BLOG GURU INDONESIA

MENJADI GURU BERMUTU DAN PROFESIONAL

ppt PAI SMP

October 28th, 2013

KELAS 7
Hukum Bacaan Lam Samsyiyah dan Lam Qomariyah
Iman Kepada Allah
Asmaul Husna
Perilaku Terpuji
Thoharoh (Bersuci)
Sholat Wajib
Sholat Berjamaah dan Munfarid
Sejarah Nabi Muhammad SAW
Hukum Bacaan Nun Mati / Tanwin dan Mim Mati
Iman Kepada Malaikat
Kerja Keras, Tekun, Ulet, dan Teliti
Sholat Jumat
Sholat Jamak dan Qoshor

Kelas 8
Hukum Bacaan Qolqolah dan Ro’
Iman kepada Kitab Allah
Zuhud dan Tawakal
Ananiah, Ghadab, Hasad, Ghibah, Namimah
Sholat Sunah Rawatib
Macam-macam Sujud
Puasa Wajib dan Sunah
Zakat Fitrah dan Mal
Sejarah Nabi Muhammad SAW
Hukum Bacaan Mad dan Waqaf
Iman kepada Rasul
Adab Makan dan Minum
Dendam dan Munafiq
Binatang yang Halal dan Haram
Perkembangan Ilmu Pengetahuan (Abbasiyah)

Kelas 9
Surat At-Tiin
Hadits tentang Menuntut Ilmu
Iman kepada Hari Akhir
Qonaah dan Toleransi
Aqiqah dan Qurban
Haji dan Umrah
Islam di Nusantara
Iman kepada Qada dan Qadar
Surat Al-Insyirah
Sifat Takabur
Sholat Sunah
Kitabun Nikah
Tradisi Islam

Materi PAI SMA PPT

October 28th, 2013

KELAS X

SEMESTER  I

1. BAB 1 AYAT AL QURAN TENTANG KHALIFAH

2. BAB 2 AYAT AL QURAN TENTANG KEIKHLASAN BERIBADAH

3. BAB 3 IMAN KEPADA ALLAH SWT

4. BAB 4 PERILAKU TERPUJI

5. BAB 5 SUMBER HUKUM ISLAM 

6. BAB 6 KETELADANAN RASULULLAH SAW PERIODE MEKAH 

 SEMESTER  II

1. BAB 7 AYAT AL QURAN TENTANG DEMOKRASI

2. BAB 8 IMAN KEPADA MALAIKAT

3. BAB 9 PERILAKU TERPUJI

4. BAB 10 PERILAKU TERCELA

5. BAB 11 ZAKAT, HAJI DAN WAKAF

6. BAB 12 KETELADANAN RASULULLAH SAW PERIODE MADINAH

KELAS XI

SEMESTER I

1. BAB 1 AYAT AL QURAN TENTANG KOMPETISI DALAM KEBAIKAN

2. BAB 2 AYAT AL QURAN TENTANG MENYANTUNI KAUM DLUAFA

3. BAB 3 IMAN KEPADA RASUL

4. BAB 4 PERILAKU TERPUJI

5. BAB 5 HUKUM ISLAM TENTANG MUAMALAH   

6. BAB 6 PERKEMBANGAN ISLAM PADA ABAD PERTENGAHAN

SEMESTER II

1. BAB 7 AYAT AL QURAN TENTANG MENJAGA KELESTARIAN LINGKUNGAN HIDUP

2. BAB 8 IMAN KEPADA KITAB-KITAB ALLAH SWT

3. BAB 9 PERILAKU TERPUJI

4. BAB 10 PERILAKU TERCELA

5. BAB 11 PERAWATAN JENAZAH 

6. BAB 12 KHUTBAH, TABLIGH DAN DAKWAH

7. BAB 13 PERKEMBANGAN ISLAM PADA ABAD MODERN




KELAS XII

SEMESTER I

1. BAB 1 AYAT AL QURAN TENTANG TOLERANSI

2. BAB 2 AYAT AL QURAN TENTANG ETOS KERJA

3. BAB 3 IMAN KEPADA HARI AKHIR

4. BAB 4 PERILAKU TERPUJI

5. BAB 5 MUNAKAHAT   

6. BAB 6 ISLAM DI INDONESIA

SEMESTER II

1. BAB 7 AYAT AL QURAN TENTANG IPTEK

2. BAB 8 IMAN KEPADA QODLO DAN QODAR

3. BAB 9 PERILAKU TERPUJI

4. BAB 10 PERILAKU TERCELA

5. BAB 11 MAWARIS 

6. BAB 12 PERKEMBANGAN ISLAM DI DUNIA

UNSUR ASAS DAN MEDIA SENI RUPA MURNI

August 29th, 2013

 Unsur seni rupa adalah unsur-unsur visual yang dapat dilihat wujudnya yang digunakan untuk membentuk karya seni. Wujud atau unsur-unsur seni rupa tersebut berupa garis, bidang, bentuk, warna, tekstur, nada gelap- terang, dan ruang.

1 .   Garis

Garis terbentuk melalui goresan atau tarikan dari titik yang satu ke titik yang lain. Bermacam bentuk garis, yaitu garis lurus, garis lengkung, garis putus-putus, garis tak beraturan, dan lain-lain. Setiap garis tersebut dapat menimbulkan kesan yang beragam yang dinamakan sifat garis. Misalnya, garis lurus dapat mengesankan kaku, tegas, dan keras.

2 .   Bidang

Bidang berupa permukaan yang datar. Suatu garis yang dipertemukan ujung pangkalnya akan membentuk bidang, baik bidang geometrik (segitiga, persegi, dan persegi panjang) maupun bidang organik (lengkung bebas). Bidang juga mempunyai sifat yang beragam sesuai bentuknya.

3 .   Bentuk

Bentuk terjadi melalui penggabungan unsur bidang. Misalnya, sebuah kotak terwujud dari empat sisi bidang yang disatukan. Kesan dan sifat suatu benda lebih ditentukan oleh nada gelap-terang, warna, dan tekstur benda. Misalnya, benda bertekstur kasar memberi kesan berat daripada yang bertekstur halus..

4 .   Warna

Ada tiga jenis warna dasar, yaitu merah, kuning, dan biru. Dari ketiga warna tersebut, dapat diperoleh ber- bagai jenis warna melalui proses pencampuran. Warna dapat memberikan kesan tertentu. Ada warna muda dan warna tua, warna terang dan warna gelap, serta warna redup dan warna cerah. Warna gelap cenderung memberi kesan berat, sebaliknya warna terang dapat memberi kesan ringan.

5 .   Tekstur

Tekstur adalah permukaan suatu benda, ada yang halus ada yang kasar. Tekstur kasar, misalnya terdapat pada batang kayu, daun, dan batu. Tekstur halus, misalnya kaca, plastik, dan kertas. Dalam penggambaran bentuk benda, tekstur bisa mengesankan bobot ringan dan berat.

6 .   Nada gelap-terang

Benda yang tertimpa cahaya (secara langsung atau tidak langsung), ada sisi yang gelap dan ada sisi yang terang. Penggambaran bentuk benda yang baik, salah satunya ditentukan oleh kelihaian menentukan sisi gelap dan sisi terang secara tepat.

7.   Ruang

Dalam seni bangunan, ruang terbentuk atas dua atau beberapa dinding yang berjarak. Ruang juga bisa berupa rongga yang terdapat dalam seni patung. Ruang di alam nyata dinamakan ruang nyata. Ruang yang diwujudkan dalam gambar dinamakan ruang khayalan (imajiner).

Asas-Asas dalam  Seni  Rupa  Murni

 Asas-asas dalam seni rupa berlaku terhadap semua cabang seni rupa. Asas-asas tersebut menyangkut komposisi dan proporsi. Karya seni yang baik selalu berdasarkan kaidah komposisi dan proporsi tersebut.

1.   Komposisi

Komposisi adalah tata susunan yang menyangkut keseimbangan, kesatuan, irama, dan keselarasan dalam suatu karya seni rupa.

a.   Keseimbangan (balance) adalah kesan yang dapat memberikan rasa mapan (tidak berat di salah satu sisi) sehingga tidak ada ketimpangan dalam penempatan unsur-unsur rupa (garis, bentuk, warna, dan lain-lain).

b.   Kesatuan (unity) adalah hubungan keterkaitan antara unsur-unsur rupa yang mengarah pada pusat perhatian. Unsur-unsur gambar yang baik akan menyatu-padu, tidak terkesan terpencar atau berantakan.

c.    Irama (rhythm ) adalah uraian kesan gerak yang ditimbulkan oleh unsur-unsur yang dipadukan secara berdampingan dan keseluruhan. Irama dalam seni rupa ibarat alunan lagu atau musik yang diatur sedemikian rupa sehingga tercipta suatu keindahan. Irama dalam lukisan juga bisa diwujudkan dengan pengaturan warna dan bidang.

d.   Keselarasan (harmony) adalah kesan kesesuaian antara unsur yang satu dengan unsur yang lain dalam satu kesatuan susunan. Misalnya, gambar buah apel yang ukurannya lebih besar daripada buah pepaya.

2.   Proporsi

Proporsi adalah kesan kesebandingan yang ideal (pantas, sesuai, dan benar) antara unsur yang satu dengan unsur lainnya dalam satu kesatuan unsur rupa. Peng- gambaran bentuk objek yang tidak proporsi akan terlihat janggal. Misalnya, gambar tangan manusia yang ukurannya lebih panjang dari ukuran kakinya.

Media Berkarya   Seni  Rupa  Dua Dimensi

Media berkarya seni rupa dua dimensi meliputi bahan dan alat untuk menggambar. Beragam pilihan media ber- karya seni rupa dua dimensi antara lain sebagai berikut.

1.   Pensil, merupakan alat yang dapat digunakan meng- gambar secara utuh atau sketsa saja. Kepekatan warna pensil dibedakan dengan inisial, yaitu H, B, dan HB.

2.   Konte, warnanya sangat hitam dan lunak. Cocok untuk membuat gambar potret atau benda yang bertekstur halus.

3.   Pastel dan crayon, mempunyai bentuk dan bahan yang hampir sama, hanya berbeda kandungan kapurnya. Warnanya cerah, cocok untuk teknik dussel atau arsir.

4.   Drawing pen dan milipen tersedia dalam berbagai ukuran. Hasil gambar antara drawing pen dan milipen hampir sama, bedanya ujung pena drawing pen lebih lunak daripada milipen. Drawing pen dan milipen cocok untuk teknik arsir.

5.   Spidol, tersedia dengan berbagai warna dan ukuran.

Spidol berujung lunak dan bisa bergerak spontan. Tebal

tipisnya garis dapat diperoleh melalui tingkat penekanan

spidol pada bidang kertas.

6.   Cat poster (poster colour) dan cat air (water colour), gambar yang dihasilkan dari kedua media ini hampir sama, bedanya warna cat poster lebih cerah.

7.   Tinta bak atau tinta Cina, ada yang berupa cairan dan ada yang batangan, warnanya pekat, sesuai untuk membuat blog, dan cara penggunaannya dengan bantuan kuas.

8.   Cat minyak (acrylic), terdiri atas beragam warna yang disertai minyak pengencernya. Cat minyak ini digunakan untuk melukis pada kain kanvas.

9.   Kain kanvas dan spanram, merupakan satu kesatuan bahan. Kain kanvas menyatu dengan spanram (bingkai kayu yang berguna untuk merentangkan kain). Kain kanvas adalah bidang datar yang dibuat khusus untuk melukis.

10. Kuas, untuk cat minyak berambut lebih kaku daripada yang digunakan untuk cat air. Bentuknya ada yang pipih, ada pula yang runcing dengan berbagai ukuran.

11. Palet, merupakan bidang datar yang dibuat untuk mengolah cat. Palet untuk cat air dibuat dari plastik, sedangkan untuk cat minyak terbuat dari kayu.

12. Komputer, merupakan media berkarya yang dewasa ini telah populer. Teknologi digital saat ini memungkin- kan untuk membuat teknik gambar yang beragam.

Kerjakan tugas ini secara mandiri.

· Buat karya tulis karyamu sendiri tentang perbandingan teknik berkarya seni rupa dua dimensi (misalnya, lukisan batik dengan lukisan dengan media kanvas) dari salah satu karya seni yang terdapat di daerahmu.

Media dan  Teknik  Berkarya  Seni Rupa  Tiga Dimensi

Media berkarya seni rupa tiga dimensi sangat beragam tergantung dari teknik yang digunakan. Teknik pembuatan seni rupa tiga dimensi sebagai berikut.

1.   Teknik pahat, yaitu mengurangi bahan menggunakan alat pahat. Misalnya, membuat patung dan relief dengan bahan dasar kayu dan batu.

2.   Teknik butsir, yaitu membentuk benda dengan mengurangi dan menambah bahan. Misalnya, membuat keramik dengan bahan dasar tanah liat.

3.   Teknik cor, yaitu membuat karya seni dengan membuat alat cetakan kemudian dituangkan adonan berupa semen, gips, dan sebagainya sehingga menghasilkan bentuk yang diinginkan. Misalnya, membuat patung.

4.   Teknik las, yaitu membuat karya seni dengan cara menggabungkan bahan satu ke bahan lain untuk mendapatkan bentuk tertentu. Misalnya, membuat patung kontemporer dengan bahan dasar logam.

5.   Teknik cetak, yaitu membuat karya seni dengan cara membuat cetakan terlebih dahulu. Misalnya, membuat keramik dan patung dengan bahan dasar tanah liat dan semen.

Membuat karya seni merupakan wujud ekspresi dari suatu ide atau gagasan. Ide adalah hasil pemikiran yang berawal dari suatu inspirasi atau imajinasi. Gambaran yang tertangkap melalui ruang imajinasi seseorang dapat diwujud- kan dalam bentuk karya seni. Kamu dapat menggali ide untuk berkarya seni sendiri dengan membuat lukisan menggunakan media kanvas dan cat minyak.

Media dalam seni lukis telah kamu pelajari. Untuk media kanvas, yang dijual bebas sudah lengkap dengan bingkai spanramnya. Namun kamu juga dapat membuatnya sendiri dengan bahan yang sederhana. Cara membuat kanvas sebagai berikut.

1 .   Sediakan bahan dan alat, antara lain kain jenis belacu, kayu reng, gergaji, cat tembok (putih), dan staples atau paku kecil.

2 .   Empat buah kayu reng dipotong dengan ukuran yang ditentukan, sesuai ukuran panjang dan lebar kain. Tiap-tiap ujung kayu dibentuk siku lalu digabung menjadi segiempat.

3 .   Kain jenis belacu dilaburi cat tembok. Setelah kering ulangi lagi secukupnya. Tujuannya untuk menutup pori-pori kain agar cat minyak bisa menempel pada kain. Kemudian bentangkan kain pada bingkai dan menguncinya menggunakan staples atau paku kecil.

a) Empat buah kayu yang sudah dipoton

b) Tiap pasang ujung kayu direkatkan.

c)  Kain direntangkan pada spanram.

Setelah menyiapkan bahan dan alat, antara lain cat minyak beserta minyak pengencernya, palet (bisa diganti papan triplek atau tutup kaleng), minyak tanah untuk mencuci kuas sewaktu-waktu, dan kain lap, melukis dapat dimulai. Setelah selesai, tulis namamu di sudut bawah kanvas.

Kerjakan  bersama teman  kelompokmu.

¶    Cari dua buah karya seni rupa yang masing-masing merupakan karya dua dimensi dan tiga dimensi yang ada di sekitarmu. Bawalah karya tersebut, kemudian diskusikan tentang media dan teknik berkarya yang digunakan berikut unsur-unsur lainnya yang ber- kaitan dengan komposisi dan proporsi.

Ringkasan

- Unsur-unsur seni rupa meliputi garis, bidang, bentuk, warna, tekstur, nada gelap-terang, dan ruang.

- Asas dalam seni rupa berlaku terhadap semua cabang seni rupa, yaitu menyangkut komposisi dan proporsi.

- Komposisi adalah tata susunan yang menyangkut keseimbangan, kesatuan, irama, dan keselarasan dalam suatu karya seni rupa.

- Proporsi adalah kesan kesebandingan yang ideal (pantas, sesuai, benar) antara unsur yang satu dangan unsur lainnya dalam satu kesatuan unsur rupa.

- Media berkarya seni rupa dua dimensi meliputi bahan dan alat untuk meng- gambar. Beragam pilihan alat dan bahan yang digunakan sesuai jenis dan gaya karya yang diinginkan.

- Media berkarya seni rupa tiga dimensi sangat beragam tergantung dari teknik yang digunakan.

- Membuat karya seni merupakan wujud ekspresi dari suatu ide atau gagasan.

Materi Pelajaran PAI SMP

July 23rd, 2013

Cara Mengunduh /download bentuk PDF

Setelah Klik link dan terbuka dalam bentuk scriib Klik File kemudian klik Unduh

Materi Pelajaran PAI Kelas 7

Hukum Bacaan Alif Lam
Iman Kepada Allah
Asmaul Husna
Tawadhu’ Taat Qanaah Sabar
Thaharah 
Shalat Wajib
Shalat Berjamaah
Sejarah Nabi Muhammad SAW (1)
Hukum Bacaan Nun
Iman Kepada Malaikat Allah
Kerja Keras
Shalat Jumat
Salat Jamak dan Qasar
Sejarah Nabi Muhammad SAW (2)

Materi Pelajaran PAI Kelas 8

Hukum Bacaan Qalqalah
Iman Kepada Kitab Allah
Zuhud dan Tawakal
Ananiyah Ghadab Hasad Ghibah Namimah
Shalat Rawatib
Sujud
Puasa
Zakat Fitrah dan Zakat Mal
Masyarakat Madinah sebelum Islam Datang
Hukum Bacaan Mad
Iman Kepada Rasul
Adab Makan dan Minum
Dendam dan  Munafik
Binatang yang Halal dan Haram
Abbasiyah

Materi Pelajaran Kelas 9

Surat At-Tiin
Hadis Menuntut Ilmu
Iman kepada Hari Akhir
Qanaah dan Toleransi
Aqiqah dan Qurban
Haji dan Umrah
Islam di Nusantara
Hadis tentang Kebersihan
Iman kepada Qada Qadar
Sifat Takabur
Shalat Sunah
Tradisi Islam

GERAK PADA TUMBUHAN

June 12th, 2013

Standar Kompetensi

2. Memahami sistem dalam kehidupan tumbuhan.

Kompetensi Dasar

2.3. Mengidentifikasi macam-macam gerak pada tumbuhan.

Indikator Pembelajaran

1. Mendiskripsikan macam-macam gerak pada tumbuhan.
2. Menjelaskan perbedaan gerak tropisme dengan gerak nasti.
3. Melakukan percobaan dan membuat laporan hasil percobaan gerak pada tumbuhan.

Karakter siswa yang diharapkan

Disiplin, jujur, menghargai pendapat orang lain, ingin tahu, kritis.

Salah satu ciri makhluk hidup adalah bergerak. Bagaimana dengan tumbuhan? Tumbuhan juga bergerak walaupun dengan cara berbeda dengan hewan. Gerak tumbuhan sangat terbatas, tidak bisa berpindah tempat (gerak pasif), sedangkan hewan bisa bergerak berpindak tempat (gerak aktif).
Tumbuhan dapat menanggapi atau merespon rangsangan tertentu dari lingkungannya dengan cara menggerakkan sebagian tubuhnya. Rangsangan yang dimaksud dapat berupa cahaya, air, zat kimia, gravitasi bumi, dan lain-lain. Gerak pada tumbuhan dapat diuraikan sebagai berikut:

A. Gerak Esionom (Etionom)

Gerak etionom adalah gerak tumbuhan yang disebabkan oleh adanya rangsangan dari luar. Gerak etionom dapat dibedakan menjadi gerak tropisme, gerak nasti, dan gerak taksis.
1. Gerak Tropisme
Tropisme adalah gerak bagian tumbuhan yang arah geraknya dipengaruhi oleh arah datangnya rangsangan. Bagian yang bergerak misalnya cabang, daun, kuncup bunga, sulur. Gerak tropisme dapat dibedakan menjadi berikut ini:
  • Tropisme positif, apabila arah geraknya menuju sumber rangsang.
  • Tropisme negatif, apabila arah geraknya menjauhi sumber rangsang.
 Ditinjau dari macam-macam sumber rangsangnya tropisme dibedakan menjadi fototropisme, geotropisme, hidrotropisme, kemotropisme, dan tigmotropisme.

a. Fototropisme

Gambar : Fototropisme

Fototropisme adalah gerak bagian tumbuhan karena rangsangan cahaya. Misalnya, jika tanaman dalam pot yang diletakkan dalam kamar dekat jendela akan tumbuh membelok kearah cahaya yang masuk melalui jendela.

b. Geotropisme (Gravitropisme)

Gambar: Geotropisme

Geotropisme adalah gerak bagian tumbuhan karena pengaruh gravitasi bumi. Misal gerakan akar menuju ke tanah (ke bawah).

c. Hidrotropisme
Hidrotropisme adalah gerak bagian tumbuhan karena rangsangan air. Misalnya gerakan ujung akar menuju sumber air.

d. Kemotropisme
Kemotropisme adalah gerak bagian tumbuhan karena pengaruh zat kimia tertentu. Misalnya gerak ujung akar menuju zat kimia dalam pupuk. 

e. Tigmotropisme (Haptotropisme)

Gambar: Tigmotropisme

Tigmotropisme adalah gerak bagian karena rangsangan sentuhan atau persinggungan. Misalnya gerak membelit ujung sulur pada anggur, semangka, kacang panjang, pare, sirih, dan lain-lain.








2. Gerak Nasti
Nasti adalah gerak bagian tumbuhan yang arah geraknya tidak dipengaruhi oleh datangnya rangsangan.

a. Fotonasti
Fotonasti adalah gerak nasti yang disebabkan oleh rangsangan cahaya. Misalnya gerak mekarnya bunga pukul empat (Mirabilis jalapa) disore hari, Gerak mekarnya bunga sepatu (Hibiscus rosasinensis) pada siang hari dan menguncup pada malam hari.

b. Niktinasti

Gambar: Niktinasti

Niktinasti adalah gerak nasti yang disebabkan oleh rangsangan gelap, sehingga disebut juga dengan gerak tidur. Misalnya gerak mengatupnya daun majemuk pada polong-polongan pada malam hari dan membuka kembali pada keesokan harinya ketika matahari sudah terbit. Niktinasti terjadi karena sel-sel motor di persendian tangkai daun (anak-anak daun majemuk) atau pulvinus memompa ion K+ dari satu bagian ke bagian lainnya sehingga menyebabkan perubahan tekanan turgor.

c. Tigmonasti (Seismonasti)

Tigmonasti adalah gerak nasti yang disebabkan oleh rangsangan sentuhan atau getaran. Misalnya gerak menutupnya daun sikejut atau putri malu (Mimosa pudica) jika disentuh. Tigmonasti disebut juga seismonasti. Saat rangsangan sentuhan datang, terjadi aliran air menjauhi bagian yang disentuh tersebut. Aliran air tersebut menyebabkan kadar air sel-sel motor di daerah sentuhan berkurang dan tekanan turgor mengecil.

d. Termonasti
Termonasti adalah gerak nasti karena rangsangan suhu. Misalnya mekarnya bunga tulip jika temperatur mendadak naik dan menutup kembali bila temperatur menurun.

e. Nasti kompleks
Gerak nasti yang disebabkan oleh beberapa macam rangsang sekaligus. Misalnya membuka dan menutupnya stomata.

3. Gerak Taksis
Taksis adalah gerak seluruh tubuh atau bagian dari tubuh tumbuhan yang berpindah tempat dan arahnya dipengaruhi oleh datangnya rangsang. Macam rangsangannya meliputi cahaya (fototaksis) dan zat kimia (kemotaksis). Gerak fototaksis, contohnya gerak Euglena menuju cahaya. Gerak kemotaksis contohnya gerak sel spermatozoid menuju sel telur.

B. Gerak Endonom (Autonom)  

Gerak endonom adalah gerak tumbuhan yang disebabkan oleh adanya rangsangan atau faktor-faktor yang berasal dari dalam tubuh tumbuhan itu sendiri. Misalnya gerak higroskopis yaitu gerak bagian tumbuhan karena perubahan kadar air di dalam bagian tumbuhan. Contohnya, pecahnya kulit buah polong-polongan (lamtoro, turi, dan lain-lain). Membukanya kotak spora pada tumbuhan lumut, tumbuhan paku. 

PKn KELAS IX SEMESTER GANJIL

January 12th, 2013
BAB 1
PARTISIPASI DALAM USAHA PEMBELAAN NEGARA
A. Pentingnya Usaha Pembelaan Negara
B. Bentuk-bentuk Usaha Pembelaan Negara
C. Peran Serta dalam Usaha Pembelaan Negara
BAB 2
PELAKSANAAN OTONOMI DAERAH
A. Otonomi Daerah
B. Partisipasi Masyarakat dalam Perumusan Kebijakan Publik
BAB 1
PARTISIPASI DALAM USAHA PEMBELAAN NEGARA
Bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaanya pada tanggal 17 Agustus 1945. Bangsa Indonesia bertekad bulat untuk membela, mempertahankan dan menegakkan kemerdekaan, serta kedaulatan negara berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Sebagai anak bangsa dan warga negara kalian perlu memiliki kemam- puan partisipasi dalam usaha pembelaan negara. Kemampuan ini sangat penting agar Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tercinta dapat melakukan fungsinya yakni mewujudkan tujuan bernegara.

MATERI MATEMATIKAN KELAS IX

January 12th, 2013
Materi Pembelajaran Bidang Studi Matematika SMP / MTS
Kelas IX Semester I (Ganjil) :
Materi Pembelajaran Bidang Studi Matematika SMP / MTS Kelas IX Semester II (Genap) :


BLOG GURU INDONESIA

MENJADI GURU BERMUTU DAN PROFESIONAL