BLOG GURU INDONESIA

MENJADI GURU BERMUTU DAN PROFESIONAL

MATERI SENI RUPA KELAS IX

March 1st, 2012

BAB I

> SMP NEGERI 1 SANGALLA

> Mata Pelajaran : Seni Budaya ( Seni Rupa )

> Kelas : IX

> Tahun Pelajaran : 2011/2012

> Semester : I ( ganjil )

> Standar Kompetensi : 1. Mengapresiasi Karya Seni Rupa

> Kompetensi Dasar : 1.1. Mengidentifikasi seni rupa murni daerah stempat

1.2.Menampilkan sikap apresiatif terhadap keunikan gagasan

dan teknik seni rupa murni daerah

> Indikator : – Mengidentifikasi  seni rupa murni daerah

- Mendiskripsikan Karya seni rupa murni daerah setempat

berdasarkan cirinya.

- Menganalisa keunikan gagasan dan teknik karya seni rupa murni daerah

      I. Tujuan Pembelajaran

Siswa mampu,…

a.Menjhelaskan 3 seni rupa murni daerah

b.Menyebutkan ciri-ciri seni rupa murni daerah

c.Menjelaskan aliran dan ciri-ciri seni rupa murni daerah

d.Menjelaskan Ragam seni rupa murni daerah setempat

e.Menyebutkan penilaian proses berkarya seni rupa murni daerah setempat

II.   Materi Pelajaran

Seni Rupa Murni Daerah setempat adalah karya seni rupa murni yang menggambarkan

adanya nilai-nilai budaya daerah setempat

Seni rupa adalah gagasan manusia yang diekspresikan melalui pola kelakuan tertentu dengan media titik, garis, bidang, bentuk, warna, tekstur, dan gelap terang yang ditata dengan perinsip tertentu sehingga menghasilkan karya yang indah dan bermakna. Menurut kegunaannya, karya seni rupa dibedakan menjadi dua, yaitu (1) seni rupa terapan dan (2) seni rupa murni. Seni rupa terapan mengutamakan fungsi pakaiannya selain juga dinikmati segi keindahaan bentuknya. Sedangkan seni rupa murni mengutamakan fungsi keindahan.

Karya seni rupa murni banyak dijumpai di daerah-daerah, misalnya seni lukis Sokaraja Banyumas dan seni patung Muntilan-Magelang Jawa Tengah, seni lukis wayang dan patung keramik Bantul Yogyakarta,Seni anyam dan seni Ukir, dan Patung dari Toraja. seni lukis dan seni patung ubud gianyar bali, seni patung asmat papua dan masih banyak karya seni murni dari daerah lain. Dari berbagai jenis karya seni rupa murni di berbagai daerah tersebut masing-masing memiliki karakteristik atau ciri khas sendiri-sendiri. Adapun ciri khas yang membedakan karya seni rupa murni daerah satu dengan daerah lainnya adalah nilai-nilai budayanya.

Dengan demikian dapat di katakan bahwa seni rupa murni daerah adalah gagasan manusia yang berisi nilai-nilai budaya daerah tertentu yang di ekspresikan melalui pola kelakuan tertentu dengan media titik, garis, bidang, bentuk, warna, tekstur dan gelap terang yang di tata dengan prinsip tertentu sehingga menghasilkan karya yang indah dan bermakna. Dengan perkataan lain, seni rupa murni daerah adalah seni rupa murni yang berisi nilai-nilai budaya daerah tertentu.

Secara garis besar seni rupa murni daerah  dibedakan menjadi 3 diantaranya,…

I.SENI RUPA TRADISIONAL

Seni rupa tradisional adalah seni rupa yang diciptakan oleh masyarakat sesuai kebudayaan daerah tertentu yang sifatnya turun temurun dan tidak mengalami perubahan dari masa-kemasa.

Karya seni rupa tradisional dibedakan menjadi 2 gaya ,yaitu ;

1.Gaya primitif

Ciri-cirinya  ;

# Untuk upacara ritual kepercayaan

# Terkesan misteri

# Merupakan makna/lambang

# Ekspressif penuh perasaan

# Bentuknya kurang sempurna,berkesan dilebih-lebihkan

Contoh

1.Lukisan babi hutan dalam gua di sulawesi selatan

2.Lukisan Bison di Gua altamina

3,Patung sedada

2.Gaya Klasik

Corak dan gaya seni rupa klasik dipengaruhi kaidah-kaidah formal kerajaan

Yang sudah dianggap mencapai kesempurnaan.

Ciri-ciri ;

# Melambangkan kejayaan suatu kerajaan

# Segala sesuatu digambarkan  sempurna

# Gambaran,/cenderung glamour dan menarik.

Contoh;

1.Wayang kulit

2.Relief candi Borobudur

3.Patung kwannon nara

4.Seni patung Mesir kuno

 

II.SENI RUPA MODERN

Karya seni rupa yang mengalami perubahan dan kemajuan diberbagai aspek,baik dari segi tema,gaya,maupun bentuk dan bahan pembuatannya.

Ciri-ciri ;

# Bentuknya Unik

# Wujud terkesan aneh

# Corak bentuk dan gaya terkesan bebas.

Sejalan dengan perkembangan kebudayaan seni rupa modern dapat dibedakan menjadi 3

Yaitu,…

A.Representatif

Gaya senirupa yang menggambarkan keadaan nyata dalam kehidupan masyarakat  dan keadaan alam.Yang termasuk gaya representatif adalah.;

1.Naturalis

 

Aliran seni rupa yang  menggambarkan keadaan alam.

Ciri-cirinya

# Mengambil objek pemandangan alam

# Warna-warnanya nampak alami

Contoh;

ü  Lukisan desa minangkabau karya Wakidi

ü  Lukisan Dimusim Panas karya Shinsui Ito

2.Romantisme

 

Aliran seni rupa yang menggambarkan keadaan yang penuh kegetiran,ketegangan dan penuh

Tantangan .

Ciiri-ciri

# Digambarkan dengan emosi yang memuncak

# Terkesan dramatis

Contoh Berburuh Rusa karya Raden Saleh

3.Realisme

 

Aliran seni rupa yang penggambarannya sesuai dengan kenyataan hidup manusia,semua yang digambarkan benar-benar nyata.

Contoh Dua gadis memakai caping karya Henk Ngantung

B.Deformatif

Gaya seni rupa yang sudah mengalami perubahan bentuk dari bentuk alam menjadi bentuk baru

Yang termasuk aliran deformatif adalah;

1.Ekspresionisme

 

Aliran seni rupa yang penggambarannya mengutamakan curahan bathin  dengan keadaan seniman secara spontan dan bebas.

Ciri-ciri;

# Goresan garis utama nampak spontan dan cepat

# Terkesan dinamis

Contoh ;

ü  Ibuku sedang marah

ü  Potret wanita Bali./

2.Surealisme

Aliran seni rupa yang penggambarannya melebih-lebihkan kenyataan Cenderung aneh

Dan berada dalam alam khayalan

Ciri-ciri

# Melukiskan hal khayalan dan Intuitif

# Seperti alam mimpi

Contoh Keteguhan memori

3.Imprealisme.

 

Aliran seni rupa yang penggambarannya sesuai dengan kesan saat objek dilihat oleh seniman denganm warna yang cemerlang seperti kiasan sinar.

Ciri-ciri

# Warna-warna cemerlang

# Objek digambar sekedar kesan

# Terkesan seperti hanya kiasan-kiasan warna.

Contoh.

ü  Roud Near Mont Sainte Victoire

ü  Potret diri

4.Kubisme

Aliran seni rupa yang penggambarannya berupa bidang-bidang persegi

Ciri Bentuk gambar Kotak/bidang dengan warna

C. ABSTRAKSIONISME

Adalah gaya seni rupa yang penggambarannya lebih sederhana,bentuknya jauh dari bentuk alam.karena ke inginan seniman untuk menciptakan seni yang murni tanpa terikat dengan bentuk alam.

Ciri-ciri

# Menampilkan bentuk yang unik

# Tidak menyerupai alam

IV.SENI RUPA POST MODERN

Merupakan gaya seni rupa yang merupakan perpaduan antara penyederhanaan bentuk dan sedikit ornamental, yang lebih  bebas tanpa terikat dengan aturan tertentu.Kritik sosial dan kemasyarakatan adalah tema yang dominan untuk aliran seni rupa posmo.

BAB II

Kompetensi Dasar : 1.2.Menampilkan sikap apresiatif terhadap keunikan gagasan

dan teknik seni rupa murni daerah

B. Ragam Seni Rupa Murni Daerah

1. Seni Lukis Daerah

Merupkan salah satu cabang dari seni rupa yang berdimensidua. Melukis adalah kegiatan membubuhkan cat (kental maupun cair) diatas bidang yang datar. Dari pembubuhan cat tersebut diharapkandapat mengekspresikan berbagai makna atau nilai subjektif. Nilai-nilai yang melekat pada lukisan dipengaruhi oleh budaya yang dimiliki pelukisnya. Seni lukis daerah sudah tentu mengandung nilai-nilai dudaya daerah yang bersangkutan.

 

2. Seni Patung Daerah
Merupakan cabang dari karya seni rupa yang berdimensi tiga. Membuat patung berarti membuat benda tiga dimensi dengan bahan,alat,dan teknik tertentu sehingga menghasilkan karya yang indah dan bermakna. Patung sebagai karya seni rupa murni daerah tentu memiliki nilai-nilai budaya daerah.

 

3. Seni Grafis

Seni Grafis merupakan cabang dari karya seni rupa murni yang berdimensi dua. Berdasarkan dimensinya, seni grafis sama dengan seni lukis, namun dari segi teknik pembuatannya memiliki perbedaan. Seni lukis dengan teknik aquarel, plakat, atau tempra, sedangkan seni grafis dibuat dengan teknik mencetak. Seni grafis dapat dibuat dengan teknik cetak tinggi, cetak dalam, setak saring, dan cetak cahaya (photography).

 

 

Penilaian Proses berkarya seni rupa daerah setempat  adalah ;

ü  Objek yang diwujudan dalam bentuk karya seni rupa

ü  Teknik Pembuatan

ü  Fungsi / makna.

 

C. Tema Seni Rupa Murni Daerah

Dalam memenuhi kebutuhan hidupnya sebagai mahluk sosial, manusia selalu berhubungan dengan manusia lain. Kebutuhan hidup manusia dapat digolongkan menjadi tiga, yaitu :

1. Kebutuhan Primer, yaitu yang berkaitan dengan kebutuhan pangan, sandang, dan papan.
2. Kebutuhan Sosial, yang berkaitan dengan manusia yang lain.
3. Kebutuhan Integratif, yang berkaitan dengan citarasa keindahan.

- Manusia dan Dirinya Sendiri
Seni rupa sebagai media ekspresi diri, sering dijadikan sarana pengungkapan gagasan. Dirinya sendiri dapat juga dijadikan objek perwujudan citarasa keindahan. Halo ini dapat kita jumpai pada pelukis ekspresionis nusantara, Affandi, dan juga pelukis ekspresionis Belanda, Vincent van Gogh, maupun pada pelukis lainnya.

- Hubungan Manusia dengan Manusia yang lainnya
Manusia sebagai mahluk sosial senantiasa berhubungan dengan sesamanya. Manusia dalam mengekspresikan citarasa keindahan sering menjadikan orang-orang di sekitarnya sebagai objek lukisan.

- Hubungan Manusia dengan Alam sekitarnya
Alam yang ada di sekitar manusi dapat juga dijadikan objek karya seni rupa. Karya seni rupa yang bertemakan alam sekitar dapat juga digunakan untuk mengekspresikan betapa besar kuasa Tuhan.

-Manusia dengan kegiatannya
Manusia dalam kehidupan sehari-hari selalu melakukan aktifitas atau kegiatan dalam rangka memenuhi kebutuhan hidupnya. Dari yang bekerja menjadi petani, nelayan, bertenak, wiraswasta, dan lain-lain.

- Manusia dengan alam benda
Alam benda yang dapat dijadikan objek karya seni rupa ada bermacam-macam. Benda disekitar kita bentuknya beraneka ragam, seperti bentuk kubistis, silindris, atau bentuk bebas.

- Hubungan Manusia dengan alam khayal
Di alam pikiran manusia sering muncul gagasan-gagasan, imajinasi, atau khayalan-khayalan. Untuk mewujudkan khayalan-khayalan, manusia mengekspresikannya melalui karya seni rupa. Sehingga, kita sering melihat karya seni rupa yang menampilkan alam yang tidak pernah kita jumpai.

D. Gaya Seni Rupa Daerah

Gaya/corak atau aliran seni rupa sangatlah beraneka ragam sejalan dengan perkembangan kebudayaan di muka bumi ini. Manusia yang hidup pada zaman yang sangat sederhana memiliki ekspresi yang sederhana pula. Sedangkan manusia yang hidup pada zaman modern memiliki ekspresi seni rupa yang modern juga. Bahkan manusia yang hidup pada zaman sekarang sudah melampaui tahap modern atau sering disebut postmodern.

Gaya seni rupa tradisional bersifat turun-temurun, artinya karya seni rupa yang dicipta oleh masyarakat tidak mengalami perubahan dari masa ke masa. Gaya seni tradisional dapat dibedakan menjadi dua gaya, yaitu primitif dan klasik.

1. Primitif
Istilah primitif diambil dari kata prima yang berarti pokok atau hal yang mendasar (sederhana). Masyarakat yang budayanya primitf memiliki karya seni rupa dengan ciri-ciri sederhana, baik dari segi bentuk maupun warnanya.

2. Klasik
Klasik mengandung pengertian kuno atau zaman dahulu kala. Di nusantara zaman klasik terjadi pada masa Hindu-Budha. Gaya klasik ini dipengaruhi oleh budaya India melalui agama Hindu Budha. Hal ini dapat dilihat dari bentuk bangunan candi dan patung, seperti Candi Borobudur dan Candi Prambanan.

3. Contoh karya seni rupa murni antara lain adalah

Patung pada candi Borobudur, Ukiran pada nisan makam Syeh Maulana Malik Ibrahim,

Lukisan Pitamaha Bali, Lukisan Young Artis Bali, Lukisan karya Afandi, Karya seni patung Asmat, seni Patung Keruak Lombok Timur dan seni Ukir dari Toraja.

A. Pengertian Aapresiasi Seni

Apresiasi seni adalah kegiatan untuk mengerti, memahami, mengayati, menhargai dan mencaintai karya seni dengan menganalisa dan memberikan tanggapan terhadap karya seni

B. Metode dalam mengapresiasi karya seni

1. Metode Induktif, yaitu dengan mediskripsikan ciri-ciri pokok hubungan antar

unsur- unsur , mengamati kualitas secara total dan menafsirkan gagasan tema

dalam karya seni.

2.Metode Deduktif, yaitu metode yang dilakukan dengan menilai dan menelaah

Karya seni untuk mendapatkan petunjuk sejauh mana kriteria keindahan sudah

terpenuhi.

3.Metode empati, yaitu metode yang dilakukan dengan menilai karya seni tidak

hanya sesuatu yang tampak, tapi juga mengganakan pengetahuan dan wawasan

yang dimiliki

4.Metode interaktif, yaitu metode yang dilakukan dengan mengapresiasi kaya seni

melalui kesepakatan kelomopok dengan jalan diskusi yang akhirnya menghasil

interpretasi terhadap karya seni.

A. Demensi fisik dalam menganalisa karya seni

1. Materi subjek

Yaitu menganalisa karya seni yang meliputi figur, objek, tempat, dan peristiwa yang dilukiskan dalam karya seni. Misalnya lukisan berjudul “ Di Depan Kelambu Terbuka“ adalah menggambarkan seorang wanita yang pucat , rambut terurai, dengan kebaya bermotif bunga dan berwarna gelap, posisi sedang duduk, latar belakang kelambu di tempat tidur yang terbuka.

2. Medium

Yaitu menganalisa karya seni yang meliputi bahan dan alat serta teknik yang digunakan dalam menciptakan karya seni. Misalnya lukisan di atas menggunakan media cat minyak di atas kanvas dengan teknik basah.

3. Form

Yaitu menganalisa karya seni yang meliputi bentuk kaya seni secara utuh, semua karya seni, setiap karya seni memiliki bnentuk yang berwujud abstrak atau realis, diciptakan secara detail atau secara ekspresif. Misalnya lukisan di atas adalah karya Sujoyono dengan gaya ekspresionis, merupakan tumpahan jiwa, goresannya kasar, menggambarkan pancaran kepedihan hidup yang pahit , sepi kosong, komposisi sentral dengan warna dominan merah dan hitam.

 BAB III

> Standar Kompetensi : 2. Mengekpresikan diri melalui Karya Seni Rupa

> Kompetensi Dasar : 2.1. Memilih unsur karya seni rupa Nusantara untuk

dikembangkan menjadi karya seni rupa murni

> Indikator : – Mendiskripsikan hasil karya seni rupa Nusantara berdasar

unsur-unsurnya

- Mengidentifikasi unsur-unsur karya seni rupa Nusantara

yang akan dikembangkan menjadi karya seni rupa murni

I. Tujuan Pembelajaran

Siswa mampu

1. Menjelaskan enam unsur penting dalam seni rupa murni

2. Mengklasifikasi warna yang tergolong warna primer

3. Membedakan warna skunder dengan warna tersier

4. Membuat campuran waran menjadi warna skunder

5. Membuat kombinasi warna harmonis

6. Menjelaskan lima prinsip penggabungan unsur-unsur seni rupa

7. Membedakan prinsip keseimbangan dengan prinsip kesatuan dalam melukis

8. Menerapkan prinsip- prinsip seni dalam melukis

9. Latihan membuat unsur-unsur seni rupa

10. Latihan mengorganisir unsur-unsur seni rupa dengan memperhatikan prinsip seni rupa

II. Materi Pembelajaran

A . Unsur –unsur seni rupa murni

1 . Titik

Titik merupakan unsur terkecil juga merupakan media ungkap dalam seni rupa.

Teknik menggambar atau melukis yang menggunakan titik disebut pointilis

2 . Garis

Garis adalah kumpulan titik-titik, unsure garis dapat menyatakan bentuk, irama,

gerak, gelap terang, tekstur dan suasana, dilihat dari bentuknya garis dibedakan

menjadi dua, yaitu garis imajinair atau garis hayal, yaitu garis yang tidak tampak,

tapi dapat dirasakan kehadirannya, misalnya garis batas ruang atau bidang, garis

nyata yaitu garis yang dengan mudah bias dirasakan kehadirannya, misalnya garis

lurus, lengkung, putus-putus, bergelombang dll.

3 Bidang

Bidang merupakan bentuk yang dibatasai oleh garis, bidang juga menghasilkan ruang

dan kesan dua demensi dan tiga demensi

4 Warna

Warna merupakan unsur seni yang menimbulkan adanya kesan gelap terang, warna

juga sebagai media untuk menciptakan bentuk yang realais

dalam teori lingkaran waena Brewster, warna dikelompokkan menjadi

a. Warna pokok atau warna primer : merah, kuning dan biru.

b. Warna skunder campuran warna pokok : Oranye, hijau dan jingga

c. Warna tersier ( ke tiga ) campuran warna skunder

d. Warna netral : Hitam dan putih

Beberapa istilah dalam warna

1. Hue yaitu kelompok warna primer

2. Value yaitu kesan gelap terangnya warna yang dipengaruhi dari warna hitam dan

putih, semakin banyak putihnya atau terang semakin tinggi valuenya

3. Intesintas, yaitu tingkat kekuatan warna atau gelapnya terangnya warna semakin

cerah semakin tinggi intensitasnya dan sebaliknya

4. Warna analogus, yaitu kombinasi warna yang berdekatan dalam lingkaran warna,

misalnya merah dengan merah keoranyean

5. Warna monokromatik, yaitu kombinasi warna satu corak tetapi intensitas dan

valuenya berbeda, misalnya biru dan biru muda, merah dan merah muda

Warna analogus dan monokromatik merupakan warna harmonis

6. Warna komplomenter, yaitu kombinasi warna yang berlawanan atau yang letaknya

berhadapan dalam lingkaaran warna, misalnya merah dengan kuning, oranye dengan

hijau juga hitam dan putih, gelap dan terang

7. Gelap terangnya warna : warna yang menuju ke jingga atau biru dikelompokkan

warna gelap, sedang warna menuju ke kuning atau merah dikelompokkan waran

terang

8. Panas dinginnya warna: warna gelap tergolong warna dingin, sedang warna terang

tergolong warna panas

9. Nuansa warna, yaitu perpindahan warna satu ke warna lain dengan batas sayup-sayup

atau tidak jelas, keadaan ini bias dilakukan dengan mencampur warna sedikit demi

sedikit

10. Gradasi warna, yaitu batas warna satu dengan warna lain

11. Arti atau simbul dalam penggunaan warna secara heraldis

a. Merah : api, panas, bahaya, aksi, gagah, menatang, berani

b. Biru : tengan, kebenaran, bersedih, kenyataan

c. Kuning : matahari, cerah, suka cita, terang

d. Violet : kekayaan, bangsawan, berkabung, mewah

e. Oranye : masak, musim gugur, bahagia, senja

f. Hijau : dingin, sejuk, tenang, segar, mentah, masam, pertumbuhan

g. Putih : suci, kebersihan, tak berdosa,jujur, jernih

h. Hitam : tragedi, kematian, kegelapan, kejahatan, ilmu gaib

5. Bentuk

Bentuk adalah penggambaran suatu objek yang dapat dilihat oleh mata, kemudian

kesannya dipindahkan pada bidang karya seni rupa, melalui goresan garis, warna

Bentuk dalam seni rupa antara lain :

a. Bentuk Naturalis, yaitu bentuk tiruan benda alam

b. Bentuk Instuitif, yaitu yang didasarkan insting atau naluri saja

c. Bentuk abstrak, yaitu bentuk yang menyimpang jauh dari bentuk alami dan sama sekali tidak dikenal.

d. Bentuk Abstraktif, yaitu bentuk yang bersifat perubahan bentuk alam dengan teknik stilasi sehingga menjadi bentuk hiasan, misalnya distorsi ( penyimpangan bentuk ) dan deformasi ( penyimpangan proporsi )

e. Bentuk figurative, yaitu bentuk alam yang mengalami perubahan bentuk yeng tergantung pada konsep pandangan hidup seseorang atau bangsa, misalnya wayang, dll

f. Bentuk Simbolis, Bentuk yang memiliki simbul tertentu, misalnya ragam hias batik parang

1. Tekstur

Tekstur adalah nilai raba permukaan benda

Tekstur nyata adalah nilai raba permukaan benda yang bisa dirasakan sesuai dengan

kenyataan,misalnya kulit, kayu, tembok dll.

Tekstur semu yaitu nilai halus kasarnya permukaan benda hanya berupa kesan,

misalnya kesan tekstur pada lukisan

Prinsip – prinsip penggabungan unsur-unsur seni rupa

1. Keseimbangan, merupakan suatu kesan dua unsur atau lebih ( garis, bidang, warna, dan bentuk ) yang ditata sehingga menjadi seimbang atau balance.

Macam-macam keseimbangan

a. Keseimbangan simetris, yaitu keseimbangan yang berada di tengah pembagian yang sama.

b. Keseimbangan Asimetris, yaitu keseimbangan yang berada di tengah pembagian yang tidak sama’

c. Keseimbangan sentral, yaitu keseimbangan yang berada di tengah-tengah atau memusat

d. Keseimbangan diagonal, yaitu keseimbangan yang berada di garis diagonal

2. Irama

Irama atau ritme adalah penempatanjarak antara unsur yang satu dengan yang lain secara berkesinambungan dan berselang seling sehingga terkesan menarik

3. Kontras

Kontras adalah perbedaaan yang jauh antara unsur yang satu dengan yang lain, dalam seni rupa kesan kontras bisa dicapai dengan pemakaian irama unsur seni rupa dengan tajam, misalnya dengan menggunakan warna kontras, bentuk besar dan kecil dll

4. Selaras atau harmoni

Selaras adalah penggunaan unsur-unsur seni yang berdekatan atau hampir sama, misalnya penggunaan warna merah dengan merah muda atau merah keoaranyean

bentuk yeng harmonis dll

5. Kesatuan atau unity

Kesatuan adalah secara keseluruhan penggunaan unsur-unsur seni terkesan adanya kemenyatuan dan tidak terpisah-pisah

Praktek membuat unsur-unsur seni dan menerapkannya dalam sebuah karya seni dengan memperhatikan prinsip-prinsip penggabungan

 BAB IV

> Standar Kompetensi : 2. Mengekpresikan diri melalui Karya Seni Rupa

> Kompetensi Dasar : 2.2. Mengkspresikan diri melalui karya seni rupa murni yang

dikembangkan dari unsur-unsur seni rupa Nusantara

> Indikator : – Membuat rancangan/disain/sketsa karya seni rupa murni

yang dikembangkan dari unsur-unsur seni rupa Nusantara

- Membuat karya seni rupa yang dikembangkan dari unsur-

unsur seni rupa murni Nusantara

I. Tujuan Pembelajaran

Siswa mampu

1. Menjelaskan pengertian sketsa

1. Menunjukkan media membuat sketsa

2. Menjelaskan aturan atau hal-hal penting dalam membuat sketsa

3. Menjelaskan pengertian seni lukis

4. Mendiskripsikan tema dakam melukis

5. Menunjukkan teknik melukis

6. Menerapkan langkah-langkah melukis

7. Dapat membuat sketsa lukisan dengan mengikuti tahap yang benar

8. Dapat menyelesaikan sketsa lukisan dengan baik

9. Dapat membuat lukisan dari sketsa yang dibuat

10. Dapat membuat lukisan dengan mengikuti tahap yang benar

11. Dapat menyelesaikan lukisan dengan baik

II. Materi Pembelajaran

A . Penegertian sketsa

Sketsa adalah gambaran atau lukisan pendahuluan yang ringan,akasan yang merupakan

garis besar atau rancangan kasar dari suatu bentuk lukisan dengan memperhatikan

komposisi, proporsi dan lain-lain

B. Media Sketsa

Media sketsa antara lain adalah :

1. Alat langsung yaitu alat yang langsung dapat digunakan, misalnya

Pensil, arang, krayon atau pastel dan lain – lain

2. Alat tidak langsung yaitu alat yang tidak dapat langsubg digunakan karena harus menggunakan alat bantu, misalnya , tinta cina, spidol, cat air, cat plakat dan lain-lain

B. Aturan atau hal-hal penting dalam membuat sketsa

1. Sketsa mengutamakan spontanitas, jika ada garis yang salah tidak perlu dihapus

2. Usahakan membuat garis yang tegas tidak putus-putus

3. Tebal tipisnya garis dapat menentukan gelap terangnya objek

4. Jangan takut membuat garis ke bidang gambar

5. Teknik membuat sketsa adalah gerakan tangan spontanitas

6. Tentukan bagian-bagian penting dari objek yang akan digambar sehingga jelas karakteristiknya

7. Gunakan satu warna dalam membuat sketsa

8. Hindari penggunaan garis yang tidak perlu

9. Buatlah beberapa alternative bentuk sketsa sempai mendapatkan bentuk yang tepat

10. Yakinlah bahwa setiap garis yang digoreskan merupakan ekspresi dari bentuk objek yang akan digambar

C.Pengertian Melukis

Melukis adalah goresan tangan manusia di atas bidang dua demensi yang

menghasilkan bentuk warna. Dalam melukis ungkapan perasaan seniman sangat

diutamakan

D. Media Lukis

1. Bahan melukis

a. Cat atau tinta : cat air, cat minyak, cat akrelik, tinta cina, pensil warna, crayon dan pewarna lainnya

b. Bidang lukis : Kertas, kanvas, triplek, kaca logam, keramik, tembok dll.

2. Alat Melukis

Kuas cat air, kuas cat minyak, palet, spayer, dll

E. Tema Lukisan

1. Manusia dengan dirinya sendiri, misalnya potret diri

2. Manusia dengan manusia lain , misalnya keluarga, teman, dan orang lain

3. Manusia dangan alam sekitar, misalnya keadaan alam yang merupakan kebesaran Tuhan

4. Manusia dengan alam benda, misalnya berbagai bentuk benda alam disekitar kita

( Kubistis, silindris, eliptis dan bebas ).

5. Manusia alam emajinasi, yaitu merupakan emajinasi atau hayalan seniman yang diekpresikan dalam sebuah lukisn, misalnya stulasi wayang, lukisan abstrak dll.

F. Teknik Melukis

1. Teknik aquarel, yaitu melukis dengan menggunakan cat air dengan goresan yang tipis sehingga menghasilkan warna trasparan

2. Teknik plakat, yatiu melukis denghan menggunakan cat poster, cat minyak cat akrelik, dengan goresan yang tebal, sehingga menghasilkan warna pekat dan padat

3. Teknik Semprot, yaitu melukis dengan menggunakan bahan cat cair yang disemprotkan deng sprayer, misalnya membuat reklame dll

4. Teknik pointilis, yaitu teknik melukis yang dalam membuat gelap terang objeknya dengan membuat unsur titik-titik

5. Teknik tempera, yaitu teknik yang dilakukan pada dinding yang masih basah sehinga hasilnya akan menyatu dengan arsiteknya

6. Teknik kolase, yaitu melukis dengan memotong kertas yang kemudian ditempel sehingga membentuk l.ukisan yang realis atau abstrak

7. Teknik Mozaik, yaitu dengan menempel benda – benda tiga demensi yang ditata sedemikian rupa sehingga menghasilkan lukisan.

G.Langkah Melukis

1. Menentukan tema teknik melukis

2. Menyiapkan media melukis

3. Melakukan inspirasi atau mencarai gagasan atau ide

4. Membuat sketsa lukisan dari objek yakan dilukis.

5. Menyempurnakan bentuk sketsa menjadi lukisan dengan memulai bentuk-bentuk yang pokok ( yang menjadi emphasis atau pusat pandangan )

6. Melakukan finishing lukisan

 

 

 

 

BAB I

> SMP NEGERI 1 SANGALLA

> Mata Pelajaran : Seni Budaya ( Seni Rupa )

> Kelas : IX

> Tahun Pelajaran : 2011/2012

> Semester : 2 ( genap)

> Standar Kompetensi : 1. Mengapresiasi Karya Seni Rupa

> Kompetensi Dasar : 1.1. Mengidentifikasi Jenis karya seni rupa murni yang diciptakan

Di Indonesia

2.1.  Menampilkan sikap apresiatif terhadap keunikan gagasan dan teknik                                                                                                                                                                         berkarya seni rupa murni indonesia

Indikator :

Siswa dapat…

1. Menjelaskan 11 Jenis karya seni rupa yang diciptakan di Indonesia

2. Menjelaskan keunikan teknik berkarya karya seni rupa murni Indonesia

MATERI PELAJARAN

1. Karya Seni Rupa Murni (Fine Art)

Sebuah karya seni rupa murni mengutamakan nilai ekspresi perupanya dibandingkan nilai terapannya. Gagasan, media, teknik, proses, dan keahlian berkarya seorang perupa dominan dalam hal ini. Contohnya adalah lukisan, grafis, patung.Seni Ukir,dan Ragam Hias

1. Jenis karya Seni Rupa Murni yang diciptakan di Indonesia dan manca negara

`1. Seni Lukis

Seni lukis merupakan salah satu cabang dari seni rupa murni yang berdimensi dua. Dari pembubuhan cat, para pelukis mencoba mengekspresikan berbagai makna atau nilai subjektif. nilai-nilai yang melekat pada lukisan dipengaruhi oleh budaya yang dimiliki pelukisnya. Seni lukis Indonesia yang berkembang, pada gilirannya nanti ikut mempertegas jati diri seni budaya Nusantara. Sedangkan seni lukis mancanegara menjadi pembanding seni budaya Nusantara.

2. Seni Patung

Seni patung merupakan cabang dari seni rupa murni yang berdimensi tiga. Membuat patung berarti membuat benda tiga dimensi dengan bahan, alat, dan teknik tertentu sehingga menghasilkan karya yang indah dan bermakna.

3. Seni Grafis

Seni Grafis merupakan cabang dari karya seni rupa murni yang berdimensi dua. Berdasarkan dimensinya, seni grafis sama dengan seni lukis, namun dari segi teknik pembuatannya memiliki perbedaan. Seni lukis dengan teknik aquarel, plakat, atau tempra, sedangkan seni grafis dibuat dengan teknik mencetak. Seni grafis dapat dibuat dengan teknik cetak tinggi, cetak dalam, setak saring, dan cetak cahaya (photography).

4.Seni Ukir Nusantara

Seni Ukir adalah Membentuk gambar pada kayu atau bahan lainnya dengan menggunakan tatah,pahat ukir atau pisau ukir yang di goreskan atau di toreh pada permukaan kayu atau benda lain.sesuai bentuk yang di inginkan.

Motif Ukiran di Indonesia umumnya berbentuk geometris,Banyak di temukan di pada badan-badan candi,rumah adat,prasasti,Perisai,tombak,keris,keraton,singgasana,kursi,masjid dan wayang.

Pada umumnya ukiran di Indonesia berupa bentuk stalasi dari bentuk Tumbuh-tumbuhan,Hewan,bahkan kadang-kadang Manusia.

Contoh ; Perisai suku asmat,Ukiran rumah adat toraja,ukiran jepara,Ukiran Bali,Relief Candi dan prasasti kerajaan.

PEMAHAMAN TENTANG SENI UKIR INDONESIA

Seni ukir atau ukiran merupakan gambar hiasan dengan bagian-bagian cekung (kruwikan) dan bagian-bagian cembung (buledan) yang menyusun suatu gambar yang indah. Pengertian ini berkembang hingga dikenal sebagai seni ukir yang merupakan seni membentuk gambar pada kayu, batu, atau bahan-bahan lain dengan menggunakan tatah(pahat ukir) dan pisau ukir.

Jadi dengan demikian yang dimaksud dengan Kerajinan Ukir adalah barang-barang ukiran atau hiasan yang dihasilkan oleh seseorang yang dalamperwujudannya memerlukan ketekunan, keterampilan, dan perasaan seni dengan cara di toreh / dipahat di atas kayu, batu, logam, gading, dsb. Sedangkan yang dimaksud dengan kerajinan ukir kayu adalah jenis kerajinan yang menggunakan teknik ukir pada bahan kayu.

Sedangkan teknik ukir adalah teknik pembuatan hiasan yang menggunakan alat berupa tatah / pahat ukir.

Seni Ukir merupakan gubahan dari bentuk-bentuk visual yang dalam pengolahannya mempunyai sifat kruwikan ( Jawa ) dengan susunan yang harmonis, sehingga memikiki nilai estetis. Seni ukir diujudkan melalui bahan kayu, logam, gading , batu dan bahan-bahan lain yang memungkinkan untuk dikerjakan. Adapun bentuk-bentuk gubahan tersebut merupakan stilisasi dari bentuk alam yang meliputi tumbuh-tumbuhan, binatang, awan, air, manusia, dsb.

FUNGSI SENI UKIR

1.Fungsi Fisik

Seni kerajinan memiliki fungsi fisik karena kegunannya, antara wujud dan daya tarik

penampilan sauatu karya seni sangat diperlukan. Dalam hal ini pembuatan karya seni kerajinan

perlu mempertimbangkan segi estetiknya, sebab melalui sentuhan estetik karya seni yang tercipta

memiliki daya tarik yang utama.

Keberhasilan fungsi fisik produk seni kerajinan, ditentukan oleh segi estetik, nilai simbolik,

dan nilai kepraktisan. Selain itu, keberhasilannya juga sangat ditentukan oleh tingkat ketrampilan

pembuatannya. Seperti pada umumnya, produk seni kriya atau kerajinan memiliki kegunaan

praktis, namun hal itu tidak berarti karya kirya dan seni kerajinan tidak memliki nilai estetis,

simbol, dan spiritual. Justru nilai-nilai tersebut seringkali sudah luluh di dalamnya, atau bahkan

berada di atas fungsi fisiknya

Fungsi Filosofis

Semua ukiran yang  terdapat pada rumah dan lumbung merupakan lambang atau simbol makna hidup orang Toraja. Ukiran-ukiran itu ada yang bermakna hubungan manusia Toraja dengan pencipta-Nya dengan alam kosmos dan menggambarkan hubungan dengan sesama manusia (Lolo Tau), dengan hewan/ternak (Lolo Patuoan) dengan tanaman (Lolo Tananan).

ukiran Toraja menggunakan medium kayu bujur sangkar berukuran 15×15 cm yang berfungsi sebagai hiasan dinding. Ukiran Toraja merupakan pahatan dua dimensi yang menyerupai relief dan diberi warna-warna yang kuat menonjolkan nuansa etnik.

Sebagai hasil budaya, tiap- tiap motif ukiran Toraja merepresentasikan suatu benda dan memiliki makna tertentu bagi kehidupan masyarakat setempat. Jika anda seorang yang percaya akan kekuatan alam.

CORAK SENI UKIR

Motif/corak Ukiran di Indonesia umumnya berbentuk geometris,Banyak di temukan di/ pada badan-badan candi,rumah adat,prasasti,Perisai,tombak,keris,keraton,singgasana,kursi,masjid dan wayang.

Pada umumnya ukiran di Indonesia berupa bentuk stilasi dari bentuk Tumbuh-tumbuhan,Hewan,bahkan kadang-kadang Manusia.

Contoh ; Perisai suku asmat,Ukiran rumah adat toraja,ukiran jepara,Ukiran Bali,Relief Candi dan prasasti kerajaan.ukiran tongkonan di toraja.

Sebagai hasil budaya, tiap- tiap motif ukiran Toraja merepresentasikan suatu benda dan memiliki makna tertentu bagi kehidupan masyarakat setempat. Jika anda seorang yang percaya akan kekuatan alam, tak ada salahnya anda mengetahui makna dibalik tiap motif ukiran Toraja Sesuai dengan kebudayaan/adat daerah.

JENIS UKIRAN

1.UKIRAN KAYU.

Pada umumnya ukiran di indonesia yang terkenal adalah ukiran kayu

Contoh ukiran Jepara,Ukiran toraja,Ukiran minangkabau,dan ukiran Bali

2.UKIRAN BATU

Gambar yang di buat di atas batu biasa disebut relief atau prasasti

Contoh ukiran pada batu nisan

BAHAN DAN ALAT MENGUKIR

1,Bahan : Kayu,Batu dll

2.Alat    : Tatah(pahat ukir),Pisau ukir.

TEKNIK PEMBUATAN SENI UKIR

Teknik ukir dengan pahat.

LANGKAH MEMBUAT UKIRAN

1.Menyiapkan Alat dan Bahan

2.Membuat Rancangan gambar pada bahan

3.Menggores’pahat ,mencungkil bagian bahan dengan pahat.pisau ukir

Sesuai bentuk yang dinginkan

4.Menghaluskan permukaan ukiran dengan kertas gosok

5.Melakukan pewarnaan

6.Melakukan finishing.

5.Seni Hias Nusantara

Ragam hias Nusantara disebut seni Ornamen,yang dimiliki setiap daerah di Nusantara antara lain ;

-Motif Geometris

-Motif Tumbuhan

-dan motif Hewan.

Contoh ;

1.Motif Geometris :

Batik Parang

Pa’Buatina

2.Motif Tumbuhan

Pa’Daun Paria

Batik Kawung

3.Motif Hewan

Logo tutwuri

Pa’Tedong/Pa’Manuk.

 

6. Relief

Relief adalah likisan timbul di atas permukaan batu.atau karya seni dua dan tiga demensi yang wujudnya penataan dalam dan dangkal atau timbul tenggelamnya suatu permukaan

7.Diorama

Karya seni rupa yang merupakan kombinasi antara likisan, rel;ief dan patung

8. Menggambar

Kegiatan membuat gambar dengan beragam tiruan objek dengan menggunakan bahan pensil, tintan cat, dll.

Jenis Gambar :

1. Ekspresi

2. Dekorasi

3. Bentuk

4. Reklame

5. Ilustrasi

6. Mistar/Persfektif/Proyeksi.

9. PEMAHAMAN TENTANG SENI UKIR INDONESIA

Seni ukir atau ukiran merupakan gambar hiasan dengan bagian-bagian cekung (kruwikan) dan bagian-bagian cembung (buledan) yang menyusun suatu gambar yang indah. Pengertian ini berkembang hingga dikenal sebagai seni ukir yang merupakan seni membentuk gambar pada kayu, batu, atau bahan-bahan lain dengan menggunakan tatah(pahat ukir) dan pisau ukir.

Jadi dengan demikian yang dimaksud dengan Kerajinan Ukir adalah barang-barang ukiran atau hiasan yang dihasilkan oleh seseorang yang dalamperwujudannya memerlukan ketekunan, keterampilan, dan perasaan seni dengan cara di toreh / dipahat di atas kayu, batu, logam, gading, dsb. Sedangkan yang dimaksud dengan kerajinan ukir kayu adalah jenis kerajinan yang menggunakan teknik ukir pada bahan kayu.

Sedangkan teknik ukir adalah teknik pembuatan hiasan yang menggunakan alat berupa tatah / pahat ukir.

Seni Ukir merupakan gubahan dari bentuk-bentuk visual yang dalam pengolahannya mempunyai sifat kruwikan ( Jawa ) dengan susunan yang harmonis, sehingga memikiki nilai estetis. Seni ukir diujudkan melalui bahan kayu, logam, gading , batu dan bahan-bahan lain yang memungkinkan untuk dikerjakan. Adapun bentuk-bentuk gubahan tersebut merupakan stilisasi dari bentuk alam yang meliputi tumbuh-tumbuhan, binatang, awan, air, manusia, dsb.

FUNGSI SENI UKIR

1.Fungsi Fisik

Seni kerajinan memiliki fungsi fisik karena kegunannya, antara wujud dan daya tarik

penampilan sauatu karya seni sangat diperlukan. Dalam hal ini pembuatan karya seni kerajinan

perlu mempertimbangkan segi estetiknya, sebab melalui sentuhan estetik karya seni yang tercipta

memiliki daya tarik yang utama.

Keberhasilan fungsi fisik produk seni kerajinan, ditentukan oleh segi estetik, nilai simbolik,

dan nilai kepraktisan. Selain itu, keberhasilannya juga sangat ditentukan oleh tingkat ketrampilan

pembuatannya. Seperti pada umumnya, produk seni kriya atau kerajinan memiliki kegunaan

praktis, namun hal itu tidak berarti karya kirya dan seni kerajinan tidak memliki nilai estetis,

simbol, dan spiritual. Justru nilai-nilai tersebut seringkali sudah luluh di dalamnya, atau bahkan

berada di atas fungsi fisiknya

Fungsi Filosofis

Semua ukiran yang  terdapat pada rumah dan lumbung merupakan lambang atau simbol makna hidup orang Toraja. Ukiran-ukiran itu ada yang bermakna hubungan manusia Toraja dengan pencipta-Nya dengan alam kosmos dan menggambarkan hubungan dengan sesama manusia (Lolo Tau), dengan hewan/ternak (Lolo Patuoan) dengan tanaman (Lolo Tananan).

ukiran Toraja menggunakan medium kayu bujur sangkar berukuran 15×15 cm yang berfungsi sebagai hiasan dinding. Ukiran Toraja merupakan pahatan dua dimensi yang menyerupai relief dan diberi warna-warna yang kuat menonjolkan nuansa etnik.

Sebagai hasil budaya, tiap- tiap motif ukiran Toraja merepresentasikan suatu benda dan memiliki makna tertentu bagi kehidupan masyarakat setempat. Jika anda seorang yang percaya akan kekuatan alam.

CORAK SENI UKIR

Motif/corak Ukiran di Indonesia umumnya berbentuk geometris,Banyak di temukan di/ pada badan-badan candi,rumah adat,prasasti,Perisai,tombak,keris,keraton,singgasana,kursi,masjid dan wayang.

Pada umumnya ukiran di Indonesia berupa bentuk stilasi dari bentuk Tumbuh-tumbuhan,Hewan,bahkan kadang-kadang Manusia.

Contoh ; Perisai suku asmat,Ukiran rumah adat toraja,ukiran jepara,Ukiran Bali,Relief Candi dan prasasti kerajaan.ukiran tongkonan di toraja.

Sebagai hasil budaya, tiap- tiap motif ukiran Toraja merepresentasikan suatu benda dan memiliki makna tertentu bagi kehidupan masyarakat setempat. Jika anda seorang yang percaya akan kekuatan alam, tak ada salahnya anda mengetahui makna dibalik tiap motif ukiran Toraja Sesuai dengan kebudayaan/adat daerah.

JENIS UKIRAN

1.UKIRAN KAYU.

Pada umumnya ukiran di indonesia yang terkenal adalah ukiran kayu

Contoh ukiran Jepara,Ukiran toraja,Ukiran minangkabau,dan ukiran Bali

2.UKIRAN BATU

Gambar yang di buat di atas batu biasa disebut relief atau prasasti

Contoh ukiran pada batu nisan

Pertemuan 5

BAHAN DAN ALAT MENGUKIR

1,Bahan : Kayu,Batu dll

2.Alat    : Tatah(pahat ukir),Pisau ukir.

TEKNIK PEMBUATAN SENI UKIR

Teknik ukir dengan pahat.

LANGKAH MEMBUAT UKIRAN

1.Menyiapkan Alat dan Bahan

2.Membuat Rancangan gambar pada bahan

3.Menggores’pahat ,mencungkil bagian bahan dengan pahat.pisau ukir

Sesuai bentuk yang dinginkan

4.Menghaluskan permukaan ukiran dengan kertas gosok

5.Melakukan pewarnaan

6.Melakukan finishing.

Ikebana

Seni merangkai bunga

10. Origami

Seni melipat kertas

11.Kolase

Bagian dari seni lukis dengan cara menempel kepingan pada bidang datar

12. Seni Kaligrafi

Karya dua dimensi dengan tulisan indah disertai lukisan dekorasi yang berfungsi sebagai hiasan.

BAB  II

MEDIA DAN TEKNIK BERKARYA SENI RUPA MURNI NUSANTARA

Peralatan dan bahan yang digunakan dalam pembuatan karya seni sering disebut dengan media.  Dengan menggunakan sarana atau media yang tepat, kalian dapat menuangkan ide atau gagasan sesuai dengan ekspresi dari dalam diri untuk membuat sebuah karya seni yang baik.   Untuk itu, sebelum belajar membuat karya yang baik harus memahami terlebih dulu mengenai bermacam media, sifat dan cara menggunakan serta teknik pembuatan karya.

Karya seni dapat tercipta melalui tiga jenis media yaitu media suara, gerak dan rupa atau gabungan ketiganya.  Namun pada materi ini, hanya dibahas mengenai media rupa saja.

a. Media karya 2 dimensi

Yaitu media yang digunakan untuk pembuatan karya seni dua dimensi.  Beberapa diantaranya adalah :

1. Pensil

Jenis pensil dibedakan berdasarkan tingkat kekerasan atau kehitaman karbonnya.  Untuk pensil berkode B menandakan jenis pensil lunak dan hitam.

Terdiri dari kode B, 2B, 3B sampai 6B, sangat tepat digunakan untuk media menggambar.

Untuk pensil berkode H menandakan jenis pensil keras.  Terdiri dari kode H, 2H, 3H sampai 6H, sering digunakan untuk menggambar proyeksi

2. Pensil Arang (Contee)

Terbuat dari sejenis arang halus dan biasa digunakan untuk menggambar potret.  Sifatnya hitam pekat dan agak sulit dihapus.

3. Pastel dan Crayon

Dua jenis media ini secara fisik bentuknya hampir sama, sehingga kalian seringkali kali keliru ketika membelinya tetapi sifat dan bahannya tidak sama.  Pastel (Oil Pastel) terbuat dari bahan kapur halus yang dicampur tepung warna  dan berbasis minyak. Jejak warnanya yang dihasilkan pastel sangat tajam dan kuat serta mempunyai daya lekat  yang baik pada kertas.  Sedangkan Crayon terbuat dari bahan kaolin (lilin) dengan tepung warna sehingga terlihat lebih mengkilap dan keras.

4. Pena

Alat gambar yang digunakan untuk media tinta.  Terbuat dari logam dengan ujung yang bermacam-macam bentuk dan ukurannya.

5. Tinta Bak

Dikenal juga dengan sebutan tinta Cina.  Warnanya hitam pekat dan tidak luntur jika kena air.  Kemasan tinta bak ini ada yang berbentuk cairan dalam botol dan berbentuk balok-balok kecil (dicairkan dulu sebelum digunakan).

6. Cat

Bahan pewarna ini dibedakan berdasarkan basis pengencernya, yaitu :

a)      Cat air  (barbasis air)

Jenisnya ada 2 yaitu water colour yang bersifat transparan dan poster colour yang bersifat plakat.

b)      Cat Minyak (barbasis minyak)

Jenis cat ini biasa digunakan untuk melukis diatas kain atau kanvas.  Sifatnya tidak mudah kering dan warnanya tahan lama.

7. Kuas

Alat yang digunakan untuk mengoleskan cat keatas kertas atau kanvas. Ukuran bulunya ditandai dengan nomor kode yang tertulis pada gagang kuas.  Untuk jenis kuas cat air, bulunya halus dan bentuknya meruncing ketika dicelupkan ke dalam air.  Jenis kuas cat minyak, bulunya lebih kasar.

b. Media karya 3 dimensi

Media yang digunakan dalam berkarya seni 3 dimensi sangat beragam, diantaranya :

1.      Bahan Lunak

Contohnya  ; tanah liat, bubur kertas, bubur semen, lilin, bubur gips dan lain-lain

2.      Bahan Keras

Contohnya ; kayu, batu, marmer, logam dam sebagainya.

III. TEKNIK BERKARYA SENI RUPA

Seperti sudah dijelaskan sebelumnya, masing-masing daerah di Nusantara mempunyai bahan atau media yang berbeda sesuai dengan lingkungannya.  Hal ini juga berlaku pada  teknik pembuatan karya seni rupanya, meskipun secara umum semua teknik yang digunakan terdapat kemiripannya, seperti beberapa teknik berikut ini :

a.       Karya seni rupa 2 dimensi :

-          Untuk menggambar atau melukis digunakan teknik garis (linier), aquarel, pointilis, plakat, arsir atau dussel.

-          Untuk grafis digunakan teknik cetak saring (sablon)

-          Untuk seni batik menggunakan teknik tutup-celup

b.      Karya seni rupa 3 dimensi :

-          Untuk patung digunakan teknik pahat, butsir, cor, cetak-tuang, anyaman, las sambung dan sebagainya.

 

BAB III

> Standar Kompetensi : 2. Mengekpresikan diri melalui Karya Seni Rupa

> Kompetensi Dasar : 2.1. Mengekspresikan diri melalui karya seni rupa murni yang dikembangkan dari beragam unsur karya seni rupa nusantara dan manca negara di luar asia

3.1. Menyiapkan karya untuk pameran sekolah

                                               3.2. Menata karya seni untuk pameran kelas / sekolah

Iindikator

1. Siswa dapat mengekspresikan diri dengan berkarya patung seni patung

2. Siswa dapat menyiapkan karya untuk pameran kelas/sekolah

3. Siswa dapat menata karya seni dan menata pameran kelas/ sekolah dengan baik.

A. PENGERTIAN PATUNG

Patung merupakan karya seni rupa tiga dimensi. Kamus Besar Indonesia bertuliskan bahwa, patung adalah benda tiruan bentuk manusia dan binatang yang cara pembuatanya dipahat pengertian ini didasarkan terjemahan dari bahasa inggris SCULPTURE, karena pematung jaman dahulu menggunakan tehnik pahat.
Seni patung disebut juga plasticart atau seni plastic, mudah dibentuk sesuka hati. Seni patung bisa di artikan sebagai seni bentuk (bentuk-bentuk yang memiliki keindahan)

B. FUNGSI PATUNG
Seni patung pada zaman dahulu di buat untuk kepentingan keagamaan, pada jaman hindu dan budha, patung di buat untuk menghormati dewa atau orang yang di jadikan teladan. Pada perkembangan selanjutnya patung di buat untuk monument/ peringatan suatu peristiwa besar pada suatu bangsa, kelompok atau perorangan.
Pada jaman sekarang seni patung sering di ciptakan untuk hiasan penciptanya lebih bebas dan bervariasi dan seni patung itu di ciptakan untuk dinik mati nilai keindahan bentuknya.
Secara umum berdasarkan pembutanya seni patung ada 6 macam yaitu :
- patung religi, untuk sarana beri badah,bermakna relijius.
- Patung monument, untuk peringatan peristiwa bersejarah atau jasa seorang pahlawan.
- Patung arsitektur, patung yang ikut aktif berfungsi dalam kontruksi bangunan.
- Patung dekonasi, untuk menghias bangunan atau lingkungan taman.
- Patung seni, patung seni untuk di nikmati keindahan bentuknya.
- Patung kerajinan, hasil dari para pengrajin.

C. CORAK PATUNG
Pada masa lampau sudah dikenal patung primitive seperti patung asmat di irian jaya dan sulawesi selatan (tanah toraja). Pada masa kerajaan hindu budha di jawa dan bali banyak sekali di temukan hasil karya seni patung terutama di candi hindu dan budha yang bercorak tradisional.
Dilihat dari perwujudtanya, ragam seni patung moderen dapat di bedakan menjadi 3 corak sebagai berikut :
- corak imitatif / realis
yaitu tiruan alam seperti manusia, binatang dan tumbuhan
- corak dekoratif
yaitu bentuk-bentuk alam yang di olah / di ubah menurut gagasan imajinasi pematung
- corak nonfiguratif/abstrak
yaitu bentuknya telah banyak berubah.

D. RAGAM PATUNG
Penampilan karya patung bermacam-macam jenisnya, hal ini dapat kita saksikan dirumah, di taman atau di museum. Jenis karya patung dapat di bedakan menjadi 3 yaitu :
1. patung dada
patung dada adalah penampilan karya patung sebatas dada ke atas atau bagian kepala.
2. patung torsa
torsa di sebut juga badan.patung torsa adalah penampilan karya patung yang hanya menampilkan bagian dada,dari dada, pinggang, dan panggul.
3. patung lengkap
penampilan karya patung lengkap maksudnya terdiri dalam badan, anggota badan, anggota badan bagian atas dan bagian bawah serta kepala.
E. MEDIA SENI PATUNG
Media seni patung adalah berupa bahan, alat, dan teknik yang diperlukan dalam seni patung.
A. BAHAN
bahan seni patung dapat di bedakan menjadi tiga yaitu :Ø
- bahan lunak
Yang dimaksud bahan lunak adalah material yang empuk dan mudah di bentuk misalnya : tanah liat, lilin, sabun. Tanah liat yang baik harus bersih dari kerikil, akar, rumput, dll. Daya susut tanah tidak lebih dari 10%,supaya kalau sudah kering tidak pecah/ hancur,tanah liat harus juga cukup elastis artinya mudah di bentuk, tidak telalu lembek atau terlalu keras. Untuk bahan plastisin (lilin) mudah dapat di took, tingkat plastisinya bermacam-macam, ada yang sangat lembek, cukup lembek, dan agak lembek. Bahan sabun mudah di bentuk,akan tetapi ukuranya kecil, kita tidak bisa berkarya lebih besar.
- bahan sedang
Artinya bahan itu tidak lunak dan tidak keras. Contohnya : kayu waru,kayu sengan, kayu randu,dan kayu mahoni.
- bahan keras
Bahan keras dapat berupa kayu atau batu-batuan. Contohnya : kayu jati, kayu sonokeling dan kayu ulin. Bahan batu-batuan antara lain batu padas, batu granit, batu andesit, dan batu pualam (manmer).
Selain bahan-bahan tersebut masih ada bahan yang dapat dipergunakan untuk membuat patung yaitu semen-pasir, gips, kuningan, perunggu, emas dan sebagainya.

B. ALAT
Peralatan yang digunakan untuk membuat patung tergantung kepada bahan dan tekniknya alat-alat yang digunakan :
- butsir adalah alat Bantu untuk membuat patung terbuat dari kayu dan kawat.
- Meja putar adalah meja untuk membuat patung dan dapat di gerakan denagan cara diputar,fungsinya untuk memudahkan dalam mengontrol bentuk dari berbagai arah.
- Pahat
- Palu
- Cetakan berfungsi untuk mengencangkan ikatan kawat dan memotong ikatan kawat.
- Sendok adokan berfungsi untuk mengambil adonan dan menempelkanya pada kerangka patung.
C. TEKNIK
Teknik adalah cara untuk melakukan sesuatu.teknik pembuatan patung ada 4 yaitu :
- teknik membutsin
teknik dengan cara memijat,menambah dan mengurangi bahan yang di bentuk
- teknik memahat
teknik dengan cara menggunakan bahan yang di bentuk, teknik ini tidak bisa dilakukan penambahan/penambalan.
- teknik mencetak
teknik ini umumnya cair atau bahan yang bisa di cairkan.
- teknik konstruksi
membuat patung dengan cara menyusun bahan, baik kerangka/tanpa kerangka.
F. MEMBUAT PATUNG
1. Patung bahan lunak
Teknik membuatnya dengan cara membutsin langkah-langkah pengerjaanya sebagai berikut :
a. siapkan tanah liat/ plastisin. Butsir, air, meja putar, gambar racangan patung.
b. Tempatkan tanah liat atau plastisin di atas meja putar, sedikit demi sedikit sambil meja di putar.
c. Pijat-pijat bahan hinga mendekati bahan yang diinginkan sambil dikasih air sedikit demi sedikit, secara global jika bahan kurang bisa di tambah, sebaiknya bila berlebihan bisa dikurangi.
d. Sempurnakan bentuk dengan alat Bantu butsir dan berikan sentuhan akhir dengan pembentukan lebih detail atau sempurna dan dihaluskan.

2. patung bahan keras
Dikerjakan dengan cara memahat/mengukir langkah langkah pengerjaanya sebagai berikut :
a. siapkan balok kayu sesuai ukuran yang kita inginkan dan pindahkan gambar/pola di atas permukaan balok kayu.
b. Lakukan pemotongan dengan gergaji dari 4 sisi, pembentukan sedikit demi sedikit hingga mendekati bentuk global.
c. Buatlah bentuk global,bandingkan dengan gambar/pola/gagasan dengan amplas supaya halus.
d. Lanjutkan dengan membuat bentuk ujung lebih detail/sempurna dan haluskan dengan amplas lagi.
e. Difirising dengan menggunakan cat akritik/melamin

KESIMPULAN

Setelah memaparkan isi pada bab-bab yang sebelumnya, penulis mendapatkan kesimpulan yang berkaitan dengan isi karya tulis ini. Penulis dapat menyimpulkan isi karya tulis ini sebagai berikut.

o Seni patung dapat di lakukan di rumah sebagai pekerjaan sampingan.
o Seni patung juga dapat mengepresikan karya sendiri.
o Seni patung membuat rumah kita nampak lebih indah dan nyaman untuk di lihat.
o Seni patung dapat menumbuhkan rasa kemandirian kita.

BAB IV

Pameran Seni Rupa di Sekolah

 

Pameran adalah kegiatan memperlihatkan karya seni kepada orang banyak untuk mendapatkan tanggapan, penilaian dan penghargaan

Manfaat pameran seni rupa di lingkungan sekolah

a)      Meningkatkan kemampuan berkarya

Dengan adanya pameran, karya-karya para siswa akan dilihat oleh masyarakat sehingga para siswa dituntut untuk menghasilkan karyanya yang terbaik. Di sini akan terjadi persaingan yang sehat dan terarah, dan hal ini menjadi pendorong bagi siswa untuk meningkatkan kemampuannya dalam berkarya.

b)      Dapat melakukan penilaian / evaluasi

Pameran merupakan kesempatan bagi guru untuk melihat sejauh mana kemajuan yang dicapai oleh siswanya. Pameran dapat dikatakan menjadi sarana untuk melakukan penilaian atau evaluasi terhadap kemajuan dan perkembangan yang terjadi pada diri siswa. Sehingga penilaian atau evaluasi ini dapat dimasukan dalam perhitungan nilai rapor.

Penilaian juga dilakukan oleh pihak luar sekolah seperti orang tua siswa atau masyarakat umum yang mengunjungi pameran tersebut. Dari kesanpesan yang mereka sampaikan tentunya dapat memberi gambaran sampai sejauh mana keberhasilan pendidikan seni rupa di sekolah tersebut.

c)      Sebagai sarana apresiasi dan hiburan

Di samping sebagai sarana untuk melakukan penilaian atau evaluasi, kegiatan pameran dapat dijadikan sebagai sarana apresiasi. Apresiasi di sini dapat diartikan sebagai penikmatan, pengamatan, penghargaan, atau bisa juga penilaian terhadap karya-karya yang ditampilkan.

Penilaian yang dimaksud bukan menilai dengan angka, melainkan suatu proses pencarian nilai-nilai seni, pemahaman isi dan pesan dari karya seni, dan melakukan juga perbandingan-perbandingan terhadap karya seni sehingga nantinya akan didapat sebuah penilaian yang utuh dan komprehensif.

Dalam arti yang luas, kegiatan pameran dapat juga diartikan sebagai sarana untuk mendapatkan hiburan. Di sini masyarakat dapat merasakan kesenangan atau empati, merasakan suka duka seperti layaknya menonton film atau menyaksikan pertunjukkan musik dan seni lainnya.

d)      Melatih siswa untuk bermasyarakat

Melaksanakan kegiatan pameran bukanlah kerja perorangan, melainkan kerja kelompok yang melibatkan banyak orang. Jadi, dengan mengadakan pameran seni rupa di sekolah, mendidik para siswa untuk bermasyarakat. Di sini para siswa dapat bekerja sama satu sama lain, melatih untuk menghargai pendapat orang lain, dan dapat pula memberi pendpat terhadap tim kerjanya.

4. Langkah-langkah Penyelenggaraan Pameran Seni Rupa di

Kelas atau di Sekolah

Untuk dapat menyelenggarakan pameran karya seni rupa di lingkungan sekolah, ada beberapa hal yang harus dikerjakan, yaitu :

a. Mengumpulkan karya yang akan dipamerkan

b. Membentuk kepanitiaan pameran

c. Menyusun proposal pameran

d. Menyiapkan publikasi dan dokumentasi pameran

e. Menyiapkan ruang atau tempat dan perlengkapan pameran

f. Menata karya-karya yang akan dipamerkan

PERSIAPAN PAMERAN

LANGKAH PERENCANAAN PAMERAN

1.Menentukan tema Pameran

2.Menentukan rencana kegiatan

3.Menyusun Program acara pameran

4.Menentukan tempat pameran

Tema pameran disesuaikan dengan peristiwa monumental di bulan pelaksanaan Pameran

Contoh jika pameran di laksanakan di bulan mei maka temanya : “Dengan Pameran kita tingkatkan Prestasi siswa dalam berkarya.”

Perencanaan pameran yang dibuat secara tertulis disebut proposal.berikut ini adalah…

Program acara pameran sudah tertulis dalam proposal yaitu bagian H.susunan acara pameran.

Pertemuan 7

Pengorganisasian Pameran

Pengorganisasian merupakan proses pengelolaan serta pengaturan, agar apa-apa yang direncanakan dapat berjalan dengan lancar dan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.

Organisasi yang baik hendaknya memiliki persyaratan sebagai berikut:

  • AD/ART (Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga)
  • Susunan Panitia
  • Program Kerja
  • Kegiatan

penentuan masalah tempat dan waktu seharusnya dibicarakan bersama setelah panitia tersusun, sehingga merupakan suatu kesepakatan yang harus dipatuhi bersama.

Syarat tempat pameran yang baik adalah memenuhi  tiga syarat yaitu :

  1. Aman

Materi pameran,pengunjung haruslah Aman dari panas dan hujan.

  1. Nyaman

Ruang pameran sebaiknya membuat pengujung merasa nyama,sejuk dengan  menempatkan     pot bunga hidup dalam ruang pameran,dengan tempat duduk dan sajian musik yang menmbah kenyamanan pengujung pamearan.

  1. Lancar

Ruang pameran harus ditata dengan tujuan arus pengunjung lancar,dengan menyiapakan  dua pintu dan menyiapkan jalur yang membuat pengujung leluasa bergerak dan berjalan untuk menikmati sajian karya yang di pamerkan.

 

Gambar arus pengunjung  untuk ruang 1 pintu

 

Gambar arus pengunjung dengan 2 pintu

Pertemuan 8

1. Menyiapkan Karya untuk Pameran

Sesuai dengan salah satu persyaratan pameran, keberadaan karya mutlak diperlukan. Untuk itu, untuk memperoleh karya yang akan dipamerkan, guru dan siswa perlu mempersiapkan karya yang akan dipamerkan. Hal ini bisa dilakukan dengan alternatif:

 

a. siswa berkarya dan diinformasikan bahwa pada masa yang akan datang akan ada pameran

 

b. siswa yang memiliki bakat seni rupa dipilih oleh guru untuk mewakili kelasnya agar berpameran untuk pameran sekolah.

c. siswa dan guru menginventarisir karya koleksi sekolah untuk dipamerkan. Panitia menunggu seluruh siswa mendaftarkan diri mengikuti pameran sesuai jadwal yang telah ditetapkan

Wujud karya yang akan dipamerkan pun harus diketahui oleh para siswa. Secara wujudnya, karya seni rupa dapat dibagi menjadi karya seni rupa dua dimensi dan tiga dimensi. Karya seni rupa dua dimensi berupa: seni lukis, seni cetak/grafis, gambar (ilustrasi, dekorasi, bentuk, dan sebagainya). Sementara itu, wujud karya seni rupa tiga dimensi berupa: seni patung, relief, seni kerajinan (anyam, keramik, boneka, makrame, topeng kertas, barang-barang mainan, dan lain-lain).

 

2.  Memilih karya

 

Pemilihan karya yang akan dipamerkan dilakukan setelah karya terkumpul. Proses pemilihan karya dapat dilakukan oleh guru dan siswa. Teknik pemilihan karya dapat dilakukan berdasarkan kualitas karya (yang layak untuk dipamerkan), jenis karya (karya dua dimensi atau tiga dimensi), kriteria lain sesuai ketentuan panitia pameran. Bahkan dalam pameran seni rupa di sekolah, guru bisa melakukan seleksi karya ini dengan mempertimbangkan proporsi perwakilan tiap kelas.

3. Menyiapkan Perlengkapan Pameran

Penyelenggaraan pameran memerlukan perlengkapan (sarana dan prasarana) seperti: ruangan, meja, buku tamu, buku pesan dan kesan, panil (penyekat ruangan). lampu sorot, sound system, poster, selebaran, a. Ruang Pameran Ruangan yang dapat digunakan dalam kegiatan pameran seni rupa di sekolah bias menggunakan aula atau ruang kelas. Penataan ruang dapat dilakukan dengan menggunakan meja, panel, kursi. b. Meja, Meja dapat digunakan untuk meja penerima tamu dan dapat pula digunakan sebagai dasar penyimpanan karya tiga dimensional seperti patung atau barang kerajinan lainnya.

Gambar 6.4 Meja sebagai alas (base) untuk menata karya

c. Buku tamu Bukti tamu (berisi: no, nama, alamat/asal kelas/asal sekolah, dan tanda tangan) dapat digunakan untuk mengetahui berapa orang yang mengunjungi pameran.

d. Buku kesan dan pesan

 

Buku kesan dan pesan (berisi: tanggal,Nama, tanggapan pribadi pengunjung, identitas seperlunya) berguna sebagai masukan terhadap penyelenggan pameran.

e. Panil

Berfungsi untuk menempelkan karya dua dimensi seperti: lukisan, gambar, dan sebagainya. Panil juga dapat digunakan sebagai penyekat ruangan.

Gambar 6.5 Panil (penyekat ruang dan sandaran karya dua dimensi) Sumber: Gaitskell, C. D. and Al Hurwitz (1975:448)

f. Poster atau brosur Media ini digunakan untuk menginformasikan kegiatan pameran yang akan dilaksanakan. Dengan demikian sebelum pelaksanaan pameran dilakukan, poster dan brosur sudah digunakan sebagai media informasi.

 

g. Katalog

Berisi identitas seniman dan karya serta kuratorial penyelenggara pameran) berfungsi sebagai penjelasan mengenai hal ilhwal seniman dan karya seni yang dipamerkannya.

h. Label karya/daftar keterangan karya

Berisi judul lukisan dan harga lukisan jika dijual membantu guide untuk menjelaskan kepada pengunjung pameran.

i. Lampu penerangan

Lampu ini digunakan untuk memperjelas karya yang dimerkan. Lampu ini dipasang di setiap papan pamer, di plafon, agar tidak menyilaukan.

j. Sound system (tape dan kaset instrumentalia).

Berfungsi untuk menambah suasana santai dan mendukung suasana pameran.

B. Pelaksanaan Pelaksanaan pameran mencakup kegiatan pelaksanaan kerja panitia secara bersama-sama, penataan ruang, pelaksanaan pameran dan penyususnan laporan. 1. Pelaksanaan Kerja Kepanitiaan Pelaksanaan pameran merupakan kulminasi dari implementasi rencana yang telah disusuun pada tahap perencanaan pameran. Pelaksanaan kegiatan ini akan berjalan dengan lancar bila semua pihak khususnya panitia pameran melakukan kerjasama dan menyatakan kesiapannya dalam menyongsong ksesuksesan pameran ini.

2. Penataan Ruang Pameran

Sebelum dilakukan penataan ruang pameran, panitia pameran terlebih dulu membuat rancangan fisik pameran. Hal ini berfungsi untuk mengatur arus pengunjung, komposisi penataan yang serasi, pengaturan jarak pandang dan tinggi rendah pandangan terhadap karya dua dimensi dan tiga dimensi. Sehubungan dengan penataan ruang, Cahyono (2002: 9.35) mengemukakan beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penataan ruang pameran, di antaranya:

…(1) karya yang memiliki komposisi warna yang kuat hendak tidak didekatkan dengan karya dengan komposisi warna yang lemah, (2) karya dengan komposisi warna yang kurang hendak tidak diletakan pada ruang yang sedikit sinar karena akan semakin memperlemah warna yang ada, (3) pemberian cahaya lampu jangan sampai menyilaukan mata atau mengganggu pandangan orang yang melihatnya, (4) pemasangan karya hendaknya sejajar dengan pandangan mata, tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah, (5) pemasangan karya yang lebih tinggi dari tubuh penikmatnya harus dibuat condong ke bawah sehingga mudah dinikmati, (6) letakan beberapa pot bunga dan tanaman untuk memperindah dan menyegarkan ruangan, (7) letakan karya tiga dimensi pada tempat yang bisa dilihat dari berbagai sudut pandang, (8) pengelompokan karya harus memperhatikan ukurannya, (9) jika tidak ada AC perlu menempatkan kipas angin untuk menghilangkan suasana panas, (10) sediakan tempat sampah untuk menjaga kebersihan. a. Penataan Alur Masuk Pengunjung Gambar 6.8 Arus Pengunjung Pameran Penataan alur arus pengunjung perlu disesuaikan dengan kondisi ruang. Dalam pameran sekolah dapat dibagi menjadi dua model alur:

 

1) Pengaturan lalu lintas pengunjung bila pameran dilakukan di dalam ruang kelas dengan satu pintu.

b. Penataan dan Penempatan Karya

Penataan karya yang dipamerkan dilakukan atas dasar pertimbangan berdasarkan jenis, ukuran, warna, tinggi-rendah pemasangannya.

Gambar  Pemasangan karya pada dinding Sumber: http://www.galeri-nasional.or.id/

Pengelompokan Hasil Karya

Untuk memudahkan kegiatan pengumpulan dan pendaftaran hasil karya dapat langsung diselesaikan dengan mengadakan pengelompokan sebagai berikut:

1.  Berdasarkan Jenis Karya

  • Karya kerajinan tangan adalah hasil seni kriya/kerajinan karena kreativitas tangan.
  • Karya seni rupa adalah karya seni yang dapat diraba, dilihat serta mempunyai wujud.
  • Karya seni musik
  • Karya seni tari.

2.Berdasarkan Dimensi

Ada dua dimensi dan tiga dimensi.

Yang termasuk dua dimensi , contohnya : gambar lukisan, mozaik, dan anyaman.

Yang termasuk tiga dimensi, contohnya : patung, perabot ukir, anyaman berkerangka.

3.Berdasarkan Ukuran

Kerajinan tangan dan seni rupa yang dibuat siswa tentu memiliki ukuran yang bervariasi. Karya yang berukuran kecil dikelompokkan dengan ukuran kecil dan yang berukuran besar dikelompokkan dengan yang besar. Pengelompokkan ini dilakukan untuk mempermudah penataan karya dalam ruang pameran.

4.Berdasarkan Tema

Hasil karya yang dibuat tentunya memiliki tema yang berbeda-beda, untuk mempermudah penataan karya dan urutannya.

Pertemuan 9

Contoh proposal :

  1. LATAR BELAKANG

Kreasi dan apresiasi seni rupa di kalangan siswa sudah sepantasnya menjadi perhatian serius, sebagai bagian pembentukan generasi muda seutuhnya. Kreatifitas dan apresiasi tersebut akan mendekatkan siswa pada budaya dan tradisi bangsanya sendiri, sehingga diharapkan ke depan generasi muda tidak merasa terasing dari akar budayanya. Pameran karya seni rupa merupakan puncak rangkaian proses kreatif, dimana hasil kreasi siswa akan berhadapan langsung dengan apresian / penonton. Melalui moment pameran ini diharapkan dapat terjadi proses apresiasi yang sehat dan tukar pikiran yang konstruktif dan bermakna.

 

  1. NAMA KEGIATAN

Kegiatan ini bernama :

“PAMERAN KARYA SENI LUKIS DAN GAMBAR SISWA KELAS IX …”

  1. LANDASAN KEGIATAN
  • Visi dan Misi SMP Negeri 5 Sekayu
  • Program pembelajaran Mata Pelajaran Seni Rupa.

 

  1. TUJUAN KEGIATAN
    1. Memberikan wadah bagi siswa untuk mengekspresikan diri.
    2. Meningkatkan apresiasi siswa terhadap karya seni rupa
    3. Memberikan motivasi siswa dalam berkreasi.
  1. MATERI

Karya Seni Lukis dan Gambar

 

  1. WAKTU DAN TEMPAT
    1. Waktu             :           …………………………………
    2. Tempat           :           …………………………………
  1. SUSUNAN PANITIA
    1. Pelindung                             :           Kepala Sekolah
    2. Pembina/Penanggung Jawab      :           Guru Mata Pelajaran Seni Rupa
    3. Ketua                                     :           YUNITA
    4. Wakil Ketua                          :           ELKI
    5. Sekretaris                              :           ALVIN
    6. Bendahara                            :           OLIVIA
    7. Seksi-seksi                            :
  • Seksi seleksi karya        :           Guru Mata Pelajaran Seni Rupa
  • :           1

2 ………………………………………….

3 ………………………………………….

  • Seksi dokumentasi        :           1 ………………………………………….

2 ………………………………………….

3 ………………………………………….

  • Seksi publikasi               :           1 ………………………………………….

2 ………………………………………….

3 ………………………………………….

  • Seksi Perlengkapan      :           1 ………………………………………….

2 ………………………………………….

3 ………………………………………….

  • Seksi keamanan                        :           1 ………………………………………….

2 ………………………………………….

3 ………………………………………….

  • Seksi acara pembukaan          :           1 ………………………………………….

2 ………………………………………….

  1. SUSUNAN ACARA PEMBUKAAN
No Acara Pelaksana Waktu
1 Pembukaan acara Protokol / MC
2 Sambutan-sambutan
  • Ketua Panitia
  • Guru Pembimbing
  • Kepsek / Wali Kls.
3 Peresmian Pameran Kepsek / Wali Kelas
4 Penutup Protokol / MC
5 Peninjauan Pameran Seluruh Hadirin

 

  1. RENCANA ANGGARAN
    1. Pengeluaran
  1. ……………………………………………………………  Rp. …………………………
  2. ……………………………………………………………  Rp. …………………………
  3. ……………………………………………………………  Rp. …………………………
  4. ……………………………………………………………  Rp. …………………………
  5. ……………………………………………………………  Rp. …………………………
  6. ……………………………………………………………  Rp. …………………………
  7. ……………………………………………………………  Rp. …………………………

Jumlah               Rp. …………………………

 

    1. Sumber Dana
  1. ……………………………………………………………  Rp. …………………………
  2. ……………………………………………………………  Rp. …………………………
  3. ……………………………………………………………  Rp. …………………………

Jumlah               Rp. …………………………

 

  1. PENUTUP

Demikian proposal pameran karya seni lukis dan gambar siswa kelas IX …  SMP Negeri 5 Sekayu ini. Kami berharap kegiatan ini dapat terlaksana sebagai mana mestinya. Oleh karena itu partisipasi semua pihak sangat kami harapkan.

Ketua,

 

 

……………………………………….Sekayu,         April 2009

Sekretaris,

 

………………………………………….Menyetujui :Kepala SMPN 5 Sekayu,

 

 

Guru Mata Pelajaran Seni Rupa,

 

 

 

 

3. Pelaksanaan Pameran

Pelaksanaan pameran merupakan implementasi dari perencanaan yang telah dibuat. Kegiatan ini dapat berjalan lancar bila semua unsur panitia terlibat langsung dalam melakukan kerjasama dan saling membantu. Agar tidak terjadi berbagai kemungkinan negatif, maka sebelum pelaksanan pameran, panitia yang dipimpin oleh Ketua melakukan cek terakhir mengenai kesiapan pelaksanaan pameran tersebut. Pelaksanaan pameran di sekolah biasanya dimulai dengan kegiatan pembukaan pameran yang ditandai dengan kata sambutan dari ketua panitia pelaksana, pembimbing, serta acara sambutan sekaligus pembukaan pameran oleh Kepala Sekolah atau yang mewakilinya. Pada waktu pembukaan bisanya setiap pengunjung dibagi katalog pameran dan dipersilahkan untuk mencicipi jamuan yang telah disediakan oleh panitia.. Ada beberapa hal yang perlu dilakukan ketika pengujung mengunjungi ruang pameran, di antaranya: 1) pengunjung diupayakan mengisi buku tamu, 2) bila masih ada katalog, pengunjung yang hadir diberinya, 3) sewaktu-waktu panitia mengamati suasana ruangan seperti kondisi pencahayaan, dan keutuhan karya yang dipamerkan; 4) untuk memandu para pengunjung pameran dalam menikmati materi pameran, maka peran Seksi Stand sebagai pemandu pameran perlu bekerja secara profesional perlu memberikan arahan dan penjelasan kepada para pengunjung, apalagi pengunjung pameran memerlukannya; 5) pengunjung pameran hendaknya mengisi buku kesan dan pesan, hal ini sangat berguna untuk menilai proses pelaksanaan pameran.

4. Laporan Kegiatan Pameran

Laporan kegiatan pameran dibuat oleh panitia pemeran sebagai pertanggungjawaban atas pelaksanaan pameran. Laporan ini kemudian ditujukan kepada Kepala Sekolah sebagai pihak yang menyelenggarakan kegiatan ini dalam bentuk tulisan. Secara singkat, isi laopran pertanggungjwaban kegiatan pameran adalah sebagai berikut:

1. Lata Belakang

2. Tujuan

3. Sasaran

4. Manfaat

5. Susunan Kepanitiaan

6. Materi Pameran

7. Waktu dan Tempat Penyelenggaraan

8. Pemasukan dan dan Pengeluaran Dana

9. Kesan dan Pesan Pengunjung

10. Hambatan dan Kendala

11. Penutup

LATIHAN

Untuk mengetahui pemahaman Anda terhadap materi yang telah dipelajari, silahkan Anda mengejakan latihan.

1. Sebutkan langkah persiapan dalam pameran

2. Apa yang menjadi dasar criteria dalam memilih karya yang akan dipamerkan

3. Uraikan perlengkapan apa yang dibutuhkan untuk penyelenggaraan pameran seni rupa di sekolah

4. Jelaskan aspek yang harus diperhatikan dalam penataan ruang pameran

5. Apa saja yang perlu dilakukan ketika pengunjungmengunjungi ruang pameran

6. Apa isi laporan pertanggungjawaban panitia pemeran

RANGKUMAN

Persiapan pameran dilakukan dengan tahap menyiapkan karya, memilih karya, dan menyiapkan perlengkapan pameran. Sedangkan proses penyelenggaraan pameran mencakup pelaksanaan kerja kepanitiaan, penataan 6.43

ruang, pelaksanaan pameran dan laporan kegiatan pameran. Proses ini dilakukan oleh siswa, panitia dan guru secara bersama-sama. Proses penyelenggaraan pameran akan berjalan dengan lancar perlengkapan pameran sudah tersedia. Yang termasuk perlengkapan pemeran ini di antaranya: ruang pameran, meja, buku tamu, buku pesan, panil, katalog, folder, lampu penerangan dan sound system. Selain ini kelancaran proses penyelenggaran dipengaruhi pula oleh kemampuan kerjasama panitia menurut beban tugas masing-masing.

TES FORMATIF 3

Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan memilih a, b, c, atau d pada jawaban yang paling benar

1. Manakah cara yang kurang baik dalam menyiapkan karya seni rupa yang akan dipamerkan di sekolah?

a. siswa ditunjuk langsung oleh guru untuk untuk mengikuti pameran karya seni rupa

b. siswa diajak berkarya dan diinformasikan bahwa pada masa yang akan datang akan ada pameran

c. siswa yang berminat ditunggu untuk mendaftarkan diri mengikuti pameran sesuai jadwal yang telah ditetapkan

d. siswa yang memiliki bakat seni rupa dipilih oleh guru untuk mewakili kelasnya agar berpameran

2. Di bawah ini merupakan criteria untuk memilih karya yang akan dipamerkan kecuali, ….

a. Kualitas karya

b. Jenis karya

c. Ukuran karya

d. Besar karya

6.44

3. Manfaat pengisian buku pesan dan kesan dalam kegiatan pameran adalah, kecuali,….

a. Untuk mengetahui keberhasilan penyelenggaraan pameran

b. Untuk mengetahui kelemahan penyelenggaraan pameran

 

c. Untuk mencari kelemahan penyelenggaraan pameran

d. Untuk mencari bahan masukan dalam penyelenggaran pameran

4. Perlengkapan pameran yang berisi identitas karya, seniman, teknik dan media, tahun pembuatan dan harga disebut….

a. Folder

b. Panil

c. Buku tamu

 

d. Katalog

5. Salah satu fungsi panil adalah….

a. Penyekat ruang pameran

 

b. Informasi karya yang ditampilkan

c. Meletakan karya tiga dimensi

d. Informasi peserta yang ikut pameran

6. Di bawah ini termasuk hal yang harus diperhatikan dalam penataan ruang pameran, kecuali….

 

a. Pemasangan karya harus sejajar dengan pandangan mata

b. Pemasangan karya yang lebih tinggi dari penikmat harus dibuat condong ke bawah

c. Pemasangan karya yang warnanya kuat dipasang dekat dengan karya yang warnanya lemah agar serasi

d. Pemasangan karya tiga dimensi ditempatkan pada tempat yang bias dilihat dari berbagai sudut pandang

6.45

7. Susunan isi laporan kegiatan pameran yang benar adalah….

a. latar belakang, tujuan, sasaran, manfaat, susunan kepanitiaan, materi pameran, waktu dan tempat penyelenggaraan, pemasukan dan dan pengeluaran dana, kesan dan pesan pengunjung, hambatan dan kendala, penutup.

b. latar belakang, tujuan, susunan kepanitiaan, materi pameran, waktu dan tempat penyelenggaraan, pemasukan dan dan pengeluaran dana, sasaran, manfaat, kesan dan pesan pengunjung, hambatan dan kendala, penutup.

c. latar belakang, susunan kepanitiaan, materi pameran, waktu dan tempat penyelenggaraan, tujuan, sasaran, manfaat, pemasukan dan dan pengeluaran dana, kesan dan pesan pengunjung, hambatan dan kendala, penutup.

d. latar belakang, manfaat, pemasukan dan dan pengeluaran dana, kesan dan pesan pengunjung, hambatan dan kendala, susunan kepanitiaan, materi pameran, waktu dan tempat penyelenggaraan, tujuan, sasaran, penutup

8. Yang harus dilakukan panitia pameran ketika pengunjung menghadiri pameran adalah, kecuali….

a. Pengunjung diupayakan mengisi buku tamu,

b. Memandu para pengunjung pameran dalam menikmati materi pameran dengan memberikan arahan dan penjelasan kepada para pengunjung, apalagi pengunjung pameran memerlukannya;

c. Mengawasi pengunjung pameran dai berbagai sudut pandang.

d. pengunjung pameran hendaknya mengisi buku kesan dan pesan, hal ini sangat berguna untuk menilai proses pelaksanaan pameran.

9. Setelah kegiatan pameran selesai, panitia harus….

a. membuat program kerja baru

b. menyusun laporan pertanggungjawaban

c. mengadakan rapat program kerja

d. menyusun rencana anggaran/biaya

6.46

10. Laporan kegiatan biasanya disampaikan dalam bentuk….

a. Diskusi

b. Brosur

c. Katalog

d. Tulisan

Untuk melihat kemampuan Anda, coba cocokan jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 3 yang terdapat pada akhir Bahan Belajar Mandiri ini. Kemudian hitunglah jawaban Anda yang benar dan gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap Materi Kegiatan Pembelajaran 3 ini. Rumus: Tingkat penguasaan= Jumlah Jawaban Anda yang benar x 100% 10 Arti tingkat penguasan yang Anda capai: 90 – 100% = baik sekali 80 – 89% = baik 70 – 79% = cukup < 70% = kurang Catatan: Bila Anda mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, Anda dapat menngikuti Ujian Akhir Semester (UAS), tetapi bila tingkat penguasan Anda masih di bawah 80%, Anda harus mengulangi Kegiatan Belajar 3 pada BBM 6 ini, terutama bagian yang belum Anda kuasai. 6.47

KUNCI JAWABAN TES FORMATIF Tes Formatif 1

1. A. pengertian

2. B. manfaat

3. B. Sosial

4. C. Komersial

5. D. Fungsi

6. D. Pameran tetap

7. A. Dua dimensi

8. B. Tujuan pameran

9. C. Sponsor pameran

10. C. Edukasi Tes Formatif 2

1. E. Pengertian

2. D. Bersifat fleksibel

3. B. Siapa yang melaksanakannya

4. D. Untuk membina kerja sama

5. B. 2, 4, 3, 5, 1

6. C. Tema merupakan kelengkapan dalam menyusun rencana pameran

7. B. Seksi Publikasi dan Dokumentasi

8. B. Menyiapkan ruangan untuk pameran

9. A. Pengumpulan karya

10. A. Latar belakang, tema, nama kegiatan, landasan/ dasar penyelenggaraan, tujuan kegiatan, susunan panitia, anggaran biaya, jadwal kegiatan, sponsorship

Tes Formatif 3

1. E. Siswa ditunjuk langsung oleh guru untuk untuk mengikuti pameran karya seni rupa

2. D. Besar karya

6.48

3. C. Untuk mencari kelemahan penyelenggaraan pameran

4. A. Folder

5. A. Penyekat ruang pameran

6. C. Pemasangan karya yang warnanya kuat dipasang dekat dengan karya yang warnanya lemah agar serasi

7. A. Latar belakang, tujuan, sasaran, manfaat, susunan kepanitiaan, materi pameran, waktu dan tempat penyelenggaraan, pemasukan dan dan pengeluaran dana, kesan dan pesan pengunjung, hambatan dan kendala, penutup.

8. C. Mengawasi pengunjung pameran dai berbagai sudut pandang.

9. B. Menyusun laporan pertanggungjawaban

10. D. Tulisan
JIKA POSTING INI BERMANFAAT KLIK GOOGLE+1


Comments

2 Comments

RSS

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

BLOG GURU INDONESIA

MENJADI GURU BERMUTU DAN PROFESIONAL