BLOG GURU INDONESIA

MENJADI GURU BERMUTU DAN PROFESIONAL

DOWNLOAD SOAL UN 2015

March 5th, 2015

Modul soal pengayaan UN SMP 2015 disusun oleh Direktorat PSMP Kemendikbud juga dilengkapi dengan soal latihan serta pembahasan yang langsung disertakan pada setiap soal, sehingga memudahkan untuk belajar menghadapi tipe soal UN yang diperkirakan akan keluar nanti saat UN sesungguhnya digelar pada bulan Mei 2015.

ilahkan didownload pada Link dibawah
BisnisNgeTren.Com ya Paytren milik Ust. Yusuf Mansur Veritra Sentosa Internasional Treni KLIKVSI VSI

Bahasa Indonesia download  disini

Bahasa Inggris download disini

IPA Biologi download disini

IPA FISIKA download disini

MATEMATIKA download disin

Semoga bermanfaat, terimakasih

Pin.5261dd67

PERANGKAT PENJASKES SD KELAS 1 – 6

March 5th, 2015

PROGRAM SEMESTER 1 PENJASKES SD Download Disini
PROGRAM SEMESTER 2 PENJASKES SD Download Disini
RPP PJOK Berkarakter SD Kelas VI sms 1             Download disini

RPP PJOK Berkarakter SD Kelas VI sms 2             Download disini

SILABUS  PJOK Berkarakter SD Kelas VI sms 1    Download disini

SILABUS  PJOK Berkarakter SD Kelas VI sms 2    Download disiniRPP PJOK Berkarakter SD Kelas V sms 1              Download disini

RPP PJOK Berkarakter SD Kelas V sms 2              Download disini

SILABUS  PJOK Berkarakter SD Kelas V sms 1     Download disini

SILABUS  PJOK Berkarakter SD Kelas V sms 2     Download disini

RPP PJOK Berkarakter SD Kelas IV sms 1             Download disini

RPP PJOK Berkarakter SD Kelas IV sms 2             Download disini

SILABUS  PJOK Berkarakter SD Kelas IV sms 1    Download disini

SILABUS  PJOK Berkarakter SD Kelas IV sms 2    Download disini

RPP PJOK Berkarakter SD Kelas III sms 1             Download disini

RPP PJOK Berkarakter SD Kelas III sms 2             Download disini

SILABUS  PJOK Berkarakter SD Kelas III sms 1    Download disini

SILABUS  PJOK Berkarakter SD Kelas III sms 2    Download disini

RPP PJOK Berkarakter SD Kelas II sms 1              Download disini

RPP PJOK Berkarakter SD Kelas II sms 2              Download disini

SILABUS  PJOK Berkarakter SD Kelas II sms 1     Download disini

SILABUS  PJOK Berkarakter SD Kelas II sms 2     Download disini

RPP PJOK Berkarakter SD Kelas I sms 1               Download disini

RPP PJOK Berkarakter SD Kelas I sms 2               Download disini

SILABUS  PJOK Berkarakter SD Kelas I sms 1      Download disini

SILABUS  PJOK Berkarakter SD Kelas I sms 2      Download disini

sinopsis jodha akbar semua episode

March 4th, 2015

contoh dari link diatas setelah di klik.

Episode 333
https://www.youtube.com/watch?v=S6RGa9BVYXo

Episode 334
https://www.youtube.com/watch?v=q3PslevEPhM

Episode 335
https://www.youtube.com/watch?v=cZhImf6OuNY

Episode 336
https://www.youtube.com/watch?v=d5kZnEF-anw

Episode 337
https://www.youtube.com/watch?v=TtDfpVdneSY

Episode 338
https://www.youtube.com/watch?v=W-IQStVOZBs

Episode 339
https://www.youtube.com/watch?v=QP5pK4BZSqg

Episode 340
https://www.youtube.com/watch?v=_A7WoH6W6is

Episode 341 
https://www.youtube.com/watch?v=Mi-etWN-oQU

Episode 342
https://www.youtube.com/watch?v=P7BgP-RMPhU

Episode 343
https://www.youtube.com/watch?v=7QrfUZxaSRw

Episode 344
https://www.youtube.com/watch?v=e1JdYr-KCro

Episode 345
https://www.youtube.com/watch?v=vbZVicTXeXA

 

 

KISI-KISI UASBN TULIS DAN PRAKTIK PAI SMP 2015

March 2nd, 2015


Ujian Sekolah dan Ujian Praktik PAI merupakan salah satu dari komponen Ujian Sekolah Berstandar Nasional Pendidikan Agama Islam (USBN PAI). Ujian praktik dilaksanakan dengan maksud mengukur kemampuan peserta didik dalam menguasai materi amaliah PAI. Adapun aspek PAI yang diujipraktikkan adalah Al Quran dan Fiqh. Bidang yang diujikan pada aspek al Al Quran meliputi membaca, hafalan dan mengartikan/menyimpulkan isi kandungan surat/ayat. Sedangkan pada aspek Fiqh meliputi bersuci dan shalat. Silahkan  DOWNLOAD  1,UJIAN TULIS, 2. UJIAN pRAKTIK. KLIK SECARA BERURUTAN DIBAWAH

1.Klik DOWNLOAD

2.Klik DOWNLOAD

SENI RUPA MURNI DAN TERAPAN NUSANTARA

February 1st, 2015

Provinsi Sumatera Utara (SUMUT)

a. Seni Murni

  • Tari Piring
  • Tari Payung
  • Tari Tor Tor
  • Tari Serampang Dua Belas
    (Seni Murni: Tari Serampang Dua Belas)

b. Seni Terapan

  • Rumah Balai Batak Toba (berfungsi sebagai tempat tinggal/rumah adat)
  • Piso Surit (berfungsi sebagai senjata)
  • Piso Gaja Dompak (berfungsi sebagai senjata)
  • Lumpang
    (Seni Terapan: Lumpang)

 

 

3. Provinsi Sumatera Barat (SUMBAR)

a. Seni Murni

  • Tari Piring
  • Tari Payung

b. Seni Terapan

  • Rumah gadang (berfungsi sebagai tempat tinggal/rumah adat)
  • Karih (berfungsi sebagai senjata)
  • Ruduih (berfungsi sebagai senjata)
  • Piarit (berfungsi sebagai senjata)
  • Kain tenun
    (Seni Terapan: Kain Tenun)
  • Provinsi Kepulauan Riau

    a. Seni Murni

    • Tari Tambak
    • Tari Joget Lambak

    b. Seni Terapan

    • Rumah Melayu Selaso Jatuh Kembar (berfungsi sebagai tempat tinggal/rumah adat)
    • Pedang Jenawi (berfungsi sebagai senjata)
    • Badik Tumbuk Lado (berfungsi sebagai senjata)
      (Seni Terapan: Senjata Badik Tumbuk Lado)

  PROVINSI  PAPUA  BARAT

  1. Seni Murni  :

Tari Suanggi

Tari Peran

Tari Selamat Datang

Hiasan rumah adat Honai

(Seni murni : hiasan rumah adat Honai)

  1. Seni Terapan  :

Rumah Honai (berfungsi sebagai tempat tinggal/rumah adat)

(Seni terapan : Rumah Hanoi)

Pisau Belati (berfungsi sebagai senjata)

 

Panah dan Busur Irian (berfungsi sebagai senjata)

  1. PROVINSI  PAPUA
  2. Seni Murni  :

Tari Suanggi

Tari Perang

Tari Selamat Datang

Gelang anyaman Papua

(Seni murni : gelang anyaman Papua)

Terbuat dari serat kayu-kayuan.

Hiasan rumah adat Honai

  1. Seni Terapan  :

Rumah Honaii (berfungsi sebagai tempat tinggal/rumah adat)

Pisau Belati (berfungsi sebagai senjata)

(Seni pakai : Pisau Belati)

 

MATERI SENI BUDAYA KELAS VIII 2014/1015

January 24th, 2015

Pelajaran 1 Semester Gazal

APRESIASI TERHADAP SENI RUPA TERAPAN NUSANTARA

 

  1. Seni Rupa Terapan Nusantara

 

Apresiasi merupakan kemampuan mengenal atau memahami suatu nilai estetika yang mengandung daya pesona, kaghum, masyur, dan agung.

Dalam bahasa sederhana, apresiasi merupakan cara seseorang menilai hasil karya orang lain sengan melihatnya dari sudut pandang keindahan. Dalam apresiasi seni ada beberapa pendekatan yang dapat dipilih :

  • Pendekatan Deskriptif : pendekatan dilakukan dengan mengamati dan memaparkan karya seni apa adanya. Misalnya, mengenai objek gambar, penggubnaan warna, komposisi warna, tema, judul, orang yang membuatnya, tahun pembuatan, media yang digunakan, ukuran karya, dan waktu yang diperlukan untuk membuat karya seni tersebut.
  • Pendekatan Analitik : pendekatan yang dilakukan dengan mengamati karya seni berdasarkan kaidah kaidah estetika yang baku, Misalnya, melalui aspek tematik, teknik pengerjaan, penerapan asas kesenirupaan, serta makna atau arti yang tersirat didalamnya.
  • Pendekatan Penilaian : pendekatan yang dilakukan melalui proses pengukuran, baik objektif maupun subjektif.
  • Interdisiplin : pendekatan dilakukan untuk menilai suatu karya seni dilihat dari berbagai disiplin keilmuan seperti antropologi, psikologi, kebudayaan, filsafat, ekonomi, dan linguistic (kebahasaan)

 

  • Tahapan Apresiasi Seni

Beberapa tahapan apresiasi seni, antara lain :

  1. Kegiatan mengamati, dalam mengamati terdapat beberapa proses, yaitu
  • Fisis, aktivitas dilakukan oleh mata untuk mengamati dan menerima rangsangan dari objek karya seni yang dilihatnya.
  • Fisiologi, suatu proses dalam menyalurkan rangsangan yang diterima oleh indra melalui syaraf sampai otak.
  • Psikologis, aktivitas jiwa dan indra rasa untuk memahami objek fisik secararealkita dari apa yang diamati sehingga si pengamat dapat memberikan tanggapan dan pwenggambaran terhadap objek pada` saat mengamati karya seni.
  1. Kegiatan menghayati : sipenghayat akan turut terlibat langsung secara aktif dan selektif terhadap karya yang dihayati. Namun kalanya sipenghayat menerima sepenuhnya seluruh objek yang sedang diamatinya secara sadar dan tanpa kritikan. Menurut thedor Lipps pengalaman estetis seperti ini disebut sikap
  2. Kegiatan mengevaluasi : melalukan penilaian terhadap karya seni sesuai dengan pedoman, kaidah, norma, dan etika yang berlaku. Dengan demikian, seorang atau kritikusdapat nmemilah mana karyaseni yang dianggap baik dan mana karya seni yang dianggap kurang baik.Ia juga dapat menunjukan dan mencarikan jalan pemecahannya demi penyempurnaan dalam penciptaan karya seni berikutnya.

 

 

  1. Berapresiasi : seorang apresiator telah bergerak di mana hati dan perasaannya hanyut bersama- sama dengan nilai keindahan yang mempesona. Ia seperti berada dalam karya tersebut. Ia dapat merasakan sendiri apa yang dirasakan oleh si pembuatnya. Menurut Herbert Read dalam bukunya The mearning or art mengatakan bahwa sikap tersebut berarti seorang apresiator telah mencapai rasa simpathy

 

  • Peranan Apresiasi Seni bagi Siswa dan Masyarakat.

 

Peranan apresiasi seni bagi siswa sekolah dan masyarakat pada umumnya, adalah sebagai berikut :

  • Membangkitkan peran serta siswa secara aktif agar dapat berkomunikasi dan menikmati keindahan karya seni yang mengandung daya pesona sehingga pada akhirnya siswa akan memiliki rasa simpati dan empati, kepuasan estestis, rasa senang, bangga,serta rasa nikmat akan suatu karya seni.
  • Memperluas wawasan seni budaya, baik pengenalan melalui aspek sejarah, teknik, sifat, bahan, gaya, dan watak teori keindahan seni, maupun ide dan gagasan serta prinsip seni.
  • Meningkatkan penghargaan terhadap seni budaya negeri sendiri yang beraneka ragam, baik seni tradisional, modern, maupun kontemporer
  • Mencintaidan menghargai sepenuhnya terhadap karya sendiri dan orang lain.
  • Termotivasi untuk menciptakan karyaseni yang bermutu tinggi.

 

  • Pentingnya kegiatan apresiasi seni.

 

Usaha untuk meningkatkan kesadaran betapa pentingnya apresiasi seni di kalangan pelajar, mahasiswa, dan umum, dapat dotempuh dengan usaha sebagai berikut :

  • Memperkaya pengetahuan dan wawasan seni budaya terhadap pelajar dan masyarakat melalui pendidikan seni atau kursus seni di bengkel seni, sanggar` seni, studio music, dan padepokan seni.
  • Mendorong kreativitas penciptaan seni modern dan kontemporer yang sesuai dengan tuntutan dan kebutuihan zaman serta cita rasa estetika masysrakat.
  • Mengadakan kunjungan ke objek wisata budaya, museum, galeri, tempat bersejarah (monument), candi, dan cagar budaya lainnya.
  • Memperkenalkan nama nama seniman besar dan ternama, professional dan maestro baik seniman lokal maupun mancabegara beserta karyanya supaya pelajar dan masyarakat dapat tergugah hatinya untuk mengikuti mereka.
  • Mengajak, membuka peluang bagi para pelajar, mahasiswa dan masyarakat untuk dapat menyaksikan pentas seni, festival, pameran, diskusi maupun sarasehan seni.
  • Melestarikan sekaligus menghidupkan seni tradisional melalui pembinaan dan pemanfaatan serta penilaian nilai seni tradisional kepada para pelajar dan mahasiswa serta masyarakat, sehingga nilai estetik seni trasdisional yang telah mapan dan telah mencapai prestasi puncak dengan ciri yang khas dan spesifik dapat dibaggakan oleh pelajar dan masyarakat.

 

 

  1. Karya Seni Rupa Terapan Nusantara

 

  • Bentuk dan Corak Karya Seni rupa Terapan Nusantara

Istilah bentuk dalam bahasa Indonesia dapat berupa bangun (shape) ialah bentuk benda yang polos seperti terlihat oleh mata, misalnya bulat, persegi, segitiga, ornamental atau tidak beraturan, atau bentuk plastis (form) ialah bentuk benda sebagaimana terlihat dan terasakarena adanya unsure nilai (value) gelap terang sehingga benda terlihat jelas dan terasa lebih hidup.

Bentuk atau corak dibedakan atas bentu figurative (sesuai dengan aslinya) dan bentuk nonfigurative (tidak nyata). Bentuk bentuk tersebut dapat dibedakan menjadi :

  1. Bentuk abstrak : bentuk yang bukan hasil tiruan atau pengolahan dari bentuk alam (nature) atau bentuk tidak sesuai dengan aslinya (tidak nyata). Bentuk abstrak terbagi atas tiga, yaitu :
  • Bentuk abstrak murni : kursi, meja, sepatu dan rumah
  • Bentuk abstrak simbolis : huruf, tanda baca, rambu-rambu lalu lintas dan lambing-lambang.
  • Bentuk abstrak filosofis : huruf China.
  1. Bentuk Geometris : bentuk yang memiliki keteraturan, baik ukuran maupun bentuknya. Contohnya bentuk geometris adalah segitiga sama sisi, segi empat, segilima, segi enam, dan lingkaran.
  2. Bentuk Stilasi : bentuk dengan berbagai penggayaan/digayakan. Misalnya. Motif hias geometris, flora, fauna, dan manusia.
  3. Bentuk Deformasi : bentuk yang mengalami penyederhanaan.
  4. Bentuk Visual Realistis : juga disebut bentuk naturalisyis, yaitu bentuk yang sesaui aslinya.

 

  • Teknik Berkarya Seni rupa Terapan Nusantara :

Beberapa contoh teknik berkarya seni kriya dibeberapa daerah nusantara media yang digunakan sebagai berikut :

  1. Batik

Teknik                     : tulis, cap, dan cetak (printing)

Alat dan bahan       : canting, cap, sablon, mesin cetak, lilin cair.

Daerah penghasil    : Cirebon, Pekalongan, Yogyakarta, Solo, Madura,

Jambi, dan papua

  1. Anyaman

Teknik                     : teknik tumpang tindih antara jalur horizontal (pakan)                                     dan jalur vertical (lungsin).

Alat dan bahan       : bambu, rotan, mending, dan enceng gondok.

Daerah penghasil    : Tasikmalaya, Bali, Lombok, Kalimantan, Sulawesi

Utara, dan Sumatera     Selatan.

  1. Tenun

Teknik                     : Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM)

Alat dan bahan       : tustel

Daerah penghasil    : Batak (kain ulos), Lampung (kain tapis), Jepara,

Sumatera, Bali, Kalimantan, dan Sumbawa (kain

songket).

 

 

  1. Bordir

Teknik                     : teknik sulam

Alat dan bahan       : mesin border

Daerah penghasil    : Tasikmalaya (taplak, kerudung, dan mukena)

  1. Kulit

Teknik                     : teknik bentuk dan temple.

Alat dan bahan       : kulit hewan (sapi, kambing, kerbau, ular, dan buaya)

Daerah penghasil    : Garut, Yogyakrta< dan Bali.

  1. Ukiran

Teknik                     : mengukir dan memahat

Alat dan bahan       : Pahat, pisau, raut, gergaji, batu, kayu, dan tulang.

Daerah penghasil    : Jawa Tengah, Papua, dan Bali.

  1. Keramik

Teknik                     : cetak tekan, lempeng, pilin, dan pijat.

Alat dan bahan       : tanah liat, butsir, pisau, dan alat putar.

Daerah penghasil    : Plered, Cirebon, Kasongan, Yohyakrta, dan Malang.

  1. Lukis

Teknik                     : sapuan kuas

Alat dan bahan       : kuas, pisau, palet, beludru, kaca, dan pewarna (cat).

Daerah penghasil    : Jawa Barat, Jawa Tengah, dan bali.

 

 

Pelajaran 2

EKSPRESI DIRI MELALUI KRIYA TEKSTIL

DAN GAMBAR ILUSTRASI

 

 

  1. Pengertian seni kriya

 

Secara umum seni rupa dibagi menjadi dua, yaitu seni murni (fine art/pure art) menekankan pada bentuk ekspresi, dan seni terapan (applied art/useful art) mengedepankan aspek ekonomis dan aplikasi atau nilai guna bagi kehidupan manusia.. Seni murni dibagi menjadi seni lukis dan seni patung. Aadapun seni terapn dibagi menjadi seni desain, seni arsitektur, seni dekorasi, seni ilustrasi, dan seni kriya.

Seni kriya atau kerajinan cenderung bersifat praktis fungsional. Seni kerajinan sangat beraneka ragam bentuk, motif teknik, dan medianya. Beberapa contoh seni kriya adalah kerajinan anyaman, keramik, batik, ukiran, topeng, wayang, tenun, dan logam aplikasi.

Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi untuk menciptakan karya yang layak dan bermutu, yaitu syarat kegunaan dan syarat keindahan.

 

  • Syarat Kegunaan

Proses penciptaan karya seni kriya harus mempertimbangkan beberapa faktor, diantaranya faktor :

  1. Kenyamanan : Setiap benda kriya yang dibuat sebaiknya memberi kenyamanan bagi pemakainya, misalnya sebuah cangkir, pembuatnya harus memperhitungkan bentuk yang sesuai dengan mulut dan tangan pemakainya.
  2. Keluwesan : Keluwesan benda terapan terdapat pada hubungan yang serasi antara bentuk benda dengan nilai gunanya. Contoh nilai keluwesan dalam hasil seni kriya misalnya dapat dilihat dari sepatu.Pembuat sepatu harus mempertimbangkan si pengguna sepatu. Bentuk sepatu yang dibuat disesuaikan dengan kebutuhan si penggunanya. Misalnya, sepatu olah raga digunakan untuk olah raga, sedangkan sepatu pesta digunakan untuk berpesta.
  3. Keamanan : Keamanan penggunaan sebuah benda dipertimbangkan dengan matang agar tidak mencelakakan pemakainnya. Contohnya, ketajaman sebuah pisau harus diimbangi pertimbangan keselamatan kerja pengguna pisau tersebut.

 

  • Syarat Keindahan atau Estetika

Dalam mendesain benda-benda hasiln seni terapan, harus memerhatikan aspek-aspek sebagai berikut, yaitu :

  1. Aspek bahan : sifat dasar bahan akan sangat berpengaruh pada penentuan teknik dan bentuk karya seni terapan yang diinginkan.
  2. Aspek teknik : aspek teknik harus disesuaikan dengan karakteristik bahan dan ketrampilan yang dimiliki seorang pengrajin. Teknik dalam pembuatan seni terapan disesuaikan dengan bahan dan alat yang digunakan adalah : menuang, menenun, menempa, menganyam, dan membentuk.
  3. Aspek kriya: Salah satu peran seniman karya seni kriya adalah lahirnya bentuk-bentuk ungkapan baru sebagai wujud kreativitas berkesenian yang tak pernah surut.
  4. Aspek alat : faktor alat sangat mendukung dalam pembuatan karya seni terapan.
  5. Aspek fungsi : fungsi yang paling umum dalam seni kriya adalah fungsi pakai. Fungsi lain yang tidak kalah pentingnya untuk kerajinan jenis tertentu adalah fungsi dekorasi atau hias.

 

  1. Ragam Seni Kriya nusantara

 

Di Indonesia, seni kriya tekstil sangat beragam bentuknya, terutama di pulau Jawa.. Dua ragam seni kriya yang popular di Indonesia adalah :

 

 

  • Batik

Batik merupakan warisan nenek moyang Indonesia (Jawa) yang sampai saat ini masih ada. Pembuatan batik dilakukan dengan cara :

  1. Tulis : menggunakan alat canting, lilin cair dan warna
  2. Cap: menggunakan alat berupa cap dan lilin cair warna.
  3. Cetak (printing) :menggunakan mesin cetak yang memiliki motif batik

 

  • Tenun

Kegiatan menenun merupakan proses menjalin dua set benang dengan menggunakan alat tenun. Motif yang terdapat pada kain tenun ada yang berupa flora, fauna, rupa geometri, dan abstrak. Benang untuk menenun ada yang disebut lungsin (benang bujur) karenan benang ini diletakan membujur pada alat tenun, dan pakan (benang pengisi) yang berfdungsi untuk melengkapi benang bujur untuk membentuk motif pada kain tenun yang dihasilkan.

 

  1. Membuat Karya seni Kriya Tekstil
  • Merancang batik

Motif batik nusantara antara lain :

  1. Motif flora
  2. Motif fauna
  3. Motif geometris’
  4. Motif abstrak, sesuai keinginanmu
  • Membuat batik

Peralatan batik yang perlu disiapkan adalah :

  1. Kain mori (kain katun khusus untuk membuat batik)
  2. Pensil untuk membuatdesain batik yang disebut molani.
  3. Canting (terbuat dari bambu dan berkepala tembaga serta bercerat atau bermulut yang berfungsi sepeeti pulpen
  4. Gawangan (untuk menyampirkan kain)
  5. Pewarna (naptol)
  6. Lilin cair (malam)
  7. Panci atau wajan kecil
  8. Kompor kecil untuk memanaskan lilin

 

Langkah langkah dalam membuat batik :

  1. Membuat desain diatas kain mori dengan pensil.
  2. Gunakan canting yang telah berisi lilin cair untuk melapisi motif yang diinginkan. Tujuannya adalah supaya saat pencelupan bahan ke dalam larutan pewarna, bagian yang diberi lapisan lilin tidak terkena. Setelah lilin cukup kering, celupkan kain kedalam larutan perwarna.
  3. Rebus kain yang telah berubah wartna dalam air panas. Tujuannya untuk menghilangkan lapisan lilin sehingga motif yang telah digambar sebelumnya terlihat jelas. Pencelupan ini tidak akan membuat motif yang telah kamu gambar terkena warna karena bagian atas kain tersebut masih diselimuti lapisan tipis (lilin tidak sepenuhnya luntur)

 

  1. Ayo Menggambar

 

  • Jenis-jenis Gambar
  1. Gambar bentuk adalah gambar dengan meniru objek gambar nyata (realistis) yang ada dialamatau benda buatan
  2. Gambar ekspresif adalah gambar yang dibuat secara bebas berdasar imajinasi, persepsi, dan penafsiran penggambaran pada objek.
  3. Gambar dekoratif adalah : gambar yang berpedoman pada pola pola atau motif tertentu.

 

 

  1. Gambar konstruktif adalah : gambar yang dibuat dengan mengikuti aturan-aturan tertentu secara objektif. Aturan tersebut antara lain ukuran, skala, volume, bayangan, dan komposisi. Gambar yang terukur secara matematis (gambar teknik) dan ada yang terukur secara logika (perspektif dengan titik ukur terjauh diluar bidang gambar dan disebut gambar ilusi).
  2. Gambar ilustrasi : gambar yang menceritakan atau memberi penjelasan pada cerita atau naskah tertulis/sesuatu

 

  • Menggambar ilustrasi

 

Kata ilustrasi dari bahasa Inggris illustration, yang artinya gambar, foto atau lukisan. Dalam perkembangannya tidak hanya berbentuk gambar tetapi bisa berbentuk bunyi, kata-kata, dan music. Sebagai contoh, ilustrasi mjusik atau bunyi banyak ditemukan dalam penyajian pertunjukan film, drama, atau pementasan.

 

  1. Jenis-jenis Gambar Ilustrasi
  • Gambar Ilustrasi Naturalis : gambar yang memiliki bentuk dan warna yang sama dengan kenyataan (realis) yang ada di alam tanpa adanya pengurangan atau penambahan.
  • Gambar ilustrasi Dekoratif : gambar yang berfungsi untuk menghiasi sesuatu bentuk yang disederhanakan atau dilebih-lebihkan.
  • Gambar kartun : gambar yang memiliki bentuk-bentuk yang lucu atau memiliki ciri khas tertentu.
  • Gambar karikatur : gambar sindiran atau kritikan yang dalam penggambarannya telah mengalami penyimpangan proporsi bentuk. Pembuat karikatur ternama adalah : Didin S. Basuni (Mang Ohle), T. Sutanto, dan G.M Sidharta (Oom Pasikom)
  • Cerita Bergambar (cergam) sejenis komik atau gambar diberi teks. Tokoh cergam klasik Indonesia : Taguan Harjo, R.A Kosasih, Ardisoma, Ganes Th, Yan Mintaraga,Teguh Santosa, Dwi Koendoro, dan San Wilantara.
  • Ilustrasi Buku pelajaran : berfungsi untuk menerangkan teks atau suatu keterangan peristiwa baik ilmiah maupun gambar bagian.
  • Gambar Ilustrasi Khayalan : gambar hasil pengolahan daya cipta secara imajinatif (khayalan). Banyak ditemukan pada ilustrasi cerita, novel, roman, dan komik,

 

  1. Teknik Menggambar Ilustrasi

Menggambar Ilustrasi bertujuan untuk menjelaskan kepada orang lain tentang sesuatu. Supaya pesan gambar tersampaikan dengan baik maka diperlukan teknik menggambar dengan yang benar. Dalam ilustrasi ada beberapa objek yang harus dipelajari, yaitu :

  • Menggambar tokoh manusia : perlu mengetahui dan menguasai proporsi dan anatomi tubuh. Proporsi adalah perbandingan bagian perbagian atau bagian dengan keseluruhan. Anatomi adalah kedudukan struktur tulang dan otot-otot yang menentukan besar kecil dan cekung cembung (menonjol-tidaknya)tubuh manusia sehingga menentukan bentuk keseluruhan.
  • Menggambar Tumbuh-tumbuhan : banyak kamu temukan bermacam tumbuh-tumbuhan yang ada di sekitarmu, bentuk pohon mempunyai ciri khas bentuk daun, batang sendiri sendiri.
  • Gambar Tokoh Binatang : hampir sama seperti gambar manusia, yaitu memperhatikan proporsi dan anatominya. Ada 3 kelompok binatang :
    1. Binatang darat : sapi, kerbau, kucing, macan dan sebagainya.
    2. Binatang udara : burung, kupu-kupu, capung dan sebagainya.
    3. Binatang air : ikan, buaya, anjing laut dan sebagainya
  • Benda (stil llife) : kamu dapat memperhatikan benda-benda di sekitarmu


 

Pe;ajaran 1 Semester genap

 

RAGAM SENI RUPA TERAPAN NUSANTARA

 

  1. Mengapresiasi Seni Rupa Terapan

Secara umum, seni rupa terapan dibagi menjadi dua, yaitu :

 

  • Seni Kriya (Kerajinan)
  1. Fungsi seni kriya : memiliki beberapa fungsi, antara lain :
  • Mainan : hasil karya seni kriya ini biasannya untuk mainan dibuat dengan sederhana dan harganya relative murah. Contohnya boneka, mobil-mobilan, pistol-pistolan, dan lain-lainya.
  • Dekorasi : hasil karya seni kriya ini lebih mementingkan unsur keindahan dari unsur fungsinya. Contohnya hasil karya wayang, payung hias, guci.
  • Benda pakai : hasil karya seni kriya ini yang berfungsi sebagai sebagai benda pakai lebih mementingkan unsur fungsi dari unsure keindahan. Contohnya tas, piring, gelaas, kipas dan lain-lainnya.
  1. Jenis-jenis Seni kriya : dalam membuat karya seni kriya, seorang pengrajin seni dituntut untuk memperhatikan tiga hal, yaitu : bentuk,fungsi,dan bahan, Seorang pengrajin harus bisa memadukan tiga hal tersebut, sehingga daya kreativitasnya mampu hasil produksi yang dapat di terima dan sesuaidengan perkembangan zaman (up to date).
  • Krya anyaman : teknik berkarya dengan cara mengatur, bahan-bahan dasarnya dalam bentuk tindih-menindih, silang-menyilang dan lipat-melipat. Prinsip ini memanfaatkan jalur horizontal (pakan), jalur vertical (lungsin) dan miring (diagonal) dan melingkar, yang disusun dengan pola tertentu. Anyaman tersebut bisa menggunakan bahan dasar : bamboo, rotan, pandan, lontar, mending dan enceng gondok, dan lain-lainnya.
  • Kriya keramik : benda benda yang terbuat dari tanah lempung (tanah liat) yang dibakar, istilah keramik berasal dari keramos, yang berarti lempung yang dibakar.membentuk keramik dibutuhkan teknik-teknik tertentu, yaitu :
  • Lempeng(slab)
  • Putar(throwing)
  • Pilin(coiling)
  • Pijat(pinching)
  • Cetak tuang
  • Kriya border : kriya yang menempatkan hiasan dari benang yang dijahitkan pada kain. Bordir biasanya ditempatkan pada ujung=ujung kain yang berfungsi untuk menghias dan mempercantik tampilan kain. Sebutan lain untuk border adalah sulam.
  • Kriya logam : kriya yang mengolah logam menjadi berbagai macam benda kerajinan. Mengolah logam biasannya dengan cara mengecor logam panas dengan cetakan. Cetakan ini bisa terbuat dari tanah liat, gips, pasir, atau logam juga.

Teknik membuat kriya logam ada dua, yaitu teknik :

 

  1. Teknik a cire perdue atau cetakan lilin, caranya adalah membuat bentuk benda yang dikehendaki dengan lilin. Setelah model dari lilin, model terebut ditutupmenggunakan tanah, kemudian dibuat lubang dari atas dan bawah.

 

 

Setelah itu cetakan dibakar sehingga lilin yang terbungkus dengan tanah akan mencair, dan keluar dari lubang yang bagian bawah. Untuk selanjutnya melalui lubang bagian atas dimasukan cairan perunggu. Apabila sudah dingin, cetakan tersebut dipecah sehingga keluarlah benda yang diinginkan.

  1. Teknik bivalve atau setangkap, caranya yaitu menggunakan cetakan yang ditangkupkan dan dapat dibuka sehingga setelah dingin cetakan tersebut dapat dibuka, maka keluarlah benda yang dikehendaki. Cetakan tersebut terbuat dari batu atau kayu.

Bahan baku kriya logam berupa : fiber glass, perunggu, kuningan, tembaga, emas, dan perak. Hasilnya bisa berupa alat rumah tangga, alat musik (kenong, gong), perhiasan (cincin dan gelang), serta senjata.

 

  • Kriya lukis : lukisan dibuat missal dan dalam jumlah yang sama, dibuat secara berulang-ulang gambar pada lukisan sama.
  • Kriya kulit : jenis karya seni yang bahan bakunya menggunakan kulit. Kulit yang digunakan adalah kulit kerbau, sapi, kambing, buaya, dan ular. Hasil kriya kulit berupa tas,sepatu, ikat pinggang, pakaian (jaket), dompet, dan tempat HP.
  • Kriya ukiran : merupakan jenis karya seni yang dilakukan dengan mengolah permukaan suatu benda sehingga dihasilkan suatu bentuk yang indah. Bahan dasar kriya ukiran seperti kayu, gading, tulang, logam, batu, dan kulit.
  • Kriya batu : merupakan jenis karya seni yang dilakukan dengan mengolah permukaan bahan batu yang memiliki tekstur keras dan cenderung kaku untuk dibentuk ternyata dapat diolah menjadi seni kerajinan yang indah.

 

  • Seni Desain (design)

 

Desain dapat dilihat atau diserap oleh mata. Hal ini berarti setiap bendabuatan dibuat melalui proses perancangan dan pola rancang tertentu. Benda seperti pesawat, televise, motordann tidak satupun dibuat asal jadi. Kesemuanya dibuat dengan pola rancangan tertentuatau disebut juga dengan desain.

 

Dalam mendesain terdapat beberapa prinsip dasar yang harus diperhatikan, antara lain :

  • Kesederhanaan, yaitu pertimbangan-pertimbangan yang mengutamakan pengertian dan bentuk yang inti (prinsipal).
  • Keselarasan, yatitu kesesuaian antara bagianyang satu dengan bagian yang lainnyadalam suatu bendaatau rancangan.
  • Irama, yaitu kesan gerak yang ditimbulkanoleh keselarasan (harmoni) dan tidak keselarasan (kontras)
  • Keseimbangan (balance)
  • Kesatuan yang terpadu (unity)

 

Seni desain dapat dikelompokan dalam empat cabang,yaitu :

  • Desain Komunikasi Visual (dikomvis) atau desain grafis adalah cabang seni rupa yang berupaya memenuhi kebutuhan masyarakat akan komunikasi rupa yang akan dicetak seperti, brosur, undangan, pamphlet, poster, majalah, surat kabar, logo, kemasan, komik, karikatur, dan buku.

 

 

  • Desain produk adalah cabang seni rupa yang berupaya memenuhi kebutuhan masyarakat akan benda dan peralatan untuk menunjang kegiatan sehari-hari. Desain ini merancang berbagai produk yang sesuai dengan kegiatan manusia, seperti sepatu olah raga,sepatu kantor, tas, pakaian, perangkat militer, alat transportasi, dan alat kedokteran.
  • Desain interior : cabang seni rupa yang berupaya memenuhi kebutuhan akan segala bentuk dan permasalahan seputar ruangan. Desain ini berhubungan dengan penciptaan penataan ruang dalam (interior)
  • Desain tekstil : cabang seni rupa yang berupaya memenuhi kebutuhan yang menyangkut pertekstilan. Desainer tekstil ini biasanya berhubungan dengan masalah kain, baik dari teknik pembuatannya, pewarnaan, pembuatan dan penerapan motif yang sesuai pada kain. Desain tekstil juga berhubungan dengan perancangan pakaian.

 

  1. Apresiasi Seni Rupa Terapan nusantara.

 

Apresiasi memiliki beberapa fungsiyang berkaitan dengan kegiatan mental, yaitu :

 

  • Penikmatan Karya Seni : tahap penikmatan karya seni merupakan tahap yang akan menimbulkan rasa puas, kecewa, atau bahkan tidak menimbulkan perasaan apa-apa.
  • Penilaian Karya Seni : tahap penilaian berlangsung untuk mencari nilai-nilai seni, memahami isi dan pesan dari karya seni, mengadakan perbandingan-perbandingan hingga didapatkan kesimpulan. Tahap ini merupakan tahap yang kompleks karena menangkap makna suatu karyamerupakan pekerjaan sulit.
  • Empati : tahap ini merupakan tahapn dimana si pengamat turut merasakan suka duka, pikiran, perasaan, watak, dan pandangan hidup yang tercermin dalam karya seni.

 

Apresiasi dibagi menjadi dua, yaitu :

  • Apresiasi pasif : jika penikmat hanya mencapai tahap implementasi.
  • Apresiasi aktif : proses apresiasi pasif disertai dengan melakukan pembuatan karya.

 

Dalam mengapresiasi sebuah karya seni ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ,yaitu :

  • Aspek fisik : berhubungan dengan hal yang yang sifatnyaindrawi, artinya penerapan dilakukan secara visual (kasat mata). Bentuk karya dapat dipresepsi olehmata pengamatdan wujudnya berupa unsure-unsur fisik seperti garis, bidang, dan warna.
  • Aspek Psikis : berkaitan dengan unsur-unsur non fisik berupa pesan dan gagasan seniman yang terkandung pada karya, seperti komposisi, pesan, gagasan, tema, gaya, simbolik (perlambang), kemampuan dan bakat senimandalam mengelola, serta mengolah nilai fisik (bentuk).

 

Adapun sebagai landasan berpijak dalam menilai sebuah karya seni bisa dilakukan dengan berbagai pendekatan, antara lain :

  • Pendekatan mimetik : mengaitkan karya seni dengan alam (nature) atau segala sesuatu yang berhubungan dengan unsure-unsur alamiah. Contohnya ganmbar pemandangan alam yang lebih menekankan pada kemiripan dengan alam sesungguhnya.
  • Pendekatan ekspresif : menekankan pada menilai ungkapanatau ekspresi seniman. Hal ini dapat dilihat dari spontanitas dan kelugasan dalam menggunakan media.
  • Pendekatan struktural : dilakukan dengan menilai aspek-aspek structural pembentuk karya seni, baik aspek bentuk maupun unsure pendukungnya.

 

 

  • Pendekatan semiotik : apresiasi dapt digali dengan mengungkapkan isi dan kandunganberbagai unsure atau tanda yang ingin disampaikan oleh perupa. Hal inidapat terungkap lewat konsep dan gagasan perupa dalam karya seni.

 

Apresiasi selain bertujuan untuk mengenal, mengamati, dan menilai karya seni, juga merupakan sebuah ajang komunikasi antara perupa dan pemakai (penikmat/konsumen). Hal itu sebagai landasan pemenuhan kebutuhan sosial. Pada akhirnya hal tersebutakan menjadi hubungan timbal balikbagi perupa itu sendiridalam mengungkapkankekurangan dan kelebihan karya di mata masyarakat untuk perbaikan mutu, kualitas, atau harga karya.


 

Pelajaran 2

 

SENI RUPA GRAFIS

 

              Seni grafis adalah merupakan salah satu bentuk ungkapan visual ke dalam bidang dua dimensi. Menciptakan karya seni rupa yang memanfaatkan media cetak sehingga satu bentuk karya dapat direproduksi atau dilipatgandakan dalam jumlah tertentu.

 

Menurut tekniknya seni grafis dapat dibedakan menjadi empat prinsip teknik cetak, yaitu seni grafis :

 

  • Cetak dasar (lithography)
  • Cetak tinggi/timbul (woodcut)cara membuat acuan cetak dengan membentuk gambar pada permukaan media cetak secara timbul. Contoh paling sederhana adalah stempel atau cap.media yang banyak digunakan untuk melakukan cetak tinggi yaitu, kayu lapis/triplek, hardboard, metal, karet (linoleum), dan papan kayu. Teknik cetak tinngi yang popular adalah seni grafis cukilan kayu. Alat dan bahan cetak tinggi, antara lain :
  • Triplek, lempengan karet sol(linoleum)
  • Pisau woodcut atau cutter
  • Tinta cetak atau cat poster water-based
  • Rol karet a
  • Kertas HVS atau kertas gambar
  • Sendok

Tokoh seniman (grafikus) yang menggunakan teknik cetak tinggi adalah Albrech Duree, Granach, Hans Holbein, Grien (Jerman), Kastuhista Hokusai, Ando Hirosige (Jepanag), Kaboel Suadi, Edi Sunaryo, dan Andang Supriadi (Indonesia).

 

  • Cetak saring (silkscreen) atau cetak sablon

 

  1. Perlengkapan Sablon : membuat sablon memerlukan beberapa bahan dan peralatan :
  2. Perlengkapan pokok :
  • Screen (Kain Gasa/monyl) : Screen (kain Gasa) adalah kain sablon yang berfungsi sebagai sarana untuk membentuk gambar diatas benda-benda yang akan di sablon.Screen dibagi menjadi 3 macam :
    1. Monyl berukuran halus no. 180 T-200 T untuk mencetak diatas dasar yang tidak meresap tinta/cat, misalnya : kaca, botol, mika, plastic, seng, dan lain-lain.
    2. Monyl berukuran halus no. 120 T-150 T untuk mencetak diatas dasar yang menyerap sedikit cat/tinta, misalnya : kertas, karton, kayu, kulit, dan lain-lain.
    3. Monyl berukuran halus no. 60 T-90 T untuk mencetak diatas dasar yang paling banyak menyerap cat/tinta, misalnya : kaos, kain, dan lain-lain.
  • Pori-pori atau lubang screen
  • Sebelum dipasang pada kerangka alat cetak, monyl haruslah direndam atau dibasahi dengan air dingin dahulu agar tidak pecah bila dijemur.
  • Pemasangan monyl di kerangka alat cetak sebaiknya dalam keadaan masih basah.
  • Pori-pori kain screen bias dilalui oleh cairan apa saja, misalnya : air, minyak kental atau encer, cat tembok/duko, dan lain-lain.
  • Bila mencetak stiker, kain, maupun kaos, kekuatan afdruk atau gambar di monyl itu tidak begitu kuat.

 

 

Karena, lem stiker mengandung cairan dan obat afdruk juga mengandung air. Kalau pembuatan stiker banyak, kita harus menyediakan dua buah alat cetak yng afdrukannya sama, supaya dalam pengerjaannya bisa lancar.

 

  • Meja cetak
  • Bingkai atau kerangka alat cetak yang terdiri dari bingkai aluminium dan kayu.
  • Engsel catok atau penyekat, agar bingkai dan kain tidak bergoyang sewaktu disablon.
  • Pelapis, untuk menyerap tinta yang berlebih.
  • Rakel, untuk menyapukan dan meratakan tinta pada kain atau bahan lain yang di sablon.
  • Rak jemur atau rak susun untuk mengangin-anginkan hasil sablonan.

 

  1. Perlengkapan penunjang adalah : hair dryer atau kipas angin dan penyemprot air. Selain itu ada bahan pracetak yang terdiri dari kaporit, ulano,lakban,krim deterjen, dan screen laquer. Bahan untuk proses cetak antara lain obat-obatan, tinta, dam kain screen yang banyak ukuran.

 

  1. Proses Pembuatan Klise Positif :

Sebelum proses mencetak, langkah awal yang perlu dilakukan adalah membuat gambar rancangan (klise positif). Dalam membuat gambar rancangan ada beberapa hal yang perlu diperhatikan :

  1. Bahan untuk membuat gambar : kertas,palstik,mika, atau palstik film. Syaratnya adalah tarnsparan, agar pada waktu pengeksposan (penyinaran) bagian yang seharusnya tidak tembus tinta akan terkena sinar secara utuh tanpa dikurangi intensitasnya oleh keburaman bahan (opasitas). Setelah disinari, bagian ini akan tertutup sempurna/hitam pekat sehingga tinta tidak akan tembus pasa saat proses pengeksposan.
  2. Membuat model dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu : menggambar langsung di kertas putih polos, langsung pada screen setting lewat computer, dan dengan fotografi.
  • Manual : Menggambar langsung diatas kertas polos putih biasanya menggunakan rapido atau drawing pen.Gambar yamg sudah jadi diolesi dengan menggunakan minyak kelapa agar kertas polos putih tadi tarnsparan. Kemudian minyak yang ada dikertas tersebut dibersihkan dengan kertas sejenis. Setelah kering bias dilakukan pengeksposan gambar atau afdruk.
  • Langsung di screen : Setelah gaza jadi, bersihkan dari kotoran seperti minyak dan debu. Caranya mencucinya didalam air panas dan bila perlu beri sedikit soda abu supaya bersih. Pekerjaan selanjutnya areal yang tidak diinginkan tembus tinta, diolesi dengan emulsi yang sudah dicampur sensitizer. Dengan semikian, hanya daerah yang diolesi emulsi yang nantinya tidak tembus tinta. Setelah selesai proses pengolesan, dikeringkan di terik matahari dan langsung bisa digunakan untuk mencetak.
  • Setting computer : dimulai dengan pembuatan desain model untuk kemudian dicetak dengan menggunakan printer jenis laser jet, supaya kualitas gambarnya baik dan kualitas tintanya tajam (hitam pekat). Cara relative lebih praktis dan mudah menghasilkan gambar yang bervariasi.
  • Fotografi : Gambar yang akan dibuat terlebih dahulu dirancang/didesain dengan computer secara manual. Setelah gambar sesuai dengan yang kita harapkan, gambar dipotret. Cara ini dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas gambar dari model yang akan dicetak. Gambar akan lebih tajam dengan detail yang jelas. Hasil gambar yang dihasilkan berupa positif film.

 

 

  1. Afdruk/Pengeksposan :

Berikut ini tahapan afdruk, antara lain :

  1. Pelapisan (coating)
    1. Campurlah emulsi dengan sensitizer (obt afdruk siap pakai) bermerek yang punyai, lalu aduk hinga rata.
    2. Campurlah emulsi tadi dioleskan pada permukaaan screen dengan menggunakan alat Bantu coater (pelapis). Selain itu, juga dapat menggunakan mika atau penggaris plastik yang panjangnya sesuai dengan kebutuhan sampai benar-benar rata(usahakan pengadukan dan pengolesan dilakukan didalam ruang yang gelap).

 

  1. Pengeringan awal (start drying) dapat dilakukan dengan bantuan hair dryer, atau   didiamkan saja sampai kering sendiri.Saat pengeringan usahakan agar tidak terkena sinar matahari atau lampu yang mengandung ultar violet seperti neon.
  2. Penyinaran (exposing). Tujuannya untuk memindahkan gambar yang berbentuk positif ke dalam screen. Penyinran dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu dengan menggunakan sinar matahari atau dengan menggunakan meja afdruk (sinar lampu).
  • Meja afdruk :
    • Kaca bening 5 mm
    • Bantalan busa
    • Kain gelap
    • Beban afdruk
    • Lampu sorot
    • Meja afdruk
      • Sinar matahari
        • Kaca bening
        • Bantalan busa
        • Kain gelap

 

  • Cetak dalam (intaglio)

Apresiasi Karya Seni

  1. Mengidentifikasi Jenis Karya Seni Rupa Terapan Nusantara
  2. Latar Belakang Penciptaan Karya Seni Rupa Terapan

Aspek fungsional secara fisik benda tersebut, misalnya sebuah piring dapat dikatakan sebagai benda terapan (fungsional) bila piring tersebut tidak dapat digunakan untuk tempat makanan. Namun bila piring tersebut tidak dapat digunakan sebagaimana fungsi piring, sebagai apa pun bentuknya, tidak disebut sebagai benda terapan. Demikian pula benda-benda terapan lainnya.

Secara antropologis, benda terapan mulai dikenal dalam kehidupan manusia sejak zaman manusia mulai membudidayakan dan menyimpan makanan. Zaman tersebut dimulai setelah manusia hidup menetap di gua-gua.

Pada zaman tersebut, sebenarnya manusia sudah mengenal alat sederhana untuk mengolah alam seperti kapak, cangkul, maupun alat pencetak hasil kebudayaan sebelumnya (zaman batu). Alat-alat sederhana tersebut mengalami penyempurnaan pada masa manusia mengenal bercocok tanam.

Alat yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, bukan kebutuhan yang lain. Jadi, bukan alat seni, atau kebutuhan sejenisnya. Alat-alat kebutuhan sehari-hari itu, antara lain, periuk, piring, cangkul. Kapak, meja, kursi, tempat tidur, tikar, dan sebagainya.

 

  1. Mengidentifikasi Ciri-ciri Khusus Bentuk Karya Seni Rupa Terapan Nusantara

Tempat duduk termasuk alat pemenuhan kebutuhan dasar manusia. Demikian pula alat bercocok tanam, wadah, peralatan makan, peralatan tidur, bahan sandang, dan sebagainya.

Secara fungsional, benda-benda terapan dari berbagai daerah itu sama. Yang membedakan adalah bentuk visualnya (kerupaan). Hal ini disebabkan latar belakang kebudayaan daerah yang berbeda. Hal tersebut yang membuat benda terapan suatu daerah memiliki ciri khas, berbeda dengan benda terapan sejenis dari daerah lain, misalnya secara fungsional meja dari Jepara sama dengan meja dari daerah lainnya. Akan tetapi, secara visual meja ukir Jepara memiliki ciri khas, yaitu pada bentuk hiasan atau motif ukirannya.

Berikut ini adalah contoh khas seni terapan batik dari berbagai daerah di Nusantara.

 

 

 

  1. Batik Indramayu

Indramayu adalah salah satu kota penghasil batik tepatnya di daerah Paoman. Ada pun teknik yang digunakan umumnya menggunakan batik tulis. Batik yang paling banyak dihasilkan adalah kain jarit dan sarung.

Salah satu teknik pembuatan batik Indramayu yaitu dengan teknik babar pisan yang artinya hanya sekali dalam memproses pelodoran. Ciri khas warna batik Indramayu, yaitu gelap (tua) dan terang (putih). Daerah ini termasuk daerah panas sehingga kedudukan malam dapat tetap dilihat dan jarang remuk. Oleh karena itu, susunan dasar putih untuk batik Indramayu cukup baik.

Batik Indramayu banyak menggunakan ragam hias yang berbentuk motif geometris diantaranya banji, kembang kapas, pintu-raja, obar-abir, dan kawung. Sementara ragam hias flora dan fauna ditata secara dekoratif dan stilasi.

  1. Batik Cirebon

Batik Cirebon memiliki dua ciri utama, yaitu batik keratin dan batik bing-biron. Di samping itu, ada pula corak batik yang jarang dipakai untuk digunakan sehari-hari, tetapi sebagai simbol spiritual. Biasanya batik ini dihiasi dengan kaligrafi Arab, berisi penggalan-penggalan ayat Al quran atau doa-doa dalam bahasa Arab. Batik ini disebut kain besurek dan peminatnya kebanyakan orang-orang Sumatra (Jambi dan Minangkabau).

Warna yang digunakan pada batik keraton Cirebon, yakni putih (dasar), biru (indigo), dan coklat (soga). Selain itu, ragam hias yang dipakai berhubungan dengan mitologi yang berkembang di Cirebon seperti paksi naga, singa barong, taman arum, naga seba, dan sebagainya.

Penyusunan batik Cirebon berbentuk horizontal, terdiri atas tiga jalur yang menggambarkan jajaran atas, tengah, dan bawah. Kebudayaan islam banyak memengaruhi batik Cirebon dengan menghasilkan motif-motif mega mendung (awan) baik pada batik maupun pada ukir kayunya.

  1. Batik Pekalongan

Pekalongan dikenal sebagai kota batik. Kota maupun Kabupaten Pekalongan kini menjadi pusat kerajinan batik bahkan banyak bermunculan pusat perbelanjaan batik, rumah batik, dan grosir batik.

Ragam hias yang digunakan tidak monoton, tetapi selalu mengikuti permintaan pasar sehingga pembeli tidak merasa bosan dengan motif yang ada. Sejarah perkembangan ragam hias pekalongan pernah memengaruhi batik Laseman, Demakan, Wonogiren, Dermayon, dan Cirebonan dengan ragam hias khusus seperti kapal kandas (Dermayon), tiga negeri (Laseman), bang-biron (Cirebonan), remukan (Wonogiren), dan lain-lain.

Ciri utama batik Pekalongan yaitu ragam hias yang selalu berbeda, dinamis, dan mengikuti perkembangan pasar. Selain itu, warna yang cerah juga menjadi ciri khasnya. Ada pun teknik pewarnaan batik ini menggunakan teknik coletan, besutan, sinaran, pewarnaan radion, formika, dan berbagai pengembangan zat-zat pewarna seperti napsol, indigosol, cat basa, cat ergan, cat rapid, dan rekatif.

  1. Batik Yogyakarta

Motif larangan, yaitu motif yang hanya digunakan bagi keluarga dan kerabat keraton sehingga rakyat biasa dilarang untuk mengenakannya. Motif-motif tersebut seperti kawung, sembagen huk, sidomukti, sidodadi, madubranra, parang rusak, garuda ageng, camukiran, udan liris, dan sebagainya. Akan tetapi, kini motif-motif tersebut banyak dipakai oleh masyarakat biasa.

Pembautan batik Yogyakarta banyak dikerjakan dengan teknik batik tulis halus dengan teknik pewarnaan soga. Oleh karena itu, batik ini memilki kesan klasik dan berwibawa, sementara pelorodan dimulai dengan teknik kerokan.

  1. Batik Lasem

Batik Lasem banyak dipengaruhi oleh kebudayaan Cina karena pengusaha batik banyak dikelola oleh keturunan Cina. Batik Lasem sudah dikenal sejak zaman penjajahan Belanda. Hal ini dibuktikan dengan produksinya selendang lokcan atau selendang pangsi pada saat itu.

 

  1. Batik Madura 

Batik yang terkenal di daerah Madura dibuat oleh pengrajin batik yang berasal dari Tanjungbumi, Sampang, Pamekasan, dan Bangkalan. Tanjungbumi merupakan daerah penghasil batik yang memiliki corak rumit.

Batik Tanjungbumi memiliki ragam hias flora dan fauna seperti ragam hias sekar-jagad, ganggengan, ikan kapal, buketan, dan sebagainya. Selain ragam hias yang berbeda, batik memiliki warna tradisional yakni merah, coklat kemerahan, hitam kemerahan, biru tua, dan hijau sebagai perpaduan antara warna kuning dan biru. Warna acuan diperoleh dari mengkudu yang berwarna merah, soga alam, nila, dan kuning tegeran. Namun, kini banyak pengusaha yang menggunakan zat pewarna buatan seperti indigosol, napthol, dan rapidogen. Batik Tanjungbumi umumnya berlatar belakang putih dengan isen-isen rinci.

 

  1. Batik Tasikmalaya dan Ciamis

Batik keraton berpengaruh kuat terhadap keberadaan ragam hias warna batik Tasikmalaya dan Ciamis yakni ragam hias lereng dan kawung dengan warna krem, coklat, dan hitam. Selain itu, batik pesisir juga meramaikan batik Tasikmalaya dan Ciamis seperti pada corak flora dan fauna serta sentuhan warnanya yang memakai zat pewarna sintetis seperti napthol dan indigosol.

  1. Apresiasi terhadap Keunikan Gagasan Karya Seni Rupa Terapan Nusantara

Sikap apresiatif adalah sikap menghargai suatu karya seni secara kritis sesuai kaidah-kaidah seni berkaitan. Tujuannya agar apresiasi yang diberikan bersifat objektif.

Proses penciptaan suatu benda seni rupa merupakan sebuah proses kerja kreatif yang melibatkan kerja jasmani dan rohani. Kerja jasmani berkaitan dengan teknik mewujudkan benda. Sementara proses rohani berupa gagasan atau ide.

  1. Karya Seni Rupa Terapan Toraja

Toraja adalah salah satu wilayah Indonesia yang memiliki kekayaan budaya melimpah. Hal ini disebabkan oleh adanya kepercayaan bahwa leluhur orang Toraja adalah manusia yang berasal dari nirwana.

Beberapa benda seni rupa terapan dari Tana Toraja, antara lain berbentuk kain dan ukir kayu. Kain tradisional di mata orang Toraja sangat tinggi nilainya, karena dinilai sebagai simbol kemakmuran dan kejayaan bagi para pemilik kain tersebut.

Beberapa seni rupa terapan berbentuk kain dari Toraja, antara lain, kain ikat (sekomandi), tali tobatu, paruki’, tannun kamandang, dan lainnya.

  1. Karya Seni Rupa Terapan Jawa Tengah

Seperti di provinsi lainnya, di Jawa Tengah dan Yogyakarta juga banyak ditemukan daerah-daerah yang menghasilkan seni rupa terapan. Seperti Pekalongan dengan batiknya, Bantul dengan kasongannya, Jepara dengan ukirnya, dan sebagainya.

Dari seluruh daerah di Jawa Tengah, barang kali Jepara lebih terkenal dengan hasil seni terapan ukirnya. Secara teknis ukir Jepara tidak jauh berbeda dengan seni ukir dari daerah lain. Namun dari kehalusan pengerjaannya ukir Jepara memiliki ciri khas yang berbeda. Ukir Jepara lebih halus dan motif-motif hiasnya lebih berkembang. Hal ini disebabkan proses akulturasi hasil hubungan dengan pihak luar sering dilakukan.

 

 

 

  1. Karya Seni Rupa Terapan Jawa Timur

Salah satu penghasil kerajinan seni rupa terapan dari Jawa Timur adalah Probolinggo. Banyak karya-karya seni terapan dari Probolinggo yang bermutu dengan berbagai inovasi, baik dari segi teknik maupun motif.

BAB 10

Ekspresi Diri Melalui Karya Seni Rupa

  1. Karya Seni Kriya Tekstil

Beragam jenis kriya tekstil hadir di Indonesia dan masing-masing seni kriya memiliki teknik pembuatan yang berbeda seperti teknik anyam, teknik batik, dan teknik sablon.

  1. Benda Pakai atau Benda Hias dengan Teknik Celup Rintang

Jumputan diartikan sebagai comotan atau mencomot kecil-kecil. Jika diambil istilah teknologinya, jumputan adalah celup ikat maksudnya sesudah diikat kemudian dicelup.

Ada dua cara membuat batik jumputan (celup rintang) di antaranya: pertama pembuatan desain, pengikatan sesuai motif, perendaman (menghilangkan kanji) selama 12 jam, pencelupan dan pencucian (bilas). Cara yang kedua yaitu perendaman (penghilangan kanji) selama 12 jam, pembuatan desain, pengikatan, pencelupan, dan terakhir pencucian.

Teknik dasar pembuatan celup rintang meliputi teknik ikatan, teknik ikatan dan lipatan, serta teknik tritik. Teknik ikatan dapat digolongkan menjadi ikatan dasar dan ikatan kombinasi. Dalam teknik ikatan dasar ada yang tunggal, ganda, ada pula yang menggunakan ikatan silang. Untuk teknik ikatan tunggal, bahan yang akan diberi motif jumputan diikat satu per satu. Pengikatan dilakukan dengan tali raffia, nilon, karet, atau benang tebal (prinsipnya jenis benang atau bahan pengikat tidak sama dengan jenis kainnya).

Seperti fungsi pensil untuk menggambar, canting dalam kegiatan membuat batik sangat penting keberadaannya.

Canting terdiri dari tiga bagian berikut.

  1. Cucuk canting atau disebut juga paruh canting. Bagian ini berfungsi seperti mata pena, yaitu lubang kecil tempat keluarnya cairan lilin malam.
  2. Kepala canting, yaitu berupa tabung yang berfungsi untuk menampung cairan lilin malam setelah diambil dari tempat pemanas lilin malam (wajan).
  3. Gagang canting, yaitu tangkai canting yang berfungsi untuk pegangan.

Canting memiliki beberapa ukuran bergantung besar kecil jejak yang diperlukan.

 

 

  1. Membuat Benda Pakai dengan Teknik Cetak Saring (Sablon)

Karya cetak yang dibuat dengan teknik cetaksaring (sablon), contohnya kaos seragam olahraga, stiker, kalender, dan spanduk.

  1. Pengertian cetak saring (sablon)

Teknik cetak saring atau lebih populernya cetak sablon adalah proses pencetakan dengan menggunakan alat penyaring dengan bagian acuan cetaknya merupakan bidang tembus tinta sehingga ketika tinta ditekan, tinta dapat pindah ke atas bidang cetak.

  1. Bahan yang digunakan untuk membuat stiker dengan teknik cetak saring

1)      Kertas stiker

2)      Cat sablon

3)      M3 sebagai pengencer cat

4)      Bahan obat afdruk Ulano 133

5)      Kertas kalkir untuk gambar desain

6)      Tinta cina atau tinta bak untuk membuat gambar atau desain di atas kalkir.

  1. Alat yang digunakan untuk membuat stiker dengan teknik cetak saring

1)      Kain screen yang telah direntang pada kayu dengan ukuran T120

2)      Rakel sebagai alat penyaput atau penekan cat agar mengenai bidang cetak

3)      Kuas atau pena kodok untuk menursir klise yang berlubang

4)      Meja afdruk dilengkapi dengan lampu neon 2 buah 20 watt

5)      Hair dryer atau kipas angina untuk mengeringkan obat afdruk

6)      Alat semprot (sprayer) untuk mneymprot screen agar berlubang

7)      Busa, selotip, dan mangkuk plastik

  1. Prosedur pembuatan stiker dengan teknik cetak saring

Secara garis besar, proses pembuatan stiker dengan teknik cetaksaring dapat dibagi beberapa tahap yakni sebagai berikut.

1)             Proses pembuatan desain atau gambar

Pembuatan desain memerlukan kertas kalkir atau media lain yang tembus cahaya. Siapkan desain yang telah dibuat di atas kertas, kemudian dipindah ke atas kertas kalkir atau kertas tembus cahaya lainnya. Kemudian, desain yang berupa gambar dan tulisan diblok dengan tinta bak atau cat plakat, sedangkan garis diberi tinta rapido, semuanya dibuat gelap agar tidak tembus cahaya.

2)             Proses pengafdrukan

Pengafdrukan adalah proses membuat klise atau acuan cetak dengan langkah-langkah sebagai berikut.

  1. a)Screen harus dalam keadaan bersih, kemudian dilapisi obat afdruk. Obat afdruk dicampur pada mangkok plastik, kemudian oleskan pada kedua permukaan screen dengan penggaris mika. Pengolesan dilakukan dengan rata di dalam ruangan yang gelap karena obat afdruk ini peka cahaya. Setelah diolesi, kemudian keringkan kedua permukaan screen dengan hair dryer atau kipas angin.
  2. b)Setelah kering, dilanjutkan dengan proses penyinaran. Proses penyinaran dapat melalui sinar matahari atau dengan lampu neon. Sebelum proses penyinaran dimulai, desain ditempel terbalik discreen dengan selotip. Kemudian diletakkan di atas meja afrdruk dan di dalam rangka screen diletakkan kertas karbon, lalu busa atau spon, dan bahan penekan agar desain dapat menempel rapat dengan permukaan screen. Jika sudah siap, sinari dengan lampu TL dua buah dengan kekuatan 20 watt selama 10 menit (lihat gambar).
  3. c)Setelah tahap penyinaran selesai, lalu screen diambil dan semua benda yang melekat pada screen diambil, kemudian masukkan screen ke dalam bak air lalu angkat dan semprot dengan sprayer agar desain atau gambar yang kita kehendaki muncul. Apabila ada lubang-lubang, perlu ditursir atau ditutup dengan obat afdruk menggunakan kuas.
  4. d)Jika klise sudah sempurna, dapat dilanjutkan ke tahap pencetakan.

3)             Proses pencetakan (reproduksi)

Siapkan kertas stiker yang akan dicetak, campur tinta PVC dengan M3, dan aduk hingga rata. Usahakan jangan terlalu encer atau terlalu kental. Kemudian, lakukan langkah-langkah sebagai berikut.

  1. a)Pasang screen ke catok yang dipasang pada meja sablon, naikkan screen ke atas dan tuangkan tinta sablon pada daerah gambar.
  2. b)Daerah luar gambar bagian atas merupakan tempat tumpuan cat sablon.
  3. c)Turunkan screen sampai merapat dengan meja.
  4. d)Saput tinta dengan rakel dari atas ke bawah dan gambar akan tersablon di atas meja.
  5. e)Angkat kembali screen ke atas dan bersamaan dengan itu saputkan kembali cat ke atas agar tinta tidak pindah ke daun meja.
  6. f)Hasil sablonan pada kaca meja ditaburi bedak agar kering lalu usap.
  7. g)Letakkan kertas tipis di atas gambar yang ada pada kaca tersebut.
  8. h)Atur posisi menurut kehendak lalu ikatkan isolasi, kemudian pencetakan dapat dimulai.

4)             Penyajian karya stiker cukup dipasang pada kertas karton. Dibalik kertas karton ditulisi identitas pencipta, antara lain, nama, nomor absen, dan kelas.

  1. Benda Pakai atau Benda Hias dengan Teknik Cetak Tinggi

Berkreasi kriya dengan teknik cetak adalah karya seni kriya dengan dibantu alat cetak sehingga alat cetak dipakai sebagai acuan cetak atau klise.

Ada banyak macam teknik cetak diantaranya cetak tinggi, cetak dalam, cetak datar, dan cetak saring. Di antara sekian teknik cetak yang membedakan hanya satu, yaitu bentuk klise yang dipakai sebagai acuan cetak.

  1. Membuat Benda Hias dengan Teknik Cetak Tinggi

Pembuatan benda hias dengan teknik cetak membutuhkan bahan dan alat serta prosedur tentang langkah-langkah pembuatannya.

  1. Bahan yang Dipakai untuk Membuat Benda Hias

1)             Tripleks sebagai bahan untuk acuan cetak (klise).

2)             Tinta atau cat cetak yang memiliki kekentalan yang cukup.

3)             Minyak tanah untuk mengencerkan tinta cetak.

4)             Kertas dipakai untuk bidang cetak atau yang akan dikenai tinta. Sebaiknya memilih kertas yang dapat meresap tinta sehingga cat mudah kering.

  1. Alat yang Dipakai untuk Membuat Benda Hias

1)             Alat cukil dengan berbagai macam bentuk dan ukuran. Alat cukil yang dipakai berbeda dengan alat untuk mengukir kayu.

2)             Alat cukil ini khusus untuk membuat karya grafis dan dapat dibedakan menurut bentuknya, seperti veiner yang berbentuk huruf v, gouge berbentuk u, chisel berbentuk datar, dan knife berbentuk pahat pisau.

3)             Rol tinta adalah alat penintaan permukaan klise (acuan cetak) untuk memperoleh lapisan tinta yang rata.

4)             Sendok, digunakan untuk menggosok punggung kertas agar tinta dari klise pindah ke permukaan kertas.

5)             Alat penjepit kertas dan tali raffia untuk menjemur hasil cetakan.

6)             Kaca untuk mencampur tinta sebelum dipakai untuk melumuri klise.

7)             Pensil, kertas karbon, kertas plano, atau kertas Koran bekas.

  1. Prosedur Pembuatan Benda Hias dengan Teknik Cetak Tinggi

1)             Membuat acuan cetak

2)             Mempersiapkan tinta

3)             Penintaan klise

4)             Mencetak

5)             Pengeringan karya

6)             Penyajian karya

 

 

  1. Menyiapkan Karya Seni Rupa untuk Pameran Sekolah

Sebelum pameran dilaksanakan, ada beberapa hal yang harus diperhatikan di antaranya sebagai berikut.

  1. Perencanaan

Pameran harus direncanakan sebaik-baiknya agar hasilnya tidak mengecewakan dan membutuhkan banyak persiapan. Persiapan-persiapan pameran meliputi hal-hal sebagai berikut.

  1. Persiapan pameran

Langkah awal yang dilakukan dalam pameran adalah pembentukan panitia pameran, tujuannya untuk pembagian tugas agar pameran berjalan dengan lancar.

  1. Persiapan Materi atau Karya yang Akan Dipamerkan

1)             Menyimpulkan karya

2)             Membuat daftar karya-karya yang masuk sehingga memudahkan untuk membuat katalog yang berisi nama pembuat, judul karya, ukuran teknik, dan media yang dipakai.

  1. Persiapan Ruang Pameran

Salah satu unsur penting di dalam pelaksanaan suatu pameran adalah cara memajang karya. Yang dimaksud dengan memajang karya adalah memasang karya seni rupa yang dipamerkan agar dapat dinikmati pengunjung secara nyaman. Pengunjung dapat menikmati pameran dengan nyaman artinya pengunjung dapat menikmati karya seni yang dipamerkan secara maksimal. Dengan demikian, pengunjung dapat melakukan apresiasi dengan baik. Bukankah tujuan utama diadakannya pameran adalah adanya proses apresiasi?

Mengelompokkan dan memisahkan tempat pemajangan. Misalnya, jika pameran dilaksanakan sebagai pameran sekolah, pengelompokkan pemajangan dilaksanakan dengan memanfaatkan ruang-ruang kelas.

Hal yang tak kalah penting di dalam penyiapan ruang pameran adalah mengatur pemajangan agar arus jalan pengunjung dapat lancar.

  1. Persiapan Publikasi dan Dokumentasi

Baik pameran yang diselenggarakan di dalam kelas maupun di luar perlu adanya publikasi melalui selebaran, pengumuman atau spanduk yang ditempel di papan pengumuman. Keberadaan media publikasi sangat penting, agar pameran dapat disaksikan khalayak.

Dokumentasi bisa berupa catatan jumlah pengunjung pameran, pesan dan kesan serta kritikan dari guru, teman, atau pengunjung. Dokumentasi berguna untuk dipelajari setelah pameran berakhir dan sebagai bahan evaluasi serta masukan yang berharga untuk penyelenggaraan yang akan datang.

  1. Pelaksanaan Pameran

Acara pembukaan biasanya berisi pengantar dari pihak penyelenggara atau ketua panitia. Karena pameran ini adalah pameran sekolah yang mayoritas akan dikunjungi kawan-kawan sebaya, tinggi pemasangan (pemajangan) harus disesuaikan dengan tinggi badan anak usia SMP/MTs.

Beberapa pertimbangan dapat diambil, misalnya:

  1. Untuk karya seni rupa dua dimensi yang memiliki ukuran vertical, lukisan berukuran besar dipasang agak condong ke bawah sehingga enak dipandang karena tidak melelahkan.
  2. Lukisan kecil jangan dipasang terlalu rendah sehingga posisi leher bagi yang melihatnya tidak lelah.
  3. Untuk karya seni rupa tiga dimensi yang berukuran kecil diberi bangku atau kotak penyangga sehingga posisinya tidak terlalu rendah.
  4. Karya tiga dimensi yang berukuran besar diletakkan di tengah ruang sehingga dapat dinikmati dari berbagai arah.
  5. Bila pameran dilengkapi dengan pencahayaan, usahakan cahaya listrik dapat menerangi objek secara merata.
  6. Untuk karya yang mudah rusak atau pecah ditempatkan pada posisi yang aman.
  7. Berikan informasi yang cukup tentang karya yang dipajang.
  8. Penutupan

Pada umumnya, pameran dilaksanakan pada rentang waktu yang telah disepakati. Sebelum pameran ditutup, sebaiknya adakan kegiatan berupa diskusi dengan mendatangkan para kritikus, seniman, ataupun pengamat seni rupa. Dengan adanya diskusi diharapkan menambah wawasan seni bagi siswa atau siapa pun yang mempunyai bakat di bidang seni rupa. Hal tersebut bisa digunakan sebagai bahan evaluasi.

 

 

 

 

PENUMPANG AIRASIA QZ 8501

December 30th, 2014

Tony Fernandes CEO Airasia menyebutkan bahwa data dari Bandara Juanda, Surabaya, jumlah penumpang tersebut yaitu 155 penumpang dengan komposisi 138 orang dewasa, 16 anak-anak, dan 1 bayi. Terdapat pula dua orang pilot dan lima kru maskapai yang berada di dalam pesawat rute Surabaya ke Singapura itu.

Berikut adalah nama-nama penumpang, termasuk satu orang balita dalam pesawat :

1.Abraham, Viona Florensa
2.Alain Oktavianus, Siauw
3. Andriani, Ratri Sri
4. Andrijany, Vincencia Sri
5. Ang, Sharon Michelle
6. Ang, Steven Michael
7. Angelina, Ong
8. Anggara, Lindawati
9. Anggraini, Monica
10. Anggreni, Linda
11. Ann Santiago, Jasmine Rose
12. Ardhi, Jayden Cruz
13. Ardhi, Reggy
14. Astutik, Yuni
15. Aurelia, Thirza
16. Biantoro, Djarot
17. Biantoro, Kevin
18. Chandra, Gani
19. Choi, Chi Man
20. Choi, Zoe Man Suen
21. Claudia Ardhi, Marianne
22. Clemency Ardhi, Michelle
23. Darmaji, The
24. Diani, Inda
25. Djomi, Kaylee C
26. Djomi, Martinus
27. Emmanuel, Angeline Esther
28. Ernawati, Ernawati
29. Evientri Wahab, Musaba
30. Febriantus, Edward
31. Fei, Joe Jeng
32. Fernando, Adrian
33. Gani, Susilo
34. Giovanni, Justin
35. Giovanni, Nico
36. Go, Feilensia Sularmo
37. Gunawan, David
38. Gunawan, Jie Charly
39. Gunawan, Jie Stephanie
40. Gunawan, Jie Steven
41. Gunawan, Jie Stevie
42. Gunawan, Kayla Audrey
43. Gunawan, Kenneth Matthew
44. Gunawan Syawal, Hendra
45. Halim, Hindarto
46. Hamid, Hayati Lutfiah
47. Handayan, Finna
48. Handoyo, Rony
49. Haripin, Sukiatna
50. Harja Subagio, Prawira
51. Hartono, David
52. Harwon Lioe, Caroline
53. Ho, Juliana
54. Hutama, Christanto Leoma
55. Indri, Jo
56. Jauw, Monita Wahyuni
57. Jessica, Jessica

  1. Jong, Ang Mie
  2. Josal, Shiane
  3. Kho Kosuma Chandra
  4. Kho, Vera Chandra
  5. Krisputra, Sesha Aldi
  6. Krisputri, Felicia Sabrina
  7. Kristiyono, Kristiyono
  8. Kusuma, Nelson
  9. Kusumo, Wirantono
  10. Lee, Kyung Hwa
  11. Liangsih, Indahju
  12. Liem, Fransisca Lanny Winat
  13. Ligo, Ekawati
  14. Lim, Yan Koen
  15. Liman, Susandhini
  16. Limantara, Juanita
  17. Linaksita, Grayson Herbert
  18. Linaksita, Kathleen Fulvia
  19. Linaksita, Tony
  20. Linggarwati, Sri
  21. Megawati, Megawati
  22. Merry, Merry
  23. Muttaqin, Abdullah
  24. Noventus, Andrian
  25. Nurwatie, Donna Indah
  26. Octavani, Lanny
  27. Oei, Jimmy Sentosa Winata
  28. Oktavianus, Denny
  29. Ong, Sherlly
  30. Pai, Soemamik Saeran
  31. Park, Seong-beom

Infant: Park, Yuna

  1. Permata, Gusti Atu Putriyan
  2. Poo, Andri Wijaya
  3. Pornomo, Christien Aulia
  4. Pornomo, Ferny Yufina
  5. Puspitasari, Ruth Natalia M
  6. Putri, Gusti Ayu Made Keish
  7. Ranuwidjojo, Mulyahadikusum
  8. Ratna Sari, Ria
  9. Romlah, Siti
  10. Santoso, Fandi
  11. Santoso, Karina
  12. Santoso, Nikolas Theo
  13. Sari, Lia
  14. Sebastian, Yonatan
  15. Sentoso, Samuel Joyo
  16. Sholeh, Marwin
  17. Sia, Soetikno
  18. Sidartha, Gusti Made Bobi
  19. Sii, Chung Huei
  20. Soesilo, Elbert
  21. Soetanto, Aris
  22. Soetanto, Lina
  23. Soetjipto, Cindy Clarissa
  24. Soetjipto, Kevin Alexander
  25. Soetjipto, Rudy
  26. Soewono, Yenni
  27. Su, Bundi
  28. Sukianto, Kartika Dewi
  29. Sulastri, Sulastri
  30. Suryaatmadja, Hanny
  31. Suseno, Djoko
  32. Suseno, Naura Kanita Rosada
  33. Susiyah, Susiyah
  34. Tanus, Herumanto
  35. Thejakusuma, The Meiji
  36. Theodoros, Hendra
  37. Theodoros, Raynaldi
  38. Theodoros, Winoya
  39. Usin, Suriani
  40. Utomo, Soesilo
  41. Wahyuni, Eny
  42. Wen, Oktaria
  43. Wicaksana, Bhima Aly
  44. Widjaja, Andreas
  45. Widjaja, Djoko Satryo Tanoe
  46. Widjaja, Eko
  47. Widodo, Florentina Maria
  48. Widodo, Nanang Priyo
  49. Widyawati, Anna
  50. Wijaya, Alfred
  51. Wijaya, Bob Hartanto
  52. Wijaya, Marilyn
  53. Wijaya, William
  54. Wijaya Kwee

Marilah kita berdoa semoga AirAsia QZ 8501 Segera ditemukan

BLOG GURU INDONESIA

MENJADI GURU BERMUTU DAN PROFESIONAL