BLOG GURU INDONESIA

MENJADI GURU BERMUTU DAN PROFESIONAL

Metode Apresasi Seni

August 29th, 2012

A. Pengertian Aapresiasi Seni

Apresiasi seni adalah kegiatan untuk mengerti, memahami, mengayati, menhargai dan mencaintai karya seni dengan menganalisa dan memberikan tanggapan terhadap karya seni

B. Metode dalam mengapresiasi karya seni

1. Metode Induktif, yaitu dengan mediskripsikan ciri-ciri pokok hubungan antar

unsur- unsur , mengamati kualitas secara total dan menafsirkan gagasan tema

dalam karya seni.

2.Metode Deduktif, yaitu metode yang dilakukan dengan menilai dan menelaah

Karya seni untuk mendapatkan petunjuk sejauh mana kriteria keindahan sudah

terpenuhi.

3.Metode empati, yaitu metode yang dilakukan dengan menilai karya seni tidak

hanya sesuatu yang tampak, tapi juga mengganakan pengetahuan dan wawasan

yang dimiliki

4.Metode interaktif, yaitu metode yang dilakukan dengan mengapresiasi kaya seni

melalui kesepakatan kelomopok dengan jalan diskusi yang akhirnya menghasil

interpretasi terhadap karya seni.

A. Cara menganalisa karya seni

1. Materi subjek

Yaitu menganalisa karya seni yang meliputi figur, objek, tempat, dan peristiwa yang dilukiskan dalam karya seni. Misalnya lukisan berjudul “ Di Depan Kelambu Terbuka“ adalah menggambarkan seorang wanita yang pucat , rambut terurai, dengan kebaya bermotif bunga dan berwarna gelap, posisi sedang duduk, latar belakang kelambu di tempat tidur yang terbuka.

2. Medium

Yaitu menganalisa karya seni yang meliputi bahan dan alat serta teknik yang digunakan dalam menciptakan karya seni. Misalnya lukisan di atas menggunakan media cat minyak di atas kanvas dengan teknik basah.

3. Form

Yaitu menganalisa karya seni yang meliputi bentuk kaya seni secara utuh, semua karya seni, setiap karya seni memiliki bnentuk yang berwujud abstrak atau realis, diciptakan secara detail atau secara ekspresif. Misalnya lukisan di atas adalah karya Sujoyono dengan gaya ekspresionis, merupakan tumpahan jiwa, goresannya kasar, menggambarkan pancaran kepedihan hidup yang pahit , sepi kosong, komposisi sentral dengan warna dominan merah dan hitam.

Ukuran Lapangan Bola Basket

August 2nd, 2012

Lapangan bola basket adalah berbentuk empat persegi panjang.  Bagian-bagian lapangan bola basket adalah lapangan utama, daerah tembakan hukuman, papan pantul, penyangga dan keranjang. Untuk kelengkapan permianan, ukuran bola basket pun ditentukan.

  1. Lapangan Bola  Basket: 28 meter x 15 meter. Ukuran ini      dihitung dari batas garis sebelah dalam. Di bagian tengah lapangan, terdapat lingkaran dengan jari-jari 1,80 meter. Untuk ukuran lingkaran, jari-jarinya diukur dari sebelah luar garis lingkaran. (Gambar 1)
  2. Garis Tembakan Hukuman. Garis tembakan ini berada di daerah bersyarat. Ukuran daerah ini dapat dilihat pada gambar 2.
  3. Papan Pantul.  Papan pantul terbuat dari kayu atau bahan lain yang sifatnya sama, tebal papan ini 3 cm.  Ukuran papan pantul 1,80 meter x 1,20 meter. Di tengah papan pantul terdapat garis bingkai empat persegi panjang dengan ukuran 0,59 meter x 0,45 meter. (Gambar 3)
  4. Tiang Penyangga.  Tiang penyangga atau simpei terbuat dari besi dengan garis tengah 20 mm. Simpei berdiri dengan ketinggian dari atas lantai 3,03 meter. (Gambar 4)
  5. Bola Basket. Bola basket terbuat dari karet dan dilapisi bahan sintetis. Keliling bola antara 75 cm s.d. 78 cm, dan beratnya antara 600 gram s.d. 650 gram. Ketentuan standar bola dan ketika berisi udara adalah bila dipantulkan lantai yang keras dari tempat ketinggian 1,80 meter-bola akan memantul setinggi antara 1,20 meter s.d. 1,40 meter.

Bila berminat memiliki gambar lapangan bola basket beserta ukurannya, silakan klik poster berikut!

MATERI AJAR SENI BUDAYA

June 2nd, 2012
BAB I
APRESIASI KARYA SENI RUPA 1

Dahulu, ketika kita mendengar kata atau istilah Seni Rupa yang terbayang dalam benak kita adalah aktifitas menggambar. Padahal, kenyataannya lebih dari sekedar aktifitas menggambar jika dilihat dari keragaman bentuk, tema dan teknik pembuatannya.

Unsur-unsur pendukung seni rupa dapat berupa:
1. Garis
2. Warna
3. Bentuk
4. Tekstur
Unsur-unsur tersebutlah yang kemudian diolah melalui gagasan kreatif seniman dan kemampuan teknik dengan mempertimbangkan Prinsip-prinsip Seni.
Prinsip Seni meliputi:
1. Keseimbangan
2. Keselarasan
3. Kesatuan
4. Kontras
5. Irama
6. Pusat Perhatian dan
7. Kesungguhan dalam menyelaraskan karya.
A. Beragam Karya Seni Murni Daerah
Kalian pasti ingat pengertian Karya seni bila ditinjau dari bentuknya, karya seni jika ditinjau dari bentuknya terdiri dari karya 2 dimensi dan 3 dimensi.

1. Pengertian Karya seni jika ditinjau dari bentuknya:
a. Karya 2 Dimensi adalah: Karya seni yang memiliki ukuran panjang dan lebar.
b. Karya 3 dimensi adalah: Karya seni yang memiliki ukuran panjang, lebar dan tinggi/volume atau kedalaman.

2. Pengertian Karya seni ditinjau dari sifatnya:
a. Karya seni murni adalah: Karya seni yang diciptakan hanya untuk kepuasan batin sipelukis.
b. Karya seni terapan adalah: Karya seni yang diciptakan dengan tujuan untuk diperjual belikan kepada konsumen.

Jika kamu pehatikan, bangsa Indonesia merupakan bangsa yang majemuk. Perbedaan dalam kondisi geografis, social, ekonomi dan budaya telah menciptakan karya seni daerah yang khas. Dengan demikian kita dapat dengan mudah melihat darimana karya seni tersebut berasal dengan memperhatikan ciri-ciri khas yang terdapat di dalamnya. Berikut ini adalah contoh seni daerah yang berasal dari suku dayak.

1. Seni Pahat Patung Toraja
Salah satu patung khas dari suku Toraja adalah patung Tau-Tau
Ciri-ciri dari patung ini adalah:
– Terbuat dari kayu ulin
– Tinggi 4-5 meter
– Berwujud manusia
Patung Tau-tau dibuat sebagai batu nisan bagi keluarga suku Toraja yang sudah meninggal. Patung tersebut dibuat dengan tujuan untuk mengantar arwah yang meninggal.

2. Seni Arsitektur Khas Bugis dan Toraja
Arsitektur bali bukanlah sekedar arsitektur bangunan biasa. Didalam arsitektur Bugis dan Toraja terkandung konsep-konsep dasar yang mempengaruhi cara penyusunan bangunannya.
Konsep-konsep tersebut meliputi:
a. Konsep ruang Empat sulapa (empat sudut)
b. Konsep orientasi kosmologis
c. Konsep Keseimbangan
d. Konsep Proporsi dan Skala Manusia.
e. Konsep api, air,tanah dan angin
f. Konsep kekokohan

Pembagian ruangan dalam arsitektur khas Bugis dan toraja seringkali dikaitkan dengan unsure mistis. Sebagai contoh adalah tembok pemisah yang terdapat didekat pintu masuk bangunan. Tembok pemisah tersebut berfungsi sebagai penghalang agar pengaruh jahat tidak masuk kedalam rumah.

Beberapa contoh motif ukiran khas Bugis dan toraja  adalah:
– Pakkapu Baka ,Patedong (Toraja)

– Motif Hiasa Anjong Rumah (bugis)

Sikap Apresiasi terhadap Keunikan Gagasan dan Teknik Seni Rupa.
Pengertian Apresiasi adalah: Kemampuan seseorang dalam menilai, memahami, menghayati tanpa kehilangan rasa simpati kita terhadap karya seni itu.

Tahapan seseorang melakukan Apresiasi terhadap sebuah karya seni adalah sebagai berikut:
Pengamatan
Pada tahap ini, apresiator dapat langsung berinteraksi dengan obyek melalui indra penglihatan.
Penghayatan
Apresiator mulai memahami nilai-nilai estetis didalam obyek tersebut sehingga ia merasakan telah menyatu didalam karya tersebut.
Evaluasi
Apresiator telah dapat menilai bobot estetika ,elalui kritik, baik lisan maupun tulisan.
Apresiasi
Apresiasi adalah: Proses penilaian secara total.

Teknik-teknik pada penciptaan Karya seni Rupa.
Ada banyak teknik yang digunakan dalam menciptakan Karya Seni, meliputi
Teknik melukis
Teknik Memahat atau mengukir
Teknik Anyaman
Teknik Menempel
Teknik Susunan
Teknik Butsir
Teknik Cetak/cor
Teknik Celup
Teknik Sungging
Teknik Sablon

Salah satu hasil karya seni lukis daerah yang terkenal karena keindahan dan keunikan tekniknya adalah seni ukir toraja dan motif pada lipasabbe Tenung Bugis disengkan)

Perkembangan Seni Rupa di Indonesia

March 15th, 2012

A.    Seni Rupa Tradisional Indonesia

Perkembangan seni rupa tradisional Indonesia sudah dimulai sejak zaman prasejarah. Meskipun tidak ada orang yang tahu secara pasti kapan dimulainya zaman prasejarah. Periodesasi zaman prasejarah di Indonesia di bagi menjadi beberapa periode di antaranya : zaman batu dan zaman logam. Kedua zaman prasejarah ini, sama-sama memiliki karya seni rupa ( tradisional ) hal itu dapat di buktikan dengan adanya peninggalan-peninggalan yg berupa karya seni rupa yg bersipat tradisional seperti kapak genggam, gelang, kalung, tembikar bahkan ada lukisan.

Khusus mengenai lukisan tersebut, pertama kali di temukan di gua leang-leang sulawesi dan lukisan tersebut berupa penjiplakan telapak tangan pada dinding gua. Selain lukisan telaapak tangan,juga terdapat gambar binatang berupa gambar babi yang sedang meloncat dengan kondisi leher terluka.

1.    Zaman Batu /Seni Rupa Zaman Batu

a.    Seni Rupa Zaman Poleolitikum( Batu Tua )

Karya peninggalanya :

  • Kapak gengam ( chopper )

  • Batu berwarna ( Chalcedon )

  • Lukisan tangan dan babi

b.    Seni Rupa Zaman Meseolitikum ( Batu tengah)

 Karya peninggalannya :

  • Mata panah

  • Batu penggiling

  • Kapak batu

c.    Seni Rupa Zaman Neolitikum ( Batu Muda/Dasar Kebudayaan Bangsa Indonesia)

Karya peninggalannya :

    • Kapak persegi

    • Kapak lonjong

    • Gelang

    • Kalung

    • Cincin dari batu berwarna

    • Tembikar ( pengaruh masuknya bangsa cina ke Indonesia

d.    Seni Rupa Zaman Megalitikum( Batu Besar )

Karya peninggalannya :

    • Menhir

    • Dolmen Kubur batu

    • Keranda batu (sarcopagus)

    • Punden berundak

    • Arca batu

2.    Seni Rupa Zaman Logam

Zaman logam di Indonesia dimulai sejak tahun 500 SM, yaiitu sejak kebudayaan indo-cina masuk ke Indonesia. Kebudayaan logam di Indonesia hanya mengalami zaman perunggu. Berikut adalah beberapa peninggalan seni rupa zaman perunggu :

    • Gendering perunggu

    • Kapak perunggu

    • Bejana perunggu

    • Ragam hias

Dari peninggalan benda-benda di atas, maka jelas sejak zaman prasejarah orang Indonesia sudah mengenal seni rupa meskipun masih sangat sederhana. Seni rupa tradsional Indonesia khususnya zaman prasejarah, selain untuk keperluan bertahan hidup, benda-benda karya seni mereka cenderung digunakan untuk kepentingan pemujaan (magis), seperti lukisan telapak tangan di gua leang-leang.

Lukisan telapak tangan tersebut diduga sebagai lambang rasa duka cita atas meninggalnya keluarga mereka. Kemudian lukisan babi yang terluka diartikan sebagai lambang pengharapan agar perburuan mereka berhasil.

3.    Seni Rupa Zaman Hindu-Budha.

Zaman Hindu-Budha merupakan babak baru periodesasi kebudayan di Indonesia. Zaman ini juga di katakana sebagai akhir dari zaman prasejarah dan menjadi awal zaman sejarah. Hal ini di buktikan dengan adanya penemuan tulisan. Masa inipun sering dikatakana sebagai masa klasik. Peninggalan karya seni rupa pada masa Hindu-Budha yaitu prasasti dan candi. Prasasti adalah batu yang berisi sebuah tulisan tentang sesuatu peristiwa atau upacara tertentu yang dilakukan oleh orang-orang di lingkungan kerajaan.

 Pada zaman Hindu-Budha,banyak sekali kerajaan yang berdiri, mulai dari kerajaan kecil sampai kerajaan besar. Hampir semua kerajaan memiliki peninggalan yang berupa prasasti. Berikut adalah beberapa prasasti peninggalan kerajaan-kerajaan pada masa Hindu-Budha.

    1. Prasasti ciaruteum yang bergambar telapak kaki (Kerajaan Tarumanegara)

    1. Prasasti kedukan bukit ( 683),menyebutkan kemenangan Raja Dapunta hyang (Kerajaan Sriwijaya)

    1. Prasasti canggal di Gunung Wakir (732), menyebutkan Banga Sanjaya membangun sebuah lingga di daerah Kunjara Kunya di jawa Dwipa (Kerajaan Mataram Kuno)

    1. Prasasti tukmas di lereng Gunung Merbabu,menyebutkan adanya mata air dari sumber yang dapat di samakan dengan sungai gangga (Kerajaan Kaling)

Selain prasasti yang di sebutkan di atas, masih banyak lagi peninggalan kerajaan yang berkembang pada masa Hindu-Budha. Candi merupakan peninggalan zaman Hindu-Budha yang paling megah dan agung, karena orang zaman klasik  membangunnya untuk tujuan yang agung yaitu untuk kegiatan spiritual.

 Candi berasal dari kata” Candika Gerha” yang artinya rumah dewi candika. Dewi Candika disebut juga Dewi Durga atau Dewi Maut. Orang membangun candi dengan harapan mendapat pertolongan dari  dewi durga dalam kematianya sehingga candi kebanyakan berfungsi sebangai kuburan raja-raja. Pada perkembangan selanjutnya, Fungsi candi menjadi bermacam-macam di antaranya sebangai berikut :

    1. Sebagai hiasan (Candi Sari)

    1. Sebagai kuburan Abu Jenazah (Candi Budha)

    1. Sebagai Pemujaan (Candi penataran)

    1. Sebagai tempat Semedi (Candi Jalatunda)

    1. Sebagai Pemandian (Candi Belahan)

    1. Sebagai Gapura (Candi Bajang Ratu)

Seperti halnya zaman Hindu-Budha, zaman Islam juga memiliki peninggalan karya seni rupa yang cukup megah. Hasil karya seni rupa zaman Islam berupa arsitektur dan seni hias

Seni Arsitektur meliputi

    • Masjid

    • Makam

    • Istana

Seni hias meliputiSeni ukir

    • Seni kaligrafi (arab)

    • Seni wayang

    • Seni batik

    • Seni lukisSeni Rupa Moderen

Seni rupa moderen merupakan babak baru dalam perkembangan seni rupa. Menurut konsepnya, karya seni rupa tidak lagi menjadi simbol-simbol kehidupan yang kaku, namun ia lebih cenderung menjadi pengungkap ekspresi  dan nilai  seorang seniman secara bebas. Perkembangan seni rupa Indonesia modern terbagi dalam beberapa babak / periodesasi.

a.    Masa Raden Saleh (Perintisan)

Raden Saleh Syariep Bustaman adalah  putra seorang  bangsawan. Ketika umurnya 10 Tahun (1817) beliau di serahkan oleh pamannya kepada belanda untuk dididik  menjadi pegawai. Pada tahun 1826, beliau mendapat pelajaran menggambar dari A.A.J. Payen, seorang pelukis dari Belgia. Payen meminta Jendral V. Der Capelen untuk memberi izin kepada Raden Saleh untuk meneruskan pelajaran di negeri Belanda. Cornelius Krusemen dan pelukis pemandangan yang bernama Andrean Schelf Vernet menjadi guru beliau.

Raden Saleh tinggal di kota Dresden (Jerman) selama 5 tahun dan lukisanya banyak disukai oleh orang-orang di sana dan beliaupun dikenal sebagai pelukis ‘potret’ yang handal. Setelah 10 tahun berkelana di Eropa, Raden Saleh kembali ke Indonesia bersama istrinya Ny.Winkelman pada tahun 1851. Raden Saleh Syarief Bustaman merupakan orang Indonesia yang pertama merintis jalan menuju seni rupa indonesia moderen meskipun corak lukisanya romantis, naturalis dan bergaya Barat.

 Beberapa Karya Raden Saleh :

a.    Antara hidup dan mati (pertarungan seekor banteng dengan seekor singa)
b.    Berburu banteng di jawa
c.    Merapi yang meletus
d.    Banjir
e.    Perkelahian dengan singa,dll

b.    Masa Indonesia Jelita (Indie Mooi) 1878Beberapa pengamat seni menilai bahwa masa Indie Mooi menghasilkan karya-karya lukisan yang bersifat turistik, dengan “Gaya Denting” yaitu melukis dengan merekam langsung obyek-obyek pemandangan di sekitarnya dengan pelukisan naruralistik. Dan romatik. Lukisan-lukisan era Indie Mooi hanya menyenangkan secara visual, serba indah namun miskin kreativitas dan tidak menghayati subyek yang di lukisnya, karena mereka terkena getah kesuraman seni lukis Belanda yang diakibatkan oleh peperangan Napoleon di Eropa yang tak kunjung padam.

 Tokoh seniman dari masa Indie Mooi adalah Abdullah Soro Subroto,  putra dari Dr.Wahidin Sudiro Husodo. Abdullah Soro Subroto dikenal dengan sebutan Abdullah S.R yang kemudian diikuti oleh anak-anaknya untuk menjadi seniman di antaranya Sujono Abdullah, Basuki Abdullah, Tijito Abdullah,sedangkan pelukis lainnya ada Pirngadi, Henk Ngantung,Lee Man Fong, dll.

Beberapa lukisan masa Indie Mooi:

Pemandangan di sekitar gunung merapi(Abdullah S.R)

    1. Pelabuhan ratu(pirngadi)

    1. Balik ke alam (Basuki Abdullah)

    1. Gadis Thailand

    1. Gadis solo

c.    Masa Cita Nasional

Pada masa ini, kesenian indonesia sedang berusaha untuk mencari ciri khas kesenian Nasional. S. Sudjojono adalah figur yang meledak-ledak dibakar rasa Nasionalisme dan tidak puas dengan kehidupan seni rupa.

Pada masa Indie Mooi semua lukisan serba indah, karena hal ini, dianggap mengingkari kenyataan yang ada di Indonesia. S.Sudjono bersama rekan-rekanya mendirikan  sebuah organisasi yang bernama PERSAGI (Persatuan Ahli-ahli Gambar Indonesia) dan diketuai oleh Agus Jayasuminta.

 Persagi bertujuan untuk mengembangkan seni lukis di kalangan bangsa  Indonesia dengan mencari gaya indonesia asli. Kelompok pelukis Persagi lebih mementingkan penumpahan jiwa dan isi hati pada karya bukan teknik dan bahan seperti yang diutamakan oleh para pelukis masa Indie Mooi.

Berikut adalah beberapa karya lukisan Masa Cita Nasional :

a.    Karya Sudjono

    • Di depan kelambu terbuka

    • Sayang saya bukan anjing

    • Bunga kamboja

  b.    Karya Agus Jayasuminta

    •  Barata yudha

    • Arjuna wiwaha

    • Dalam taman nirwana, dll.

c.    Karya Otto Jaya

    • Wanita impian

    • Penggodaan, dll

 d.    Masa Pendudukan Jepang

Pada masa ini di dirikan  sebuah kelompok lukis oleh jepang yang bernama Keimin Bunka Shidoso dengan sebagai propaganda pembentuk ke kaisaran  Asia Timur Raya. Pada masa ini juga berdiri sebuah organisasi yang di bentuk oleh 4 serangkai yaitu Ir. Soekarno, Moh. Hatta, Kihajar dewantara, KH. Mas-mansur.Perkumpulan ini bernama PUTRA (Pusat Tenaga Rakyat) dan di tangani oleh S.Sudjojono dan Affandi tetapi organisasi ini di bubarkan oleh jepang pada tahun 1944 dan S.Sudjojono mengajar di keimin Bunka Shidoso.

 e.    Masa Sesudah Kemerdekaan

Pada masa ini banyak sekali organisasi yang bergerak di bidang seni rupa (lukis) bermunculan di antaranya SIM (Seniman Indonesia Muda), Pelukis rakyat, Taman Siswa dll. Semua organisasi ini mencetuskan sebuah organisasi baru yang bernama ASRI (Akademi Seni Rupa Indonesia).

f.    Masa Pendidikan Formal

Masa Pendidikan Formal, Indonesia banyak meresmikan pusat pendidikan  seni rupa untuk mencetak para seniman  di antaranya ASRI, Balai Perguruan  Tinggi ,Guru Gambar, ITB, dll.

 g.    Masa Seni Rupa Baru Di Indonesia

Masa Seni Rupa Baru di Indonesia di mulai pada tahun 1974 dengan munculnya kelompok baru dari kalangan seniman muda.

MODUL TKJ SMK

March 3rd, 2012

1 Menginstalasi PC
2 Mendiagnosis permasalahan pengoperasian PC dan periferal
3 Melakukan perbaikan dan atau setting ulang sistem PC
4 Melakukan perawatan periferal
5 Melakukan perawatan PC
6 Melakukan perbaikan periferal
7 Menginstalasi sistem operasi berbasis text
8 Menginstalasi sistem operasi berbasis GUI
9 Menginstalasi software
10 Menginstalasi sistem operasi jaringan berbasis text
11 Menginstalasi sistem operasi jaringan berbasis GUI
12 Menginstalasi perangkat jaringan lokal (LAN)
13 Mendiagnosis permasalahan pengoperasian PC yg tersambung jaringan
14 Melakukan perbaikan dan atau setting ulang koneksi jaringan
15 Menginstalasi perangkat jaringan berbasis luas (WAN)
16 Mendiagnosis permasalahan perangkat yang tersambung jaringan berbasis luas (WAN)
17 Mengadministrasi server dalam jaringan
18 Merancang bangun dan menganalisa Wide Area Network (WAN)
19 Teknik Elektronika Analog dan Digital Dasar

BLOG GURU INDONESIA

MENJADI GURU BERMUTU DAN PROFESIONAL