GURU INDONESIA

Berbagi Informasi Untuk Guru Indonesia

PENGANTAR SESI GURU PEMBELAJAR

September 4th, 2016
  • Sesi 1: Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi Untuk Pembelajaran

    Saat ini, pendidikan berada di masa pengetahuan (knowledge age)dengan percepatan peningkatan pengetahuan yang luar biasa. Percepatan peningkatan pengetahuan ini didukung oleh penerapan media dan teknologi digital yang disebut dengan information super highway (Gates, 1996). Sejak internet diperkenalkan di dunia komersial pada awal tahun 1970 an, informasi menjadi semakin cepat terdistribusi ke seluruh penjuru dunia.

    Demikian juga di bidang pendidikan, internet semakin dibutuhkan untuk menciptakan pembelajaran interaktif yang menarik. Interaktivitas peserta didik dengan media pembelajaran di lingkungan internet akan meningkatkan kemandirian peserta didik dalam melaksanakan proses pembelajaran. Berbagai media digital dapat diciptakan untuk mendukung objek pembelajaran interaktif. Guru yang semakin peka dengan lingkungan virtual akan semakin cepat beradaptasi dengan dunia pendidikan di Abad 21 ini. Pada sesi ini, Anda mempelajari tentang Literasi Teknologi Komunikasi dan Informasi. Pembelajaran Sesi 1 ini terdiri dari empat topik yaitu (1) Pendidikan Abad 21, (2) Literasi Informasi, (3) Literasi Media Digital dan (4) Literasi Teknologi Komunikasi dan Informasi.. 

  • Sesi 2: Fungsi, Corak, Teknik, Unsur, Dan Bahan Dalam Menggambar Ragam Hias

    Fokus Sesi (Outcome dari Sesi)

     Pada sesi ini Andaakan mempelajari pengetahuan tentang Fungsi, Corak, Teknik, Unsur, dan Bahan dalam Menggambar Ragam Hias. Dalam materi kegiatan pembelajaran kali ini akan memberi pengetahuan tentang Fungsi dan Manfaat Ragam Hias.

    Overview

    Dari proses pembelajaran akan terjadi kegiatan timbalbalik antara sumber belajar dengan pembelajar untuk menuju tujuan yang lebih baik. Dengan demikian modul ini akan mengajak Anda untuk mengamati karya seni rupa, diskusi mengenai materi tentang Fungsi, Corak, Teknik, Unsur, dan Bahan dalam Menggambar Ragam Hias.

  • Sesi 3: Menganalisa Motif Ragam Hias Tradisional Dan Modern

    Fokus Sesi (Outcome dari Sesi)

     ada sesi ini Anda akan mempelajari pengetahuan tentang Menganalisa Motif Ragam Hias Tradisional dan Modern. Dalam materi kegiatan pembelajaran kali ini akan memberi pengetahuan tentang Motif  Ragam Hias Tradisional dan Modern.

    Overview

     Dari proses pembelajaran akan terjadi kegiatan timbal balik antara sumber belajar dengan pembelajar untuk menuju tujuan yang lebih baik. Dengan demikian modul ini akan mengajak Anda untuk mengamati karya seni rupa, diskusi mengenai materi tentang Menganalisa Motif Ragam Hias Tradisional dan Modern.

  • Sesi 4: Mengembangkan dan Menerapkan Motif Hias Corak Geometris dan Organis pada Berbagai Bahan Sesuai dengan Fungsi Benda

    Fokus Sesi (Outcome dari Sesi)

     Pada sesi ini Anda akan mempelajari pengetahuan tentang Mengembangkan Dan Menerapakan Motif Hias Corak Geometris Dan Organis Pada Berbagai Bahan Sesuai Dengan Fungsi Benda . Dalam materi kegiatan pembelajaran kali ini akan memberi pengetahuan tentangMengembangkan Motif Hias Corak Geometris Dan Organis dan Menerapakan Motif Hias Pada Berbagai Bahan Sesuai Dengan Fungsi Benda

    Overview

     Dari proses pembelajaran akan terjadi kegiatan timbalbalik antara sumber belajar dengan pembelajar untuk menuju tujuan yang lebih baik. Dengan demikian modul ini akan mengajak Anda untuk mengamati karya seni rupa, diskusi mengenai materi tentang Mengembangkan Dan Menerapakan Motif Hias Corak Geometris Dan Organis Pada Berbagai Bahan Sesuai Dengan Fungsi Benda .

  • Penutup

    Sesi ini adalah sesi penutup pada Kegiatan Guru Pembelajar Moda Dalam Jaringan (GP-Daring) Modul Seni Budaya Seni Rupa untuk Guru Sekolah Menengah Pertama KK E. Rangkaian kegiatan pada sesi ini terdiri dari Evaluasi Pelatihan, Kesimpulan dan umpan balik dan Tes Akhir.

    Peningkatan mutu pendidikan harus dilakukan oleh semua pihak secara berkesinambungan. Dengan demikian peran guru sangat penting, karena Guru yang berperan secara langsung dalam upaya peningkatan mutu pendidikan di lingkungan wilayah yang menjadi tanggung-jawabnya, dengan melakukan proses pembelajaran yang profesional.

    Pembelajaran adalah proses, cara, perbuatan untuk menjadikan orang melakukan tindakan belajar. Pembelajaran merupakan suatu proses kegiatan belajar mengajar yang sangat berperan dalam menentukan keberhasilan pembelajarnya. Dari proses pembelajaran itu akan terjadi pemahaman timbal balik antara sumber belajar dengan pembelajar untuk menuju tujuan yang lebih baik.

    Pendidikan seni merupakan sarana untuk pengembangan kreativitas anak. Pelaksanaan pendidikan seni dapat dilakukan melalui kegiatan permainan yang menyenangkan. Tujuan pendidikan seni bukan untuk membangun anak-anak menjadi seniman, melainkan untuk mendidik anak menjadi kreatif. Seni rupa anak merupakan aktivitas bermain dengan seni. Melalui kegiatan tersebut dapat mendidik anak dan membina kreativitasnya sedini mungkin. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa seni dapat digunakan sebagai media pendidikan. Melalui kegiatan pendidikan seni anak yang menyenangkan akan memunculkan keleluasaan untuk mengembangkan kreativitasnya.

    Beberapa aspek penting yang perlu mendapat perhatian dalam pendidikan seni antara lain kesungguhan, kepekaan/sensitifitas, kesadaran berkelompok, dan daya cipta. Pendidikan seni adalah segala usaha untuk meningkatkan kemampuan kreatif, ekspresif dalam mewujudkan kegiatan artistiknya berdasarkan aturan-aturan estetika tertentu. Pendidikan seni di Sekolah Menengah Pertama bertujuan untuk mengembangkan kecerdasan otak kanan dan berlatih menumbuhkan rasa keindahan dan kemampuan menghargai seni/apresiasi. Jadi melalui seni, kemampuan cipta, rasa dan karsa anak di olah dan dikembangkan untuk mendapatkan sensitifitas dan apresiasi dan daya reasinya. Selain itu pendidikan seni dapat dijadikan sebagai sarana untuk mengolah berbagai ketrampilan berpikir dan berkarya yang meliputi ketrampilan kreatif, inovatif, dankritis. Ketrampilan ini di olah melalui cara belajar induktif dan deduktif secara seimbang.

Comments

comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

GURU INDONESIA

Berbagi Informasi Untuk Guru Indonesia