang digunakan, yaitu :

1.      Seni Rupa menggunakan media melalui unsur-unsur seni rupa seperti titik, garis, bi-dang, bentuk, warna, tekstur dan gelap terang.

2.      Seni Musik menggunakan media melalui suara yang dihasilkan oleh manusia atau alat tertentu.

3.      Seni Tari menggunakan media gerak tubuh manusia.

4.      Seni Teater  atau Drama menggunakan media gerak tubuh, suara dan rupa.

Seni Rupa adalah sebuah konsep atau  nama untuk salah satu cabang seni yang bentuknya terdiri atas unsur-unsur rupa yaitu: garis, bidang, bentuk, tekstur, ruang dan warna. Unsur-unsur rupa tersebut tersusun menjadi satu dalam sebuah pola tertentu. Bentuk karya seni rupa merupakan keseluruhan unsur-unsur rupa yang tersusun dalam sebuah struktur atau komposisi yang bermakna.

Karya seni rupa dapat dibagi menjadi dua yaitu:

1.      Karya seni rupa dua dimensi

Karya seni rupa dua dimensi adalah karya seni rupa yang hanya memiliki dimensi panjang dan lebar atau karya yang hanya dapat dilihat dari satu arah pandang saja. Contohnya, seni lukis, seni grafis, seni ilustrasi, relief dan sebagainya.

2.      Karya seni rupa tiga dimensi.

Karya seni rupa tiga dimensi adalah karya seni rupa yang memiliki dimensi panjang, lebar dan tinggi, atau karya yang memiliki volume dan menempati ruang. Contoh : seni patung, seni kriya, seni keramik, seni arsitektur dan berbagai desain produk.

b. Fungsi Seni

Sejak jaman prasejarah, kehidupan manusia tidak dapat dipisahkan dari seni. Nenek moyang kalian membuat lukisan primitif pada dinding-dinding goa tempat tinggalnya, membuat perkakas, perhiasan dari tulang binatang buruan atau menari-nari disekeliling api unggun sambil menyanyi dalam upacara ritual dan sebagainya. Hal itu sebagai usaha mengungkapkan ekspresi yang dirasakan dengan kegiatan tersebut.

Di zaman modern, perkembangan seni semakin tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Seni telah disadari keberadaannya. Sehingga perkembangan manusia dalam menciptakan dan menggunakan seni semakin dapat dirasakan.  Pada perkembangan selanjutnya, manusia telah menciptakan karya seni yang berdaya guna dalam kehidupan mereka

Berdasarkan kegunaannya, karya seni rupa dibedakan menjadi dua yaitu :

1. Aplied Art (seni pakai atau terapan)

Seni Terapan atau seni pakai (applied art) adalah karya seni rupa yang dibuat untuk memenuhi kebutuhan praktis. Contoh seni terapan yaitu:arsitektur, poster, keramik, baju, sepatu, dan lain-lain. Dalam pembuatan seni pakai biasanya faktor kegunaan lebih diutamakan daripada faktor keindahan atau artistiknya. Membuat karya seni terapan tampak lebih sulit dibandingkan karya seni murni. Hal itu mungkin karena membuat karya seni murni terasa lebih bebas dibanding membuat karya seni terapan karena tidak memperhitungkan fungsi.

2. Pure Art (seni murni atau seni indah)

Seni murni adalah karya seni rupa yang dibuat semata-mata untuk memenuhi kebutuhan artistik. Orang mencipta karya seni murni umumnya berfungsi sebagai sarana untuk mengekspresikan cita rasa estetik. Kebebasan berekspresi dalam seni murni sangat diutamakan. Yang tergolong dalam seni murni yaitu: seni lukis, seni patung, seni grafis dan sebagian seni kerajinan.

Berdasarkan fungsinya dalam memenuhi kebutuhan manusia, seni dibagi menjadi beberapa kelompok :

1. Fungsi Individual

Manusia terdiri dari unsur fisik dan psikis. Salah satu unsur psikis adalah emosi. Maka fungsi individual ini dibagi menjadi fungsi fisik dan fungsi emosi.

a. Fisik

Fungsi ini banyak dipenuhi melalui seni pakai yang berhubungan dengan fisik, seperti; busana, perabot, rumah alat transportasi dan sebagainya.

b. Emosional

Fungsi ini dipenuhi melalui seni murni, baik dari senimannya maupun dari pengamat atau konsumennya. Contoh: lukisan, patung, film dan sebagainya.

2. Fungsi Sosial

Fungsi sosial artinya dapat dinikmati dan bermanfaat bagi kepentingan orang banyak dalam waktu relative bersamaan. Fungsi ini dikelompokkan dalam beberapa bidang :

a. Rekreasi / hiburan

Seni dapat digunakan sebagai sarana untuk melepas kejenuhan atau mengurangi kesedihan. Contoh: film, komedi, tempat rekreasi dan sebagainya.

b. Komunikasi

Seni dapat digunakan untuk mengkomunikan sesuatu seperti pesan, kritik, kebijakan, gagasan, dan produk kepada orang banyak. Contoh: iklan, poster, spanduk, dan lain-lain.

c. Edukasi / Pendidikan

Pendidikan juga memanfaatkan seni sebagai sarana penunjangnya, contoh; gambar ilustrasi pada buku pelajaran, poster ilmiah, foto dan sebagainya.

d. Religi / Keagamaan

Karya seni dapat dijadikan ciri atau pesan keagamaan. Contohnya; kaligrafi, arsitektur tempat ibadah, busana keagamaan dan sebagainya.

c. Unsur Seni Rupa

Karya seni rupa 2 dimensi akan menjadi sebuah karya yang baik jika dapat memenuhi 7 (tujuh) unsur seni rupa berikut :

1.      Garis

2.      Bidang

3.      Ruang

4.      Warna

5.      Tekstur

6.      Bentuk

7.      Gelap Terang (cahaya)

GARIS

Garis adalah unsur seni rupa yang paling sederhana tetapi penting dalam penampilan estetik.

Garis selalu dapat diamati secara visual pada tiap benda alam dan pada hasil karya seni rupa. Dalam hal ini dibedakan antara garis alamiah dan garis yang diciptakan (sengaja maupun tidak sengaja).

Contoh:

Garis alamiah :  garis cakrawala di alam yang dapat dilihat sebagai batas antara permukaan laut dan langit.

Garis yang diciptakan :

Pada gambar ilustrasi, garis hitam sengaja dibuat untuk menciptakan bentuk dan sosok (figur). -disengaja.

Garis yang timbul karena diciptakannya dua bidang dengan warna atau barik (tekstur) yang berbeda. -tidak disengaja.

Fungsi garis:

1.      Untuk memberikan representasi atau citra struktur, bentuk dan bidang. Garis ini sering disebut garis blabar (garis kontur) berfungsi sebagai batas/ tepi

2.      Untuk menekankan nilai ekspresi seperti nilai gerak atau dinamika (movement), nilai irama (rhythm) dan nilai arah (direction). Garis ini disebut juga garis grafis.

3.      Untuk memberikan kesan matra (dimensi) dan kesan barik (tekstur). Garis ini sering disebut garis arsir atau garis tekstur. Garis tekstur lebih bisa dihayati dengan jalan meraba.

Sifat garis:

1.      Sifat garis menunjuk adanya beberapa jenis garis, seperti:

2.      Garis lurus vertikal dan horizontal yang dapat mengungkapkan kesan tertentu, seperti tenang, statis atau stabil.

3.      Garis putus yang dapat mengungkapkan kesan gerak dan gelisah.

4.      Garis silang atau diagonal yang dapat mengungkapkan kesan gerak, tegang dan ragu.

5.      Garis lengkung yang dapat mengungkapkan kesan lamban, irama dan santai.

 

BIDANG

Unsur bidang dalam senirupa adalah perkembangan dari penampilan garis, yaitu perpaduan garis-garis dalam kondisi tertentu. Bidang dapat diamati secara visual pada tiap benda alam dan pada hasil karya senirupa. Dalam hal ini dibedakan antara bidang alamiah dan bidang yang dicipta (sengaja maupun tidak sengaja).

Contoh:

Bidang alamiah :  bidang lapangan atau taman, bidang sawah, bidang langit, bidang laut dsb.

Bidang yang dicipta :  Bidang lukisan, bidang segitiga, bidang lingkaran dsb. -sengaja dibuat

Bidang yang timbul karena pembubuhan warna, cahaya atau barik. -tidak disengaja

Fungsi bidang:

1.      Untuk menekankan nilai ekspresi dan nilai gerak (movement), nilai irama (rhythm) dan nilai arah (direction).

2.      Untuk memberikan batas dan bentuk serta ruang seperti yang tampak pada bangunan dan patung.

3.      Untuk memberikan kesan trimatra (3 dimensi) yang ditimbulkan oleh batasan panjang, lebar dan tinggi.

Sifat bidang:

1.      Bidang horizontal dan vertikal yang memberikan kesan tenang, statis, stabil dan gerak.

2.      Bidang bundar yang memberikan kesan kadang-kadang stabil, kadang-kadang gerak.

3.      Bidang segitiga yang memberikan kesan statis maupun dinamais.

4.      Bidang bergelombang (cekung dan cembung) yang memberikan kesan irama dan gerak.

RUANG

Ruang sebenarnya tidak dapat dilihat (khayalan), jadi hanya bisa dihayati. Ruang baru dapat dihayati setelah kehadiran benda atau unsur garis dan bidang dalam kekosongan atau kehampaan. Misalnya ruang yang ada disekeliling benda, ruang yang dibatasi oleh bidang dinding rumah, ruang yang terjadi karena garis pembatas pada kertas.

Ruang dapat dihayati di alam dan pada karya senirupa, karenanya dibedakan antara ruang alamiah dan ruang yang diciptakan (disengaja atau tidak disengaja).

Contoh:

Ruang alamiah:

Ruang yang terdapat di alam yang dibatasi oleh benda-benda alam dan karena pengaruh cahaya seperti pada pemandangan alam.

Ruang yang diciptakan :

-          Ruang interior dan eksterior sebuah bangunan yang dapat memberikan suasana yang dikehendaki, seperti sebuah interior mesdjid atau gereja. -disengaja.

-          Ruang yang timbul karena penempatan berbagai warna, jarak gelap terang, seperti pada sebuah lukisan. -tidak disengaja.

Fungsi ruang:

1.      Untuk memberikan kesan trimatra (3 dimensi), seperti kesan kedalaman, jarak dan plastisitas pada sebuah lukisan alam.

2.      Untuk menekankan nilai ekspresi seperti irama, gerak, kepadatan dan kehampaan, seperti pada karya arsitektur dan seni patung.

3.      Untuk memberikan kesan nilai guna (nilai praktis), seperti ruang pada gelas (rongga gelas), ruang pada lemari dsb.

Sifat ruang:

1.      Ruang terbuka atau ruang tak terbatas, yaitu ruang berada di luar/ di sekeliling benda, seperti ruang eksterior bangunan yang dapat memberikan kesan keabadian/ kelanggengan.

2.      Ruang tertutup atau ruang terbatas, yaitu ruang berada dalam batasan benda, seperti ruang interior bangunan atau ruang patung.

3.      Ruang perlambangan, yaitu ruang yang memberikan arti perlambangan kehadiran ruang, seperti pada pernyataan ruang alam kecil (microcosmos) dan ruang alam besar (macrocosmos).

4.      Ruang gelap terang, yaitu ruang yang timbul karena pengaruh cahaya atau karena pembubuhan warna, seperti pada lukisan.

 

WARNA

Beberapa istilah yang perlu diketahui dalam teori warna diantaranya;

1) Warna Primer, yakni warna dasar atau warna pokok yang tidak dapat diperoleh dari campuran warna lain. Warna primer terdiri dari merah, kuning, dan biru,

2). Warna Sekunder, yaitu warna yang diperoleh dari campuran kedua warna primer, misalnya warna ungu, oranye (jingga) , dan hijau,

3). Warna Tersier, yakni warna yang merupakan hasil percampuran kedua warna sekunder,

4). Warna analogus, yaitu deretan warna yang letaknya berdampingan dalam lingkaran warna, misalnya deretan dari warna ungu menuju warna merah, deretan warna hijau menuju warna kuning, dan lain-lain,

5). Warna komplementer, yakni warna kontras yang letaknya berseberangan dalam lingkaran warna, misalnya, kuning dengan ungu, merah dengan hijau, dan lain-lain.

TEKSTUR

Tekstur adalah unsur senirupa yang memberikan watak/karakter pada permukaan bidang yang dapat dilihat dan diraba.

Tekstur yang dapat dilihat atau diraba pada permukaan bidang dibedakan antara tekstur alamiah dan tekstur buatan.

Tekstur alamiah ialah watak bidang yang tercipta oleh alam, seperti urat kayu atau batu.

Tekstur buatan atau tiruan ialah watak bidang yang dibuat (disebut juga tekstur simulasi), membuat watak kayu pada bidang memberi kesan tekstur dengan cara tehnik gambar tertentu.

Fungsi tekstur :  untuk memberikan watak tertentu pada bidang permukaan yang dapat menimbulkan nilai estetik. Misalnya tekstur dari urat-urat kayu ditonjolkan pada permukaan bidang patung sesuai dengan bentuk patung.

BENTUK

Kata bentuk dalam seni rupa diartikan sebagai wujud yang terdapat di alam dan yang tampak nyata.  Sebagai unsur seni, bentuk hadir sebagai manifestasi fisik dari obyek yang dijiwai yang disebut juga sebagai sosok (dalam bahasa Inggris disebut form). Misalnya membuat bentuk manusia, binatang dsb.

Ada juga bentuk yang hadir karena tidak dijiwai atau secara kebetulan (dalam bahasa Inggris disebut shape) yang dipakai juga dengan kata wujud atau raga.

Fungsi bentuk:

Pada karya senirupa, bentuk diciptakan sesuai dengan kebutuhan praktis, seperti membuat bentuk kursi untuk diduduki. Dalam hal ini bentuk yang dicipta sesuai dengan nilai kegunaannya (functional form).

Bentuk dicipta sebagai ungkapan (bentuk ekspresi), seperti pada lukisan dan patung.

Jenis / sifat bentuk:

1.      Bentuk organik, yaitu bentuk pada karya senirupa yang mengingatkan pada bentuk mahluk hidup, seperti manusia, binatang dan tumbuh-tumbuhan.

2.      Bentuk dwi-matra, yaitu bentuk pada karya senirupa yang terbatas pada bidang, bentuk yang mempunyai ukuran panjang dan lebar, seperti bentuk pada gambar dan lukisan.

3.      Bentuk tri-matra, yaitu bentuk pada karya senirupa yang memiliki ukuran panjang, lebar dan tinggi, seperti bentuk patung dan bangunan

4.      Bentuk diam dan bergerak (statis dan kinetis) seperti pada patung, mobil dsb.

5.      Bentuk berirama (ritmis) seperti pada bangunan, patung dsb.

6.      Bentuk agung dan abadi (monumental) seperti pada bangunan dan patung.

GELAP TERANG

Cahaya yang dapat memberikan pengaruh pada nilai keindahan karya seni meliputi:

Cahaya alamiah, yaitu cahaya sebagai unsur alam, seperti sinar matahari atau bulan, cahaya petir atau cahaya apai.

Cahaya buatan manusia, seperti cahaya lampu, baterai dan sebagainya.

Pada karya senirupa, cahaya sengaja dihadirkan untuk kepentingan nilai estetis, artinya untuk memperjelas kehadiran unsur-unsur senirupa lainnya. Peralihan dari gelap dan terang adalah upaya untuk mempertegas volume suatu bentuk.

Fungsi gelap terang (value)

1.      Unsur gelap terang (cahaya) pada karya senirupa memberikan nilai ekspresi, misalnya untuk menampilkan kesan dramatis pada lukisan, seperti pada tema peperangan dengan ungkapan gelap terang.

2.      Unsur gelap terang (cahaya) pada karya senirupa memberikan nilai emosi, misalnya cahaya yang membus jendela kaca patri yang menimbulkan suasana khidmat pada interior mesjid atau gereja.

3.      Unsur gelap terang (cahaya) pada karya senirupa memberikan kesan trimatra atau plastis pada benda yang diterpa oleh cahaya seperti pada bangunan dan benda. Dalam hal ini gelap terang (cahaya) dapat memperkuat sifat benda trimatra.

Ragam Seni Rupa Daerah

 

I. CORAK SENI RUPA NUSANTARA

Bagi kalian yang suka bepergian ke lain kota atau mengunjungi daerah lain, tentu melihat banyak sekali bentuk karya seni yang menjadi ciri khas daerah.  Biasanya benda-benda tersebut dijual sebagai souvenir atau kenang-kenangan bahwa kita pernah mengunjungi tempat itu.  Jika diamati mungkin beberapa karya seni daerah yang kamu lihat mempunyai fungsi yang sama, tetapi coba perhatikan bentuk dan corak ragam yang menghiasinya, tidak ada yang sama setiap daerah.

Pada materi sebelumnya, kalian telah mempelajari bahwa keragaman sosial budaya, alam lingkungan dan masyarakat memunculkan bentuk ungkapan seni yang beranekaragam.  Inilah yang disebut dengan seni rupa daerah, yaitu karya seni rupa yang diciptakan oleh sekelompok masya-rakat di daerah-daerah Nusantara.

Dalam perkembangannya, karya seni rupa daerah ini dapat dikelompokkan ber-dasarkan gaya dan bentuk penyajiannya yaitu :

a. Corak Tradisional

Bentuk karya seni yang bercorak tradisional biasanya selalu menggunakan bentuk-bentuk gambar atau patung dengan motif yang sama.  Karena hanya terdapat pada daerah tertentu dan berbeda dengan daerah lainnya maka hal ini  menjadikan suatu ciri khas ragam hias daerah. Corak ragam hias tradisional daerah ini dapat kalian jumpai sebagai hiasan  (ornamen) benda-benda kerajinan tangan seperti keramik, anyaman, pigura, hiasan rumah, meubel ukir dan lain-lain.

Kehidupan di pedalaman seperti gunung dan hutan memberi pilihan obyek ragam hias yang sering dijumpai seperti buah-buahan, bunga, gunung dan hewan ternak.  Sedangkan bagi masyarakat pesisir pantai akan memilih obyek dan tema ragam hiasnya  dari bentuk-bentuk seperti ikan, ombak, perahu, karang dan sebagainya.

Dengan demikian, meskipun tema dan obyek yang dipilih sama yaitu hewan, tumbuhan dan manusia, masing-masing daerah mempunyai gaya dan bentuk yang berbeda.  Hal ini tergantung pada krea-tifitas masyarakat daerah tersebut.  Misalnya bentuk gambar manusia pada ragam hias Jawa Tengah berbeda dengan bentuk manusia pada ragam hias Irian atau bentuk burung pada ragam hias di Bali berbeda dengan bentuk burung pada ragam hias di Sumatera dan sebagainya.

b. Corak Modern

Perkembangan jaman membawa akibat perubahan pada alam lingkungan dan kehidupan sosial suatu masyarakat.  Termasuk didalamnya perkembangan pada teknik, gagasan maupun gaya penyajian karya seni suatu daerah.  Jenis karya seni maupun pola ragam seni rupa tradisional sedikit demi sedikit berubah, berkembang baik sebagian maupun keseluruhan bentuknya.

Corak modern dikelompokkan menjadi 3 yaitu :

a. Karya Representatif

Yaitu karya seni rupa yang mengambil obyek alam nyata seperti apa adanya.

b. Karya Dekoratif

Karya seni rupa dengan obyek yang bentuk dan bidangnya sudah mengalami perubahan bentuknya seperti disederhanakan atau digayakan.

c. Karya Abstrak

Disebut juga non representatif karena obyeknya tidak mengambil dari bentuk nyata (khayalan).

Corak tradisional maupun corak modern pada ragam seni rupa nusantara tidak diterapkan pada karya 2 dimensi saja tetapi juga pada karya-karya seni rupa 3 dimensi.  Contohnya pada lukisan, ragam hias batik, keramik, anyaman, kriya dan patung.  Baik pada karya seni rupa murni (pure art) maupun pada karya seni rupa terapan (aplied art).

Menggambar Bentuk

Pada dasarnya menggambar bentuk adalah kegiatan merekam obyek di atas sebidang datar (dua dimensi)  melalui media secara tepat dan mirip sesuai obyeknya dengan memperhatikan bentuk, warna, perspektif, proporsi, komposisi dan bayang-bayang.

Jadi apabila kalian melakukan pengamatan (melihat) benda-benda yang ada disekitar kalian kemudian menggambar atau memindahkan bentuk benda tersebut ke atas bidang datar (kertas) sesuai dengan bentuk, warna, garis maupun sifatnya, maka sudah dapat dikatakan kalian membuat gambar bentuk.

Pada perkembangannya, istilah gambar bentuk hanya ditujukan untuk obyek-obyek dari benda mati yang dikenal dengan still life, sedangkan untuk gambar bentuk dengan obyek manusia dikenal dengan istilah menggambar model.  Menggambar bentuk tidak sama dengan menggambar ekspresi atau menggambar illustrasi karena :

F Menggambar bentuk harus menggunakan obyek yang dilihat secara langsung, tidak boleh hasil imajinasi.

F Menggambar bentuk harus teliti dalam mengamati sehingga gambarnya sesuai seperti apa yang kita lihat ketika menggambar.

F Dalam menggambar bentuk harus membedakan bagian benda yang terkena sinar dan yang tidak (bayangan benda).

I. OBYEK GAMBAR BENTUK

Obyek yang digunakan dalam menggambar bentuk bermacam-macam, namun dapat dikelompokkan menjadi beberapa bentuk dasar, yaitu :

a.       Bentuk Geometris, yaitu obyek-obyek yang mempunyai bentuk beraturan.

  • Bentuk Kubistik

Obyek yang mempunyai bentuk dasar piramida, kubus, balok, prisma dan limas.  Contohnya almari, kulkas, meja, kursi, buku, bangunan rumah, televisi, koper dan sebagainya.

  • Bentuk Silindris

Obyek yang mempunyai bentuk dasar tabung, kerucut.  Contohnya kipas listrik, botol, kendi, topi, pensil, panci, ember dan sebagainya.

  • Bentuk Bola

Obyek yang mempunyai bentuk dasar bola.  Contohnya bola lampu, buah kelapa, buah jeruk dan sebagainya.

b.      Bentuk Non Geometris, yaitu obyek-obyek yang bentuknya tidak beraturan (bukan kubistik, silindris dan bola).  Contohnya sebongkah batu, air, api, sayur-sayuran dan sebagainya.

II. MEDIA MENGGGAMBAR BENTUK

Yang dimaksud dengan media disini adalah bahan dan alat-alat menggambar yang diperlukan dalam menggambar bentuk.

a.       Bahan yang digunakan :

1)      Bidang gambar dapat menggunakan kertas gambar, karton, papan tulis atau benda-benda lainnya yang mempunyai bidang datar.

2)      Pewarna yang biasa digunakan antara lain pastell, crayon, cat air, cat minyak,  pensil konte dan sebagainya

b.      Alat yang digunakan :

Pada dasarnya semua jenis alat gambar dapat kalian gunakan untuk menggambar bentuk diantaranya, pensil, kuas, pena gambar, palet dan tempat air.

III. PRINSIP GAMBAR BENTUK

Untuk dapat membuat gambar bentuk yang baik, kalian harus memperhatikan beberapa prinsip seni rupa (desain).  Karena hal ini bertujuan agar gambar yang kalian buat sesuai dan mirip dengan bentuk aslinya.  Prinsip seni rupa yang dimaksud adalah perspektif, komposisi, proporsi dan bayang-bayang.

a. Perspektif

Dengan menerapkan prinsip perspektif maka gambar yang dibuat akan memunculkan kesan keruangan (kedalaman) dan obyek yang digambar sesuai dengan apa yang terlihat.  Hal ini seperti pengertian perspektif yaitu menggambar sesuai pandangan mata (prospectiva dalam bahasa Italia berarti pandangan).

Dengan demikian gambar yang dibuat harus sesuai dengan yang kalian lihat, benda yang dekat digambar lebih besar dibandingkan benda yang letaknya jauh atau benda yang jauh warnanya lebih pudar dibandingkan dengan benda yang dekat letaknya.  Hal ini sudah dirumuskan dalam

HUKUM PERSPEKTIF :

1.      Letak Garis horison pada bidang gambar menunjukkan letak benda terhadap tinggi mata orang yang menggambar.

2.      Titik-titik  Hilang selalu terletak pada garis Horison

3.      Semua garis yang sejajar dengan tanah digambar sejajar dengan garis horison

4.      Semua garis sejajar yang mengarah ke garis horison akan bertemu di satu titik pada garis horison.

5.      Semua garis yang tegak lurus dengan tanah tetap digambar tegak lurus dengan garis horison.

6.      Warna benda makin jauh makin pucat (pudar)

7.      Bidang bulat akan terlihat atau digambar menjadi bentuk elips.

Istilah-istilah dalam gambar perspektif antara lain :

Garis Horison (GH) , yaitu garis maya batas antara bidang langit dan tanah. Disebut juga cakrawala yang menjadi ukuran tinggi mata penggambar pada bidang gambar.

Titik Hilang (TH), yaitu titik pertemuan semua garis atau bidang yang mengarah dan menghilang pada garis horison.  Semua titik atau benda yang semakin jauh dari pandangan akan menghilang pada titik hilang ini.

SEMESTER 2

MODUL SENI BUDAYA KELAS VII/SMT 2

Standar kompetensi    : mengapresiasi Karya Seni

Kompetensi dasar        :Mengidentifikasi jenis karya seni rupa terapan daerah

Indikator                        :  Menyebutkan jenis karya seni rupa daerah

Menyebutkan unsur dan teknik berkarya seni rupa daerah

Menyebutkan 5 tingkatan apresiasi seni rupa daerah

Menyebutkan 5 kriteria seni rupa yang baik

Menyebutkan keunikan karya seni rupa

Membuat ulasan apresiasi seni rupa daerah.

Pertemuan I

Jenis karya seni rupa terapan daerah

Seni rupa terapan daerah adalah karya seni rupa yang bercorak sesuai etnik daerah tertentu yang selain

Mempunyai nilai keindahan juga memiliki nilai guna.

Jenis karya seni rupa daerah

  1. Seni Patung

Seni patung adalah karya seni 3 dimensi yang meniru bentuk alam dibuat dengan teknik pahat dan teknik membentuk sesuai dengan bahan yang di gunakan.

Karya patung yang terkenal adalah TAU TAU dari toraja,disebut tau-tau karena patung yang di buat menyerupai orang yang meninggal,di buat untuk acara pesta orang mati(ma’pasonglo’.

Unsur dan teknik Pembuatannya adalah bahan dari kayu dan menggunakan teknik pahat.

  1. Seni ukir

Seni Ukir adalah menggambar pada permukaan kayu dengan menggunakan pahat ukir atau pisau ukir.Passura’ adalah nama ukiran toraja yang terkenal.terdiri dari berbagai macam ukiran dan semuanya mempunyai nilai filosofi dan makna tersendiri sesuai bentuk ukirannya.

Banyak di gunakan sebagai dinding rumah adat dan lumbung padi.

  1. Seni anyam

Bahan yang di gunakan untuk menganyam  misalnya rotan,mendong,bambu,lontar pandan,rafia,benang,serat rosella,lidi.hasil karya anyam antara lain : tikar,topi,keranjang,tas,La’ka’,

  1. Tenun

Jenis kerajinan ini sangat terkenal di daerah Sa’dan, Rongkong Mamasa dan Simbuang (Toraja Barat), bahan dasar untuk tenunan ini adalah kain yang ditenun dari benang kapas yang dipintal secara tradisional. Bahan pewarna yang asli terbuat dari tanah berwarna dari kulit pelepah (pa’pak), biji serta dedaunan jenis tanaman tradisional tertentu. Warna yang banyak ditampilkan adalah warna merah, kuning, hitam, hijau dan biru di samping warna putih.

Pada mulanya corak tenunan ini hanya berupa garis-garis lurus berwarna selang-seling, namun dewasa ini sudah banyak yang diberi motif rumah Toraja, dan lain-lain motif ragam hias yang membuatnya semakin menarik.

Perkembangan ini tidak terlepas dari kemampuan para pengrajin tenunan menggunakan jenis benang yang lebih modern tetapi tetap ditenun dengan ciri khas Toraja yaitu dengan alat tenun bukan mesin (alat tradisional).

Pada akhir-akhir ini tenunan Toraja telah banyak digunakan sebagai pakaian adat Toraja baik oleh kaum wanita maupun pria termasuk menjadi bahan jas dan busana pengantin. Busana sejenis ini banyak kita jumpai pada acara Rambu Tuka’ ataupun pada acara Festival Budaya Sulawesi Selatan atau Festival Budaya Toraja.

  1. Kerajinan Merangkai Manik-manik

Keterampilan merangkai manik-manik seperti keterampilan menenun jumlahnya sangat terbatas. Keberadaan pengrajin yang juga harus memiliki kemampuan seni tinggi ini, sangat menolong tersedianya asesoris pakaian adat serta bahan dekorasi untuk tempat-tempat berlangsungnya upacara baik Rambu Tuka’ maupun pada Rambu Solo’. Contoh hiasan pada kandaore dll

  1. Desain

Desain adalah karya bangunan dan dekorasi.misalnya seni bangunan rumah adat toraja,candi dan desain dekorasi untuk acara rambu tuka’ atau rambu solo’

EVALUASI

1.Tuliskan 6 jenis karya seni rupa terapan daerah

2.Tuliskan masing-masing 1 contoh karya seni rupa toraja dari 6 jenis seni rupa terapan tersebut.

3.Jelaskan arti seni patung dan desain.

4.Tuliskan alat dan bahan tenunan toraja

 

 

 

 

PERTEMUAN II

Menyebutkan Tingkatan Apresiasi dan Kriteria karya seni rupa dan seni rupa terapan.

Apresisai adalah kemampuan seseorang untuk mengenali,atau memahami suatu nilai  yang  terkandung dalam suatu karya seni sehingga dapat memberi panghargaan atau penilaian.

Tingkatan apresiasi meliputi :

2.Penikmatan

Seorang penikmat dapat merasakan senang dan puas serta mendapatkan pengalaman saat mengamati suatu karya seni.

1.Pemahaman

Pemahaman merupakan tindakan menganalisis dan menyimpulkan pendapat setelah mengamati suatu karya seni.

  1. Penghargaan

Penghargaan adalah sikap seseorang dalam menanggapi dan memahami isi  pesan pada karya yang di amati sehingga mampu memberi penilaian.

3.Penghayatan

Penghayatan merupakan tindakan meyakini dn menghayati hakikat sebuah karya.

  1. Implikasi

Implikasi adalah mendayagunakan hasil penilaian sehingga mampu melahirkan ide-ide baru.

KRITERIA KARYA SENI RUPA MURNI

Kriteria yang dinilai dalam mengapresiasi karya seni rupa adalah :

  1. IDE/Gagasan

Kekaguman terhadap sesuatu/keindahan alam dapat membangkitkan Ide atau gagasan yang di tuangkan dalam bentuk karya.karya seni yang lahir dari ide Atau gagasan aadalah karya yang berbobot.

  1. Kreativitas

Kreativitas adalah kemampuan menciptakan karya  yang belum pernah ada,yang mempunyai arti dan nilai baru.

  1. Komposisi

Komposisi adalah penataan unsur-unsur seni rupa sehingga menjadi suatu dsain yang matang,memiliki susunan nilai seni yang tinggi.

  1. Gaya perseorangan

Gaya perseorangan merupakan Pemilihan,pengolahan bahan dan teknik berkarya merupakan cerminan cita dan visi atau pandangan pribadi seseorang.

  1. Teknik dan wujud.

Teknik adalah cara seseorang mewujudkan ide menjadi suatu karya yang menarik.

KRITERIA KARYA SENI RUPA TERAPAN

Karya seni rupa terapan kriterianya ditambah 3 yaitu

  1. Keamanan

Karya yang dibuat harus nyaman dan aman pada saat di pakai.tidak menimbulkan gangguan,atau kecelakaan

  1. Kenyamanan

Karya harus memiliki nilai praktis,keserasian dengan pemakainya sehingga  enak/nyaman di gunakan

  1. Keluwesan

Bentuk dan wujudnya luwes,memberi kemudahan pemakainya.

EVALUASI

1.Apakah yang dimaksud apresiasi ?

2.Tuliskan 5 tingkatan apresiasi

3.tulkiskan kriteria karya seni rupa dan kriteria karya seni terapan

 

PERTEMUAN III

KEUNIKAN KARYA SENI RUPA

Keunikan karya seni rupa artinya karya seni yang dibuat tiada tandingannya,suatu karya yang khas,spesifik dan istimewa.

Tahapan mengapresiasi Keunikan karya seni rupa

  1. Keunikan ragam objek,tema dan makna,arti lambang atau isi karya berdasarkan proses mewujudkan ide dan atau gagasan seniman
  2. Keunikan ragam teknik dan bahan dalam mewujudkan ide/gagasan menjadi bentuk karya.

Apresiasi keunikan gagasan dan teknik berkarya seni rupa daerah dilakuakan dengan membuat ulasan apresiasi tentang karyua seni yang di amati.

Langkah membuat ulasan apresiasi adalah :

  1. Judul Karya yang di amati
  2. Jenis karya
  3. Bentuk Objek
  4. Teknik pembuatan
  5. Fungsi karya
  6. Tema karya
  7. Makna karya

EVALUASI

1.Apakah yang dimaksud keunikan karya seni rupa ?

2.Tuliskan perbedaan keunikan ragam objek dengan keunikan ragam teknik berkarya

3.Tuliskan Langkah membuat ulasan apresiasi

4.Buatlah ualasan apresiasi tentang ukiran pa’tedong

 

 

 

 

Pertemuan IV

TUGAS

MEMBUAT ULASAN APRESIASI

BUATLAH ULASAN APRESIASI SESUAI KARYA BERIKUT BERDASARKAN LANGKAH MEMBUAT

APRESIASI

 

 

 

 

 

 

 

 

 

STANDAR KOMPETENSI   :  Mengekspresikan diri melalui karya seni rupa

Kompetensi dasar             : -Menggambar bentuk,dan seni grafika

-Membuat karya seni kriya dengan teknik dan corak daerah setempat

-Menyiapkan karya seni buatan sendiri untuk pameran kelas.

14  kali pertemuan.

PERTEMUAN I

Membuat  karya gambar bentuk bebas

MENGGAMBAR BENTUK BEBAS

Menggambar bentuk adalah menyatakan kembali hasil pengatan terhadap suatu benda kebidang gambar.dengan kata lain menggambar bentuk adalah meniru bentuk suatu objek dalam bentuk goresan atau gambar.

Ada dua jenis gambar bentuk bebas yaitu :

  1. Bentuk diluar kubistik dan slindris
  2. Penggabungan bentuk kubistik dan slindris

Langkah  menggambar bentuk bebas antara lain :

1.Sketsa

Teknik menggambar dengan garis garis tipis sebagai gambar awal dari objek yang di amati

2.Arsiran

Menarik garis-garis kecil sejajar  pada badan gambar objek untuk mendapatkan efek  gelap terang agar gambar terlihat 3 dimensi.

3.Bayang-bayang

Suatu benda yang terkena sinar akan menimbulkan bayang-bayang.Jenis bayang-bayang  yang timbul adalah Bayang-bayang badan  yaitu bagian gelap pada benda karena tidak terkena sinar.Bayang-bayang Langkah adalah bayangan banda yang jatuh pada bidang atau benda lain.

TUGAS

Praktikkan membuat sketsa

 

PERTEMUAN II

PRAKTIK

Menerapkan teknik arsir pada gambar sketsa yang di buat

PERTEMUAN III

PRAKTIK

Menerapkan bayang-bayang badan dan bayang-bayang langkan pada gamba bentuk bebas.

PERTEMUAN  IV

Mendeskripsikan konsep grafik sebagai benda hias/benda pakai

Seni grafis adalah seni cetak mencetak dengan 3 teknik cetak yaitu :

1.cetak mekanik ditekan atau di cap.

Terdiri dari cetak tinggi,dan cetak dalam

2.Cetak kimiawi

Yaitu mencetak dengan menggunakan zat kimia dan cahaya serta tinta atau warna.

Misalnya cetak sablon

3.C etak listrik

Teknik mencetak dengan menggunakan mesin dan listrik misalnya foto copy,cetak print.

Berkarya seni garfik cetak tinggi

Langkah mencetak tinggi:

1.Menyiapkan klise

2.Mewarnai klise

3.Mencetak.

TUGAS

Buatlah klise dari bahan alami

 

 

PERTEMUAN  V

TUGAS

Lakukan cetak tinggi dengan terlebih dahulu mewarnai klise.

PERTEMUAN   VI

HANDICRAFT  adalah seni kerajinan tangan.hasil karya seni kriya dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari,hasil karya kriya dibedakan menjadi benda pakai dan benda hias.

Jenis seni kriya adalah :

1.Kerajinan kulit

2.Kerajinan logam

3.Kerajinan kayu

4.Kerajinan anyaman

5.Kerajian Tenun

6.Kerajianan tanah liat(keramik)

Berkarya seni kriya benda pakai

TUGAS

1.membuat rancangan atau desain benda pakai dengan teknik ukir

PERTEMUAN VII

TUGAS

Menyiapkan alat dan bahan berkarya benda pakai

Membuat benda pakai sesuai bahan yang disiapkan

PERTEMUAN VIII

Melakuakan finising karya benda pakai

PERTEMUAN  IX

TUGAS

Membuat rancangan benda hias dengan teknik ukir

Menyiapakan alat dan bahan berkarya Benda hias

PERTEMUAN  X

Menyelesaiakan karya benda pakai.

PERTEMUAN  XI

Menyiapkan karya sendiri untuk pameran kelas

Pameran adalah kegiatan memperlihatkan karya seni kepada orang banyak untuk  mendapatkan penilaian dan penghargaan.

seni tidak hanya terbatas pada proses penciptaan karya seni, tetapi bisa merembet ke aktivitas seni lainnya, dan salah satu dari aktivitas lain itu adalah melakukan kegiatan pameran karya seni rupa.

Rekan sekalian, berikut ini sedikit uraian mengenai pelaksanaan pameran seni rupa di sekolah

1. Kegunaan Pameran Seni Rupa di Kelas atau di Sekolah

Pameran merupakan suatu kegiatan yang sangat penting dalam bidang kesenirupaan, karena kegiatan pameran baik sekali kegunaannya baik bagi siswa, seniman, pengamat seni rupa, maupun bagi perkembangan seni rupa pada umumnya.

Melalui pameran, seorang siswa bisa memperkenalkan karya-karyanya kepada masyarakat baik dilingkungan sekolah ataupun masyarakat umum untuk dilihat, dinilai, dikagumi, atau dikritik.

2. Jenis-Jenis Pameran

Pameran karya seni rupa berdasarkan pada ragam jenis karya yang ditampilkan, dibedakan menjadi dua, yaitu pameran homogen dan pameran heterogen. Pameran homogen, artinya pameran yang hanya menampilkan satu karya seni rupa saja, misalnya pameran lukisan, pameran patung, pameran keramik dan lain sebagainya.

Pameran heterogen, artinya pameran yang sekaligus menampilkan berbagai jenis karya seni rupa, misalnya pameran seni kriya, pameran lukisan, pameran patung, pameran keramik dan karya seni rupa lainnya dilakukan dalam satu ruang pameran dan dilakukan dalam waktu bersamaan.

Pameran seni rupa yang diselenggarakan dalam kaitannya dengan pendidikan seni rupa di sekolah, biasanya merupakan pameran heterogen, karena menampilkan jenis karya seni rupa yang beragam mulai dari lukisan, patung, ukiran, keramik, karya kerajinan, dan karya seni rupa lainnya.

Pameran berdasarkan pada jumlah seniman yang tampil, pameran dapat dibedakan ke dalam :

a.Pameran perorangan atau pameran tunggal

b.Pameran kelompok, baik kelompok seniman dalam satu sanggar atau satu almamater, kelompok seniman dalam satu aliran dan kelompok lainnya.

3. Manfaat pameran seni rupa di lingkungan sekolah

a)      Meningkatkan kemampuan berkarya

Dengan adanya pameran, karya-karya para siswa akan dilihat oleh masyarakat sehingga para siswa dituntut untuk menghasilkan karyanya yang terbaik. Di sini akan terjadi persaingan yang sehat dan terarah, dan hal ini menjadi pendorong bagi siswa untuk meningkatkan kemampuannya dalam berkarya.

b)      Dapat melakukan penilaian / evaluasi

Pameran merupakan kesempatan bagi guru untuk melihat sejauh mana kemajuan yang dicapai oleh siswanya. Pameran dapat dikatakan menjadi sarana untuk melakukan penilaian atau evaluasi terhadap kemajuan dan perkembangan yang terjadi pada diri siswa. Sehingga penilaian atau evaluasi ini dapat dimasukan dalam perhitungan nilai rapor.

Penilaian juga dilakukan oleh pihak luar sekolah seperti orang tua siswa atau masyarakat umum yang mengunjungi pameran tersebut. Dari kesanpesan yang mereka sampaikan tentunya dapat memberi gambaran sampai sejauh mana keberhasilan pendidikan seni rupa di sekolah tersebut.

c)      Sebagai sarana apresiasi dan hiburan

Di samping sebagai sarana untuk melakukan penilaian atau evaluasi, kegiatan pameran dapat dijadikan sebagai sarana apresiasi. Apresiasi di sini dapat diartikan sebagai penikmatan, pengamatan, penghargaan, atau bisa juga penilaian terhadap karya-karya yang ditampilkan.

Penilaian yang dimaksud bukan menilai dengan angka, melainkan suatu proses pencarian nilai-nilai seni, pemahaman isi dan pesan dari karya seni, dan melakukan juga perbandingan-perbandingan terhadap karya seni sehingga nantinya akan didapat sebuah penilaian yang utuh dan komprehensif.

Dalam arti yang luas, kegiatan pameran dapat juga diartikan sebagai sarana untuk mendapatkan hiburan. Di sini masyarakat dapat merasakan kesenangan atau empati, merasakan suka duka seperti layaknya menonton film atau menyaksikan pertunjukkan musik dan seni lainnya.

d)      Melatih siswa untuk bermasyarakat

Melaksanakan kegiatan pameran bukanlah kerja perorangan, melainkan kerja kelompok yang melibatkan banyak orang. Jadi, dengan mengadakan pameran seni rupa di sekolah, mendidik para siswa untuk bermasyarakat. Di sini para siswa dapat bekerja sama satu sama lain, melatih untuk menghargai pendapat orang lain, dan dapat pula memberi pendpat terhadap tim kerjanya.

4. Langkah-langkah Penyelenggaraan Pameran Seni Rupa di

Kelas atau di Sekolah

Untuk dapat menyelenggarakan pameran karya seni rupa di lingkungan sekolah, ada beberapa hal yang harus dikerjakan, yaitu :

a. Mengumpulkan karya yang akan dipamerkan

b. Membentuk kepanitiaan pameran

c. Menyusun proposal pameran

d. Menyiapkan publikasi dan dokumentasi pameran

e. Menyiapkan ruang atau tempat dan perlengkapan pameran

f. Menata karya-karya yang akan dipamerkan

A.Mengumpulkan karya

Sebelum pelaksanaan Pameran terlebih dahulu membuat karya sendiri untuk di kumpukan agar dapat di seleksi untuk memilih karya yang layak di pamerkan

B.membentuk panitia

Untuk mempermudah pelaksanaan pameran perlu dibentuk panitia yang bertanggungjawab terhadap penyelenggaraan pameran.Panitia melibatkan siswa dibawah bimbingan guru mata pelajaran dan pembina osis.kepala sekolah sebagai Pelindung.

C.Proposal adalah rencana kegiatan pameran yang dibuat secara tertulis. Proposal dibuat agar pihak lain, baik perorangan/individu maupun lembaga dapat memperoleh informasi secara mendalam mengenai detail kegiatan yang akan dilaksanakan, sehingga pada akhirnya dapat terjadi suatu kesamaan pandangan.

 

 

Contoh proposal :

  1. LATAR BELAKANG

Kreasi dan apresiasi seni rupa di kalangan siswa sudah sepantasnya menjadi perhatian serius, sebagai bagian pembentukan generasi muda seutuhnya. Kreatifitas dan apresiasi tersebut akan mendekatkan siswa pada budaya dan tradisi bangsanya sendiri, sehingga diharapkan ke depan generasi muda tidak merasa terasing dari akar budayanya. Pameran karya seni rupa merupakan puncak rangkaian proses kreatif, dimana hasil kreasi siswa akan berhadapan langsung dengan apresian / penonton. Melalui moment pameran ini diharapkan dapat terjadi proses apresiasi yang sehat dan tukar pikiran yang konstruktif dan bermakna.

 

  1. NAMA KEGIATAN

Kegiatan ini bernama :

“PAMERAN KARYA SENI LUKIS DAN GAMBAR SISWA KELAS IX …”

 

  1. LANDASAN KEGIATAN
  • Visi dan Misi SMP Negeri 5 Sekayu
  • Program pembelajaran Mata Pelajaran Seni Rupa.

 

  1. TUJUAN KEGIATAN
    1. Memberikan wadah bagi siswa untuk mengekspresikan diri.
    2. Meningkatkan apresiasi siswa terhadap karya seni rupa
    3. Memberikan motivasi siswa dalam berkreasi.

 

  1. MATERI

Karya Seni Lukis dan Gambar

 

  1. WAKTU DAN TEMPAT
    1. Waktu             :           …………………………………
    2. Tempat           :           …………………………………

 

  1. SUSUNAN PANITIA
    1. Pelindung                             :           Kepala Sekolah
    2. Pembina/Penanggung Jawab      :           Guru Mata Pelajaran Seni Rupa
    3. Ketua                                     :           …………………………………
    4. Wakil Ketua                          :           …………………………………
    5. Sekretaris                              :           …………………………………
    6. Bendahara                            :           …………………………………
    7. Seksi-seksi                            :
  • Seksi seleksi karya        :           Guru Mata Pelajaran Seni Rupa
  • Seksi display karya        :           1 ………………………………………….

2 ………………………………………….

3 ………………………………………….

  • Seksi dokumentasi        :           1 ………………………………………….

2 ………………………………………….

3 ………………………………………….

  • Seksi publikasi               :           1 ………………………………………….

2 ………………………………………….

3 ………………………………………….

  • Seksi Perlengkapan      :           1 ………………………………………….

2 ………………………………………….

3 ………………………………………….

  • Seksi keamanan                        :           1 ………………………………………….

2 ………………………………………….

3 ………………………………………….

  • Seksi acara pembukaan          :           1 ………………………………………….

2 ………………………………………….

  1. SUSUNAN ACARA PEMBUKAAN
No Acara Pelaksana Waktu
1 Pembukaan acara Protokol / MC
2 Sambutan-sambutan
  • Ketua Panitia
  • Guru Pembimbing
  • Kepsek / Wali Kls.
3 Peresmian Pameran Kepsek / Wali Kelas
4 Penutup Protokol / MC
5 Peninjauan Pameran Seluruh Hadirin

 

  1. RENCANA ANGGARAN
    1. Pengeluaran
  1. ……………………………………………………………  Rp. …………………………
  2. ……………………………………………………………  Rp. …………………………
  3. ……………………………………………………………  Rp. …………………………
  4. ……………………………………………………………  Rp. …………………………
  5. ……………………………………………………………  Rp. …………………………
  6. ……………………………………………………………  Rp. …………………………
  7. ……………………………………………………………  Rp. …………………………

Jumlah               Rp. …………………………

 

    1. Sumber Dana
  1. ……………………………………………………………  Rp. …………………………
  2. ……………………………………………………………  Rp. …………………………
  3. ……………………………………………………………  Rp. …………………………

Jumlah               Rp. …………………………

 

  1. PENUTUP

Demikian proposal pameran karya seni lukis dan gambar siswa kelas IX …  SMP Negeri 5 Sekayu ini. Kami berharap kegiatan ini dapat terlaksana sebagai mana mestinya. Oleh karena itu partisipasi semua pihak sangat kami harapkan.

Ketua,

……………………………………….

Sekayu,         April 2009Sekretaris,

………………………………………….

 

 

 

Menyetujui :

 

Kepala SMPN 5 Sekayu,

 

Guru Mata Pelajaran Seni Rupa,

 

 

D.Menyiapkan Publikasi dan dokumentasi

Publikasi berfungsi untuk menyampaikan informasi ke pada masyarakat tentang rencana pelaksanaan pameran.bisa berupa Poster,undangan dan spanduk.sedangakan dokumentasi dijadikan mengukur keberhasilan dan bukti telah dilaksanakan pameran.

E.Menyiapkan ruang/tempat dan perlengkapan pameran

Syarat tempat pelaksanaan pameran yang baik harus lah Aman,nyaman dan lancar.Perlengkapan pameran adalah alat dan bahan yang di perlukan dalam pelaksanaan pameran.Yang termasuk perlengkapan pameran adalah…

1.Karya

2.Mebeler=Meja /kursi

3.Panel/sketsel = tempat  memasang karya 2 dimensi

4.Standar display/box = tempat memasang karya 3 dimensi

5.Label karya atau daftar keterangan karya tempat menulis identitas karya

6.dekorasi

7.Sound sistem =tata suara.

8.katalog.=Pedoman penyelenggaraan pameran dan daftar karya yang di pamerkan

9.proposal =Perencanaan pameran secara tertulis

10. buku tamu

11.buku kesan dan pesan

12.Spanduk = tempat menulis tema pameran

B.MEMBUAT PERENCANAAN PAMERAN

1.Membuat denah Pameran

2.Menyeleksi karya yang layak di pamerkan

3.Menata karya yang akan dipamerkan

C.MENATA RUANG PAMERAN

1.Memasang karya sesuai perlengkapan

2.Menempel label karya

3.memasang rambu-rambu

4.Menata sketsel dan standar display

F.Menata dan melaksanakan pameran

PERTEMUAN XII

TUGAS

MEMBUAT  PROPOSAL

MEMBUAT DENAH RUANG PAMERAN

PERTEMUAN XIII

BERKARYA UNTUK DI PAMERKAN

PERTEMUAN XIV

FINISING KARYA/PAMERAN

MATERI PELAJARAN SMP KELAS VII

March 1st, 2012

ustads

BACA SELENGKAPNYA DISINI

KLIK  UNTUK  JADI MEMBER, … GRATIS !!!

Materi PKN Kelas 7 SMP

Materi Pendidikan Kewarganegaraan Kelas 7 SMP

  1. BAB 1 NORMA-NORMA YANG BERLAKU DALAM KEHIDUPAN, BERMASYARAKAT, BERBANGSA, DAN BERNEGARA
  2. BAB 2 MAKNA PROKLAMASI KEMERDEKAAN DAN KONSTITUSI PERTAMA
  3. BAB 3 PERLINDUNGAN DAN PENEGAKAN HAK ASASI MANUSIA
  4. BAB 4 KEMERDEKAAN MENGEMUKAKAN PENDAPAT

 Bahan Ajar Bahasa Indonesia 7

Bahasa Indonesia Kelas 7
Semester I

  1. UNIT I Belajar dari Pengalaman
  2. UNIT II Menyampaikan Informasi Bermakna
  3. UNIT III Kobarkan Terus Rasa Nasionalisme
  4. UNIT IV Belajar dari Berbagai Peristiwa
  5. UNIT V Menjaga Warisan Budaya

Semester II

  1. UNIT VI Berkomunikasi Secara Santun
  2. UNIT VII Meraih Prestasi Lewat Kreasi
  3. UNIT VIII Membangun Rasa Percaya Diri
  4. UNIT IX Memilih Aktivitas yang Berguna
  5. UNIT X Hidup Sehat dan Bermanfaat

 Materi Inggris SMP kelas 7

Materi Pelajaran Bahasa Inggris SMP/MTs

  1. Unit 1: Hello..How are you?
  2. Unit 2: I am…
  3. Unit 3: Do this, please!
  4. Unit 4: Doing things…
  5. Unit 5: Do you like sports?
  6. Unit 6: She is tall and thin
  7. Unit 7: Could you help me, please?
  8. Unit 8: Show me how

 Materi Matematika Kelas 7 SMP/MTs

Materi Pelajaran MATEMATIKA KELAS 7

  1. BAB I BILANGAN BULAT
  2. BAB II BILANGAN PECAHAN
  3. BAB III BENTUK ALJABAR
  4. BAB IV PERSAMAAN DAN PERTIDAKSAMAAN LINIER
  5. BAB V PERBANDINGAN
  6. BAB VI HIMPUNAN
  7. BAB VII GARIS DAN SUDUT
  8. BAB VIII SEGIEMPAT
  9. BAB IX SEGITIGA
  10. KUNCI JAWABAN DAN PETUNJUK PENYELESAIAN

 Materi IPA Kelas 7

Materi Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam Kelas 7

  1. Bab 1 Pengukuran
  2. Bab 2 Klasifikasi Zat
  3. Bab 3 Wujud Zat dan Perubahannya
  4. Bab 4 Perubahan Zat
  5. Bab 5 Pengamatan Gejala Alam
  6. Bab 6 Gerak
  7. Bab 7 Ciri-ciri Makhluk Hidup
  8. Bab 8 Organisasi Kehidupan dan Keanekaragaman Makhluk Hidup
  9. Bab 9 Ekosistem
  10. Bab 10 Pelestarian Ekosistem
  11. Bab 11 Manusia dan Lingkungannya

 Materi IPS Kelas 7 SMP-MTs

Materi Pelajaran IPS Kelas 7

  1. BAB I : Bentuk-Bentuk Muka Bumi
  2. BAB II : Kehidupan Pada Masa Pra Aksara Di Indonesia
  3. BAB III : Interaksi Sosial dan Sosialisasi
  4. BAB IV : Manusia Sebagai Makhluk Sosial dan Ekonomi
  5. BAB V : Tindakan, Motif, dan Prinsip Ekonomi
  6. BAB VI : Peta, Atlas, dan Globe
  7. BAB VII : Sketsa dan Peta Wilayah
  8. BAB VIII : Kondisi Geografis dan Penduduk Indonesia
  9. BAB IX : Gejala-Gejala Di Atmosfer dan Hidrosfer
  10. BAB X : Penggunaan Lahan dan Kegiatan Ekonomi
  11. BAB XI : Perkembangan Masyarakat Pada Masa Hindu-Budha
  12. BAB XII : Perkembangan Masyarakat Pada Masa Islam Di Indonesia
  13. BAB XIII : Perkembangan Masyarakat Pada Masa Kolonial Eropa
  14. BAB XIV : Kegiatan Pokok Ekonomi
  15. BAB XV : Badan Usaha dan Perusahaan
  16. BAB XVI : Kewirausahaan

BLOG GURU INDONESIA

MENJADI GURU BERMUTU DAN PROFESIONAL