BLOG GURU INDONESIA

MENJADI GURU BERMUTU DAN PROFESIONAL

SENI UKIR NUSANTARA

July 25th, 2012

Mengukir adalah melakukan sesuatu denggan menggores, memahat, dan menoreh pola pada permukaan benda yang akan diukir. Biasanya pada kayu untuk meja, lemari, kursi dan sebagainya.

Di Indonesia seni ukir sudah ada sejak zaman prasejarah, yaitu pada zaman batu muda. Pada zaman itu manusia sudah mengenal perkakas untuk keperluan rumah tangga serta benda-benda yang terbuat dari kayu dan gerabah. Dilihat dari jenisnya, ukiran dibagi menjadi: ukiran tembus, ukiran rendah, ukiran tinggi, dan ukiran utuh.

Fungsi Seni Ukir

Fungsi seni ukir di antaranya sebagai berikut.

  1. Fungsi hias, yaitu ukiran yang dipakai semata-mata sebagai hiasan dan tidak mengandung makna sama sekali.
  2. Fungsi magis, adalah ukiran yang mengandung simbol-simbol tertentu dan diyakini sebagai sesuatu yang magis atau memiliki kekuatan, dikaitkan dengan kepercayaan dan kepentingan spiritual.
  3. Fungsi simbolik. Selain sebagai hiasan, ukiran mengandung suatu simbol yang berhubungan dengan spiritual. Oleh karena memiliki nilai dan makna tertentu, maka penempatan dan pemasangan karya ukir tidak bisa di sembarang tempat. 
  4. Fungsi konstruksi adalah ukiran yang selain dipakai sebagai hiasan, juga digunakan sebagai pendukung sebuah bangunan. Misalnya tiang pada rumah.
  5. Fungsi ekonomis, yaitu menambah nilai jual. Misalnya ukiran pada kaki kursi, meja, lemari, tutup lampu, dan lain sebagainya.

Motif Ukir

Setiap daerah memiliki ciri khas motif ukiran. Penamaan ukiran biasanya berdasarkan tempat dari mana motif itu berasal. Misalnya, motif Pajajaran, motif Mataram, motif Majapahit, motif Bali, motif Jepara, motif Madura, motif Pekalongan, motif Cirebon, motif Yogyakarta, motif Surakarta.

Dari berbagai macam motif tersebut ada beberapa yang memiliki persamaan, seperti motif relung, patran, ulir, benangan, cawen, pecahan, angkup, endong, simbar, trubusan, cula, sunggar, dan jambul.

Alat Ukir

Alat untuk mengukir adalah pahatan, palu, batu asah, sikat. Untuk megukir dengan menggunakan media batu, kayu, atau bambu memiliki jenis pahatan yang berbeda.

Berikut ini adalah jenis-jenis pahat ukir.

  1. Pahat penyiku yaitu pahat yang bagian ujung pahatnya melengkung sesuai dengan fungsinya untuk memahat bagian-bagian yang melengkung.
  2. Pahat penyilat, yaitu pahat yang bentuknya lurus sesuai dengan fungsinya untuk mengukir bagian-bagian yang lurus.
  3. Pahat kol, yaitu jenis pahat lengkung yang bagian ujungnya untuk membuat bentuk cekungan. Membuat cekungan harus menggunakan pahatan ini, tidak bisa dengan pahatan lain.
  4. Pahat pongot, pahat yang bentuknya menyudut ke arah kiri atau kanan, berfungsi untuk membersihkan sudut-dudut pada ukiran.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

BLOG GURU INDONESIA

MENJADI GURU BERMUTU DAN PROFESIONAL