Berbagi Informasi Untuk Guru Indonesia
PENGUNJUNG





APLIKASI BLOG GURU INDONESIA

IBN

translate

BisnisNgeTren.Com ya Paytren milik Ust. Yusuf Mansur Veritra Sentosa Internasional Treni KLIKVSI VSI

PENDIDIKAN ISLAM

Oleh : Ustadz Ahmad Yani, SAg.

Definisi.

An-Nusyroh adalah bentuk mahsdar dari kata “Nasyaro” yang artinya menebarkan.

Firman Allah : “Dan Dialah yang menurunkan hujan setelah mereka putus asa, dan Dia tebarkan RahmatNya, dan Dialah Maha Pelindung lagi Maha Terpuji” (QS.Asy-Syura : 28).

> Lois Ma’lu : An-Nusyroh adalah Ruqyah yang mengobati orang yang sakit jiwa (gila) atau sakit-fisik.

> Abu Sa’adat : An-Nusyroh adalah bagian dari pengobatan Medis dan Ruqyah yang mengobati orang yang terkena sentuhan Jin.

> Ibnu Jauzi : An Nusyroh adalah melepaskan pengaruh sihir pada orang yang terkena sihir. Tidaklah seorang mampu melepaskan pengaruh sihir melainkan orang yang mengerti tentang sihir.

Dasar Hukum.

Nabi Saw ditanya tentang An-Nusyroh? Beliau menjawab : “An-Nusyroh adalah perbuatan Syaitan”. ( HR. Abu Daud ).

Semula Nabi saw melarang mengobati dengan cara An-Nusyroh karena mengandung unsur syirik dan bersekutu dengan Jin dan Syaitan, tetapi kemudian beliau membolehkan jika An-Nusyroh dengan menggunakan ayat Al-Qur’an dan doa.

Metode Pengobatan dengan An-Nusyroh.

Berdasarkan definisi di atas dapat kita rangkum An-Nusyroh adalah pengobatan dengan cara medis dan Ruqyah yang mengobati orang yang terkena pengaruh sihirdan sentuhan Jin dan Syaitan yang mempengaruhi fisik dan mental.

Jadi mengobatan dengan cara An-Nusyroh ada dua cara:

1. Pengobatan dengan Cara Medis.

Pengobatan dengan cara medis dengan menggunakan ilmu kedokteran atau dengan ramuan yang mengandung obat untuk menyembuhkan penyakit.
Madu dan Buah-buhan.

“Kemudian makanlah dari tiap-tiap macam buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah di mudahkan bagi mu. Dan dari perut lebah itu keluar minuman (Madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya ada obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda kebesaran Tuhan bagi orang yang memikirkan” (QS. An-Nahl : 69)

Susu Murni.

“Dan sesungguhnya pada binatang ternak itu benar-benar terdapat pelajaran bagimu. Kami memberi mu minum dari apa yang berada dalam perutnya berupa susu yang bersih antara kotoran dan darah yang mudah ditelan bagi orang-orang yang meminumnya” (QS. An-Nahl : 66)

Korma Ajwa ( Korma Nabi ).

Korma adalah salah satu buah yang sering nabi anjurkan untuk mengkonsumsinya terutama bagi orang yang berbuka puasa, karena korma mengandung zat gula yang baik untuk pertumbuhan badan, ada korma khusus untuk pengobatan yaitu

Korma Ajwa.

Nabi Saw bersabda: “Korma Ajwa adalah obat dari segala penyakit”

2. Pengobatan dengan Cara Ruqyah.

Ruqyah adalah bentuk tunggal dari kata Ruqo artinya jampi-jampi maksudnya jampi-jampi dengan menggunakan bacaan atau mantra untuk menolak pengaruh sihir dan godaan Syaitan dan Jin yang mempengaruhi fisik dan mental manusia.

“Tidak ada Ruqyah kecuali untuk melepaskan pengaruh mata (sihir) dan sengatan hewan berbisa” (HR. Ahmad, Abu Daud dan Attirmizi)

Dari Auf bin Malik berkata : ”Kami pernah me-Ruqyah seorang pada zaman Jahiliyah, kemudian kami bertanya : Wahai Rosullulloh bagaimana menurut pendapat Mu tentang yang demikian? Maka Nabi bersabda : Jelaskan kepada Ku tentang Ruqyah kalian. Tidaklah mengapa Ruqyah yang tidak ada unsur syirik” (HR. Muslim)

Bacaan untuk Me-Ruqyah :

1. Istia’dzah ( Mohon perlindungan ).

“Dan jika kamu ditimpa sesuatu godaan syaitan maka berlindunglah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui” (QS. Al A’rof : 200).

Secara langsung Al-Qur’an tidak menjelaskan lafadz-lafadz yang dipakai untuk perlindungan kepada Allah dari godaan syaitan tetapi kemudian Nabi mengajarkan beberapa lafadz yang dibaca untuk berlindung kepada Allah dari godaan syaitan antara lain :

*. A’udzu bIlahi minasysyaithonir-rojim
*. A’udzu bIlahis-sami’il alim minasysyaithonir-rojiim
*. A’udzu bikalimatIlahit-taammaati minsyarrimaa kholaq
*. A’udzu bikalimaatIlahit-taammaati min godhobihi waI’qobihi wasyarri ibadihi wamin hamazaatisy-syayaathini wa-ayyahdhuurun
*. A’udzu biIzzatIlahi waqudrotihi min syarrimaa ajidu wa-uhajiru
*. A’udzu bIlahi minasyyaithonir-rojim min hamzihi wanafkhihi wanaftsihi

2. Ayat Al-Qur’an.

Pada hakikatnya semua ayat Al-Qur’an dapat di jadikan sebagai pelindung orang-orang yang beriman dari segala godaan syaitan dan sebagai obat dari segala penyakit akan tetapi ada beberapa ayat atau surat tertentu yang di ajarkan Nabi yang dapat di jadikan sebagai Ruqyah untuk menangkal penyakit yang di sebabkan oleh pengaruh sihir atau godaan Syaitan dan Jin.

“Dan apabila kamu membaca Al-Qur’an niscaya kami adakan antara kamu dan antara orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat suatu dinding ( pelindung ) yang tertutup” ( QS. Al Isra : 45 ).

“Dan kami turunkan dari Al-Qur’an itu sebagai Penyembuh dan Rahmat bagi orang-orang yang Mukmin, dan ia ( Al-Qur’an ) tidak menambah bagi orang-orang yang zhalim melainkan kerugian” ( QS.Al Isra : 82 )

*. Al Muawwidzatain (An-Naas dan Al Falaq)
*. Al Fatihah
*. 4 ayat diawal surat Al Baqarah
*. Al Baqarah ayat 163 dan 164
*. Ayat Kursi (Al Baqarah : 255)
*. 3 ayat diakhir surat Al Baqarah
*. Ayat pertama surat Ali Imran
*. Ali Imran ayat 18
*. Al A’raf ayat 54
*. Al Mu’min ayat 116
*. Al Jin ayat 3
*. 10 ayat diawal surat Ash- Shoffat
*. 3 ayat diakhir surat Al Hijr
*. Yunus : 81
*. Al Anbiya : 70
*. Al Furqon : 23
*. Al A’rof : 118-119

3. Doa Mohon Kesembuhan.

Banyak sekali doa untuk perlindungan dari syaitan dan kesembuhan penyakit yang ada di dalam Al-Qur’an atau yang di ajarkan oleh Nabi, disini kami ungkapkan beberapa doa yang diajarkan oleh Nabi:

*. BismIlahi turbatu ardhinaa biriiqoti ba’dhina yasyfibihi saqiimana bi-izni robbina

*. Allahumma Robban-naas Azhibilbaas Isyfi antasysyaafii Laasyifaa-a Illaa syifaa-uka Syifaa-an laayugoodiru saqoman.

*. Amsahil baas Robbannaas Biyadikasy-syifaa Laa kaasyifalahu Illaa anta

Tata-cara Me-Ruqyah.

“Setiap penyakit itu ada obatnya, jika tepat obatnya maka penyakit akan sembuh dengan izin Allah ‘Azza wa Jalla” (HR. Muslim).

Firman Allah : “Jikalau Allah menimpakan bahaya (penyakit) kepadamu maka tidak ada yang dapat menghalanginya selain Dia dan jikalau Allah menghendaki kebaikan untukmu maka tidak ada yang dapat menghalangi Nya, kebaikan itu diberikan olehNya kepada orang yang di kehendaki dari hamba-hamba Nya. Dialah YangMaha Pengampun lagi Maha Penyayang” (QS. Yunus: 107)

Tidaklah semua orang dapat di sembuhkan dengan Ruqyah Al-Qur’an atau doa-doa yang di ajarkan oleh Nabi, apabila jiwanya tidak di isi dengan ke-yaqin-nan dan penuh pasrah kepada Allah serta tidak menyimpang dari ketentuan Ruqyah.

>Di bacakan dan di tiupkan pada kedua telapak tangan kemudian di usapkan pada anggota badan mulai dari kepala, muka, bagian depan badan dada dan seterusnya.

Hadits dari A’isyah : ”Bahwasanya Nabi saw apabila berbaring di tempat tidur maka Ia gabungkan kedua telapak tangannya, kemudian ditiupkan pada keduanya sambil membaca “Al Muawwidzat” (Al Ikhlas, Al Falaq dan Annas) lalu beliau mengusapkan kedua telapak tangan mulai dari bagian kepala, bagian muka dan bagian depan badan hingga tubuh yang dapat di jangkau. Beliau kerjakan tiga kali.”

A’isyah berkata : “Tatkala aku merasa sakit maka beliau menyuruh aku mengerjakan seperti ini” (HR. Bukhari-Muslim)

> Di bacakan pada ibu jari kemudian di tempelkan pada bumi lalu ibu jari di letakkan pada anggota tubuh yang sakit.

Hadits dari A’isyah : ”Bahwasanya Nabi Saw apabila ada seorang merasa tubuhnya ada yang sakit maka beliau meletakkan ibu jari Nya pada tanah kemudian di angkatnya sambil membacakan doa : “BismIlahi turbatu ardhinaa Biriiqoti ba’dhinaa Yusqoobihi saqiimunaa Bi-izni robbinaa” (HR. Bukhari dan Muslim)

> Mengusapkan tangan pada anggota yang sakit sambil membaca Ruqyah.

Hadits dari A’isyah : ”Bahwasanya Nabi Saw pernah mendoakan salah satu kelarganya yang sakit dengan meletakkan tangan kanannaya (pada tubuh yang sakit) sambil membaca : “Allahumma robbannaas Azhibil baas Isyfiantasysyafii Laa syifaa-a illaasyifaauka Syifaa-an laa yugoodiru saqoman” (HR. Bukhari dan Muslim)

> Di bacakan Ruqyah pada bejana yang berisi air dan di tiupkan ke-dalamnya kemudian menyuruh penderita untuk meminumnya atau mandi dengan air tersebut.

Hadits dari A’isyah : ”Ia pernah membawa air zamzam kemudian ia memberitahu (kepada para shahabat) bahwasanya Rosululloh Saw membacakan doa pada air zamzam yang ada dalam bejana dari kulit lalu beliau menuangkan air itu pada gelas dan meminumkannya kepada orang-orang yang sakit” (HR. Muslim).

“Dan Allah menurunkan kepadamu air hujan dari langit untuk menyucikan kamu dengan hujan itu menghilangkan dari kamu gangguan-gangguan Syaitan dan untuk menguatkan hati mu dan mempertaguh dengannya telapak kaki mu (pendirianmu)” (QS. Al Anfal :11)

Di dalam Islam bersuci ada dua bagian :

pertama bersuci yang bersifat lahiriyah yaitu bersuci badan dari hadats dan najis dengan air muthlak dan

kedua bersuci yang bersifat bathiniyah yaitu menjauhkan diri dari sifat-sifat yang buruk yang di sebabkan oleh pengaruh Syaitan.

Cara Meminum air Zam zam atau air Asma :

*. Meminum air dengan niat untuk kebaikan dunia dan akhirat
*. Menghadap kiblat ketika hendak meminum
*. Membaca shalawat untuk Nabi saw
*. Membaca Basmalah
*. Membaca doa.
*. “Allahumma inni as-aluka ilman nafi’an warizqon wasi’an wasyifa’an min kulli da’in”
*. Tiga kali nafas ketika meminum
*. Minum sampai rasa haus hilang
*. Setelah minum kemudian air diusapkan pada kepala, muka dan dada tiga kali.

Penyakit yang Dapat Di sembuhkan dengan Ruqyah.

> Perintah untuk Berobat :
“Sesungguhnya Allah Ta’ala tidaklah menurunkan suatu penyakit, kecuali Allah telah menurunkan pula obatnya, baik obat yang telah diketahui oleh orang maupun yang belum diketahuinya, kecuali mati” (HR. Al-Hakim)

“Berobatlah wahai hamba-hamba Allah karena sesungguhnya Allah tidaklah menurunkan suatu penyakit, kecuali telah diturunkan pula obatnya, selain penyakit yang satu yaitu penyakit tua (pikun)” (HR. Ahmad, Ibnu Hibban dan Al-Hakim).

> Perintah Konsultasi kepada Ahli Pengobatan :

“Maka pertanyalah kepada orang-orang yang mempunyai keahlian jika kamu tidak mengetahui” (QS. An-Nahl : 43)

“Katakanlah : Tiap-tiap orang berbuat menurut keadaannya (propesinya)” (QS. Al Isra : 84).

Nabi Saw bersabda : “Obat segala kesulitan adalah bertanya (konsultasi)”

> Larangan dalam Berobat :

Berobat kepada yang bukan Ahlinya :
“Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu ke dalam kebinasaan dan berbuat baiklah karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik” (QS. Al Baqarah:195).

Nabi Saw bersabda : “Apabila sesuatu perkara di serahkan kepada yang bukan ahlinya maka tunggulah kehancurannya”

Berobat dengan Sesuatu yang Dilarang Allah :

“Sesungguhnya Allah Ta’ala tidaklah menjadikan obat untuk penyembuhanmu padahal-hal yang diharamkan atasmu” (HR. Aththabrani).

Meskipun berobat itu di perintahkan agama tetapi penggunaan obat dibatasi pada hal-hal yang halal.

Jadi tidak dibenarkan menjadikan sesuatu yang haram menjadi obat, seperti berobat dengan meminum darah atau minuman keras atau berobat dengan memakan makanan yang di haramkan Allah.

”Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi dan binatang yang (ketika di sembelih) di sebut nama selain Allah” (QS. Al Baqarah : 173)

I. Penyakit Fisik.

Sebab-sebab Penyakit terdiri dari Dua Golongan :


*. Sebab-sebab dari dalam ialah kelainan-kelainan dari tubuh sendiri yang pada umumnya tidak diketahui dengan jelas apa sebabnya.
*. Sebab-sebab dari luar ialah segala sebab yang asalnya dari luar.

Hal ini dapat dibedakan menjadi enam macam:

*. Sebab Mekanis, seperti luka terkena benda tajam atau tumpul, kena tembak atau terjatuh.
*. Sebab Fisik, seperti terkena api atau benda panas, terkena aliran listrik, disambar petir
*. Sebab Kimia, seperti keracunan.
*. Sebab jasad Renik atau Makro, seperti bakteri, virus, serangga atau cacing-cacing.
*. Sebab kekurangan unsur tertentu dalam konsumsi, seperti vitamin, mineral, yudium.
*. Sebab kejiwaan, seperti kesusahan, trouma, ketakutan.

Mengobati penyakit fisik lebih dominan menggunakan medis atau ilmu kedokteran tetapi tidak menjamin untuk sembuh maka solusinya banyak pasien yang datang untuk berobat Atternatif seperti Terapi, Reflexsiologi, Ruqyah atau lainnya

II. Penyakit di sebabkan Pengaruh Sihir, Syaitan atau Jin.


*. Sihir perceraian
*. Sihir guna-guna
*. Sihir Hipnotis
*. Sihir gila
*. Sihir lesu
*. Sihir suara panggilan
*. Sihir penyakit
*. Sihir pendarahan
*. Sihir menghalangi sesuatu ( Rejeki, tamu, keinginan beribadah, dll. )
*. Sihir mandul atau susah hamil

Pengobatan Islam An Nusyroh, Ruqyah, Istia’dzah, dll.
Silahkan Berobat dengan Terapi NurSyifa’, telah terbukti banyak yang Sembuh. Mengobati Sejak Tahun 1984.

Sumber : Terapi Nursyifa’
http://www.pengobatan.com/khazanah_islamiah/an_nusyroh.html

Al Qur’an adalah firman Allah yang di dalamnya terkandung banyak sekali sisi keajaiban yang membuktikan fakta ini. Salah satunya adalah fakta bahwa sejumlah kebenaran ilmiah yang hanya mampu kita ungkap dengan teknologi abad ke-20 ternyata telah dinyatakan Al Qur’an sekitar 1400 tahun lalu. Tetapi, Al Qur’an tentu saja bukanlah kitab ilmu pengetahuan. Namun, dalam sejumlah ayatnya terdapat banyak fakta ilmiah yang dinyatakan secara sangat akurat dan benar yang baru dapat ditemukan dengan teknologi abad ke-20. Fakta-fakta ini belum dapat diketahui di masa Al Qur’an diwahyukan, dan ini semakin membuktikan bahwa Al Qur’an adalah firman Allah.

Salah satu diantara sekian banyak keajaiban Alqu’an…
Rahasia Besi

Besi adalah salah satu unsur yang dinyatakan secara jelas dalam Al Qur’an. Dalam Surat Al Hadiid, yang berarti “besi”, kita diberitahu sebagai berikut:
“…Dan Kami turunkan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia ….” (Al Qur’an, 57:25)
Kata “anzalnaa” yang berarti “kami turunkan” khusus digunakan untuk besi dalam ayat ini, dapat diartikan secara kiasan untuk menjelaskan bahwa besi diciptakan untuk memberi manfaat bagi manusia. Tapi ketika kita mempertimbangkan makna harfiah kata ini, yakni “secara bendawi diturunkan dari langit”, kita akan menyadari bahwa ayat ini memiliki keajaiban ilmiah yang sangat penting.
Ini dikarenakan penemuan astronomi modern telah mengungkap bahwa logam besi yang ditemukan di bumi kita berasal dari bintang-bintang raksasa di angkasa luar.
Logam berat di alam semesta dibuat dan dihasilkan dalam inti bintang-bintang raksasa. Akan tetapi sistem tata surya kita tidak memiliki struktur yang cocok untuk menghasilkan besi secara mandiri. Besi hanya dapat dibuat dan dihasilkan dalam bintang-bintang yang jauh lebih besar dari matahari, yang suhunya mencapai beberapa ratus juta derajat. Ketika jumlah besi telah melampaui batas tertentu dalam sebuah bintang, bintang tersebut tidak mampu lagi menanggungnya, dan akhirnya meledak melalui peristiwa yang disebut “nova” atau “supernova”. Akibat dari ledakan ini, meteor-meteor yang mengandung besi bertaburan di seluruh penjuru alam semesta dan mereka bergerak melalui ruang hampa hingga mengalami tarikan oleh gaya gravitasi benda angkasa.
Semua ini menunjukkan bahwa logam besi tidak terbentuk di bumi melainkan kiriman dari bintang-bintang yang meledak di ruang angkasa melalui meteor-meteor dan “diturunkan ke bumi”, persis seperti dinyatakan dalam ayat tersebut: Jelaslah bahwa fakta ini tidak dapat diketahui secara ilmiah pada abad ke-7 ketika Al Qur’an diturunkan.

Ciri orang beriman/mukmin antara lain sebagaiamana disebut dalam Alquran surat ke-23, Al Mu’minuun (orang-orang yang beriman). Berikut terjemahan surat Al mu’minuun ayat 1 s.d. 11 (seluruhnya terdiri 118 ayat):

(1) Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman;

(2) (yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam shalatnya’

(3) dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tidak berguna’

(4) dan orang-orang yang menunaikan zakat,

(5) dan orang-orang yang menjaga kemaluannya,

(6) kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela’

(7) Barang siapa yang mencari dibalik itu maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas,

(8) dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat dan janjinya,

(9) dan orang-orang yang memelihara shalatnya,

(10) mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi,

(11) (yakni) yang akan mewarisi syurga firdaus. Mereka kekal di dalamnya.

Setidaknya, ada 6 ciri orang iman berdasarkan surat Al Mu’minuun, yaitu :
1. orang-orang yang khusyu’ dalam shalatnya’
2. orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tidak berguna’
3. orang-orang yang menunaikan zakat,
4. orang-orang yang menjaga kemaluannya,
5. orang-orang yang memelihara amanat-amanat dan janjinya,
6. orang-orang yang memelihara shalatnya.

Orang yang demikian ini dijanjikan oleh Allah akan dimasukkan dalam syurga firdaus.

sumber http://tunas63.wordpress.com

Salah satu pintu yang dibuka oleh Allah untuk meraih keuntungan besar dari bulan Ramadhan adalah melalui sedekah. Islam sering menganjurkan umatnya untuk banyak bersedekah. Dan bulan Ramadhan, amalan ini menjadi lebih dianjurkan lagi. Dan demikianlah sepatutnya akhlak seorang mukmin, yaitu dermawan. Allah dan Rasul-Nya memerintahkan bahkan memberi contoh kepada umat Islam untuk menjadi orang yang dermawan serta pemurah. Ketahuilah bahwa kedermawanan adalah salah satu sifat Allah Ta’ala, sebagaimana hadits:إن الله تعالى جواد يحب الجود ويحب معالي الأخلاق ويكره سفسافها“Sesungguhnya Allah Ta’ala itu Maha Memberi, Ia mencintai kedermawanan serta akhlak yang mulia, Ia membenci akhlak yang buruk.” (HR. Al Baihaqi, di shahihkan Al Albani dalam Shahihul Jami’, 1744)Dari hadits ini demikian dapat diambil kesimpulan bahwa pelit dan bakhil adalah akhlak yang buruk dan bukanlah akhlak seorang mukmin sejati. Begitu juga, sifat suka meminta-minta, bukanlah ciri seorang mukmin. Bahkan sebaliknya seorang mukmin itu banyak memberi. Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:اليد العليا خير من اليد السفلى واليد العليا هي المنفقة واليد السفلى هي السائلة

“Tangan yang di atas lebih baik dari tangan yang di bawah. Tangan di atas adalah orang yang memberi dan tangan yang dibawah adalah orang yang meminta.” (HR. Bukhari no.1429, Muslim no.1033)

Selain itu, sifat dermawan jika di dukung dengan tafaqquh fiddin, mengilmui agama dengan baik, sehingga terkumpul dua sifat yaitu alim dan juud (dermawan), akan dicapai kedudukan hamba Allah yang paling tinggi. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إنَّما الدنيا لأربعة نفر: عبد رزقه الله مالاً وعلماً فهو يتقي فيه ربه ويصل فيه رحمه، ويعلم لله فيه حقاً فهذا بأفضل المنازل

“Dunia itu untuk 4 jenis hamba: Yang pertama, hamba yang diberikan rizqi oleh Allah serta kepahaman terhadap ilmu agama. Ia bertaqwa kepada Allah dalam menggunakan hartanya dan ia gunakan untuk menyambung silaturahim. Dan ia menyadari terdapat hak Allah pada hartanya. Maka inilah kedudukan hamba yang paling baik.” (HR. Tirmidzi, no.2325, ia berkata: “Hasan shahih”)

Keutamaan Bersedekah

Allah Subhanahu Wa Ta’ala benar-benar memuliakan orang-orang yang bersedekah. Ia menjanjikan banyak keutamaan dan balasan yang menakjubkan bagi orang-orang yang gemar bersedekah. Terdapat ratusan dalil yang menceritakan keberuntungan, keutamaan, kemuliaan orang-orang yang bersedekah. Ibnu Hajar Al Haitami mengumpulkan ratusan hadits mengenai keutamaan sedekah dalam sebuah kitab yang berjudul Al Inaafah Fimaa Ja’a Fis Shadaqah Wad Dhiyaafah, meskipun hampir sebagiannya perlu dicek keshahihannya. Banyak keutamaan ini seakan-akan seluruh kebaikan terkumpul dalam satu amalan ini, yaitu sedekah. Maka, sungguh mengherankan bagi orang-orang yang mengetahui dalil-dalil tersebut dan ia tidak terpanggil hatinya serta tidak tergerak tangannya untuk banyak bersedekah.

Diantara keutamaan bersedekah antara lain: Continue reading

ADMIN
Alexa Rank
POPULER
Like Box Facebook